
Siang itu waktu cepat berlalu, tak terasa hari sudah berganti senja. Beberapa asisten rumah tangganya sibuk merapikan rumah dan beberapa sibuk menyiapkan makan malam istimewa. Raline turut andil dalam hal masak-memasak. Ia sangat pintar jika mengolah masakan.
Sementara Liana selesai pulang dari kuliahnya ia melihat rumahnya yang tampak berbeda. Gordennya di ganti dengan warna yang baru bernuansa elegan, serta sarung bantalan dudukan sofa juga di gantinya. Taplak meja juga diganti dengan warna keemasan dan beberapa hiasan mahal terpajang di buffet, padahal sekian lama pajangan itu tersimpan lama. Wanita itu pun bertanya-tanya siapa yang akan datang.
"Mbak, siapa yang mau datang?" Tanya Liana pada asistennya.
"Kekasihnya Non Liana, masak non tidak tahu?" Jawab asisten itu sembari meneruskan memasang Gorden.
"Tuan D?" Gumam Liana
"Sayang ayo cepat bersiap, dandan yang cantik ya," perintah Yuan Ye pada Liana yang baru pulang dari kuliahnya.
"Tuan D mau kemari? Kenapa dia tidak mengatakannya padaku?" Tanya Liana.
"Mungkin dia ingin memberikan kejutan, sudah sana mandi sebentar lagi hari sudah gelap," ucap Yuan Ye
"Ok," jawab Liana kemudian pergi ke kamarnya yang sudah berpindah kembali ke kamar semula.
Dikamar Liana terlihat bertanya-tanya dan sekaligus senang. Ia terus menerka.
"Apakah Tuan D benar akan melamarku. Seperti yang diucapkannya kemarin?" Terka Liana dari batinnya
"Astaga jantungku berdebar hihi, sayang apa kau mendengarku?" Tanya Liana lewat mata batinnya. Tak ada jawaban dari pria itu. Wanita itu pun bertanya-tanya.
"Kemana dia? Kenapa tak langsung menjawab ku?" gumamnya.
Kemudian wanita itu pergi ke kamar mandi yang ada diluar kamar, karena kini kamarnya sudah berada dibawah sehingga tidak ada kamar mandi didalam kamar itu.
Sementara Arin berbaring di ranjang menangisi dirinya, dan berpikir banyak hal ketika kandungannya sudah membesar, pasti dia mendapatkan banyak cercaan.
Arin mulai sering merasakan mual. Matanya juga sembab dan mulai membengkak. Ia tak nafsu makan. Kemudian ia terpikir untuk menggugurkan kandungannya. Terkadang pula ia terpikir untuk bunuh diri.
Arin terus menghubungi Rey tetapi pria itu telah memblokir nomernya. Lantas Arin terus menerus menerornya lewat media sosial. Rey yang melihatnya kemudian marah dan mengancam Arin dengan mengiriminya sebuah pesan.
"Jika kau menggangguku dan kehidupan ku lagi. Aku akan menyebarkan video mu saat kau melakukannya pada Zio dan Ken. Memangnya aku tidak tahu kau seorang playgirl!" Tulis Rey pada pesannya.
Arin kemudian menghentikan terornya. Kini dia benar-benar tidak tahu harus apa. Pandangannya kosong dan terkadang menangis kemudian tertawa. Tak ada yang menemaninya saat itu, karena semua orang sibuk dengan tamu kehormatan Yuan Ye.
Liana sudah bersiap dengan gaun indahnya, serta kalung red diamond yang mengukir indah tulang selangkanya.
"Hemm belahan dadanya terlalu menonjol, aku akan menggantinya," ucap Liana kemudian kembali menuju lemarinya.
Cling.
__ADS_1
Tuan D datang tepat di belakangnya, mengejutkan wanita itu.
"Sayang kalau mau datang bilang dong,"
"Kalau bilang kan gak surprise, hehe. Jangan diganti lagi, ini bagus," ucap Tuan D nakal dengan sorot mata kebagian yang menonjol.
"Awas ya kalau liat yang bukan-bukan. Kau belum resmi menjadi milikku," ucap Liana memukul pelan pipinya karena pacarnya itu telah nakal.
Tuan D terkekeh dan memperhatikan wanitanya memilih beberapa gaun. Liana lalu meminta kekasihnya untuk memilih.
"Mana yang lebih bagus untuk makan malam?" Tanya Liana.
"Ini terlalu mewah, ini terlalu pucat. Dan Ini terlalu mini. Ibu dan Nenekku akan kemari jadi kau harus menggunakan gaun yang panjang tetapi simpel," jawab Tuan D menyarankan.
"Aku tidak punya lagi, yang ku pakai ini yang lumayan bagus. Hanya saja ini terlalu terbuka di bagian dada," ucap Liana
"Ya sudah itu saja, aku suka," jawab Tuan D dengan nakalnya dan lagi-lagi matanya tertuju pada benda bulat itu.
Liana menyerang Tuan D dengan memukul lengan berotot itu berkali-kali namun dengan pelan.
"Aww sakit," ucap Tuan D bohong.
"Ahh dasar dramatis," ujar Liana.
"Wow, ini sangat indah," ucap Liana dengan wajah berseri.
