Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Pengikut Baru


__ADS_3

Steve sudah pulang sedari pagi, setelah Marni asisten rumah tangga Tri datang ke rumah sakit. Trivia terus mengamati Marni yang terkadang melamun. Ia pun menanyakan secara pelan.


"Mbak Marni? Ada apa, apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Tri.


"Hmm sebenarnya saya takut jika mencampuri urusan rumah tangga Non, tetapi saat saya pulang ke rumah dari berbelanja bahan makanan yang non pesan. Saya terkejut karena jendela rumah Non kacanya pecah. Saya takut jika ada maling yang masuk," ucap Marni yang kemudian berhenti untuk mengambil napas dalam.


"Lalu saya telusuri apakah ada yang hilang? Ternyata di ruang kerja bapak pintunya terbuka, terlihat daun pintu yang rusak dan bagian bawahnya juga seperti terkena benda yang keras. Meja tuan dan buku-buku masih rapi tetapi ada pintu untuk masuk ke ruang bawah tanah yang terbuka. Saya tidak pernah tahu tempat itu. Maaf jika saya lancang tetapi saya ingin memastikan apakah ada maling atau tidak. Lalu saya ke bawah, di tempat itu banyak darah dan juga terpasang alat infus yang berisi ... ," ucapan Marni terhenti ketika Trivia menyelanya.


"Juga berisi darah? Jadi maksudmu? Ayah menyimpan seseorang atau drakula di bawah tanah itu?" Tanya Trivia mencoba menerka.


"Maaf Non saya tidak tahu, saya hanya menceritakan gambaran yang saya lihat tadi. Ruangan itu terlihat gelap dan bau anyir yang sepertinya sudah lama. Saya juga tidak tahu itu darah hewan atau manusia. Tetapi sepertinya itu darah hewan. Di ruangan itu ada ranjang dan tali yang masih terpasang di besi ranjangnya. Juga ada monitor pendeteksi dan komputer. Maaf jika saya lancang tapi apakah yang bersembunyi di ruang bawah itu Nyonya? Karena sudah lama sekali saya tidak melihatnya," ujar Marni yang ketakutan.


"Jika itu Mama dia pasti akan berubah seperti Lee dan sepertinya Mama telah kabur jika dugaan mbak Marni itu benar Mama maka wilayah kita terkena bahaya," ucap Tri pada Marni.


"Maksud Non?" Marni belum sepenuhnya mengerti.


Setelah Trivia menjelaskan apa yang terjadi dengan Mama dan Lee. Dan kisahnya malam itu dengan drakula lainnya, barulah Marni mengerti dan dirinya semakin tidak tenang.


"Mbak Marni tolong untuk tetap tenang, Jika mbak ketakutan mbak boleh pulang ke Indonesia dan saya akan memberikan bonus. Tapi tolong untuk tidak menceritakan hal ini pada lainnya," ucap Trivia yang masih belum siap menerima jika Mamanya setengah drakula.


"Maaf Non jika saya ketakutan karena saya masih menanggung hidup keluarga saya di rumah. Tapi saya juga tidak bisa meninggalkan Non yang sedang kesusahan," jawab Marni yang tahu balas budi.


Trivia menangis haru, ia beruntung karena di sekelilingnya masih ada orang yang peduli padanya. Ia harus segera pulih untuk mencari tahu keberadaan Mama.


Di sisi lain masih dalam satu rumah sakit, Lee yang terbaring koma kemudian membuka matanya. Menatap ruangan yang sepi dan segera melarikan diri. Di bukanya ikatan tali di lengan dan di kaki tentu saja Lee di ikat karena permintaan Tri, lalu mencopot semua alat yang terpasang di badannya.


Lee mengambil jas dokter yang tergantung dipaku dekat pintu serta memakai masker untuk menutupi penyamarannya kemudian keluar ruangan tanpa di curigai.


Sementara itu Liana dan Tuan D telah sampai di rumah sakit dan segera masuk lewat pintu lobby. Lee yang kebetulan akan melewati pintu itu melihat Liana dan mencoba menunduk agar Liana tidak mengetahuinya. Tingkah Lee tidak aneh seperti malam kemarin karena jika siang hari ia masih manusia normal. Tetapi Tuan D merasakan keanehan dari bau darah Lee.


