
⚠️ Warning mengandung unsur 21+⚠️
-----------------------🔥🔥🔥--------------------------
Tuan D telah sampai di kamarnya, ia masuk ke kamar yang ternyata tidak tertutup rapat. Pintu itu pun di tutup dengan satu kakinya.
"Sudah turunkan aku," ujar Liana.
"Baik ratu ku," jawab Tuan D
"Haha, aku akan benar-benar menjadi ratumu jika kau menghisap darahku. Disini," ujar Liana seraya menunjukkan lehernya yang terlihat sangat putih dan mulus.
"Aku tidak bisa sayang, aku pernah berjanji padamu bukan saat pertama kali kita bertemu," jelas Dimitri
"Hemm sudahlah aku malas berdebat. Aku mau mandi," ucap Liana yang ingin segera pergi ke kamar mandi namun Tuan D menarik pinggulnya hingga Liana terjatuh di pelukan tubuh kekar itu.
"Mandi yang wangi ya sayang, aku akan memuaskan mu malam ini," ujar Tuan D membuat telinga Liana memanas dan pipinya merona.
Tuan D memutar pinggul Liana hingga wanita itu menghadap dirinya. Tangannya melingkar ke belakang punggung Liana dan menariknya ke depan hingga tubuh Liana dapat merasakan bentuk perut sixpack suaminya itu.
Lalu Pria itu mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya dengan sempurna pada bibir Liana. Ini bukan kali pertamanya mereka berciuman namun entah mengapa cumbuan kali ini membuat tubuhnya meremang dan sedikit memanas. Liana melepaskan tautan bibirnya.
"A-aku mau mandi dulu," pinta Liana sedikit gugup
"Iya sayang," ucap Tuan D dan melepaskan pelukannya dan membiarkan wanitanya masuk ke dalam kamar mandi.
Liana membuka seluruh pakaiannya yang sedari tadi terasa berat. Dia masih memakai gaun pengantin yang sangat cantik dengan rok yang panjang dan sedikit mengembang.
Tubuhnya berkeringat dan malam ini Liana ingin menyerahkan sesuatu yang berharga untuk suaminya tercinta. Ia mulai menyalakan shower. Air hangat mulai membasahi tubuhnya.
Wanita itu mulai mengambil shampo dan memijat kepalanya dengan pelan. Tubuhnya seketika terasa sangat rileks. Setelah itu Liana membilasnya dengan air, seraya terus memijat kepala sambil memejamkan matanya. Busa itu perlahan turun terbilas oleh hangatnya air yang jatuh ketubuhnya.
Liana merasakan ada sesuatu di tubuhnya yang ikut memijat bagian gundukan kembar. Liana terperanjat kaget, ia segera membuka mata dan menghentikan aktivitas keramasnya lalu berbalik.
Jantungnya berdegup kencang saat tahu didalam kamar mandi itu ada Suaminya yang masuk tanpa ijin. Liana mengatur nafasnya yang tersengal-sengal entah kenapa dia bisa merasakan gugup saat itu juga.
Tuan D mendekat, satu tangannya menyentuh pinggul Liana lalu menariknya pelan dalam dekapannya, Liana merasakan sesuatu yang aneh menonjol dan lentur berada dibawah perutnya, satu tangannya menyentuh tengkuk Liana dan mulai mengecupnya perlahan dan perlahan.
__ADS_1
Liana merasakan napas yang semakin memburu dan semakin bergelora. Begitu juga dengan apa yang Tuan D rasakan, dibawah guyuran shower itu mereka bermesraan dengan sentuhan lembut dan menyalurkan hasratnya dengan perlahan.
"Kau milikku, Liana," ucap Tuan D
"Aku seutuhnya milikmu," jawab Liana dengan memandang Tuan D membuat pria itu semakin bergelora.
Mereka menyelesaikan aktivitas mandinya, Tuan D membalut Liana dengan handuk yang berbentuk piyama. Kemudian mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut Liana yang terurai panjang dan basah. Tuan D ikut membantu mengeringkan.
Setelah itu Tuan D dengan cepat mengeringkan badannya. Liana beranjak melangkah keluar. Tuan D segera membalut bagian bawahnya. Dan menggendong Liana kembali.
"Sayang aku bisa jalan," ucap Liana
"Tapi setelah ini kau tak akan kesusahan untuk berjalan. Kau hanya ingin meringankan sedikit bebanmu," ujar Tuan D
Mereka berniat melakukannya di ranjang karena ini yang pertama kalinya untuk Liana dan wanita itu akan mengalami perih yang luar biasa.
"Kau ingin melakukannya dengan lampu terang atau lampu remang?" Tanya Tuan D
"Yang terang karena aku ingin melihat betapa sempurnanya lelaki ku ini," ujar Liana dengan polosnya dan membuat Tuan D semakin tak tahan untuk melampiaskan hasratnya.
