Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Supermoon


__ADS_3

"Steve," ucap Tri seraya berdiri.


"Kau masih berani menampakkan dirimu di depanku? Dasar pengkhianat!" Sebastian melayangkan tangannya yang sudah mengepal ke wajah Steve.


Steve menangkap tangan Sebastian dan berkata, "Ini kantor polisi, apakah Anda ingin melakukan kesalahan sekali lagi?" tanya Steve.


Sebastian menggemeretakkan giginya dengan keras hingga otot rahangnya terlihat seraya mengepalkan tangannya. Kemudian ia pergi dengan tatapan tajam penuh ancaman.


"Maafkan Ayahku, kamu kenapa ada disini?" Tanya Tri.


"Aku dapat undangan dari kepolisian untuk memberikan kesaksian, tetapi aku terlambat dan ketika sampai kemari ternyata kasusnya tidak berlanjut," jelas Steve.


"Oh begitu, Ya sudah Aku duluan ya? Aku harus kembali ke rumah sakit segera," ucap Tri yang pamit dan meninggalkan Steve.


"Tunggu, mau ... mau ku antar?"Tawar Steve sedikit gugup.


"Tidak perlu, Kau bukan bodyguard ku lagi kan? Dan juga Aku tidak ingin merepotkan mu terus menerus," tolaknya dengan halus.


Steve ingin sekali memaksa tapi dia juga belum mengenal sifat Tri, ia takut jika terlalu memaksa yang ada dia semakin menjauh. Steve pun menerima jawabannya dan mempersilahkan Tri untuk pergi.


Namun bukan Steve namanya jika dia melepaskan begitu saja, diam-diam pria itu mengikutinya dari belakang hingga ia tahu jika Tri sampai di rumah sakit itu dengan selamat.


Masih di dalam mobil, ia membaca buku tentang perjanjian manusia dan drakula. Ada satu kalimat yang membuatnya tak bisa meninggalkan Tri dari pengawasannya.


Perjanjian itu tak bisa lekang hingga Tuannya musnah. Meskipun Tuannya mengampuni atau membebaskannya, tetap saja risiko ditanggung pengabdiannya. Jika dalam purnama berikutnya ia tidak melaksanakan perintah Tuannya maka pengikutnya lah yang musnah.


"Jika buku ini benar seperti itu maka Trivia belum bebas dari perjanjiannya itu, saat itu meskipun Tri membawa Liana ke drakula itu tetapi ia juga ikut membebaskan Liana," gerutu Steve.


Tak berapa lama ponselnya berdering, Ia kemudian mengambil ponsel yang berasa di saku kemejanya dan mengangkatnya.


"Ya... Aku sudah melihatnya, tetapi Aku belum menemukan bukti ....Baik, akan ku selesaikan hari ini ... Siap," jawabnya kepada si penelepon kemudian ia menutup ponselnya dan meletakkannya di atas dashboard mobil. Setelah itu Steve pergi meninggalkan rumah sakit.


Di waktu yang sama, di dalam mobil perjalanan pulang menuju rumah Liana. Liana tampak cemas jika nanti Ayahnya memarahinya sesampainya di rumah.

__ADS_1


"Tenanglah, dia tak akan berani memarahi mu karena Yuan Ye takut jika ia kehilangan perusahaannya," ucap Tuan Drakula seraya mengusap wajah Liana dengan lembut.


"Semoga yang Tuan katakan benar," jawab Liana singkat.


"Tuan?"


"Tuan yang ganteng, drakula ku hehe ... " ucap Liana tertawa kecil.


"Aku senang kau memanggilnya dengan sebutan drakula ku," ujar Tuan D yang terlalu senang itu artinya ia diakui.


"Lalu apa sebutan untuk ku?" Tanya Liana


"Manusia ku,"


"Ahh tidak mau itu terdengar seperti aku budak mu," protes Liana.


"Lalu kau mau di panggil dengan sebutan apa? kasih ku, cinta ku, sayang ku, honey ku? Aku tak suka dengan semua itu terlalu lebay," jawab Tuan D


"Aku juga tidak suka sebutan itu," jawab Liana


"Ya itu bagus, kalau begitu aku akan memanggilmu Raja ku, tapi jika sudah menikah nanti," ucap Liana.


"Kau terlalu yakin jika kita akan menikah? Atau Ratu ku ini sudah tidak sabar untuk menikah denganku?" ucap Tuan D menggoda.