"Ada yang tidak beres," gumam Tuan D


"Apa sayang?" Tanya Liana yang mendengar gumaman Tuan D yang berbicara tidak jelas.


"Tidak bukan apa-apa, kamu masuklah. Ada sesuatu yang harus ku urus," ucap Tuan D.


Liana menganggukkan kepala tanda setuju, dan kemudian Tuan D pergi mengejar Lee yang sudah berjalan jauh.


Sesampainya di kamar Tri, Liana menghamburkan dirinya memeluk sahabatnya itu. Ia juga menyapa Mbak Marni dan kemudian menarik kursi untuk duduk disamping ranjang Tri.


"Tri, maaf aku baru kemari. Bagaimana keadaanmu?" Tanya Liana.


"Aku baik-baik saja, semalam Steve yang berjaga disini dan sekarang ada mbak Marni. Ngomong-ngomong Lian kamu cantik sekali, selamat atas pertunangan kakakmu ya," sahut Tri.


"Terimakasih, wah sepertinya Steve perhatian sekali haha jangan-jangan dia suka sama kamu Tri, sudah lupakan saja Lee, Aku rasa kamu cocok dengan Steve," ucap Liana menggoda.

__ADS_1


Tri tidak menjawab, ketika ia mendengar kata Lee ia juga teringat peristiwa semalam.


"Lian aku ingin menceritakan semuanya pada mu, Lee setengah manusia,"


"Apa? Sangat mengerikan," seru Liana.


"Semua terjadi karena aku, seharusnya Lee sudah mati sejak malam itu di rumahku, Aku yakin Mbak Marni juga pasti sudah melihatnya kan?" Tanya Tri.


"Iya benar, saya juga tahu jika Tuan Lee saat itu sudah tewas tapi saya jadi bingung kenapa pria itu hidup kembali dan berperilaku aneh," ucap Marni menjawab pertanyaan Tri.


"Lalu lanjutkan Tri,"


Trivia menceritakannya singkat, tentang perjanjiannya dan juga tentang peristiwa semalam. Juga tentang Ayahnya berbuat jahat kepada Liana.


"Perjanjian itu masih ada, selama Bos masih hidup. Kau dalam bahaya Tri. Dia bisa kembali kapan saja," ucap Liana.


"Aku tahu dan itu yang aku takutkan, Liana. Sekarang aku harus mencari Mama. Tapi kondisiku seperti ini," ujar Tri.


"Bagaimana jika Aku akan menemanimu mengantarmu bertemu om Sebastian, untuk menanyakan apakah itu benar Mama mu? Atau sesuatu yang lain," ucap Liana menyarankan.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang, aku juga sudah bilang pada dokter jika akan pergi sebentar," ucapnya


"Oh iya aku lupa, siang ini juga Ayah dan aku dipanggil ke kantor polisi terkait persoalan om Sebastian. Jika Ayah melihat Aku bersamamu apakah dia tidak akan tambah marah?" Tanya Liana.


"Aku sudah siap atas konsekuensinya jika Ayahmu tidak mengijinkan kita bertemu lagi, Aku juga ingin sekali bertemu dengannya dan meminta maaf,"


"Pria drakula yang tempo hari membawamu?" Tanya Tri


"Iya dia terkecuali, dia pria drakula yang teromantis dan terbaik yang pernah ku kenal," jawab Liana


"Aku bisa melihatnya di matamu, kau sangat mencintainya bukan?" Ucap Trivia menggoda Liana


Liana tertawa dan wajahnya menjadi merah. Mbak Marni ikut tertawa kecil melihat Liana tersipu malu.


"Saya pernah bertemu dengannya saat Nona Liana pulang dari rumah Nona Tri, dia terlihat baik dan tidak menyeramkan," Marni mengakuinya.


"Jadi mbak Marni juga pernah bertemu Tuan D?" Tanya Tri yang dijawab anggukan oleh Marni.


"Aku tidak tahu jika Tuan itu ternyata pernah kerumahku," ucap Tri.