"Gaun itu pemberian dari Ratu Bella, ia memintaku untuk memberikanmu malam ini, dipakai ya sayang," ucap Tuan D
"Benarkah, Ibu mu sangat baik dia bahkan memikirkan hadiah untukku. Kau harus membalas kebaikannya," ucap Liana dan kemudian meletakkan gaun itu diatas ranjangnya.
Namun pria itu menggeleng dan berkata, "Tidak perlu, jika kau ingin membalasnya. Balaslah dengan menikahiku,"
"Haha, pasti. Aku ingin menjadi pengantin mu," ucap Liana sembari mengalungkan tangannya dan memberinya kecupan di pipi.
"Kenapa di pipi?" ucap Tuan D yang merasa kurang puas.
"Aku tidak ingin lipstik ku ini, merusak riasan ku hehe, sayang kamu keluar dulu ya. Aku mau memakai gaun pemberian Ratu," ucap Liana tersenyum dengan membelai lembut rambut pria drakulanya.
"Oke, kalau begitu aku sekalian pulang. Setengah jam lagi aku dan keluargaku akan datang, bye Ratu ku," pamit Tuan D dengan mencium punggung tangan Liana kemudian pergi menghilang dari kamar itu.
Liana tersenyum-senyum sendiri. Betapa manis pria drakulanya itu.
Setengah jam kemudian, Tuan D menepati janjinya. Ia datang bersama Ratu Bella dan Neneknya yang terkesan anggun dan elegan. Sedangkan Tuan D terlihat sangat berwibawa.
__ADS_1
Mereka terlihat bukan dari kalangan orang kaya biasa, namun terlihat sangat bangsawan. Tentu saja mereka dari kerajaan drakula.
Raline, Dona, Doni sangat terpesona akan kedatangan mereka. Terutama Yuan yang sangat gugup ketika melihat kedatangan mereka. Pria itu menyambut dengan penuh rasa hormat dan mempersilahkan mereka duduk.
Arin melihat Tuan D dan keluarganya dari atas, ia tak ingin Liana mendapatkan kesempatan baik itu. Sementara Yuan Ye tak sengaja melihat Arin yang sangat berantakan dari ruang tamu itu. Ia kemudian menyuruh Raline untuk mengurus Arin.
"Raline, lihat anakmu itu. Urus dia, jika ia ingin bergabung bersama kita, dia harus merapikan diri dan berdandan secantik mungkin. Jika tidak sebaiknya dia di kamar saja," bisik Yuan Ye pada Raline.
Raline mengangguk dan kemudian pamit pada Tua. D dan keluarganya untuk ke belakang.
Liana datang dengan gaun barunya, sangat cantik. Dona melihat gaun itu hingga ternganga. Sepupunya ini tahu mode dan gaun itu adalah gaun terbatas karena hanya ada 5 di muka bumi ini. Tentu saja harganya mencapai ratusan juta. Mungkin hampir mendekati angka 1 milyar.
"Keluarga ini sangat kaya, kapan ya aku punya pria sekaya ini," batin Dona dan berharap ada pria tampan dan kaya yang ingin menikahinya.
"Begini Tuan Yuan, Saya Nenek dari Tuan D kedatangan kami kemari untuk melamar Liana menjadi menantu kami. Mereka saling mencintai dan sudah sepantasnya kita mempersatukan mereka sebelum mereka diluar batas," ucap sang Nenek.
"Aaaaa...." Terdengar suara lengkingan wanita berteriak dari atas.
Sementara Yuan menahan malu dibawah karena teriakan itu menghentikan pembicaraan serius mereka. Raline keluar kamar dengan berlari dan panik
"Tolong Arin, dia mencoba bunuh diri," pekik Raline dari atas.
"Anak itu, bisanya membuat masalah," ucap Yuan Ye
Yuan Ye berlari keatas dan disusul Liana serta Tuan D. Nenek dan Ratu Bella tetap di tempatnya. Mereka sungkan jika masuk lebih ke dalam
Sesampainya di kamar Arin, wanita itu sudah memasang tali yang menjuntai dan berbentuk lingkaran siap untuk menggantungkan lehernya.
"Nak turun nak," pinta Raline.
"Arin apa yang kamu lakukan. Ayo turun!" pekik Yuan Ye.
"Tidak, aku ingin mati saja ketimbang melihat Liana menikah, sedangkan diriku .... hiks ...hiks...,aku juga ingin bahagia!" Pekik Arin dengan tangisan dramanya.
"Ya kamu pasti akan menikah, pasti. Ayah janji akan menikahkan kamu dengan orang yang tepat secepatnya. Sekarang turun!" Ujar Yuan Ye.
"Tidak ada orang yang tepat untukku Yah, selain Tuan D. Aku suka dengannya, Aku ingin menikah dengannya," pinta Arin dengan tangisannya dan dengan tali yang sudah terpasang di lehernya.
Yuan Ye mengalihkan pandangannya ke arah Liana dan Tuan D.
"Ayah jangan bilang Ayah akan menikahkan Arin dengan Tuan D. Dia milikku Yah!" ucap Liana.
"Lagian siap yang mau menikah dengan Arin. Yang saya cintai hanya Liana dan saya hanya akan menikahinya," ujar Tuan D.
__ADS_1
Yuan Ye semakin berpikir, dia takut jika Ari. akan nekat melakukan tindakan bunuh diri itu.