"Aku tidak yakin, karena sejujurnya Kakekku sangat membenci sesuatu yang berbau drakula. Tapi Aku juga tidak ingin melepaskan tuan drakula ku ini, kau begitu berbeda dengan yang lain," lirih Liana dengan lembut dan pelan kemudian ia melihat pria drakula yang duduk disebelahnya itu.


Hanya menatap pria itu saja membuat jantungnya berdegup sangat kencang, ia tak pernah merasakan cinta seperti ini bahkan saat bersama Rey sekalipun. Terlebih saat tatapan itu dibalas tatapan oleh tuan drakula. Mereka saling memandang dalam keheningan.


Tuan D juga mempunyai ketakutan jika ia tak bisa memiliki Liana seutuhnya. Tetapi ia juga takut jika Liana tidak bisa menerima keberadaan keluarganya bersama Liana.


Ratu Bella sudah menyuruhnya untuk segera menikahi Liana pada purnama depan, tepat ketika bulan itu tampak lebih besar dari ukuran bulan lainnya. Supermoon yang hanya terjadi dalam setahun sekali dan merupakan bulan dimana Drakula-drakula akan bangun dari tidurnya.


"Ada apa? Kenapa drakula ku ini menatapku seperti itu?" Tanya Liana, pertanyaannya tak di jawab oleh Tuan D.

__ADS_1


"Kau sedang menyetir seharusnya lihat ke depan jangan melihatku terus," timpalnya lagi.


"Aku bisa menyetir bahkan tanpa memegang setirnya apalagi melihat kedepan," jawab Tuan D yang masih menatap Liana.


Liana merona karena Tuan D menatapnya terus, ia pun jadi salah tingkah.


"Lian, Aku ingin kau menanyakan hatimu lebih dalam. Aku drakula, aku bukan manusia. Perbedaan kita ini pasti banyak yang menentang. Apakah kamu yakin untuk hidup bersamaku?" Tanya Tuan D sungguh-sungguh.


"Awalnya saat pertemuan kita pertama kali, aku sungguh keberatan," Liana berhenti berucap dan mengambil napas dalam.


"Tetapi melihat kejadian saat Bos menangkap ku, jika kau tak datang saat itu aku mungkin tak akan ada disini. Dan itu membuatku yakin untuk memilihmu. Bahkan aku yakin untuk menyerahkan hidupku," jawab Liana yang terlihat yakin.


"Tidak, aku tidak akan membuatmu menjadi seperti ku. Bahkan jika aku sekarat pun. Aku tidak akan mencicipi darahmu meskipun itu terlihat sangat menarik bagiku. Hanya saja, keluargaku tidak akan menerimamu jika kau masih manusia. Dan aku rasa keluarga mu juga akan keberatan jika kau menikah denganku yang bukan manusia. Jika kau benar ingin bersamaku, kita hadapi semuanya bersama hmm," ucap Tuan D dengan lirih ia bahkan menangis dengan linangan air mata yang menghitam terlihat menggenang di pelupuk matanya.


"Apa kau tahu, Aku punya kekasih yang bukan manusia tetapi hatinya lebih lembut dari manusia. Itulah yang membuatku jatuh cinta padamu," ucap Liana seraya tersenyum dan membelai pipi kanan pria itu.


Tuan D meraih tangan Liana kemudian mencium punggung tangannya seraya memejamkan mata bersamaan dengan air mata yang jatuh. Liana terenyuh baru kali ini ia melihat pria hebat dan menakutkan menangis dihadapannya.


"Ternyata drakula ku yang hebat dan mengerikan ini bisa menangis di hadapan ku hehe ..." ujar Liana berusaha mencairkan suasana.


"Haha itu karena kamu terlalu kejam jadinya aku nangis kayak gini," jawab Tuan D


"Ih mana ada aku kejam, Kalau aku kejam kamu ku suruh bersihin rumahku setiap hari," jawab Liana asal


"Itu gampang,"


"Eits no sihir, harus pake tenaga dong,"


"Astaga aku kapok ngatain kamu kejam, gak deh gak, Liana baik hati kok gak kejam hehe,"


"Haha makannya jangan berani sama perempuan haha,"


"Eh ngomong-ngomong aku mau lihat indahnya supermoon sama kamu," ucap Liana.

__ADS_1


"Sebaiknya saat supermoon itu kita tidak bertemu dulu, karena semua drakula akan menjadi ganas, saat itu tiba aku akan memasang pelindung di rumahmu dan jangan keluar malam itu oke hmm," ucap Tuan D


"Sebegitu hebatkah Supermoon? Bahkan lebih hebat dari Sailormoon," ucap Liana.


__ADS_2