
Matahari telah meninggi, teriknya dapat membuat semua drakula terluka. Drakula yang terlahir dari kasta bangsawan sedikit bisa lebih lama menahan panas cahaya matahari.
Sementara drakula yang terlahir dari kasta rendah tidak akan tahan dengan panas itu. Termasuk Liana seorang manusia yang menjadi drakula. Akan terluka bahkan tubuhnya akan sedikit terbakar.
Penobatan harus dilakukan di siang hari karena mereka harus menyatukan darah pasangan itu lalu memanaskannya di bawah terik matahari hingga mengering.
Burung gagak berterbangan disekitar istana. Bukan pertanda akan adanya bahaya namun burung-burung itu berubah menjadi drakula untuk menghadiri acara penobatan Raja dan Ratu.
Tuan D dan Liana memasuki Istana yang jauh lebih besar dari istana yang kemarin. Semua drakula dari negara lain berkumpul ke istana itu. Penampilan Liana jauh berbeda dari sebelumnya.
Kakek Ye sebenarnya sangat menyesali perbuatan Liana namun apa daya, Liana menginginkannya sendiri. Yuan Ye dan Raline, Arin dan Steve ikut mendukungnya dan berbahagia selama Liana bahagia.
Pedang kerajaan drakula mendiang Ayahnya yang masih tersimpan dengan baik. Kini di keluarkan dan akan diberikan kepada Dimitri.
Janji setia dan janji-janji lainnya di ucapkan Tuan D tanpa melihat teks apapun. Sang Raja harus tahu isi janji itu diluar kepala. Padahal Janji yang tertulis sangat banyak, hingga 20 sumpah dan 200 aturan kerajaan harus dilontarkan dengan jelas.
Sementara penobatan sang Ratu hanya mengatakan 5 janji sumpah setia pada kerajaan. Setelah itu pedang di arahkan di pundak Tuan D kiri dan kanan. Lalu Tuan D menerimanya kemudian berlutut dihadapan Ratu Bella. Untuk menerima mahkota kerajaan.
Liana pun melakukan hal yang sama, berlutut untuk menerima mahkota kerajaan. Raja Drakula Dimitri Van Helsing serta Ratu Drakula Liana Evelyn Ye, mereka telah resmi menjadi Raja dan Ratu Drakula. Penobatan selesai dan tidak ada yang protes.
Setelah itu Liana menemui keluarganya yang manusia. Dia harus beradaptasi. Wanita itu bisa mendengar isi hati semua orang yang ada disana. Dan ia tersenyum mendengarnya. Semua keluarganya ikut bahagia atas pernikahan dan penobatan ini.
"Liana kau terlihat berbeda, sedikit pucat dan bola matamu berubah warna. Kau pakai Softlens?" Terka Trivia.
Liana menggelengkan kepalanya, dan berkata pada Trivia yang masih belum tahu jika Liana telah menjadi Drakula. Ia begitu terkejut atas pengakuan Liana terhadapnya.
"Liana, maaf...aku pikir itu softlens. Maaf aku tidak bermaksud menyinggung," ucap Trivia
"Tidak apa-apa Tri, kau masih mau kan berteman denganku. Aku masih harus ke kampus, untuk menyelesaikan sekolah S2 ku," sahut Liana
"Tentu Lian, kau dan aku sahabat selamanya," ujar Tri seraya memeluk Liana
"Trivia ada yang ingin bertemu denganmu," ujar Tuan Dimitri
"Siapa?" Tanya Trivia.
Tuan D bergeser ke kanan dan terlihat wanita separuh baya disana. Dia amat cantik dan wajahnya mirip dengan Trivia. Siapa lagi kalau bukan ibunya Trivia, Stefani.
__ADS_1
"Ibu...Kau....ibu aku merindukan mu," ujar Trivia seraya meneteskan air matanya.
Ia telah lama tak bertemu dengan ibunya lagi, Ibunya merasa tidak pantas berada di dekat Trivia karena perubahan yang terjadi padanya. Namun setelah semua ini, ia akan kembali ke rumahnya meskipun sesekali.
"Anakku, jangan menangis. Oh ya mana calon suami mu," Tanya Stefani.
"Sayang kemarilah, ini Ibuku," ucap Tri pada Steve
"Bu dia Steve, calon menantu ibu," timpalnya lagi berkata pada Ibunya
"Wow, sangat tampan. Apa kabar Steve,"
"Baik Nyonya Stefani," jawab Steve yang sedikit canggung.
"Sepertinya Steve sangat canggung, kalau begitu kalian berbincanglah kami akan ke sana," ucap Yuan Ye membawa keluarganya serta untuk melihat-lihat sekeliling kastil yang memiliki banyak tanaman bunga dan buah-buahan yang langka.
Beberapa jam berlalu, keluarga Liana, Trivia dan Steve pamit pulang. Mereka memakai pesawat pribadi yang disediakan Tuan Dimitri.
