Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Pembalasan Dendam


__ADS_3

"Hah melepaskan mereka tidak akan, sebelum kau meraih genggaman ku," ujar Monster itu.


Monster itu melayang di luar kastil. Liana berjalan keluar menghampiri sang Monster seraya mengulurkan tangannya.


"Aku tidak dapat meraih tangan mu, kau bisa kemari dan membawa ku pergi bersama mu menemui ibu ku," ucap Liana


"Haha baiklah cantik, aku akan turun ke bawah menjemputmu," ujar sang Monster.


Ketika sang Monster mendekat, Wanita itu berdiri diam ditempatnya seraya, memejamkan matanya berkonsentrasi. Wanita itu berdiri dibawah cahaya bulan dan ia dapat merasakan kekuatan mengalir dari darahnya.


Tuan Dimitri berteriak dengan lantang, "Liana! Sekarang,"


Liana membuka matanya dan Ia pun menyentuh jantung sang Monster. Seketika wujud sang Monster berubah menjadi manusia drakula seperti semula. Belum sepenuhnya Monster itu berubah, Tuan Dimitri mengeluarkan kekuatannya dan menyerang Edward.


Rupanya sedari tadi, Tuan D dan Liana memainkan drama kecil. Sebelum upacara pernikahan Ratu Bella mencurigai seseorang. Dan untuk melihat siapa yang menjadi mata-mata.


Liana dan Tuan D harus bertengkar. Maka saat itu Tuan D mempermasalahkan jika dirinya tidak ingin merubah Liana menjadi Drakula sementara Liana memberontak keras dan ingin Tuan D menjadikannya drakula. Kemelut Cinta yang ternyata hanyalah sebuah drama kecil mereka. Untuk melihat siapa yang menjadi mata-mata


Lee diperintahkan mengamati setiap tindakan mencurigakan, ia mengamati dari luar kamar, ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka saat keduanya berselisih pendapat. Kemudian Lee melaporkan kejadian yang ia lihat pada Ratu Bella. Setelah itu Lee melihat pelayan dapurnya memberikan sesuatu pada minuman jamuan.


Ratu Bella, Nyonya Mary dan Tuan D serta beberapa pengikut kepercayaannya tidak meminum minuman yang disajikan di meja. Mungkin untuk manusia itu tidak akan berpengaruh, namun sangat berpengaruh untuk seorang drakula.


Pada saat Monster itu menyerang Tuan D dan lainnya berpura-pura tidak dapat berkutit. Meskipun itu sangat beresiko.


Edward kesakitan, Tuan D mendekatinya dan ingin mengambil jantungnya. Namun meskipun ia merasakan kesakitan, Edward masih bisa menggeluarkan kekuatannya dan melempar Tuan D hingga melayang dan menabrak dinding pilar kastil kemudian terjatuh dengan keras.

__ADS_1


Debuuuug


Ngiiiiiiiing


Kepala bagian kiri Tuan Dimitri terbentur hingga merusak gendang telinganya. Darah mengucur deras, namun pria itu berusaha untuk bangkit. Liana berlari menghampiri Tuan D yang berusaha bangkit.


"Tuan D," pekik Liana seraya berlari kecil menghampiri suaminya.


Edward tertawa keras ia merasa menang.


"Liana, Aku mencintaimu," ucap Tuan D kemudian mengecup bibir Liana dengan rakusnya dan wanita itu membalas kecupan dengan begitu mesranya.


Tuan D tahu, kelemahan Edward adalah melihat sepasang kekasih saling mencintai. Terutama saat Ia melihat Liana wanita yang juga ia incar. Edward merasa cemburu ia kemudian mendekat dan mengeluarkan semua kekuatannya. Itulah tujuan utamanya membuat tenaga musuhnya habis terkuras.


Tuan D melepaskan cumbuannya, ia merasa tenaganya kembali hanya dengan kecupan dari Liana. Saat Edward sudah mendekat Tuan D menghilang dan muncul dari arah lain secara bersamaan ia juga menggerakkan pilar yang ia tabrak tadi dan merubuhkannya tepat di atas Edward.


