Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Sewa Rumah


__ADS_3

Keesokan paginya, Liana sudah berkemas dan siap untuk meninggalkan rumah keluarga Yuan Ye. Ia pergi sangat pagi tanpa sepengetahuan keluarganya.


Sebelumnya wanita itu sudah menghubungi Trivia untuk ke rumahnya sepagi itu. Liana berjalan melewati jalanan yang membuatnya teringat kembali saat ia ditipu oleh drakula. Ia berharap drakula yang tempo hari mengerjainya tidak ada lagi di gang itu.


Liana berpikir untuk mengeluarkan kekuatannya, ia mencoba-coba seperti layaknya superhero yang bernama spiderman. Namun tidak ada kekuatan yang terlontar.


Terus-menerus wanita itu mengeluarkan semua jurus seperti yang ada di film-film, tapi tetap saja Liana tidak menemukan kekuatannya.


"Sepertinya aku harus banyak belajar pada Kakek," ucap Liana berkata pada dirinya sendiri.


Sesampainya di rumah Trivia, ia disambut langsung oleh sahabatnya itu. Trivia menghamburkan diri memeluk Liana.


"Aku kangen," ujat Tri


"Aku juga kangen kamu Tri," jawab Liana membalas pelukan Trivia.


"Hemm cie yang wajahnya berseri-seri sehabis dilamar hehe, gimana perasaanmu?" Tanya Trivia seraya merangkul Liana masuk kedalam rumahnya


"Tidak bisa diartikan Tri, rasanya tuh lebih dari kata bahagia. Gak kebayang jika Aku beneran nikah Ama itu drakula," ucap Liana


"Agak serem dengarnya Lian, ssstt jangan keras-keras. Mereka yang gak tahu nanti jadi berpikir yang aneh-aneh," ujar Trivia.


"Haha iya juga ya. Oh iya Trivia ada yang ingin ku katakan padamu. Ini cukup penting," ucap Liana sembari duduk di kursi ruang tamu.


Trivia mengambil bantal kecil disudut sofa dan menaruhnya di atas pangkuannya kemudian ia berpangku tangan.


"Soal apa itu? Soal kau ingin mencari rumah?" Tanya Trivia yang diakhiri dengan terkaan.


Liana menggelengkan kepala, ia takut jika Trivia akan marah jika wanita itu menyebut nama seseorang yang tak ingin dia kenal lagi.


"Ini soal, Lee," sahut Liana.


Trivia membuang mukanya dan kemudian ia menarik nafas dalam dan membuangnya.


"Aku tidak ingin membahasa monster itu," seru Trivia.


"Dia sudah berubah sekarang. Tuan D mengubahnya menjadi pengikutnya," ujar Liana.


"Aku sudah berjanji padanya akan menemaninya bertemu denganmu. Tenang saja dia tidak akan macam-macam lagi, tubuhnya akan musnah jika dia memangsa manusia selain di bulan purnama," ucap Liana


"Tidak menutup kemungkinan kan dia akan menemui ku dibukan purnama itu," ujar Trivia.


"Dia hanya ingin minta maaf, dan dia juga merindukanmu," ucap Liana berusaha menengahi pertikaian antara Tri dan Lee.


"Aku tahu kau marah padanya, tapi dia seperti itu juga karena dirimu kan? Jika kau sudah bersedia bertemu dengannya bilang padaku ya," ucap Liana.


Trivia berpikir sejenak kemudian dia menatap sahabatnya itu.


"Baiklah, hanya sebentar. Dan kau harus temani aku ya?" ucap Tri.


"Siap, trimakasih ya Tri," balas Liana.


"Jam berapa kita mau ke lokasi rumah yang ingin kau sewa?" Tanya Trivia


"Nanti jam sepuluh pagi, lalu malamnya Lee akan menemui mu," ucap Liana


"Jangan malam," tolak Trivia

__ADS_1


"Kenapa?"


"Hehe Aku ada kencan," jawab Trivia cepat.


"Hah? Benarkah? Dengan siapa?" Tanya Liana dan kemudian menerka orang itu.


"Apakah itu Steve? Mantan Bodyguard mu?" Timpal Liana dengan terkaan yang benar.


"Tepat, seratus persen hehe," ucap Trivia.


"Kau mulai suka padanya ya?" Goda Liana


"Bukan suka hanya saja dia bisa menghiburku, Aku tidak ingin dia menjadi tempat pelampiasan ku, ya jalani saja. Jika cocok ya teruskan jika tidak, kita bisa berteman kan?" ucap Trivia.


"Itu bagus dengan begitu kau bisa melupakan Lee pelan-pelan dan menerima Steve," ucap Liana


"Apaan sih, memangnya Steve suka sama aku? Aku rasa tidak," jawab Trivia.


"Orang buta saja bisa melihat cinta dimata Steve, masak kau tidak?" ujar Liana memukul lengan Trivia pelan.


