Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Berakhir (Part Tambahan 2)


__ADS_3

Tuan D menyusul Lee dan Arin yang masih berada di Goa, mereka berencana pagi itu akan pulang.


"Jadi kalian disini, Lee kenapa kau tidak menjawab telepati ku," ujar Tuan D


"Telepati? Aku sama sekali tidak mendengar panggilan?" Ucap Lee dengan jujur.


"Iya Aku juga tidak mendengar adanya panggilan," ucap Arin membenarkan


"Semalam kamu terjatuh dan untung saja kandungan Arin baik-baik saja namun dia harus melahirkan malam itu juga, aku membantu persalinan istriku sendiri. Lihatlah anakku apa kau ingin menggendongnya?" Tanya Lee.


"Semalam setelah kau meminta ijin, Liana juga kesakitan dan dia melahirkan malam itu juga. Jadi bisa dikatakan anak kita terlahir ke dunia di waktu yang bersamaan," ujar Tuan D.


"Berarti Liana yang terlebih dahulu melahirkan karena Arin baru melahirkan tepat pukul 12 malam," ucap Lee yang mengambil anaknya dari gendongan Arin dan menunjukkannya pada Tuan D.


"Anak ini..." gumam Tuan D


"Kenapa? Ada apa Raja ku?" Tanya Lee yang melihat perubahan wajah pada Tuan D


"Tidak apa-apa aku hanya terkejut karena anakmu luar biasa," ucap Tuan D seraya melihat sedikit masa depan anaknya.


"Tapi kenapa dengan wajahmu seperti tidak suka? Apa ada yang kau sembunyikan?" Bisik Lee kemudian seraya menyerahkan bayinya kepada Arin. Kemudian mengajak Tuan D keluar dari goa.


"Hemm aku tidak ingin mengatakan hal yang belum pasti. Lee, tapi dia... dia akan membawa masalah di bumi ini, terutama untuk manusia. Dan sebaiknya jangan dekatkan dia pada Rey," ucap Tuan D sedikit khawatir.


"Ya semoga ramalan mu tidak benar. Aku tidak akan pernah membiarkan pria itu menyentuh anakku," ucap Lee terlihat egois.


"Sebaiknya kalian pulang sekarang karena semua keluarga menunggu kabar darimu. Aku akan mengirim kalian, bersiaplah," ucap Tuan D kemudian dalam sekejap Lee dan Arin sudah berada dirumahnya.


Tak berapa lama semua keluarga berkumpul dirumah Lee, Liana sangat senang dengan kehadiran bayi kecil yang merupakan keponakannya.


Namun saat Liana menggendongnya, ada aura kegelapan dari bayi itu tetapi Liana tak memperdulikannya. Ia terus berbisik, hal-hal baik.


"Aku Tante mu, dan aku sangat menyayangimu," bisik Liana yang hampir tak terdengar oleh orang lain. Kemudian ia mengecup pipi bayi mungil itu dan memberikannya sihir cinta. Seketika aura kegelapan itu memudar dan bayi itu tertawa riang padahal sebelumnya bayi itu terus diam tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Siapa namanya sayang?" Tanya Yuan Ye pada Arin.


"Namanya Serra Constantine," jawab Arin.


"Nama yang bagus," ucap Raline yang kemudian berganti menggendong Serra dari pelukan Liana.


Mereka pun banyak berbincang hal-hal lain tentang masa kecil, beberapanya mengunggahnya lewat media sosial. Kabar Arin melahirkan seorang anak pun terdengar oleh Rey. Pria itu melihat anak yang cantik yang sedang di gendong Arin.


"Arin... kau masih sangat cantik," ucap Rey sembari melihat akun media sosial milik Arin.


Pria itu tiba-tiba merindukan Arin, dia sedikit menyesal karena meninggalkan Arin. Bagaimana tidak setiap bertemu Rey selalu dimanjakan Arin sampai-sampai wanita itu hamil karena perbuatannya. Tubuh Arin sangat ideal hampir dikatakan sempurna. Semua pria yang memandang tubuh Arin bisa tergoda dibuatnya, hanya Tuan D saja yang tidak pernah terpikat dengan wanita itu.


"Bayi itu, apakah itu anak ku? Dia cantik sekali, wajahnya mirip dengank ku. Tapi dia harus tinggal bersamaku karena jika dia bersamamu, anak ku akan menjadi wanita murahan seperti mu," ujar Rey seraya tersenyum miring.


Rey mencari tahu keberadaan rumah Lee dari foto-foto media sosial Arin, ia bisa tahu letak rumah Lee. Tak berapa lama Rey telah sampai di rumah Arin. Dia belum tahu jika Arin dan Lee adalah drakula.


