Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Kakek Ye Di rumah Sakit


__ADS_3

Arin menjatuhkan dirinya agar terlihat Lianalah yang mendorong tubuhnya dengan keras. Hal itu di lihat oleh semua keluarganya termasuk Ayah dan Neneknya yang baru saja keluar dari ruang IGD.


Liana terheran dia hanya mendorong pelan tetapi Arin berakting seolah-olah dirinya terdorong sangat keras. Raline membantu Arin berdiri kemudian Yuan Ye mendekati dua anaknya.


"Ini rumah sakit sayang, tolong jangan membuat keributan, terutama kau Arin," ucap Yuan Ye dengan pelan, ia terlihat meredam amarahnya. Tentu saja karena ada Tuan D, klien yang sangat berpengaruh pada perusahaannya.


Tuan D kemudian berbisik pada Liana, "Sudahlah tidak usah pedulikan Arin. Kalau kau kesal padanya aku bisa menghisap darahnya sekarang," perkataan Tuan D dianggap serius oleh Liana, ia pun menoleh segera dan menggelengkan kepala pertanda 'Jangan lakukan hal itu'.


Pria itu lantas tersenyum kecil, kemudian Liana meraih tangan Tuan D dan menggandengnya lalu memperkenalkannya pada Nenek Anie. Wanita tua itu menatap serius sosok pria disamping Liana. Ia seperti mengenalnya tetapi nenek lupa dimana.


"Nek kenalkan ini Tuan D, temanku," ucap Liana dengan malu-malu.


"Teman? Teman tapi mesra haha, bilang saja jika dia itu kekasih mu," ujar Nenek Anie seraya menepuk pundak Liana pelan dan kemudian menyalami Tuan D.


Hal terindah yang di lihat Liana adalah, Tuan D tidak hanya membalas jabatan tangan Nenek melainkan mencium punggung tangannya. Yuan Ye dan yang lain juga melihat pria itu menghormati nenek mereka. Yuan Ye tersenyum bahagia.


"Aku berharap jika Tuan D selalu lembut tidak hanya dengan Liana. Tidak seperti Rey, yang kasar terhadap wanitanya untung saja mereka tidak sampai ke jenjang pernikahan jika tidak seperti apa nasib Arin jika mereka menikah, ataukah Rey masih menyimpan rasa pada Liana sehingga ia sengaja mencari kesalahan Arin dan menyalahkan semuanya pada Arin lalu ... ia dapat memutuskan hubungan ini. Ahhh jika itu benar terjadi aku takut kakak beradik ini tidak akan akur selamanya." Batin Yuan Ye ditengah peliknya keadaan.


Mereka menunggu hasil pemeriksaan Kakek Ye untuk di periksa EKG agar mengetahui denyut jantungnya. Setelah hasilnya keluar dokter IGD akan konsultasikan ke dokter jantung.


Dokter jantung dirumah sakit itu adalah dokter yang terbaik berharap hasil keputusan yang ia buat adalah yang terbaik nantinya. Laporan hasil pasien Kakek Ye telah dibaca dokter Jantung kemudian Dokter itu menemui keluarga pasien yang ada di depan


"Keluarga dari pasien Kakek Ye," panggil Dokter Jantung.


"Ya kami Dokter, bagaimana keadaan Kakek saat ini?" Tanya Yuan Ye.


"Apakah Kakek sering mendapatkan serangan jantung seperti ini?" Tanya Dokter.


"Iya Dok, akhir-akhir ini beliau sering sakit, ia selalu mengeluh sesak yang semakin memberat, nyeri dada, seperti ditimpa beban berat, mengalami sesak dan tidak bisa tidur dalam posisi rata, batuk terus-menerus dan terkadang mengeluarkan dahak dengan warna bercak pink, dan keringat dingin, dan disertai dengan mual, dan muntah. Minggu lalu Ayah baru saja keluar dari rumah sakit karena serangan jantung juga, tetapi hanya terapi yang dilakukan saat ini," jelas Yuan Ye


"Jadi begini, penyakit Kakek ini berisiko tinggi sebaiknya juga terus melakukan evaluasi berkala sesuai waktu yang ditentukan, jika tidak jadinya seperti ini dan itu berbahaya," jelas Dokter.