"Haha aku tidak ingin berharap, aku juga belum ada perasaan padanya. Kalau soal ketertarikan sih ada, siapa sih yang gak suka sama cowok macho kayak dia. Tapi aku tidak ingin kejadiannya seperti Lee. Saat itu aku langsung tertarik pada fisiknya. Lihat sendiri kan, saat dia berubah menjadi setengah manusia pun dia tidak bisa menahan keinginannya untuk tidak memangsa ku. Tidak seperti Tuan D, yang selalu bisa menahan keinginannya, padahal dia mengatakan aroma darahmu sangat lezat. Kau tidak takut Lian, jika Tuan D menerkammu," ucap Trivia


"Awalnya takut, tapi setelah aku mengenalnya aku malah menginginkan pria itu menerkam ku. Kan keren Liana sang ratu drakula haha," ucap Liana


"Ishh dasar bucin. Pokoknya Aku juga perlu tahu karakter pasangan ku nantinya seperti apa, sebelum memulai ke tahap serius," ucap Trivia.


"Itu juga bagus, tetapi jika dia menembak mu jangan terlalu lama mengambil keputusan. Bisa-bisa Steve direbut dengan orang-orang yang bernama Vie, Dilla, Sera, Mhay, Alana, Yanti, Anna, Putrinya dan masih banyak lagi," ucap Liana


"Siapa mereka?" Tanya Trivia


"Itu fansnya Steve," ucap Liana yang mengarang cerita.


"Tidak, justru saking banyaknya wanita yang mengelilinginya, hanya kau yang mampu mengalihkan dunianya," ucap Liana yang lagi-lagi ia mengarang cerita agar Trivia bisa berdekatan dengan Steve.


"Tahu dari mana kamu? Pasti ngarang cerita ya nih," ucap Trivia.


"Huh dibilangin gak percaya, udah ah aku mau mandi," ucap Liana yang kemudian beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Trivia. Diikuti Trivia yang juga menyusul Liana ke kamarnya.


***


"Kamu yakin ini rumahnya?" Tanya Trivia yang mengantarkan Liana mencari rumah untuk disewa.


"Iya di alamatnya sih begitu, coba aku tanya orang sekitarnya," ucap Liana.


Ia melihat kiri dan kanan jika saja ada orang yang lewat atau sedang duduk disana. Namun jalanan itu sepi. Meskipun mereka menggunakan rute google map tetap saja mereka sedikit bingung dengan jalan yang tertera.


"Udah cari alamat yang lain aja yang jelas, Ayok Lian," ajak Trivia dengan sedikit berteriak.


Liana mengikuti ucapan Trivia dan kembali ke mobil sahabatnya itu. Liana yang memegang kemudinya sedangkan Trivia menemaninya disamping kursinya.


Tak berapa lama ada telepon yang masuk.


"Nah ini orangnya telepon, bentar ya," ucap Liana kemudian mengangkat teleponnya.


Sementara Liana mengangkat teleponnya, Trivia membuka ponselnya dan ternyata ada pesan dari Steve. Wanita itu segera membukanya.


"Pagi mentari ku," sapa Steve lewat pesannya yang membuat Tri tersenyum sendiri.

__ADS_1


Liana selesai berbicara dengan pemilik rumah, lalu pandangannya beralih pada Trivia yang tertawa sendiri.


"Ih ketawa-ketawa sendiri, hayo sms-an sama siapa hehe," goda Liana


"Hemm mau tahu aja atau mau tahu banget?" ucap Trivia


"Eh gimana? Orang itu bilang apa?"


"Kita salah jalan hehe, ya maaf abisnya aku kan jarang nyetir sendiri. Malahan hampir gak pernah," ujar Liana.


Mereka lalu menuju rumah yang akan disewakan. Sesampainya disana Liana dan Trivia menyukai rumahnya, harganya pun sesuai dengan yang disepakati.


"Ini kunci rumahnya, jika butuh bantuan telepon saja ya," ucap pemilih rumah seraya menyerahkan kunci rumahnya.


"Iya, terimakasih," ucap Liana kemudian menerima kunci itu. Kemudian pemilik rumah sewaan pergi berlalu.


"Kau yakin akan tinggal disini sendirian?" Tanya Trivia.


"Aku yakin," jawab Liana cepat.


"Kau tidak takut? Rumah ini termasuk besar jika hanya ditempati satu orang," ucap Trivia memastikan.


"Tidak, kenapa mesti takut. Kalau ada penjahat atau setan jahat tinggal panggil pacarku aja dia bakal datang hehe," jawab Liana.


Tak lama kemudian Tuan D datang membuat Trivia terkejut.


Cling


"Hemm jadi kau tinggal disini sekarang?" Tanya Tuan D


"Iya. Kau rapi sekali mau kemana?" Tanya Liana.


"Aku mau kerja dulu ya, kau jaga dirimu," ucap Tuan D mengelus pucuk kepala Liana kemudian pamit pergi.


Whuuss.


"Dia datang dan pergi sesuka hati?" Tanya Trivia


"Iya seperti itulah,"


"Hemm enaknya. Irit ongkos," ucap Trivia.


"Kau mau ku panggilkan Lee?" Tawar Liana dengan nada menggoda.


"Ahh tidak," jawab Trivia cepat.


"Aku tidak bisa memanggil Steve dengan telepati, karena dia masih manusia hehe," ucap Liana


"Siapa juga yang mengharapkan dia," jawab Trivia.


"Jadi kamu mengharapkan Lee?" Tanya Liana menggoda lagi


"Liana...," ucap Trivia dengan melototkan matanya


Namun tak berapa lama Lee sudah hadir dihadapannya.


"Lee," ucap Trivia yang kemudian melirik tajam ke arah Liana.

__ADS_1


"Bukan aku yang memanggilnya, dia datang sendiri," ucap Liana yang juga heran.


__ADS_2