Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Mengungkap Jati Diri


__ADS_3

Pagi itu Arin sudah membuat ulah di dapur, bukan hal negatif melainkan ia sedang belajar memasak untuk menyiapkan sarapan dirumah Liana.


"Kakak, kau sedang apa? Aku mencium bau terbakar," ucap Liana sembari berjalan ke dapur dan terus mengendus bau terbakar


Dapur Liana sudah mengepul banyak asap. Ternyata Arin memasak sop daging dengan api besar lalu mengerjakan pekerjaan lain karena merebus daging membutuhkan waktu yang lama. Tetapi Arin lupa dan membuat panci itu gosong hingga air didalamnya surut dan isinya menjadi tidak bisa dimakan.


"Astaga Kakak, kalau kau ingin mengerjakan pekerjaan lain, apinya harus dikecilkan terlebih dahulu," jelas Liana


"Iya Liana maaf ya, untung saja tidak kebakaran," ucap Arin dengan rasa penyesalan.


"Yasudah kak buat pelajaran Kakak. Hemm Kita beli makanannya aja yuk, di depan rumah ada warung makan dan rasanya sangat enak," ujar Liana


"Tapi kakak jangan mencibir tempat itu, ketika sudah disana. Karena warung makan itu sangat kecil dan terbuka tidak ada dinding yang menutupinya," timpal Liana


"Iya kakak tahu kok kan Kakak semalam lihat tempat itu dari jauh," ucap Arin.


"Ya sudah ayo," ajak Liana


"Lian, kakak belum mandi. Kakak mandi sebentar ya," sahut Arin


"Iya kak, hati-hati jangan berlari kau sedang mengandung dan tidak boleh capek kata dokter karena kandungamu lemah," teriak Liana ketika Arin berlari begitu saja. Arin tak sadar akan kehamilannya. Setelah mendengar nasihat Liana, ia pun berjalan dengan santai.


Liana menunggu kakaknya yang sedang mandi kemudian, ia terkejut membaca pesan dari Doni.

__ADS_1


Hari ini Ratu Bella ingin mengungkapkan kebenaran tentang jati dirinya kepada semua orang. Untuk mendapatkan dukungan berupa darah manusia demi menghapus perjanjian itu, terutama Kakek Ye yang merupakan satu-satunya penyihir, mantranya yang dapat membuat perjanjian itu bereaksi. Ia bukannya tak mendengar nasihat Nenek Mary, baginya mendapatkan restu lebih utama dibandingkan memusnahkan Monster itu.


Ratu Bella merasa jika banyak yang merestui maka Liana dan Tuan D bisa bersama dan kemudian dapat menghancurkan Monster. Karena ia tahu betul jika putranya tidak akan mengubah Liana sampai kapanpun.


Keesokan nya, Ratu Bella, Nyonya Mary dan para pengikutnya yang kini bertambah menjadi 120 drakula. Datang memenuhi kediaman Kakek Ye.


"Ada apa ini, kenapa ada ribut-ribut diluar?" Tanya Kakek Ye.


"Tidak tahu sayang, coba kita tengok ke depan," titah Nenek Anie.


Wanita itu membantu Suaminya berjalan ke depan lebih tepatnya ruang tamu. Disana telah duduk Yuan Ye dan Raline, sementara si kembar Dona dan Doni mereka takut dan bersembunyi di kamar.


Keluarga Ratu Bella dan 120 pengikutnya datang kerumah memohon restu. Dia datang dengan penampilan yang berbeda, tetapi masih dengan gaya elegan kerajaan yang dimilikinya. Tak lupa Ratu Bella saat itu memakai Mahkota kerajaan Drakula.


"Aku akan membuka siapa jati diriku sebenarnya kepada karyawan ku dan klien ku. Aku mengundang kalian kesana pagi ini. Dan Aku mohon kesediaan kalian datang. Aku hanya meminta restu untuk anakku....hiks..." ucapan Ratu Bella terhenti ia menangis namun segera menahannya.


"Aku membutuhkan setetes darah kalian, hanya setetes. Dan yang terpenting adalah Kakek Ye, restu darinya dan mantra khususnya. Kakek Ye yang bisa mengeluarkan mantra itu. Ku mohon, restui hubungan D dan Liana. Meski berbeda dunia tetapi selama ini kami bisa berjalan beriringan dengan kalian bukan? Aku akan menunggu kedatangan kalian semua," ucap Ratu Bella menundukkan badannya merendahkan derajatnya hanya untuk mengemis restu. Para pengikutnya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Ratu Bella.