"Ya sebenarnya dia pernah berkata untuk tidak mendekatimu saat itu, tapi aku tidak bisa jauh darimu Tri. Meski perbuatan mu salah tetapi aku masih bisa memaafkan mu," ucap Liana


Trivia menggenggam tangan Liana dan mereka tersenyum satu sama lain.


"Maaf untuk semua yang ku lakukan Liana dan Terimakasih atas cintamu," ucap Tri.

__ADS_1


"Aku masih wanita normal Tri," jawab Liana


"Haha aku tahu kau masih normal, Akupun juga masih normal," jawab Tri merasa kesal


Liana terus saja tertawa ia senang menggoda temannya itu.


Di sisi lain, Tuan D mengejar Lee hingga pria itu lari ke stasiun kereta api bawah tanah. Pria itu mencengkeram bahu Lee, Lee berbalik dan menepis tangan Tuan D.


"Siapa kau? Kenapa mengikuti ku?" Tanya Lee dengan wajah menantang.


"Kau pengikutnya dan harus ku musnahkan sebelum kau memakan korban lain," ucap Tuan D.


Lee mengendus aroma Tuan D, darah yang tercium sama seperti darah Boscha dan Lee mengenalinya.


"Kau drakula kan? Kenapa kau melarang ku? Sebaiknya kau urusi saja urusanmu," hardik Lee dengan mendorong tubuh Tuan D.


"Urusanku adalah membuat wilayah ku aman dari kalian para pemangsa darah manusia,"


"Kau sendiri memangnya tidak? Hah?"


Tuan D tidak menjawab, tidak dipungkiri dia juga tidak bisa lepas dari darah manusia. Tetapi ia hanya mencicipinya saat bulan purnama, selebihnya pria itu hanya mengkonsumsi darah hewan.


"Aku tahu kau tersiksa dengan dirimu yang seperti itu. Jadilah drakula yang baik, bersamaku dan jadi pengikut ku. Aku hanya perlu menjadikanmu sepertiku," Tawar Tuan D.


Sedikit mengerikan jika Lee mendengar dirinya akan menjadi drakula seutuhnya. Tetapi ia benar-benar tersiksa di tubuhnya yang hanya setengah manusia. Ia masih merasakan sakit bahkan saat ini ia menahan rasa sakit di kepala dan hatinya.


"Kau akan menghisap darahku?" Tanya Lee


"Tidak bukan aku, tapi dia," ucap Lee menunjuk seorang wanita yang kini sudah berada di belakangnya.


Jasmine, sepupu Tuan D yang sedang hamil. Ia membutuhkan darah manusia. Meskipun Lee bukan manusia seutuhnya tetapi tidak jadi soal selama darah itu masih berwarna merah.


Pria setengah manusia itu lalu menyetujuinya, Tuan D kemudian berbalik badan membiarkan Jasmine menyelesaikan urusannya. Jasmine segera melakukan ritualnya. Tak berapa lama terdengar suara teriakan dan erangan yang semakin lama semakin pelan. Disaat Lee sekarat, Tuan D segera menyentuhnya dan memberikan sihir ke jantungnya untuk memberikan tanda jika Lee miliknya sekaligus pengikut.


Lee tidak bisa menyerang manusia jika bukan bulan purnama. Jika ia melanggarnya, secara otomatis ia akan musnah. Karena para pengikut harus mengikuti tuannya.


Tak butuh waktu lama Lee terbangun kembali dengan keadaan yang berbeda. Ia tak merasakan sakit hanya saja ia tidak dapat terkena sinar matahari.


"Kini kau bisa pulang dan istirahatlah," perintah Tuan D


Whuuuusss


Lee sudah berada dirumahnya, ia tersenyum dengan dirinya yang baru dan berterimakasih dengan Tuan yang menyelamatkannya tidak setengah-setengah. Berbeda dengan Boscha yang menghidupkan kembali tapi tidak menjadikan dirinya manusia ataupun drakula. Hanya menyiksa saja.


*****

__ADS_1


(Hanya imajinasi author berbeda dengan yang di film-film ikuti saja dan nikmati alurnya )


__ADS_2