Di depan rumah banyak mobil yang terparkir, Rey berpikir itu pastilah tamu-tamu nya. Rey pergi dan akan kembali lagi nanti. Tiga jam kemudian pria itu datang lagi, terlihat mobil yang tadi terparkir didepan sudah pergi.


Rey memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil. Ia mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada yang membukanya. Lee saat itu sedang pergi membeli kebutuhan sang bayi. Sementara Arin tertidur pulas bersama sang bayi.


Ia pun meneliti rumah itu dan mengitarinya, ada jendela yang terbuka. Rey masuk menyelinap lewat jendela yang terbuka lebar. Terlihat Arin terlelap tidur, bayinya pun juga tidur disampingnya.


Rey sudah didalam kamar, ia berjalan mengendap-endap dan mendekati Arin. Matanya berbinar melihat Arin memakai pakaian seksi diatas paha serta dada yang terlihat menonjol dan lengan yang terbuka lebar.


Rey menyentuh paha Arin dengan satu jarinya dan terus menyentuhnya hingga lengan wanita itu. Rey mengecup pipi Arin kemudian mengecup leher nya seraya meremas bagian yang terlihat menonjol pada dadanya, membuat wanita itu terbangun.


Arin berpikir jika itu adalah Lee suaminya. Ia berbalik masih dalam posisi mata terpejam kemudian Rey mengecup bibirnya.


Arin merasakan bibir yang berbeda, napas yang berbeda dan aroma darah yang berbeda. Ia membuka matanya dan mendorong tubuh Rey ketika tahu yang sedang dicumbunya adalah Rey.


Lee yang baru saja kembali dari membeli perlengkapan bayinya, berdiri didepan pintu kamar melihat Arin dan Rey berciuman.


Arin mendorong tubuh Rey dan beranjak bangun disisi lain dia juga melihat Lee yang ada di pintu kamarnya.

__ADS_1


"Sa-sayang ini tidak seperti yang kau lihat. Aku tidak tahu jika Rey kemari dan..." ucapan Arin terhenti karena Lee segera mendekati Rey dan meninju wajahnya.


Rey terpental jauh, tentu saja kekuatan Lee lebih dari manusia biasa. Rey kemudian mengeluarkan pistol dan menembak Lee beberapa kali di tubuhnya.


Arin berteriak histeris dan menghampiri Lee yang terjatuh. Bersamaan dengan itu Rey mengambil bayinya dan pergi lewat jendela. Arin mengejar Rey, dia ingin mengeluarkan kekuatannya namun tidak bisa.


"Rey kembalikan anakku!" pekik Arin yang merasa tidak berdaya karena dia tidak mampu menghilang dan mengejar pria itu. Ia juga tidak bisa mengeluarkan kekuatan sihirnya.


Lee beranjak bangun ia harus bisa mengejar Rey, "Aku akan mengejarnya," ucap Lee


"Ka-kau terluka sayang, Aku akan kerumahnya dan membawa anakku kembali," ucap Arin.


"Aku tidak apa-apa, tapi berikan aku sedikit darahmu karena aku memerlukan energi," ucap Lee kemudian menghisap darah Arin dari lehernya dan mengakhirinya dengan kecupan di pipi.


"Aku akan mengambil kembali anakku, anak kita," ucap Lee kemudian pergi dan menyusul Rey yang telah pergi jauh.


Sementara di tengah jalan, Bayi itu diletakkan di samping kursi nya, tanpa pengaman dan tanpa tempat khusus bayi. Ia meletakkan begitu saja.


"Haha hey cantik kau anak ku, sekarang kau akan tinggal dengan ku, aku akan merawat mu dengan baik, ok" ucap Rey pada sang bayi yang sedang menatapnya dingin.


Serra mengalihkan pandangannya pada setir kemudi Rey dan membanting setir itu ke kiri membuat mobil yang di kendarai Rey kehilangan kendali dan menabrak jalur lain. Kemudian arah samping mobil itu ada truk yang menabraknya dengan sangat keras. Mobil Rey melayang kemudian jatuh dan berguling-guling.


Gulingan terakhir membuat mobil itu berada di posisi terbalik. Sang bayi tidak menangis, ia tidak terluka. Serra tersenyum melihat pria yang duduk disampingnya tewas, badannya tertusuk besi tajam dan tulang lehernya putus kebelakang.


Lee khawatir karena kecelakaan itu akan melukai anaknya. Namun saat ia melihat Serra baik-baik saja. Lee merasa lega dan terus memeluk putri tersayangnya.


"Yang bisa menjadi ayahku hanyalah pria yang memeluk ku. Siapapun yang menyakiti orang tua ku, akan kubalas lebih menyakitkan. Kau berikutnya," ucap Serra dalam hati dan Tuan D mengetahuinya dari kejauhan.


Next Session Part 2


Cinta Ku Tuan Drakula Session 2


The End

__ADS_1



__ADS_2