Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Arin Jatuh Cinta


__ADS_3

Yuan Ye tidak lagi mendengar keributan, ia akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari ruang bawah tanah. Perlahan ia menaiki tangga dan membuka pintu.


Yuan Ye membawa wajan ditangannya dan berusaha untuk menyerang jika ada drakula yang datang menyerangnya. Tiba-tiba kacamatanya kabur karena keringat di dahinya yang terus bercucuran.


Ia pun berhenti di belakang pilar dekat dengan gudang perkakas lalu berjongkok, dilepaskannya kacamata itu lalu mulai membersihkannya.


Lampu menyala remang yang terlihat terang hanyalah lampu di ruang tamu dan ruang keluarga. Setelah itu Yuan Ye memakai kembali kacamatanya lalu beranjak berdiri dan mulai berjalan perlahan.


Beberapa langkah kemudian Yuan Ye menginjak sesuatu, ia pun melihat kebawah apa, gundukan yang ia injak.


"Aaaaa, siapa kau!" pekik Yuan Ye yang langsung mundur dan mengarahkan wajan tepat dihadapan Lee


Lee yang terduduk lemah dan tangannya yang baru saja terinjak tak merasakan sakit. Ia merasakan sakit pada luka di bahu, dada dan perutnya yang mengeluarkan darah merah kehitaman, lebih tepatnya menyerupai hitam.


"Ka-kau drakula, pergi dari sini! atau ku timpuk kau," ucap Yuan Ye pada Lee yang masih terduduk lemah.


Ari datang dan menghentikannya sikap Ayahnya.


"Ayah dia drakula baik, jangan seperti itu. Baru saja dia menolongku," ucap Arin yang kemudian mendekati Lee


"Arin jangan dekat-dekat dengannya," ucap Yuan Ye seraya menarik lengan Arin untuk menjauhi pria drakula yang bersandar pada pilar rumahnya


"Apa Ayah tak lihat dia sedang tak berdaya saat ini," ucap Arin lalu tetap mendekati Lee


"Ini pakailah, kau bisa bersihkan dirimu. Kamar mandinya disana," tunjuk Arin yang tak dijawab oleh Lee


Lee mengambil pakaiannya dan beranjak berdiri. Arin membantunya. Pria itu pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang kotor.


Arin terus menatapnya padahal Lee sudah masuk kedalam. Yuan Ye memeriksa kening Arin apakah panas atau tidak.


"Kau sudah gila, jangan bilang kalau kau tertarik dengan pria drakula itu," terka sang Ayah.


"Ayah, dia sangat gentle. Kalau saja Ayah lihat dia menyerang drakula jahat yang menyerang ku itu, mungkin Ayah juga akan menyukainya," ucap Arin memuji Lee.


"Lalu dimana Drakula jahatnya?" Tanya Yuan Ye

__ADS_1


"Itu," ucap Arin seraya menunjuk drakula jahat yang masih terbaring di dalam gudang perkakas.


"Dia benar sudah mati? Nanti suruh dia membawa jasadnya. Dan kau tutup pintu. Kita bersembunyi dibawah, setelah drakula tadi pulang," titah Yuan Ye


"Ayah lebih baik biarkan dia disini sementara, namanya Lee dan dia bisa melindungi keluarga kita," pinta Arin dengan nada merayu


Yuan Ye terlihat berpikir.


"Benar juga, jika dia drakula baik dia bisa melindungi keluarga ku tapi...aku tidak setuju jika Arin berpacaran dengannya. Dia drakula apa kata orang jika Arin menikah dengan drakula. Terlebih lagi Ayah pasti akan menentang hubungannya," batin Yuan Ye


"Ayah kenapa diam saja?" Tanya Arin


"Kau tidak mengenalnya kan sebaiknya suruh dia pulang saja, jangan dekat-dekat dengannya. Ayah masuk dulu kebawah, nanti kau menyusul ya! Jangan lupa suruh dia membuang drakula itu," Yuan Ye lantas masuk lagi ke dalam persembunyiannya. Dia terlalu berani sampai-sampai meninggalkan Arin bahkan menyuruhnya mengatakan pada Lee untuk membuang drakula yang mati itu.


Lee keluar dari kamar mandi sekarang dia sudah wangi, terlihat lebih segar. Tetapi pakaian yang dipinjamkan Arin sangat kecil hingga membentuk tubuhnya yang sedikit kekar berisi. Arin terus saja tak bisa berhenti menatap tubuhnya yang terlihat seksi.


