Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Diserang Drakula Jahat


__ADS_3

Di tengah perjalanan pulang dari rumah sakit, Yuan Ye mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sementara dia sendiri sedang mengantuk.


Jeduaaaaar


Mobil yang dikendarai menabrak pembatas jalan di sebelah kanan kemudian terpental dan berputar-putar. Semua yang ada didalam kendaraan itu panik dan terkejut karena mereka semua juga sempat tertidur.


Yuan Ye berusaha untuk mengendalikan laju mobil agar normal. Beruntung setelah berkelit lama dengan kemudi setir dan rodanya, akhirnya mobil itu bisa berjalan dengan baik.


Raline, putrinya dan kedua keponakannya terlihat mengatur napas mereka yang tersengal-sengal begitu juga dengan Yuan Ye sendiri.


"Jika mengantuk lebih baik istirahatlah dahulu, atau kau ingin aku yang menyetir?" Ucap Raline menawarkan bantuan.


"Ya aku sangat lelah, ditambah dengan semua masalah yang terjadi hari ini. Kau tahu ini bagaikan mimpi," ucap Yuan Ye seraya melirik Arin.


"Ayah, Aku tidak bersalah, justru Liana yang salah. Dia tahu sendiri kan jika aku tidak bisa mengontrol diriku jika melihat barang mewah. Aku adalah korban disini, terlebih Rey sangat marah sampai-sampai Aku diputuskan begitu saja," ucap Arin. yang terus menyalahkan Liana.


"Stop! Arin Ayah tidak bisa membelamu, karena jika dipikir-pikir kau lah yang salah. Itu kalung Liana dan sudah menjadi haknya untuk memakai atau tidak. Dan terlebih lagi Aku tidak ingin kalian menyinggung Liana mulai saat ini," ucap Yuan Ye yang fokus menatap ke depan kemudian melihat ke arah Arin.


"Hah jadi sekarang ... Ayah awas di depanmu!" ucap Arin yang berakhir dengan teriakan.


Bruuk.


"Apa itu? Ayah menabrak apa?" Tanya Ayah.


"Sepertinya tadi orang, tapi setelah ku lihat dari kaca belakang tidak ada siapa pun," ucap Doni yang duduk di belakang.


"Iya sepertinya itu orang, apa mungkin dia terpental?" Ucap Dona menambahi.


"Astaga apa yang ku lakukan, aku tidak bisa meninggalkannya. Sedangkan jalan tol yang kita lewati ini bukan tempat yang tepat untuk berhenti," ucap Yuan Ye


"Sudahlah kita terus saja, jika pun benar kita menabrak orang, kita akan bertanggung jawab. Bilang saja tidak melihatnya karena memang tidak jelas. Lagipula salah orang itu kenapa berjalan di tengah jalan tol," ucap Raline dengan santainya.


Tiba-tiba ada seseorang yang menampakkan wajah pucatnya didepan kaca mobil. Ia sedang melihat Yuan Ye dengan wajah terbalik. Sontak saja semuanya berteriak dan dengan tubuh yang menegang.


"Aaaaaaa....." teriak semua yang ada di dalam mobil.


Kemudian wajah yang menampakkan dirinya di depan kaca mobil menghilang. Mereka semua berhenti berteriak.


"Apa itu tadi? Apakah dia orang yang kita tabrak?" Tanya Raline.

__ADS_1


"Entahlah sebaiknya aku berhenti di depan. Di sana kita dapat berhenti karena bukan laju cepat," ucap Yuan Yang kemudian mulai menepikan mobilnya.


Pria setengah baya itu lantas turun dari mobil dan di ikuti Raline, Arin dan Dona sementara Doni yang berada di kursi paling belakang, masih ditempat duduknya karena malas untuk keluar.


Yuan memperhatikan jalanan tadi, ia tidak melihat apapun. Tol itu sangat sepi dan gelap. Ia juga memeriksa bagian atas mobil Pajero Sportnya.


"Tidak ada siapa pun, apakah dia hantu?" Tanya Yuan Ye.


"Kalau hantu kenapa semua orang melihatnya," jawab Raline


"Mungkin saja ia menampakkan dirinya pada kita karena ingin menyampaikan sesuatu," ucap Dona


"Hah kamu terlalu banyak nonton film horor," ucap Arin kemudian dibalas Dona dengan tatapan melotot seraya menunjuk sesuatu di belakang Arin.


"A-Arin dibelakang mu," pekik Dona kemudian kabur masuk kedalam meninggalkan Arin dan Paman Tantenya.


Doni yang melihat saudaranya ketakutan lantas bertanya, "Kenapa mobilnya di kunci? Mereka belum masuk," ucap Doni yang asik memainkan gadgetnya.


