Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Buah Hati (Part Tambahan 1)


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, malam itu ditengah hujan deras. Liana melahirkan seorang bayi drakula, yang baru tiga bulan dikandungnya. Anaknya seorang laki-laki dan sehat sangat sehat. Tuan D sangat bahagia menyambut kedatangan sang pangeran kecil dalam kehidupannya.


Keesokan paginya.


"Aku tidak menyangka bisa melahirkan lebih dulu, padahal kak Arin lah yang hamil duluan," ucap Liana menggendong bayi kecil itu ke dalam pelukannya


"Kalau itu tergantung sang bayi ingin keluar kapan," jawab Ratu Bella mengusap pipi gembul cucunya seraya tertawa kecil.


"Bu, dia seperti ku atau Liana?" Tanya Tuan D


"Dia mirip seperti ayahnya, sangat tampan tapi jika sudah besar nanti. Dia kan berhati mulia seperti Liana," ucap Ratu Bella sedikit membaca gambaran cucunya.


"Tapi kalian harus bersabar ya? Kekuatan drakulanya akan muncul dalam waktu lama, lebih tepatnya saat usianya berumur 18 tahun," ujar sang Ratu Bella yang baru saja mendapatkan kekuatan melihat masa depan. Kekuatan itu muncul dengan sendirinya jika ia mempunyai keturunan baru.


"Dimitri, Aku tidak butuh kekuatan membaca masa depan jadi kau saja yang mewarisinya," ujar Ratu Bella


"Aku sudah memilikinya Bu, meskipun hanya sekilas dan tidak terlalu jelas," ucap Tuan D


"Justru itu aku ingin kau memiliki kekuatan itu seutuhnya. Kau seorang Raja dan berhak memilikinya sepenuhnya agar rakyatmu dan para manusia selalu hidup damai," ucap Ratu Bella kemudian ia mulai mengeluarkan kekuatannya dan mentransfernya ke tubuh Tuan D.


Setelah kekuatan itu di berikan pada Tuan D, pria itu segera melihat efeknya. Benar kata ibunya. Tuan D bisa melihat masa depan anaknya. Namun ia tidak ingin membacanya lebih dalam, biarlah kehidupan itu menjadi misteri.


"Ibu tidak memberikan aku kekuatan itu juga? Aku juga ingin membaca masa depan anakku dan seperti apa calon mantuku nanti hehe," canda Liana


"Jangan merasa iri ya Liana, masalahnya kau tidak mempunyai kekuatan pembaca masa depan, jadi aku tidak bisa mentransfer kekuatan itu padamu," ucap Ratu Bella


"Iya ibu tadi aku juga hanya bercanda mengatakannya karena sebenarnya aku takut melihat masa depan jika tidak sesuai dengan keinginan kita. Biarlah kehidupan ini menjadi misteri," ucap Liana.

__ADS_1


"Sini berikan padaku, aku ingin menggendong lelaki tampan ini," ujar Tuan D


Tak lama kemudian semua keluarga Liana datang menjenguk. Mereka sangat bahagia dengan kehadiran sang pangeran.


"Siapa namanya sayang?" Tanya Raline pada Liana seraya menggendong bayi Liana.


"Aku akan menyebutnya LD, Lionard Dimitri," ucap Tuan D


"Nama yang bagus, aku suka," ujar Liana


"Kau dengar sayang, Ayah mu memberimu nama yang bagus. Apa kau menyukainya?" Tanya Raline pada cucunya meskipun bukan cucu kandungnya tetapi Raline sudah jatuh hati ketika melihat wajah menggemaskan baby Lionard.


"Dimana kak Arin? Apa dia tidak datang?" Tanya Liana


"Dia kesakitan sejak semalam sepertinya akan melahirkan. Namun sampai sekarang kami tidak bisa menghubunginya," ucap Yuan Ye.


