
Yuan Y mendekat dan menyuruh Arin turun dengan berbisik.
"Arin, ayo turun! Nanti biar ayah yang bicarakan dengan Tuan D dan Liana ya, tenang aja kamu pasti bisa menikah dengannya," ucap Yuan Ye sedikit berbohong agar Arin mau turun.
"Benar ya? Jika Ayah tidak menepati janji, aku akan mengulang hal yang sama," ujar Arin
"I-iya ayo turun, gak enak sama orang tuanya Tuan D. Sekarang kamu mandi dan bersihkan dirimu dulu," pinta Yuan Ye.
Kemudian Arin turun dan Liana turun kebawah diikuti Tuan D.
"Dia membuat hari ini tidak nyaman," ucap Liana pada Tuan D.
Tuan D merangkul wanitanya itu dan berkata, "Sudahlah, yang terpenting tujuan Aku disini untukmu,"
Semuanya turun dan memulai perbincangan biasa sembari menunggu Arin. Wanita itu dengan cepat merubah penampilannya dan segera ikut bergabung.
"Hemm maaf tadi sempat tertunda. Soal jawaban yang tadi, saya tidak bisa menikahkan Liana dan Tuan D dalam waktu yang dekat. Karena Arin kakaknya harus terlebih dahulu menikah. Saya mohon pengertiannya," ucap Yuan Ye dengan rasa sungkan.
"Ayah bukannya Ayah tadi bilang ingin menikahkanku dengan Tuan D?" gumam Arin dan ucapannya itu terdengar oleh Ratu Bella.
"Siapa dia?" Tanya Ratu Bella.
"Oh iya saya lupa mengenalkan. Dia Arin kakaknya Liana," sahut Raline.
"Oh, jadi kenapa tadi dia berkata jika Tuan Yuan akan menikah kan Arin dengan anak saya?" Tanya Ratu Bella.
"Saya berkata seperti itu agar dia turun dari tali yang menggantung, mohon maaf,"
"Jadi Ayah berbohong?"
"Kak Arin maaf ya, menikah seseorang itu tidak bisa diputuskan dengan satu pihak. Coba tanyakan pada Tuan D dia mencintai siapa? Dan apakah dia ingin menikahi mu? Aku rasa kak Arin harus tau diri!" ucap Liana.
Nenek Mary tertawa kecil, ia tak menyangka Liana bisa berargumen dan membela yang sudah menjadi miliknya. Dia mulai mengagumi Liana.
"Jika Tuan Yuan tidak bisa menikahkan cucu saya dengan Liana dalam waktu dekat. Biar aku yang menikahkannya mereka tanpa anda. Maaf saya tidak terima kata penolakan. Jika Anda tidak bersedia, kami akan menarik semua kerjasama perusahaan dengan Anda," Tegas Nenek Mary
Yuan Ye mulai kalap. Ia akhirnya menyetujui keinginan Nenek Mary. Sedangkan Arin diam di kursi itu dengan dongkol.
Setelah perbincangan itu, mereka makan malam dengan tenang. Setelah itu mereka kembali lagi ke depan untuk membicarakan tanggal yang baik untuk tunangan.
__ADS_1
"Saya ingin pernikahan ini diadakan bulan depan saat Supermoon tiba, jadi pertunangannya malam ini saja. Bagaimana?" ucap Ratu Bella
"Ya benar pertunangan hanyalah simbolis dan tidak perlu mengundang banyak tamu. Cukup keluarga kita saja yang menjadi saksi," ucap Nenek Mary
"Saya setuju, pernikahan itu dilakukan bulan depan. Dan saya juga setuju jika pertunangan itu dilakukan secara kekeluargaan saja, karena saya masih trauma dengan pergelaran acara pertunangan yang mewah tetapi berakhir di campakkan," ucap Yuan Ye sembari melirik pada putrinya Arin.
"Maaf maksud Anda?" Tanya Ratu Bella
"Tidak bukan apa-apa, maksudnya saya setuju jika pertunangan itu diadakan sederhana. Atau kenapa tidak sekarang saja mereka bertunangan? Tapi kami belum menyiapkan Cincinnya," ucap Yuan Ye
"Haha urusan itu, saya sudah menyiapkannya. Sekarang kita mulai saja ya, sebelum hari semakin malam," ucap Ratu Bella.
"Baiklah, Liana dan Tuan D silahkan berdiri, dan ucapkan sebuah kata untuk pengikat," ucap Yuan Ye
Liana dan Tuan D berdiri sesuai perkataan Yuan Ye.
"Saya D, ingin mengikat Liana sebagai tunangan Saya, dengan ini sebagai bukti jika saya bersungguh-sungguh ingin menikahi Liana. Semuanya karena cinta dan tanpa paksaan. Liana maukah kau bertunangan dengan ku dan menjadi pasangan hidupku kelak?" ucap Tuan D.
"Saya Liana, Saya bersedia diikat sebagai tunangan Tuan D dan bersedia menjadi pasangan hidupnya dengan rasa cinta dan tanpa paksaan," ucap Liana dengan rasa haru.