"Maksudnya Dok?" tanya Yuan Ye


"Setelah kami periksa, kondisi Jantung pasien terjadi ketidakstabilan, ditambah lagi seringnya gejala yang dirasa juga terapi yang tidak kunjung membaik maka jalan yang terbaik adalah operasi bedah jantung. Opsi ini yang paling sesuai dengan kondisi pasien," Ujarnya seraya menyarankan.

__ADS_1


"Tetapi kembali pada kondisi pasien yang sudah tua, maka operasi bedah jantung ni bisa berhasil dengan harapan yang sedikit pasien bisa, ... maaf meninggalkan. Namun jika operasi ini berhasil maka kakek Ye bisa sehat kembali," jawab Dokter yang memberikan suatu pilihan.


Yuan Ye merundingkan suatu putusan besar bersama Ibunya juga keluarganya, apa pilihan yang akan mereka ambil selanjutnya. Jika operasi dilakukan maka harapan hidupnya sangat kecil tetapi jika operasi berhasil maka kakek akan sembuh. Jika tidak melakukan operasi maka kakek akan terus seperti itu merasakan sakit dan serangan yang kapan saja bisa membunuhnya.


"Semuanya berisiko tetapi lebih baik kita berusaha untuk menyembuhkan Kakek dengan cara operasi dari pada tidak sama sekali. Berhasil atau tidaknya kita pasrahkan pada Tuhan. Kita hanya bisa berusaha, berdoa dan berdoa, Nenek mohon doa yang tulus dari kalian ya," ucap Nenek Anie dengan mantap dan diakhiri dengan sebuah permintaan kecil yaitu sebuah doa.


Setelah keputusan di buat, Yuan Ye meminta Dokter Jantung terbaik di rumah sakit itu untuk melakukan operasi. Dokter dan Suster segera mempersiapkan proses operasi. Mulai dari pengecekan ulang dan terutama kondisi pasien itu sendiri.


Semuanya anggota keluarga duduk di depan pintu operasi. Dona dan Arin ingin sekali menyalahkan Liana dengan tatapan sinis dan penuh kebencian. Liana balas menatap mereka dengan datar dan tidak peduli. Ia terus berdoa didalam hati untuk keselamatan Kakek.


"Sayang, apa kamu haus?" Tanya Tuan D


"Iya sedikit," jawab Liana dengan pelan. Ia sebenarnya tidak memperdulikan dirinya yang kehausan karena terlalu khawatir dengan proses operasi yang berjalan.


"Ya sudah Aku keluar dulu ya beli minuman," ucap Tuan D pelan kemudian meninggalkan Liana.


"Ini kesempatan ku untuk menyalahkan Liana," batin Arin.


Namun saat Arin ingin beranjak dari duduknya, Yuan Ye segera menghentikan Arin seolah-olah ia tahu apa yang ingin Arin lakukan terhadap Liana.


Liana menggenggam tangan Neneknya yang terus berdoa memejamkan matanya. Sementara Tuan D yang berpamitan membeli minuman rupanya ia tidak membelinya segera. Dengan wujudnya yang tak kasat mata, Tuan D masuk ke dalam ruang operasi karena menunggu terlalu lama proses pembedahan itu akhirnya Tuan D memutuskan untuk melihat apa yang terjadi didalam.


Benar saja dugaannya, didalam terjadi kericuhan. Detak sang kakek tidak ditemukan. Tuan D menatap monitor EKG , hanya ada garis lurus yang terlihat di sana. Dan bunyi panjang dan monoton itu.


Dokter segera mengambil Defribrilator untuk membantu merangsang agar detak jantung dan otot jantung kembali berfungsi dengan normal.


Setelah segala daya dan upaya dilakukan Dokter pun menyerah, ia menggelengkan kepalanya kepada suster dan perawat yang membantunya proses operasi.


Tuan D mendekat dan meraba jantung Kakek Ye, ingin rasanya ia menghisap habis darah yang memenuhi aroma ruangan itu. Namun ia bisa menahannya. Pria itupun menyentuh pada bagian dada dan membaca apa yang membuat Kakek kesakitan.