"Nek ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi? Kalian seperti menyembunyikan sesuatu," ucap Liana menatap raut wajah yang berbeda setelah Kakek Ye bicara


"Semalam Lee meminta ijin agar Arin diperbolehkan memangsa manusia. Tapi aku tidak mengijinkannya, aku hanya memperbolehkan Arin minum dari kantong darah yang tersedia di rumah sakit. Setelah itu Lee langsung pergi ke rumah sakit, Dia tidak bilang jika Arin ingin melahirkan," ucap Tuan D


"Satu kantong darah itu sangat mahal, dan Lee tidak mampu membelinya sehingga dia ke rumah Ayah meminjam uang. Setelah itu ia langsung pergi. Aku tidak mendapatkan kabar lagi setelah itu," jelas Yuan Ye


"Mereka tidak dapat dihubungi dan ketika kami kesana mereka tidak ada dirumahnya," sahut Raline.


"Lee pasti sakit hati dengan ucapan Kakek, dia menampar Lee sangat keras hingga Lee terjatuh ke lantai. Sehingga dia tidak mengabari kita lagi setelah itu. Kalau kak Arin kenapa-kenapa itu karena ulah Kakek sendiri," ujar Dona


"Iya betul, Kak Arin sudah mengijinkan Lee untuk mengubah dirinya, seharusnya kakek terima saja. Memangnya dengan menampar Lee dan memarahinya kak Arin bisa kembali menjadi manusia, tidak kan?" ucap Doni yang ikut menyalahkan Kakek Ye

__ADS_1


"Sudah lah jangan memojokkan Kakek," jawab Liana sedikit membela Kakek tersayangnya.


Pria tua itu duduk dengan wajah tertunduk, ia tidak mampu mengontrol emosinya dan terus memarahi Lee saat itu. Bahkan menampar dan memukulnya dengan tongkatnya. Namun Lee tidak membalas ia hanya terdiam menahan sakit.


"Kakek, jangan sedih. Aku tahu kakek tidak bermaksud menyakiti Lee. Aku juga tahu kakek menyayangi kak Arin. Tapi biar bagaimanapun juga Kak Arin sudah memilih hidupnya dan cintanya," ucap Liana.


"Aku akan mencari keberadaan Lee, Bu gendong Lionard dulu ya," ucap Tuan D yang tidak bisa memanggil Lee lewat telepatinya.


"Sini berikan padaku, Ayah ingin menggendongnya," ucap Yuan Ye


Setelah itu Tuan D menghilang, ia menyusuri jejak Lee yang tercium samar.


"Lee jawab aku, apa kau ingin membangkang terhadap panggilan Raja mu?" ucap Tuan D lewat telepatinya.


Tak ada jawaban tak ada jejak yang jelas, hanya samar-samar. Tuan D akhirnya mencari lewat penglihatan masa depannya. Lee dan Arin berada di sebuah goa.


Lee membawa Arin ke rumah sakit karena Arin ingin melahirkan. Namun saat itu hujan yang turun sangat lebat membuat mobil yang dikendarai Lee terjatuh ke jurang yang curam dan terjal. Lee bisa saja membawa Arin menghilang dengan kekuatannya. Namun dia terlalu lemah karena Arin terus menyedot darah suaminya hingga pria itu terlihat sangat lemah. Itulah alasan Lee membutuhkan darah manusia lainnya


melahirkan anak pertamanya.


Akhirnya Lee membawa Arin ke tempat yang teduh. Ada sebuah goa terdekat dari tempat mereka berjalan. Arin sudah tak tahan lagi akhirnya mau tak mau Lee membantu persalinannya padahal pria itu tidak tahu apa yang harus diperbuat.


Seorang bayi perempuan terlahir ke dunia. Lee tak menyangka bayi yang ditunggu-tunggu kini berada dalam gendongannya. Anak adalah seorang manusia yang memiliki kekuatan drakula.


Lee menyadarinya saat melihat tatapan bayi itu, bayi itu seakan membalas tatapannya dengan jelas dan sedikit mengerikan lalu seketika darah yang ada di badan bayi juga menghilang Arin sendiri terkejut dibuatnya.


Biarpun begitu Lee sangat mencintai bayi itu meskipun anak itu bukanlah darah dagingnya. Bayi itu terus tertawa karena Lee sangat senang menggodanya.

__ADS_1


__ADS_2