Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Bertemu Alexandra


__ADS_3

"Ratu Bella dan beberapa pasukannya datang diam-diam ke kastil Edward dan melepaskan Ibumu," jelas Tuan D.


Liana dan Steve berbalik memandangi wanita yang berdiri dengan memakai gaun putih milik Ratu Bella. Alexandra berambut pirang yang tergerai sangat cantik. Wajahnya terlihat sedikit tirus. Wanita itu mendekati kedua anaknya.


"William, kau sudah besar nak?" ucap Alexandra membelai rambut putranya.


"Liana anakku, kau sangat cantik," ujar Alexandra kemudian menitikkan air mata bahagianya. Liana dan Steve ikut menangis dan mereka berdua memeluk ibu kandungnya.


Alexandra membalas pelukan kedua anaknya yang terasa sangat hangat. Ia memejamkan mata, mengalirkan air mata bahagia dan menghirup udara dalam-dalam kemudian membuangnya dengan perasaan puas. Keluarga angkat Liana ikut berpelukan dan ikut menangis.


Alexandra melepaskan pelukannya ia menciumi pipi Liana dan Steve.


"Alexandra, kau masih hidup?" Tanya Yuan Ye yang sebenarnya merindukan wanita itu.


"Aku masih hidup namun aku kini seorang drakula, aku manusia yang berwujud drakula. Seperti Dimitri dan Ratu Bella. Namun tenanglah aku dan keluarga Ratu Bella tidak akan memangsa manusia," ucap Alexandra kemudian pandangannya beralih pada Steve.


"Steve, aku tahu kau membenci drakula, namun aku juga bagian dari mereka," ujar Alexandra menunjuk Tuan D.


"Kau merestui hubungan ini kan sayang?" timpal Alexandra, ia ingin memastikan jika hubungan dua alam itu bisa diterima olehnya.


Steve mengangguk kecil dan berkata, "Aku bisa apa jika mereka saling mencintai maka aku harus mendukung keputusannya, lagi pula mereka telah menikah,"


"Bu, aku juga akan menikah restui kami," sahut Steve


"Wanita itu?" Tanya Alexandra melihat ke arah Trivia.


"Ibu tahu," Tanya Steve


"Tentu Ibu tahu, ibu selalu memantau keadaan kalian berdua. Namun jiwa ibu terkunci, terkadang aku hanya bisa mendatangi kalian lewat mimpi dan bisikan kecil," ucap Alexandra.


Steve menyuruh Trivia untuk mendekat dan berkenalan dengan ibunya dengan isyarat tangannya. Wanita itu berjalan dengan perasaan malu. Ketika Trivia mendekat, Alexandra merangkul Trivia dan mencium pipinya.


"Kau wangi sekali sayang, Aku merestui pernikahan kalian," ujar Alexandra.

__ADS_1


Setelah itu Alexandra pergi menemui Kakek Ye dan Nenek Anie. Kedua orang tua itu langsung memeluk Alexandra seperti anaknya sendiri.


"Kau, banyak luka di tangan dan kakimu. Mulai sekarang tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi. Tinggallah bersamaku," ucap Kakek Ye


"Terimakasih Ayah, namun aku kini adalah drakula. Aku takut kalian akan merasa terganggu dengan kehadiran ku," ucap Alexandra.


"Tidak sayang, kami adalah orang tuamu juga," ucap Nenek Anie.


"Bu... aku bukan menantu kalian lagi, aku takut Raline akan merasa cemburu," ucap Alexandra.


"Tinggallah bersama mereka Alexandra, mereka sangat menyayangi mu dan juga membutuhkan seorang teman, Aku tidak akan cemburu," ucap Raline yang menggenggam tangan Alexandra


"Alexandra akan tinggal denganku," ucap Ratu Bella.


"Haha kenapa semua orang memperebutkan Ibuku, ibu akan tinggal dengan ku," ucap Liana yang ikut memperebutkan.


"Haha lalu kau akan tinggal dimana sayang?" Tanya Tuan D


"Tentu boleh, tetapi aku tinggal di Bukares. Karena perusahaan ku dan rumahku ada disana. Kita akan membangun rumah lagi jika kau mau," ucap Tuan D.


"Untuk apa rumah banyak-banyak, Dimitri, tinggallah rumah disana, aku dan Ibu mu akan kembali di kastil ini," ucap Ratu Bella


Tuan D akhirnya menurut untuk tinggal di rumahnya yang sekarang.


"Yuan Ye, Raline... Terimakasih kalian telah membesarkan putri ku. Meski kalian sering menyakiti putri ku, namun karena itulah dia menjadi wanita yang hebat," ucapan Alexandra membuat Raline dan Yuan Ye sedikit tidak enak.


Pasalnya mereka juga tidak tahu jika Liana bukan anak kandungnya, sebenarnya mereka sayang pada Liana namun anak pertama lah yang selalu mendapat hak yang di istimewakan.


