Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Lebih Mengenalnya


__ADS_3

Keadaan Kakek Ye sudah membaik dengan cepat, ia pun dipindahkan ke ruang perawatan. Semua anggota keluarga melihat kondisinya dengan tenang tanpa keributan.


"Sudah larut malam, kalian pulanglah," perintah Nenek Anie


"Liana disini saja ya temani Nenek, Nenek juga butuh istirahat," ucap Liana.


"Baiklah kalau begitu, jaga Nenek dan Kakek ya Lian, Ibu dan lainnya pulang dulu. Besok pagi Ibu akan kemari lagi. Ma Raline pulang ya," ucap Raline yang terkesan perhatian seraya mencium punggung tangan mertuanya. Ya dia memang perhatian dan sopan jika di depan Yuan Ye.


"Ayah juga pulang ya Lian," ucap Yuan Ye pada anaknya seraya membelai pucuk kepalanya,


"Ma, kalau terjadi sesuatu atau ada yang ingin Mama butuhkan segera hubungi aku ya," ujar Yuan Ye pada Ibunya, dan mencium punggung tangannya.


Nenek menganggukkan kepala tanda setuju kemudian tersenyum lelah. Semua keluarga pulang kecuali Nenek dan Liana yang masih berada di ruang perawatan Kakek Ye. Sedangkan Tuan D yang tadi berada di luar langsung masuk ketika semuanya sudah pulang. Malam itu Nenek dan Liana belum makan malam, mereka berdua tidak merasa lapar karena rasa khawatirnya yang berlebihan. Terlebih Tuan D yang juga merasa lapar dan haus akan darah.


Cincin mistis yang dapat merubahnya menjadi manusia kini telah hancur, sehingga ia hanya dapat mengandalkan dirinya untuk tidak sembarangan mencicipi darah manusia. Tuan D menyuruh Lee lewat batinnya untuk membawakan makanan untuk Liana dan Neneknya. Tak berapa lama pria itu datang.


Liana terkejut dengan kedatangan Lee yang sedikit berbeda, berbeda dengan cerita Trivia yang mengatakan muka Lee hancur dan sedang koma.


"Ada yang ingin ku bicarakan," Liana menarik tangan Tuan D ke luar ruangan, pria itu menurut.


Kemudian Liana menutup kembali pintu kamar, meninggalkan Lee bersama dengan Neneknya.


"Trivia bilang Lee koma, dan dia berubah jadi manusia setengah drakula, lalu kenapa keadaannya menjadi baik-baik saja? bahkan tidak ada luka sedikitpun pada mukanya," ucap Liana dengan penuh pertanyaan.


"Aku telah mengubahnya menjadi pengikut ku, dia kini drakula seutuhnya," ucap Tuan D santai.


"Astaga Nenek dan Kakekku di dalam," Liana baru sadar dan segera masuk namun Tuan D menahannya.


"Tenang saja, dia tidak akan berani. Dia pengikut ku, manusia yang kemudian menjadi drakula. Dia tidak bisa mencicipi darah manusia selain saat bulan purnama, jika dia melanggar tubuhnya akan hancur dengan sendirinya. Dia juga tidak bisa terkena panas matahari. Berbeda denganku atau pengikut ku yang terlahir sebagai drakula. Dia bisa kapan saja menghisap dan bisa berjalan dibawah terik matahari. Namun tidak bisa dalam jangka lama, kecuali ada cincin mistis yang dipakai," jelas Tuan D dengan muka lelahnya. Ia lelah menahan keinginannya ketika melihat Liana. Gairahnya terlihat semakin ingin.


"Lian, maaf aku harus pergi. Aku menyuruh Lee untuk berjaga disini," ucap Tuan D


"Wajah mu kenapa drakula ku? Kau seperti ingin menghisap ku?" tanya Liana menggodanya.

__ADS_1


Tuan D tersenyum, ia memalingkan mukanya. Namun Liana malah semakin menggodanya ia memegang pipi Tuan D dan membuatnya untuk melihat ke arahnya.


"Hisaplah, disini," ucap Liana seraya menunjuk bagian lehernya yang mempunyai kulit putih dan mulus.


"Ratu ku ini sudah mulai nakal. Aku serius, jaga dirimu ya," ucap Tuan D seraya mencolek hidung Liana.


Keduanya tersenyum dan saling berpandangan beberapa menit. Kemudian Tuan D memundurkan langkahnya menjauhi Liana kemudian menghilang dari pandangan kekasihnya itu.