"Itu lihat, itu!" Pekik Dona.


"Apa ..." ucapan Doni terhenti saat ia melihat segerombolan drakula menghampiri Arin. Sedangkan Yuan Ye dan Raline baru menyadari dan menyuruh Arin untuk masuk ke dalam mobil.


Arin tak percaya dengan Drakula atau hantu apapun sebelum ia melihatnya sendiri. Kemudian Arin melihat di belakangnya yang sudah dekat dengan Drakula-drakula itu. Sementara Yuan Ye dan Ralin berlari menuju mobil.


"Doni nyalakan mobilnya! Aku tidak bisa menyetir saat malam hari," perintah Dona.


"Kau gila! Paman dan Tante masih diluar kau ingin meninggalkan mereka?" Sahut Doni.


"Kalau begitu cepat nyalakan, aku akan membuka pintunya saat mereka sudah dekat! Ayo....cepat!" Pekik Dona yang ketakutan.


Doni kemudian segera ke depan dan mengambil alih kemudi lalu menyalakannya. Yuan Ye dan Raline sudah sampai dan membuka pintu tetapi terkunci, mereka menggedor-gedor pintu kaca. Dona yang gemetar saat ingin membuka, entah kenapa kunci mobilnya menjadi macet.


"Dona buka Dona," teriak Raline.


"Ini sedang ku coba Tante tetapi macet, sabarlah," jawab Dona yang suaranya terdengar sedikit karena di dalam mobil kedap suara.


Arin langsung berlari ketika tahu ada benar drakula yang berjalan mendekatinya. Arin pun sudah sampai dan mencoba masuk mobil, tapi kuncinya macet, Doni mencoba membukanya dari kemudi depan.


Ceklek

__ADS_1


Semua kunci akhirnya terbuka dan mereka masuk dengan segera. Arin belum sepenuhnya masuk tetapi Doni sudah menancapkan gas. Sedangkan para drakula sudah dekan dan saat Arin ingin menutup pintunya. Lengannya ditarik oleh drakula itu. Doni yang ketakutan menambah kecepatan, Arin masih berjuang untuk masuk kedalam dibantu Ayah nya, kemudian cengkeraman tangan drakula itu terlepas dan meninggalkan cakaran di lengan Arin.


"Aakhh Ayah sakit, aaa," pekik Arin.


Tangannya terkena cakaran kuku yang tajam sehingga buka. hanya lecet tetapi sepertinya luka mendalam hingga keluar darah segar dari lengannya.


"Sudah ku bilang ada drakula tapi kamu tidak segera lari," Hardik Dona.


"Ayah tidak habis pikir, kenapa di jaman modern ini masih saja ada drakula. Apakah selama ini mereka tertidur?" Ucap Yuan seraya membalut tangan Arin dengan perban. Didalam mobil itu selalu tersedia kotak P3K.


"Tidak paman, mereka tidak tidur karena mereka diciptakan kembali oleh para author di Mangatoon. Jadi salahkan mereka jika drakula itu hidup kembali," ucap Dona menjelaskan.


"Aku takut luka Arin terinfeksi dan dia bisa berubah jadi drakula," ucap Raline menakuti.


"Ibu aku tidak ingin menjadi drakula! Kau tega Bu jangan berucap seperti itu! Ucapan adalah Doa," pekik Arin


"Aku takut Arin, kau jangan dekati Aku dulu," ucap Raline yang kemudian berpindah duduk ke belakang.


Doni yang mendengarnya malah tertawa terbahak-bahak di depan kemudi. Yuan Ye berpindah ke depan karena ditengah terlalu berdesak. Yuan Ye memukul pelan bahu Doni agar terdiam dan jangan tertawa.


"Kita ke klinik dekat tol, Arin harus segera di obati," perintah Yuan Ye


"Baik paman," ucap Doni


Ketika ia berhenti di pintu tol untuk membayar, Doni melihat keanehan pada petugas tol.


"Paman, kenapa petugas itu terlihat berbeda, Dia diam mematung dan wajahnya pucat, apa jangan-jangan dia telah berubah jadi Drakula," tanya Doni.


"Pakai E-toll saja biar cepat," ucap Yuan Ye.


Doni membuka pintu mobil dengan mengeluarkan E tol dengan alat panjang, ia takut lengannya ditarik drakula seperti yang terjadi pada Arin.


"Cepat Don!" Pekik Yuan dengan pelan.


Ketika pintu portal tol terbuka, petugas itu segera mendekat dan mulai membuka mulutnya untuk menerkam. Doni segera menutup kaca sembari menancap gas.


****


Kira-kira mereka bakal selamat gak ya?

__ADS_1


Baca kelanjutannya di next episode.


__ADS_2