Setelah percakapan kecil itu, mereka masuk ke dalam untuk duduk dan berbincang lebih lama. Ruangan utama yang hancur akibat dan sisi samping istana yang rubuh. Membuat mereka berpindah ke kastil bagian belakang.


Penobatan Raja dan Ratu akan dilangsungkan esok harinya. Kemudian ada pertanyaan yang sedikit rancu terlintas pada pikiran Kakek Ye.


"Hemm, Ratu Bella yang terhormat. Penobatan Raja dan Ratu drakula apakah bisa diterima oleh rakyat mu? Liana yang notabenenya adalah seorang manusia, apakah bisa menjadi Ratu drakula?" Tanya Kakek Ye yang sebenarnya pertanyaan itu mewakili dari Author sendiri.

__ADS_1


"Rakyat ku sudah menerima keberadaan manusia. Tidak menjadi masalah jika manusia hadir ditengah mereka. Karena pengikut ku dan rakyat ku tidak akan bisa memangsa manusia secara brutal. Mereka akan kepanasan dan musnah. Kecuali mereka pasangan drakula dan manusia yang telah menikah lalu menginginkan pasangannya berubah," ucap Ratu Bella


"Tenang saja Dimitri tidak akan melakukan itu ada Liana," timpal Ratu Bella yang sebenarnya tahu isi hati Kakek Ye. Yang tidak akan rela jika Liana berubah menjadi Drakula.


Sebentar lagi aku akan meninggalkan gelar ku dan semua keputusan ada di tangan Liana. Aku yakin Liana dapat menjadi Ratu yang andil dan bijak.


"Memang akan terasa berat menerima keadaan yang berbeda alam ini. Namun semua kembali lagi pada Liana. Dia begitu ingin menjadi drakula, karena Liana ingin membahagiakan pasangannya. Dan kau Dimitri jangan egois, bahagiakan Liana dan turuti kemauannya. Kau juga harus bersyukur karena cucu ku sangat mencintai mu," pesan Kakek Ye yang pada akhirnya tidak keberatan jika Liana hidup menjadi drakula.


Tuan D merasa risau dengan ucapan Kakek Ye, ia takut Liana akan semakin menuntut pria itu untuk membuatnya menjadi drakula seutuhnya. Ada alasan kenapa pria itu tidak ingin mengubah Liana.


Karena ia telah berjanji pada wanita itu di awal pertemuan mereka. Tuan D telah berjanji tidak akan merubah Liana menjadi drakula apapun yang terjadi. Dan pria itu masih memegang janjinya meskipun Liana telah mengubah keputusannya.


"Sudah larut malam, sebaiknya kita beristirahat karena esok pagi penobatan Raja dan Ratu. Pelayan ku akan menunjukkan kamar kalian," ucap Ratu Bella seraya menyuruh beberapa pelayannya untuk mengantar ke mereka masing-masing.


Semuanya sudah beranjak dari duduknya dan bergegas ke kamar, sementara Liana terus menerus memeluk Ibunya. Ia sangat merindukan sosok ibunya. Ada perasaan hangat yang ia rasakan dari Ibu kandungnya dan itu tidak pernah ia dapatkan dari Raline.


"Bu, aku ingin tidur bersama mu malam ini," ucap Liana yang masih memeluk manja ibunya


"Sayang kau baru saja menikah. Layani Tuan D dengan baik, ini malam pertama kalian," bisik Ibunya. Pipi Liana berubah memerah seraya melirikan matanya, malu pada Tuan Dimitri yang duduk di sampingnya.


"Aku tidak apa bu, Liana sepertinya sangat merindukan ibunya. Kalau begitu aku ke kamar dulu ya. Kau tidurlah dengan Ibu mu," ucap Tuan D seraya tersenyum dan mengijinkannya.


Ketika Tuan D beranjak dari duduknya, Liana. meraih tangannya dan ikut beranjak berdiri.


"Tunggu, Ibu benar. Aku harus melayani suamiku ini," ucap Liana malu-malu.


"Kau yakin?" Tanya Dimitri yang dijawab anggukan kecil karen Liana sangat malu.


Tuan D lantas menggendong Liana ala bridal style seperti di film-film romantis. Sementara Liana melingkarkan tangannya pada leher pria itu. Mata mereka saling berpandangan tanpa berkedip dan saling melempar senyum. Tuan D bisa saja membawanya dengan cara melayang atau menghilang dan tiba-tiba muncul di kamarnya, namun pria itu enggan karena berjalan sambil menggendong Liana akan berasa romantisnya.


Alexandra masih duduk di ruangan itu sendiriian kemudian menghirup udara segar yang lama tidak ia rasakan. Kemudian membuangnya perlahan seraya berucap.


"Semoga kedua anakku, selalu bahagia hingga akhir hidupnya,"

__ADS_1


__ADS_2