
Di ruang perawatan Kakek Ye, Liana merasa pusing kemudian muncul sebuah ingatan tentang Tuan D yang menggigit seorang wanita hingga tak berdaya dan kemudian membawanya pergi terbang.
Entah kenapa Liana juga bisa merasakan ingatan saat dirinya didalam kandungan, hal yang aneh terjadi. Liana juga dapat mendengar suara dari wanita yang mengandungnya sering menyebutkan nama William dan mengaku jika dirinya adalah Alexandra.
"Alexandra adalah orang yang mengandungku?Jadi pria yang tadi menculikku, adalah pembunuh Alexandra? Lalu Raline? Siapa dia kenapa dia menyebut dirinya adalah Ibuku?" gumam Liana yang terdengar oleh Nenek dan Kakeknya.
Nenek Anie mendengarnya dengan samar tetapi Kakek Ye meskipun sudah tua tetapi pendengarannya seperti kelinci, ia dapat mendengar jelas apa yang telah digunakan Liana. Pria tua itu akhirnya beranjak duduk dan mencari posisi enak untuk duduknya sembari membetulkan bantal agar bisa dijadikan sandaran.
"Jika ingin duduk bilang saja, sini ku bantu," ucap Nenek Anie.
"Iya terima kasih," ucap Kakek Ye pada istrinya.
"Liana kemarilah, ada yang harus ku ceritakan padamu,"
Liana kemudian mengambil kursi dan menaruhnya di samping ranjang. Ia pun duduk dengan kepala yang masih pusing karena ingatannya masa lampau datang secara beruntun. Anehnya saat didalam kandungan pun ia dapat melihat jelas dan mendengar suara dari luar.
"Ada apa kek?" Tanya Liana.
"Aku dan Nenek Anie bukanlah Kakek dan Nenek kandungmu, tetapi kau lahir dari seorang Alexandra. Dia ibumu, mantan istri Yuan Ye dan kami telah menganggapnya seperti anakku sendiri. Dia menikah lagi dengan seorang jendral," Kakek Ye berhenti untuk mengambil nafas kemudian melanjutkan kembali ceritanya. Sedangkan Liana terkejut mendengar perkataan Kakek Ye.
"Alexandra dan suami barunya memiliki anak pertama, yaitu William dia kakakmu. Dan suatu saat suaminya berubah menjadi drakula. Alexandra tidak tahu akan perubahan suaminya itu karena saat itu ia bertugas keluar kota dan kembali muncul kehadapan Alexandra saat sudah menjadi drakula. Mereka melakukan hubungan suami istri seperti biasa. Selama beberapa Minggu barulah suaminya mengatakan jika dia sudah berubah menjadi drakula. Dan menutupi semua rahasianya karena takut jika Alexandra tidak lagi mencintainya karena berubah menjadi drakula," ucap Kakek Ye.
"Lalu Alexandra hamil, kehamilannya tidak 9 bulan melainkan 5 bulan dan kau lahir saat terjadi peperangan antara kaum manusia dan kami para penyihir melawan drakula serta raja kegelapan. Beberapa menyebutnya Monster kegelapan," jelas Nenek Anie.
"Ya, kehamilan Alexandra membawa malapetaka karena drakula dan manusia tidak dapat menyatu dan Ayahmu itu telah melanggar aturan makannya para drakula berdatangan tepat disaat Supermoon. Disaat itu pula kau lahir. Ayahmu telah musnah dimusnahkan oleh Monster kegelapan. Lantas Alexandra berjuang mati-matian untuk melahirkan mu sendirian, karena kau menjadi incaran para drakula terutama monster itu. Aku dan Nenekmu datang membantu persalinan dirumahnya. Namun beberapa drakula datang dan menyerang Alexandra serta ingin mengambilmu. Kemudian aku pergi dari tempat itu untuk melindungi mu dengan menyembunyikan mu di suatu tempat. Lalu aku kembali lagi kerumah untuk menyelamatkan Alexandra, saat aku tiba disana Nenek terduduk dan menangisi kepergian Alexandra. Nenek sudah mencoba sekuat tenaga melawan drakula tetapi Nenek kalah dan akhirnya Alexandra pergi dibawa oleh mereka. Akhirnya aku dan beberapa penyihir berkumpul, mengeluarkan semua sihir kami hingga titik darah penghabisan. Mereka pun lenyap dan tak pernah kembali," jelas Kakak Ye
"Aku dan Nenek kembali untuk mengambil dirimu yang ku sembunyikan disebuah peti yang sudah ku lubangi dan ku beri mantra portal ghaib. Tetapi saat aku sudah berada disana. Seorang drakula laki-laki menggenggam jemari kecilmu, dan sedang mencoba membuatmu tertawa. Lalu ia mencoba menggendong mu. Aku rasa dia drakula baik, tetapi Nenekmu takut jika ia drakula yang jahat karena ia dapat menembus portal yang ku buat. Nenek pun mengusirnya dan dia pergi," ujar Kakek Ye
__ADS_1
"Alexandra mengirimkan pesan padaku lewat batinnya untuk menjaga anak-anaknya. Tetapi aku kehilangan William. Ia tak ada dirumah setelah peperangan itu. Dan kebetulan Raline juga sedang melahirkan anak keduanya, perempuan tetapi meninggal beberapa menit setelah lahir. Aku menukarnya dan memberimu posisi disana. Tidak ada yang tahu kejadian ini. Hanya aku dan Nenekmu yang tahu siapa jati dirimu. Kaulah yang bisa menyelesaikan pertempuran ini. Kau bisa membebaskan Ibumu dari drakula dan monster jahat itu," ucap Kakek
"Aku? Tetapi aku tidak mempunyai kekuatan Kek?" Tanya Liana.