Bayangan masa lalu Kakek Ye rupanya ada bekas tusukan yang ia peroleh tusukan itu berasal dari tangan musuhnya terdahulu. Perlahan Tuan D mengirimkan kekuatannya dan memperbaiki kerusakan jantung Kakek Ye.


Seketika monitor EKG berbunyi normal, jantungnya berdetak dan bahkan sangat normal. Dokter yang saat itu akan melepas jubah pakaian operasi kemudian datang kembali dan melihat keajaiban sang Kakek.


"Jika bukan karena Liana, aku tidak akan membuang kekuatanku seperti ini. Astaga Aku butuh darah," gumam Tuan D yang hanya bisa didengar dirinya sendiri.

__ADS_1


Tuan D kemudian pulang kerumahnya, dan segera membuka lemari pendingin yang telah berisi darah binatang. Ia telah lama tidak menghisap darah manusia sehingga kekuatannya menjadi lemah.


"Sayang, Kau kenapa?" Tanya Ratu Bella.


"Aku tidak tahan mencium aroma darah dirumah sakit itu, ahh lumayan lega," ucap Tuan D seraya meminum darah binatang di gelasnya meskipun tidak selezat darah manusia.


"Kau seharusnya segera menikah dengan begitu kau bisa terus mencicipi darah istrimu sendiri," ucap Ratu Bella.


"Aku sudah bilang kan setahun lagi Bu," jawab Tuan D.


"Terlalu lama, Ibu juga ingin segera melihat keturunanmu. Ajak Liana kemari nak," jawab Ibunya.


"Tidak belum saatnya, Aku takut kalian tidak bisa menahannya," jawab Tuan D.


"Haha memangnya kau sendiri bisa menahannya jika terus berada didekatnya lama, Akui saja dasar pangeran bodoh. Kau terlalu termakan cinta," ucap Lauren, adik Ratu Bella.


"Ya aku memang bodoh karena termakan cinta tetapi itu semua karena mangatoon yang mengadakan lomba dengan tema pacarku bukan manusia, jika tidak mungkin aku akan menjadi tokoh menyeramkan yang ditulis oleh para author hebat di luaran sana," jawab Tuan D asal bicara.


"Oh ya, aku tidak tahu apa itu Mangatoon?" Tanya Lauren.


"Huff susah bicara dengan orang yang gaptek seperti mu, ibu-ibu pembaca novel saja bisa mengunduh aplikasi Mangatoon masak kamu yang lebih muda darinya tidak bisa? Sudah ya aku pergi dulu," ujar Tuan D seraya mencibir dan kemudian pamit.


"Hey kamu lupa ya umurku kan jauh lebih tua dibanding mereka manusia," pekik Lauren yang sudah ditinggal oleh Tuan D.


Ratu Bella hanya tertawa kecil melihat kelakuan putranya. Ia kemudian termenung dan memikirkan bagaimana caranya agar Tuan D segera menikah dengan cepat. Mau tidak mau bulan depan saat Supermoon tiba, ia harus menikah dan membuat Liana menjadi drakula sepenuhnya. Dengan begitu Tuan D akan menjadi Raja Drakula selanjutnya dan tentu saja kekuatannya akan jauh lebih kuat.


Tuan D datang dengan membawa beberapa minuman berisi air mineral dan memberikannya kepada Liana dan keluarga lainnya. Tak berapa lama Dokter datang dengan membawa berita baik. Tentu saja sebenarnya itu berkat Tuan D yang menyembuhkan Kakeknya.


****"


Selain Pangeran dan CEO yang ia sandang rupanya Tuan D juga bisa menjadi tabib, maafkan author ini😁


NB


šŸ”„EKG, atau Elektrokardiogram, merupakan alat tes sederhana yang biasa digunakan untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik pada jantung.

__ADS_1


šŸ”„Alat pacu jantung atau defribrilator adalah alat untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia yang dapat mengancam jiwa. Alat ini akan ditempelkan pada dada atau area perut pasien untuk membantu pasien mengontrol ritme jantung yang tak normal.


__ADS_2