(Bentar author napas dulu)
"Sebentar, aku lupa mengunci pintu," ucap Tuan D kemudian mengunci pintu kamarnya dengan kekuatannya
Pintu terkunci, mereka bebas melakukannya. Tuan D tersenyum kemudian melepaskan handuk yang membungkus rambut indah Liana. Ia melemparkan handuk itu begitu saja kelantai.
Tuan D memulainya dengan melakukan gerakan kecil di bagian wajah Liana, pria itu membelai rambut dan pipi Liana kemudian perlahan turun membuka ikatan tali pada handuk yang menutupi tubuh indah Liana.
Liana terdiam, wajahnya merona membuat hasrat Tuan D semakin menjadi. Pria itu lantas mencumbu bibir Liana dengan rakus dan membaringkannya perlahan di atas ranjang. Tuan D menuruni cumbuannya ke leher Liana membuat gelitik kecil yang membuatnya sedikit mendesah.
Cumbuan itu semakin turun pada sesuatu yang kenyal disana. Sembari meremas Tuan D terus memainkan gundukan kembar milik Liana yang membuatnya bergelora. Liana melenguh disertai desaahan.
Cukup bermainnya Tuan D sudah tak tahan lagi ia mulai melebarkan kaki Liana dan memasukan nuklir kedalam goa yang lembab. Sangat sempit, membuat Liana mengerutkan dahinya dan merintih kesakitan.
"Maaf sayang, ini akan sakit. Tapi hanya sebentar aku janji akan melakukannya dengan pelan," bisik Tuan D lalu mengecup kening Liana.
Tuan D perlahan memasukkan nuklir yang meronta ingin diledakkan. Sempit dan sangat hangat pria itu merasakan menjadi pria sejati. Seketika hasrat mereka melebur menyatu bersama. Mereka berhasil melewati malam pertama itu.
Tuan D menutupi tubuh Liana dengan selimut. Wanita itu berkeringat dan sangat kelelahan.
__ADS_1
"Terimakasih Liana," bisik Tuan D kemudian memeluknya.
Liana tidur dalam dekapan pria itu, namun beberapa detik berlalu. Tuan D mencium aroma yang tak bisa ia tolak. Pria itu tak dapat mengontrolnya. Ia segera beranjak dan sedikit kesakitan.
"Sayang kau kenapa?"Tanya Liana
"Lian, seketika aroma darahmu membuatku bergairah," ucap Tuan D
"Aku bersedia, jika kau ingin darahku lakukanlah. Jadikan aku milikmu seutuhnya. Kau bisa menghisap darah ku kapanpun," ujar Liana yang siap jika saat itu dirinya berubah menjadi drakula.
"Tidak, aku telah berjanji..." ucapan Tuan D terhenti karena Liana menutupnya dengan kecupan di bibirnya.
"Lakukanlah, aku bersedia, Kau...adalah Cinta ku Tuan Drakula," ucap Liana dengan senyuman.
Tuan D akhirnya mengikuti keinginan Liana, ia mulai menggigit namun terhenti. Tuan D ragu, "Tidak sayang..." Tolak Tuan D
Namun Liana memaksanya, ia sengaja membuat gairah Tuan D memuncak. Kali inj Wanita itu berinisiatif, ia duduk di atas pangkuan Tuan D melakukan gesekan kecil lalu. Liana memasang menggigit bibirnya membuat dirinya terlihat seksi, rayuan nakal Liana menyuruhnya untuk menghisap darah istrinya sendiri.
"Arghh aku tidak tahan, kau yang memintanya, jangan salahkan aku sayang. Maaf..." ucap Tuan D
Dan....
Scraaaatzzzz
Nyeesss
"Ahh," Liana mengerang kesakitan namun ia menahannya.
Antara hidup dan mati wanita itu menyerahkan dirinya pada Drakula yang sangat ia cintai. Tuan D menikmati darah yang ia hisap disisi lain pria itu sedikit sakit melihat Liana tersakiti.
Tuan D menangis di pelukan Liana setelah perbuatan yang ia lakukan.
"Aku tidak ingin menjadikan mu sepertiku hiks.."
Kemudian ada tangan lembut yang membelai Tuan D. Liana kembali hidup namun ia bukan manusia lagi. Wanita itu seutuhnya sudah menjadi drakula.
"Aku mencintaimu, terimakasih. Dengan begini aku bisa melayani suami ku hingga puas," ucap Liana
"Maaf jika membuatmu menderita," ujar Tuan D yang masih menitikkan air mata.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak menderita, aku justru bahagia bersamamu," ucap Liana
Tuan D kemudian kembali memeluk Liana, pelukan yang terasa hangat baginya.