Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Monster Sakit Jiwa


__ADS_3

Liana berada di Transylvania bersama Ratu Bella serta pengikutnya di belakang. Ia berdiri didepan gerbang dan menyentuhnya.


Gerbang pun terbuka dan terlihat sebuah peti yang didalamnya tertidur seorang pangeran yang amat ia cintai. Ada dentuman keras didalam hatinya, ada sakit yang mengiris melihatnya terbaring.


"Liana, sentuh hatinya," pinta Ratu Bella


Liana menyentuh hati pangerannya dan berkata dalam hatinya, "Bangunlah sayang, mereka telah merestui hubungan kita, kau dan aku akan bersatu dengan ikatan cinta selamanya,"


Seketika ada gelombang cahaya yang menyetrum pangeran dan membuat pria itu membuka matanya perlahan. Ditatapnya mata Liana yang kini berada dihadapannya.


"Liana," lirih Tuan D lalu pandangannya beralih disekitar ruangan.


"Iya, ini aku sayang, Liana," ucap Liana.


Ia beranjak dari tidurnya melayang dan berdiri di depan Liana. Tuan D memeluk wanita itu erat seakan-akan telah berpisah lama.


"Aku merindukan mu, sangat merindukanmu," ucap Tuan D seraya memeluk erat wanita disampingnya kemudian melepaskannya dan kini pria itu mencumbu bibir Liana dihadapan semua orang. Ratu Bella hanya menggelengkan kepala melihat tingkah putranya.


"Kalian telah direstui oleh manusia dan bangsa kita. Kalian bisa menikah tanpa beban lagi sayang," ucap Ratu Bella.


"Ratu Bella berjuang untuk cinta kita," jelas Liana.


"Terimakasih Bu, aku menyayangimu," ungkap Tuan D sembari memeluk Ibunya.


"Ini karena dirimu sendiri, karena hatimu yang mencintai manusia sehingga mereka semua mengakui cinta kalian pantas disatukan," ujar Ratu Bella.


Setelah itu Liana diajak berkeliling melihat kerajaan drakula yang tersembunyi di Transylvania.


Sementara itu di tempat lain Monster kegelapan tahu jika perjanjian mistis itu dimusnahkan. Ia pun marah besar, teriakannya menggema di seluruh kastil.


Monster itu berjalan kesebuah ruangan gelap, dan berbau anyir. Ruangan yang pengap tanpa udara dan cahaya yang masuk kedalamnya.


Alexandra terpenjara didalamnya, dirantai dan disiksa sepanjang malam. Wanita itu telah berubah menjadi wanita drakula tak hanya menjadi budak monster itu tetapi juga menjadi pemuas gairah sang monster. Untung saja Alexandra tidak mempunyai keturunan dengan si monster itu.

__ADS_1


"Kapan kau akan membunuhku," ucap Alexandra yang terantai tanpa mengenakan busana.


"Haha aku tak akan pernah membunuhmu sayang, kau terlalu nikmat dan sulit untukku melepaskan mu. Kau satu-satunya wanita yang membuatku puas," ucap Edward yang memang layak disebut monster.


"Kau sakit jiwa, kau monster yang menjijikkan," ucap Alexandra dengan lirihnya.


Monster itu menampar Alexandra hingga terpental, lalu merintih kesakitan. Rantai yang mengikatnya itu membuat luka di pergelangan tangannya.


"Kau tahu, kau sangat cantik aku menyukaimu. Mungkin kau juga akan menyukaiku jika kau tahu diriku sebelum menjadi monster. Layani aku sekarang atau aku kan menyiksa dirimu lebih kejam dari ini," ancam Monster itu.


"Siksa saja sampai kau puas, siksa sampai aku mati," ucap Alexandra.


"Kalau kau mati aku akan menghidupkanmu, haha kau tak akan bisa mati sayang," ucap Edward seraya membelai wajah Alexandra dan mencium paksa bibirnya. Ia pun menyalurkan gairahnya dengan paksaan tetapi ia sangat menikmatinya. Baginya kekerasan saat bercinta membuatnya semakin bergelora.


Sakit jiwa, tak punya otak.