"Arin, Liana telah menikah, Trivia juga sebentar lagi menikah. Doni dua bulan lagi menikah, sedangkan Dona besok lusa akan bertunangan. Kau bagaimana dengan mu? Maaf Arin Kakek tidak ingin membuatmu cemburu dengan keadaan mereka. Tapi kau harus memikirkan janin yang kau kandung itu," ujar Kakek Ye saat di pesawat.
"Aku...aku akan mengenalkannya nanti. Itu jika dia benar-benar mau denganku," ucap Arin sedikit sedih
"Dia Rey," jawab Arin cepat.
"Tidak perlu di tuntut nak Steve, karena mereka melakukannya dengan senang hati tanpa memikirkan resikonya. Biarlah ini menjadi pembelajaran untuk kita. Untuk kalian yang belum menikah. Terutama para pembaca novel Cinta Ku Tuan Drakula. Pacaran sewajarnya hanya untuk mengetahui sikap dan sifat satu sama lain. Lebih baik jangan bercumbu atau apapun yang dapat mengundang gairah lainnya," ujar Yuan Ye menasihati.
"Iya lebih enak tuh pacaran setelah menikah," timpal Raline
"Makanya itu saya mengajak Trivia untuk cepat menikah. Saya takut terbawa kedalam buaian cinta yang saat ini sedang berada dipuncak asmara," ujar Steve
"Ngomong apaan sih belibet amat," batin Steve pada dirinya sendiri.
"Ayah, ibu sudahlah ini hanya kan membuatku sangat menyesal. Tapi tidak ada gunanya menyesal, yang jelas aku akan membesarkan anak ini meskipun tidak ada yang ingin denganku," ucap Arin dengan senyum yang ikhlas dengan keadaannya.
"Arin kau dengan polisi berperut buncit saja, yang namanya seperti Steve," ucap Dona
"Ahh tidak, aku tidak mencintainya," ujar Arin.
__ADS_1
"Arin kau tidak boleh begitu. Jangan menolak rejeki, dia terlihat sangat menyukaimu," ucap Dona
"Ada pepatah jawa yang pernah Kakek dengar," ucap Kakek Ye seraya mengingat sedikit.
"Jawa?" Tanya Yuan Ye.
"Iya Jawa salah satu pulau di Indonesia. Mereka mempunyai istilah "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino" merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa, yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia artinya "Cinta tumbuh karena terbiasa," jelas Kakek Ye
"Memang kalau kita pahami maksudnya yaitu jika kita terbiasa bertemu, terbiasa berinteraksi, terbiasa bersama-sama. Kalaupun mungkin semulanya cinta itu belum tumbuh, tetapi karena sering bertemu dan sering bersama-sama akhirnya cinta itu mulai tumbuh karena kebiasaan tersebut," ucap Kakek Ye lagi
"Kakek tahu betul soal pepatah Jawa tersebut, Kakek pernah ke Indonesia?" Tanya Trivia
"Aku tidak pernah kesana namun Aku sering berbincang dengan pemilik toko makanan langganan ku. Dia orang Padang dan menjual makanan khas Padang dan Kakek menyukainya. Karena sering membeli disana akhirnya kami sering bertukar informasi mengenai kebudayaan dan hal-hal menarik dari budaya kita dan budaya mereka," jelas Kakek Ye.
"Sepertinya aku harus belajar dari Ayah bertukar informasi dan kebudayaan lain agar kita semakin berwawasan luas,"
ungkap Yuan Ye.
Mereka terus berbincang masalah budaya mereka hingga tak terasa mereka telah tiba di Bukares.
Sesampainya dirumah, Arin segera mandi ia ingin sekali berendam di air hangat. Hamil muda membuatnya cepat lelah karena belum terbiasanya ditambah lagi dokter mengatakan jika dirinya tidak boleh stress.
Arin membuka keran dengan setingan air hangat pada bath up. Sembari menunggu air penuh, wanita itu membuka pakaiannya lalu masuk ke bath up dan menambahkan sabun hingga airnya berbusa.
Di dalam bath up Arin kembali memikirkan nasibnya. Padahal ia ingin berusaha kuat dan melupakan penyesalan. Arin juga tidak berharap penuh pada Lee. Karena dia tahu Lee tidak mencintainya.
"Aku pasrah...." Arin memejamkan matanya dan terlihat air mengalir daei sudut mata menorehkan luka hingga relung hatinya luka dan berusaha ikhlas.
Blup... Blup... Blup ...
"Akhhh aku tidak bisa bernapas," batin Arin yang tiba-tiba tenggelam. Badannya tak bisa terangkat, ia berusaha keras untuk bangun namun tak bisa.
"Tolong," ucap Arin dari dalam air yang sama sekali tak bisa terdengar oleh siapa pun.
Ada seseorang yang menatapnya penuh kesenangan, senyum tersungging itu terangkai jelas di wajahnya. Ketika wanita didepannya tak berdaya. Pria yang sangat dekat dengannya.
•••••••
__ADS_1
Jeng jeng jeng siapa ya 🤔