Liana masuk dan melihat keadaannya baik-baik saja. Seperti yang dikatakan Tuan D, Lee saat ini berubah menjadi drakula baik. Kemudian Ia membuka bungkusan berisi makanan untuk Liana dan Nenek.


"Nenek makan ya, ini menu favorit nenek. Sup Jagung," ucap Liana seraya memberikan makanan pada Neneknya. Nenek Anie menerimanya dan mulai memakan.


"Dari mana Lee tahu kesukaan Nenek? Apakah Tuan D yang memberi tahunya. Tapi aku juga merasa tidak pernah memberitahukan apa kesukaanku dan nenek. Huuuh sepertinya aku tidak bisa menjaga rahasia apapun darinya," ucap Liana di dalam hatinya.


Lee yang bersandar pada dinding kemudian mendekat dan duduk di sebelah Liana.


"Lian, bagaimana keadaan Tri," ucap Lee dengan muka pucatnya.


"Syukurlah jika dia membaik, aku ingin melihatnya, tapi aku takut. Aku takut dia tidak menerima kehadiran ku," ucap Lee.


Liana iba melihat raut wajah Lee yang sedih. Lee sebelumnya adalah pria baik, dia harus menjadi setengah manusia karena Trivia tetapi itu juga yang terkena pengaruh Boscha untuk menghidupkannya kembali.


"Besok jika keadaan Kakek sudah membaik, aku akan mengantarmu untuk menjenguknya," ucap Liana seraya menepuk pundak Lee pelan.


"Ahh," Lee merasa kesakitan saat Liana menyentuh pundaknya.


"Kenapa?" Tanya Liana.


"Panas, Tuan D melarang ku untuk tidak menyentuhmu. Meskipun itu tidak disengaja aku akan kepanasan," ucap Lee


Liana mengernyitkan dahinya tak mengerti kemudian Lee kembali menjelaskan.


"Dia memasang pelindung terhadapmu, tanpa kau sadari. Kau beruntung Lian karena kau mendapatkan cintanya. Meskipun dia bukan manusia tetapi dia berhati lembut," jelas Lee

__ADS_1


"Jadi itu efeknya jika aku menyentuh siapapun selain manusia maka dia akan kepanasan," ucap Liana yang diiringi anggukan oleh Lee


"Tetapi kenapa saat itu aku bisa disentuh oleh drakula yang pernah ku temui saat perjalanan ke rumah Tri? Tuan Boscha juga bisa menyentuhku?" Tanya Liana


"Karena pelindung itu tidak bertahan lama. Jikapun efeknya lama pasti dibutuhkan kekuatan yang bisa menguras energi," jelas Lee yang baru saja menjadi pengikutnya tetapi sudah mengetahui banyak tentang Tuan D.


"Hemm Aku jadi tahu banyak tentangnya," ucap Liana.


"Apa dia tidak menceritakannya padamu?" Tanya Lee.


"Tidak, sebenarnya dia lebih banyak diam jika aku tidak memulai pembicaraan," Jawab Liana


"Besok adalah hari kelahirannya, kemungkinan dia tidak akan menemui mu. Sehingga aku di utus untuk menjagamu," ucap Lee


"Apa? Hari kelahirannya tapi kenapa dia jahat sekali tidak memberitahu ku, setidaknya aku bisa memberinya kado atau ucapan selamat ulang tahun untuknya," kesal Liana.


"Haha drakula tidak membutuhkan itu. Justru hari kelahirannya dia harus mengurung diri jika tidak dia akan menghisap darah-darah perawan," ucap Lee yang seketika membuat Liana cemburu.


"Awas saja jika dia menghisap darah manusia lain selain diriku,"


"Hahaha kau sangat ingin dimakan olehnya?" ucap Lee


"Katakan padanya jika aku akan marah jika dia menghisap darah manusia lain apalagi perawan," ucap Liana


"Aku mendengar perkataan mu sayang. Aku akan mengurung diri di hari itu, jaga dirimu ratu ku," ucap Tuan D yang menjawabnya dengan telepati Liana mendengar suaranya yang lembut seperti sedang berbisik disampingnya, padahal Tuan D sedang tak berada disana.


"Sun jauhnya mana?" Pinta Liana dari dalam hatinya.


"Muach," Tuan D pun seperti sedang mengecupnya.


"Haha," Liana tertawa kecil dengan pipi merona.


Nenek dan Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat Liana yang tersenyum malu, mereka tidak bisa mendengar apa yang di ucapkan Tuan D yang telah membuat Liana bertingkah seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2