"Kekuatan mu ada tetapi aku menutupnya. Aku mengetahuinya saat kau masih kecil dan mengigau tentang drakula. Setelah ku selidiki kau bertemu dengan seorang drakula dari mimpimu. Sebenarnya itu adalah rohmu yang keluar dan masuk ke dimensi mereka. Itu bukan mimpi. Dan saat yang sama terjadi baru-baru ini. Kau membuka portal yang mereka bangun sehingga semua drakula bisa masuk kembali dan menyerang kita. Lalu aku kembali kemari secepat mungkin untuk mengunci kekuatanmu lagi. Aku akan membuka kekuatanmu jika kau siap," ucap Kakek Ye.
Kakek Ye tidak menyebutkan siapa yang menculik Ibunya. Dan apakah Ibunya sudah menjadi bagian dari drakula atau dia masih seorang manusia. Liana juga menganggap Tuan D lah yang telah menculik Ibu kandungnya karena wajahnya sama dengan yang muncul di ingatannya. Liana tidak tahu jika itu adalah rekayasa kekuatan Boscha.
"Pria itu! Aku akan membalaskan dendam ku," batin Liana.
Liana memeluk Kakek dan Neneknya dan mengucapkan terimakasih atas apa yang mereka lakukan.
Tak berapa lama Dokter datang dan mengecek keadaan Kakek Ye yang telah membaik. Dokter pun memperbolehkan Kakek Ye untuk pulang.
Selama perjalanan pulang Liana mempunyai pertanyaan pada Kakeknya.
"Liana, Yuan bercerai dengan Alexandra karena sudah tujuh tahun menikah mereka belum dikaruniai anak. Lalu Yuan menikah lagi dengan Raline, Nenek tidak suka dengan sikapnya tetapi Yuan telah menghamili Raline diluar pernikahan. Awalnya nenek tidak percaya jika itu anaknya dan Yuan sampai akhirnya kami tes DNA setelah Arin lahir. Nenek terus memantau hasil itu agar tidak ditukar Dan memang benar hasilnya Arin adalah anak mereka," jelas Nenek Ye.
"Hemm meskipun mereka tidak tahu jika aku bukan anak mereka, mereka tetap menomorduakan aku," ucap Liana.
"Kakek tahu kenapa Raline tidak begitu menyukaimu," ucap Kakek.
"Kenapa Kek?" Tanya Liana penasaran.
"Karena Kau dan Alexandra memiliki mata yang indah, mata yang sama dan pandanganmu membuat orang yang menatapnya merasa teduh. Kau sangat cantik. Cucuku," ucap Kakek Ye menyeka air matanya karena mengingat mantan menantunya yang tidak tahu kabarnya dimana dan bagaimana.
Liana juga terharu dengan kasih sayang yang kakek dan nenek berikan untuknya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah kedatangan Kakek Ye disambut Yuan Ye dan cucunya yang lain.
"Kemana Raline?" Tanya Yuan Ye
"Dia pergi membeli barang-barang dan stok makanan selama beberapa bulan," ucap Yuan Ye
"Hah bukankah kemarin ia sudah berbelanja?" Tanya Nenek
"Dia takut jika drakula kembali datang menyerang dan kita terjebak di rumah ini," jawab Yuan Ye yang kemudian kembali di layar laptopnya setelah menyambut Ayahnya dan Ibunya.
"Hahaa dia terinspirasi dari film Nek," ucap Dona yang tidak jadi ikut dengan Raline.
"Lalu dimana Arin?" Tanya Kakek kemudian.
"Dia habis dari kencan lalu pergi kekamar dan berdiam diri sampai sekarang. Mungkin dia syok karena kencan dengan orang yang berperut buncit haha," jawab Dona yang terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Memangnya kenapa kalau perut buncit, mau buncit atau sixpack yang penting itu hatinya," ucap Liana
"Huh kau bisa berkata seperti itu karena pacaramu seorang bos besar dan tampan!" ucap Dona.
"Pacar?" Liana balik bertanya yang lupa akan Tuan D.
"Kau amnesia, coba buka ponselmu siapa tahu ada foto pacarmu dan kau jadi ingat siapa pacarmu haha kalau kau lupa lebih baik aku saja yang menggantikan mu sini?" sahut Dona.
Liana membuka ponselnya, dan mencari foto pria yang dimaksud Dona. Ia pun terkejut, ada foto pria yang wajahnya sama dengan orang yang tidur disampingnya tadi.
"Dia pacarku? Pacarku seorang drakula? Tidak! Drakula ataupun dia adalah pembunuh orang tuaku," batin Liana.
__ADS_1