Kakek Ye yang sedari tadi sudah datang dan mendengar semuanya.


"Kau tidak perlu menunduk, Aku bukan raja mu. soal menghapus perjanjian itu, Aku akan memikirkannya," ujar Kakek Ye keras hati.


"Terimakasih. Mohon pertimbangkan jika kalian masih memiliki hati, ku tunggu kehadirannya. Permisi," ucap Ratu Bella kemudian undur diri dan menghilang dengan kekuatannya. Diikuti ratusan pengikut lainnya.

__ADS_1


Yuan Ye memanggil Dona dan Doni yang bersembunyi dikamar ia lalu mengajak istrinya untuk pergi ke tempat yang di maksud. Lebih tepatnya di halaman perusahaan milik Ratu Bella


"Yuan, Kau mau kemana?" Tanya nenek Anie


"Aku masih memiliki hati, dan aku akan mendukung cinta mereka," Ujar Yuan Ye.


Yuan Ye merangkul pinggang istrinya untuk berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan, meninggalkan Kakek Ye dan Nenek Anie dirumah.


"Kau dengar sendiri kan? Tuan D bukanlah drakula yang seperti kau pikir, awalnya aku mengira dia sama saja. Tetapi ternyata dia sangat baik pada manusia. Apakah kau tahu? Saat kau masuk rumah sakit, dia ikut menemani. Dan sekarang ia bahkan rela kehilangan jiwanya untuk membasmi teror dari drakula yang membelot Ratu Bella. Drakula jahat yang mengancam jiwa kita. Bukan Tuan D dan Keluarganya," ujar Nenek Anie kepada suaminya.


"Tentang perjanjian itu, aku ingin mendukungnya. Menghancurkan perjanjiannya dan merestui Liana dengan Tuan D. Aku tak peduli mereka berbeda alam atau tidak. Tetapi Tuan D lebih baik dari manusia, itu kenyataannya," timpal wanita tua itu.


Kakek Ye menunduk dan memikirkan masalah kedepannya, semua terasa sulit baginya.


Sementara dilapangan parkit perusahaan Ratu Bella yang kini dipegang oleh Tuan D. Sudah banyak kendaraan yang terparkir disana. Mereka akan berkumpul di suatu Aula besar dengan banyak kursi dan sebuah panggung didepannya. Aula perusahaan itu sudah dipenuhi para karyawan yang berada di lantai dasar. Tamu penting dan klien perusahaan itu duduk di bangku barisan depan. Sementara Karyawan biasa duduk dibarisan belakangnya.


Setelah semua berkumpul, Ratu Bella hadir dengan gugupnya berjalan menuju panggung dan naik ke atas mimbar. Ia memulai pidatonya dan seketika semuanya hening.


"Terimakasih para tamu kehormatan dan karyawan yang saya hormati untuk datang ke acara yang menurut saya ini sangat penting. Disini saya ingin mengungkapkan, siapa saya sebenarnya," ungkap Ratu Bella yang menghentikan perkataannya karena akan mengambil napas dalam.


"Saya adalah Ratu Drakula, dan mereka yang dibelakang saya adalah para pengikut saya. Ratusan tahun perusahaan ini berjalan dan kalian telah bekerjasama dengan saya yang seorang drakula...,"


"Lelucon apa ini," ucap salah satu Klien dan mengundang semua mata tertuju padanya.

__ADS_1


Para hadirin kemudian banyak yang berbicara sendiri merasa tidak masuk akal dan beberapa orang bahkan ketakutan. Bahkan ada salah seorang yang marah terhadap Ratu Bella.


"Jika Kau dan kalian semua adalah drakula berarti kalian harus dimusnahkan! Kalian telah merenggut nyawa anakku!" ucap salah satu karyawan yang marah kemudian dia melemparkan kedua sepatunya ke arah Ratu Bella. Yang lain juga ikut marah, mereka melakukan hal yang sama. Bahkan ada yang melempari Ratu Bella dengan ponselnya.


__ADS_2