Monster itu bangkit dari reruntuhan pilar, Liana yang berdiri dekat pilar tersebut kemudian lari. Tuan D menghampiri Liana dan membawanya berdiri tepat dibawah sinar bulan.


"Keluarkan lagi kekuatan mu Liana, kau ingin bertemu dengan ibu mu kan? Monster itu telah menculik dan menyiksa ibu mu, kini serang dia dengan kebencian dalam dirimu. Balaskan dendam ibumu padanya," bisik Tuan D dengan telepatinya dan hanya Liana yang dapat mendengar.


Liana menganggukan kepalanya mengerti.


"Ibu, dimana kau. Apakah kau sakit? Hiks... Apakah dia menyiksamu? Aku akan membunuhnya demi mu Ibu," batin Liana dengan tangisnya


Liana memejamkan matanya, linangan air mata yang terjatuh ke pipinya terangkat melayang ke udara. Karena saat ini Liana melayang dengan sendirinya. Air mata itu menyatu dan membentuk sebuah lingkaran dan bersinar.

__ADS_1


"Edward aku akan memusnahkan dirimu! Kau telah menghancurkan keluarga ku, kau membawa Ibu ku, Alexandra. Kau membuat ku kehilangan kasih sayang keluarga kandungku Ibu dan Kakak ku! Ini pembalasan ku untuk mu!" Seru Liana dengan lantang.


"Haha Kau ingin menyerang ku? Tapi sebelumnya aku akan menyerang orang yang kau cintai itu. Dimitri yang lemah," ujar Edward yang hendak mengeluarkan kekuatannya kembali dan menyerang Tuan D namun sebuah anak panah, mengenai punggungnya. Edward marah dan berbalik, ada seseorang yang memanah dirinya.


Sreeetch


Panah kembali menghunus tepat di jantungnya. Tak hanya sekali namun berkali-kali hingga panah itu habis. Steve tersadar dari tidurnya. Ia menggunakan panah yang terpasang di dinding kamar.


Edward kesakitan dan saat itu juga Liana menyerangnya dengan kekuatan supermoon membuat semua mata yang melihatnya menjadi terpejam karena silauan kilatnya. Bersamaan dengan angin yang datang menerpa.


Dalam hitungan detik cahaya itu meredup, angin tak lagi menerpa dan Edward menjadi abu. Liana dan Tuan D berhasil memusnahkan musuh besarnya. Steve mendekati Liana dengan rasa tak percaya. Ia mendengarkan seruan Liana yang berkata jika Alexandra adalah ibunya.


"Kau, Adik ku?" Tanya Steve dengan wajah terpaku.


Liana memandang Steve kemudian beralih memandangi Dimitri, kekasihnya yang baru saja menjadi suaminya. Wanita itu belum tahu jika Steve yang mempunya nama panjang Steve Willam adalah kakak kandungnya.


"Liana, aku kakak mu. Alexandra juga ibuku, dia dibawa oleh monster kegelapan dan....Kau adikku," ujar Steve yang kemudian memeluk Liana.


"Ya Lian, dia kakak kandung mu. Aku bisa merasakan aura darah kalian yang sedarah," ujar Tuan D. Tanpa harus mengetesnya lewat laboratorium.


Semua keluarga Liana mendekat dan betapa terkejutnya mereka yang juga mengetahui jika Liana memiliki seorang kakak kandung. Trivia ikut senang, ia memperhatikan keluarga yang lama menghilang dan bertemu kembali.


Steve melepaskan pelukannya, "Pantas saja, kau mirip seperti ibu. Kau adikku yang hilang," ucap Steve membelai pipi Liana.


"Kakak? Aku punya kakak kandung? Aku tak percaya ternyata kita bersaudara. Hiks...," ucap Liana seraya menangis bahagia.

__ADS_1


"Sayang, lalu dimana ibu?" Tanya Liana pada Tuan D


"Saat ini dia ada di belakang mu," ucap Tuan D.


__ADS_2