Alexandra menangis dan pasrah akan hidupnya. Matipun tak bisa. Bagaikan neraka untuknya. Dia terus memanggil Liana, memanggil Kakek Ye bahkan terkadang ia memanggil Yuan Ye mantan suaminya. Dan satu lagi nama yang ia sebut, William kakak Liana yang hilang saat Alexandra dibawa oleh monster.


Di tempat lain, sepasang sejoli yang sedang mabuk cinta sedang makan siang bersama.


Mbak Marni asisten yang berasal dari Indonesia itu baru saja pamit pulang ke kampungnya di Indonesia. Sehingga Trivia harus menjadi mandiri di rumahnya yang besar itu.


"Wow ini pasti enak, kau telah bersusah payah jadi aku harus memakannya," ucap Steve.


Ia pun memasukkan makanan ke mulutnya, lidahnya mencerna makanan yang masuk meskipun sedikit asin tetapi lidahnya menikmatinya


"Ini sedikit asin, tapi aku suka sayang," ucap Steve jujur. Ia tidak ingin ada kebohongan dalam hubungannya.


"Benarkah? Kalau begitu kau habiskan ya, aku sudah makan tadi," ujar Trivia.


"Tak masalah ini sungguh enak aku suka," ucap Steve yang tiba-tiba saja mencium pipi Trivia.


Wanita itu merona dan sedikit geli karena jambang dan kumis Steve telah tumbuh beberapa senti.

__ADS_1


"Haha itu geli, kau tidak mencukurnya," ucap Trivia


"Kau suka yang mulus atau yang berbulu?" Tanya Steve dengan tawa kecilnya


"Haha berambut bukan berbulu, aku suka melihat pria yang memiliki jambang, jenggot dan kumis terlihat lebih macho, tapi pasti akan geli ketika ciuman," sahut Trivia terkekeh


"Lebih baik aku mencukurnya saja, karena aku tidak mau kau kegelian ketika ku ciumi,"


"Apaan sih haha, udah ah habiskan makananmu," ucap Trivia.


"Hari ini kita ke catatan sipil ya,"


"Untuk apa?


"Mendaftarkan pernikahan kita,"


"Secepat itu?" Tanya Trivia sembari membelalakkan matanya.


"Aku ingin menghalalkan mu secepatnya,"


"Kau tidak malu dengan keadaan keluarga ku? Ibuku yang kini berubah menjadi drakula, dan ayahku yang mendekap di pen...," ucapan Trivia terhenti karena Steve menutup bibirnya dengan satu telunjuknya.


"Apapun dan bagaimanapun keadaanmu aku menerimanya. Dan kau sendiri bagaimana? Aku kehilangan keluarga ku saat teror drakula dan aku diadopsi oleh biarawati namun belum lama ini ia meninggal. Biarawati itu mengenal ibuku, tetapi ia berkata ibuku dibawa oleh monster dan ia juga bilang jika aku memiliki seorang adik. Tidak tahu laki-laki atau perempuan biarawati itu hanya tahu jika ada suara tangisan bayi yang lahir dan ketika ia masuk kerumah, ada darah di ranjang seperti ada orang yang baru saja melahirkan. Didalam sudah tak ada siapa-siapa. Ia hanya menemukanku yang bersembunyi dibawah ranjang," cerita Steve panjang lebar.


"Kisah mu ternyata lebih sedih dari kisahvku. Kalau begitu kenapa tak kita coba saja mencari adikmu?" Tanya Trivia


"Aku sempat berpikir jika Liana itu adikku, matanya seperti Ibuku. Dan wajahnya mirip dengan ibuku, tapi tidak mungkin dia mempunyai keluarga yang lengkap," ucap Steve


"Kau bisa mencobanya tes DNA kan? Karena keluarga Liana tak ada yang mirip dengannya, mungkin saja dugaan mu benar," ujar Trivia memberikan sebuah ide.


"Ada benarnya juga, tak ada salahnya dicoba. Kau bisa menghubungi Liana sekarang?" Pinta Steve


"Hemm sebentar aku akan menghubunginya,"

__ADS_1


"Tak diangkat, aku akan meninggalkan pesan saja," ucap Trivia.


Tanpa terasa Steve menghabiskan satu wajan makanan yang dimasak oleh Trivia, wanita itu senang pacarnya menyukai masakannya meski sedikit asin.


__ADS_2