"Pakaiannya terlalu kecil. Apakah kau memberiku pakaian anak-anak?" Tanya Lee


"Haha tidak, itu...itu pakaian saudara sepupu ku. Dia sedikit kecil dan kurus," ucap Arin


"Tidak, ini saja sudah cukup. Akan ku kembalikan jika sudah ku cuci," ucap Lee


"Aku akan membawa jasad drakula itu sekalian pamit pulang, terimakasih ya," pamit Lee namun ditahan oleh Arin


"Kalau drakula jahat itu datang menyerang bagaimana?" Tanya Arin kembali dengan nada manja


"Panggil saja aku lewat hati dan pikiranmu," ucap Lee


"Jadi aku bisa memanggilmu sewaktu-waktu?" Tanya wanita itu dengan genitnya seraya mengedipkan matanya. Membuat kesan imut namun Lee malah semakin ilfill.


"Aku tidak akan datang jika tidak penting," ucap Lee yang masih bersikap dingin. Ia kemudian pergi seraya membawa jasad drakula yang dibunuhnya.


Whuuus


Lee menghilang dari pandangan Arin dan membuat hati wanita itu dirundung kegelisahan. Gelisah bukan karena takut drakula lain akan datang namun gelisah akan sikap dinginnya Lee padanya.

__ADS_1


Lee membuang jasad drakula yang telah ia bunuh ke tempat pembuangan jasad drakula. Tuan D kemudian memusnahkannya menjadikannya Abu.


Teror berhenti sementara ini, bukan berarti lokasi mereka aman. Ratu Bella terus mengerahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga pada titik-titik tertentu.


Sementara itu, setelah membersihkan dirinya. Arin tidur di ruang bawah tanah, bersama dengan keluarganya. Ruang bawah tanah itu disulap menjadi rumah kecil. Ada sofa, dua ranjang berukuran besar, tempat tidur angin, televisi, meja, kursi, kulkas. Semua kebutuhan mereka ada didalam sana.


Yuan Ye sampai mengecat atap ruang bawah tanah itu dengan darah hewan. Meskipun telah mengering tetap saja bau ruangan itu sangat tidak enak. Raline sampai menebarkan pengharum ruangan di segala sisinya.


Arin tersenyum-senyum sendiri mengingat satu hari ini dirinya dengan pria drakula. Wanita itu mulai mengagumi Lee saat Lee menjatuhkannya dari atas langit dan menangkapnya kemudian.


"Pria itu sangat mempesona, terlebih saat dia datang untukku dan menyelamatkan aku dari drakula jahat, ahhahaa astaga cinta ku tuan drakula," gumam Arin yang mengundang perhatian semua keluarganya.


"Heh kau gila ya tersenyum sendiri," ujar Dona


"Kata paman dia baru saja menyukai pria drakula yang menolongnya tadi," sahut Doni seraya memasukan camilan berupa kacang ke dalam mulutnya.


"Seperti apa rupanya? Buncit atau jerawatan hahaha," ucap Dona yang masih mengejek pria yang mengencaninya tempo hari.


"Diam kau, jika kau melihatnya kau pasti akan terpesona," ucap Arin.


"Aku tidak suka kau dekat dengannya, biar bagaimanapun dia drakula," ujar Yuan Ye yang fokus menonton pertandingan sepakbola, tetapi dengan volume suara televisi yang sangat kecil.


"Suka atau tidak suka, ini soal hidupku. Jika aku sudah menyukai jangan pernah melarang ku. Atau ayah ingin aku tidak memiliki pasangan?" ucap Arin yang tidak ingin Ayahnya mencampuri urusannya.


Arin kemudian beranjak dari tidurnya dan duduk. Ada hal yang ingin dia katakan kepada keluarganya.


"Ayah, Ibu, Kau Dona dan juga Doni aku minta maaf jika aku mempunyai kesalahan pada kalian. Tapi restui aku dengan pria drakula itu. Aku berjanji akan mengubah sifatku. Aku juga banyak salah dengan Liana. Aku akan menemuinya besok," ucap Arin yang dibalas tatapan oleh semua keluarganya.


"Kau... kau yakin ingin menikah dengan pria drakula itu, jika dia memangsamu bagaimana?" Seru Raline


"Aku rela jika dia mengubahku menjadi drakula juga, yang terpenting aku bisa hidup dengannya," ucap Arin dengan khayalannya.


"Pertanyaannya apakah pria drakula itu mau denganmu?" Tanya Dona seraya mencibirkan bibirnya.


Arin menatap Dona dengan dingin, pertanyaan Dona benar. Tadi saja Lee masih bersikap dingin padanya. Ia lalu merebahkan dirinya kembali ke ranjang dan menutupi seluruh dirinya dengan selimut.

__ADS_1


__ADS_2