"Saya menyetujui hubungan mereka. Semoga dengan adanya pertunangan ini menjadikan hati kalian lebih mapan untuk menuju ke tahap pernikahan," ucap Yuan Ye
"Saya merestui hubungan mereka, dan semoga rasa cinta dan sayang kalian semakin bertambah dan menghadapi semua rintangan bersama," ucap Ratu Bella seraya menyerahkan kotak yang berisi dua cincin.
Setelah itu resmi pertunangan yang disaksikan keluarga kecil mereka. Tuan D, Nenek dan Ibunya pamit pulang. Liana dan Yuan Ye mengantar mereka sampai depan pintu.
Setelah kendaraan keluarga Tuan D melaju pergi hingga tak terlihat. Yuan Ye dan Liana masuk, tak lupa Yuan Ye menutup pintunya.
Terdengar Raline berteriak menyuruh Arin membuka pintunya.
"Arin, nak kamu jangan salah jalan. Kamu bisa menikah dengan orang yang lebih baik dari Rey. Ayo buka pintunya," teriak Raline
"Kenapa lagi?" tanya Yuan Ye yang baru mendekat di ikuti Liana dibelakangnya
"Arin ngancam mau bunuh diri, Sayang tolong kamu cegah dia," ucap Raline
"Paling kak Arin cuma sekedar ngancam Bu, dia gak mungkin sanggup bunuh diri," ucap Liana.
"Heh semua tuh gara-gara kamu ya dia seperti ini. Kalau kamu mau nikah seharusnya lihat kondisi kakak kamu seperti apa?" ucap Raline
__ADS_1
"Bu aku juga gak tau kalau Tuan D mau kesini dan aku juga gak bisa nolak," ucap Liana
"Udah-udah, Tuan D ngelamar Liana itu hal baik buat keluarga kita. Masalah Arin dia sendiri yang harus menyelesaikannya. Karena Ayah udah kasih solusi biar dia nikah sama orang yang mau sama dia, Ayah rasa polisi yang kemarin kesini itu suka dengan Arin,"
"Oh jadi sekarang Ayah mau nyerahin anak kita ke orang yang tidak berkelas seperti dia. Gajinya kecil, apa bisa dia menghidupi Arin?" ucap Raline
"Kalau gitu kamu saja yang cari solusi! Mana ada orang kaya yang tiba-tiba datang kesini dan ngelamar Arin, keburu kandungan Arin membesar,"
"Suruh saja Liana dia sumber masalah dirumah ini,"
"Ibu sekolah gak sih? Maaf kalau Liana kurang sopan. Karena Ibu terus menerus menyalahkan Liana yang sebenarnya Arin sendiri lah yang berbuat. Sekarang gini ya Bu," ucap Liana lalu memecahkan Gucci mahal kesayangan Ibunya.
Praaang
"Gucci ku, kau berani sekali memecahkannya. Itu mahal dan kau harus menggantinya!" ucap Raline.
"Maaf Bu Liana sudah pecahin Gucci, itu karena kesalahan Ibu. Logikanya dimana Bu? Ibu paham kan maksud Liana. Orang yang memecahkan Gucci itu adalah Arin dan Aku sebagai Ibu," ucap Liana
"Jika Ibu tidak suka denganku, Aku akan pergi dari rumah ini," Timpal Liana lagi dan langsung pergi meninggalkan keluarganya itu.
"Liana kau mau kemana?" cegah Yuan Ye sedangkan Raline hanya terdiam.
"Sekali lagi maaf karena Aku sudah memecahkan Gucci itu, andai aku dapat mengembalikannya seperti semula ..." ucap Liana seraya menunjuk. Gucci itu, ucapannya terhenti karena melihat Gucci yang ia tunjuk kembali seperti semula.
"Hah? Bagaimana mungkin?" Tanya Liana.
"K-kau siapa?" Tanya Raline yang terkejut melihat Gucci yang sudah terpecah belah, kembali wujudnya seperti semula. Dan kemudian Raline pingsan.
"Liana kau mempunyai kekuatan?" Tanya Yuan Ye yang sama terkejutnya.
"A-aku tidak tahu Ayah, Aku bahkan tidak tahu mantra apa yang ku sebut," ucap Liana seraya memandangi tangannya.
"Kau menuruni jejak Kakek dan Nenek mu," ucap Yuan Ye yang kemudian memeluk Liana.
"Kau bisa menjadi penerus keluarga kita, ini adalah rahasia Ayah dan Kakek," ucap Yuan Ye yang mengira Liana belum tahu siapa Kakeknya.
"Kakek dan Nenek?" Tanya Liana pura-pura tidak tahu agar Ayahnya menceritakan rahasianya.
"Nanti akan ku ceritakan tapi sebelumnya Aku harus membuatnya sadar," ucap Yuan Ye
__ADS_1
"Sayang, jangan pergi dari rumah ini ya? Jangan dengarkan ucapan Ibumu. Biar Aku yang berbicara dan memberinya pengertian," timpalnya lagi.
"Tapi tekad ku sudah bulat, aku takut pernikahan ku akan benar-benar gagal jika aku berada terus disini," lirih Liana