Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Arin Bikin Ulah


__ADS_3

"Tuan ku, perintah Anda sudah saya laksanakan," ucap seorang drakula kepada monster kegelapan.


"Hahaha bagus, kali ini aku tak akan main-main. Aku lelah menyuruh si bodoh itu! Tak bisa diandalkan. Malam nanti kita beri mereka pelajaran. Apa itu rasa takut hahaha...," ucap Monster kegelapan dengan suara berat dan mengerikan


Disisi lain Arin sedang bersiap, memakai dres yang panjang selutut dan memperlihatkan belahan dada yang terbuka dan ukuran dress itu sendiri membentuk lekuk tubuhnya. Arin juga memakai blazer lengan panjang dan panjang blazernya hanya di bawah dada.


Wanita itu mengendarai mobilnya menuju perusahaan Tuan D. Obat penambah gairah pun telah ia siapkan dengan menyisipkan di belahan dadanya agar mudah mengambilnya.


Sesampainya disana kehadirannya di hadang oleh petugas satpam, pasalnya siapapun yang masuk ke kantor harus memakai id card perusahaan. Selain itu ia hanya diperkenankan menunggu di lobby.


"Saya itu calon tunangannya, masak saya tidak boleh keruangan tunangan saya sendiri?" Tanya Arin.


"Maaf Nona, bisakah anda membuka kacamatanya? Saya ingin memastikan jika Anda adalah tunangannya?" ucap Satpam.


Arin dengan bangga membuka kacamata itu dan dengan senyum manisnya. Agar si satpam luluh dan mengijinkannya masuk.


"Maaf Nona, anda bukan tunangan Tuan D. Dan saya masih bisa melihat dengan jelas. Dilaporan kami mengatakan jika Anda adalah kakak dari tunangan Tuan D dan Anda tidak diijinkan masuk apapun alasannya karena sikap anda yang jahat pada adiknya sendiri," ucap satpam itu.


"Apa? Jangan kurang ajar ya kamu mengatai saya seperti itu!" Seru Arin.


"Maaf Nona saya hanya membaca sesuai deskripsi di informasi kami, silahkan anda baca sendiri jika tidak percaya," ucap Satpam


Arin meraih tab kecil yang di pegang satpam itu dan membaca pesan yang tertulis disana. Dia pun marah karena juga tertulis disana jika Arin mengancam bunuh diri jika tidak menikah dengan Tuan D dan itu membuatnya malu.


"Siapa yang menulis ini? Pasti Liana kan yang menulisnya?" Tanya Arin.


"Maaf Nona, yang menulis adalah Tuan D sendiri. Setiap harinya dia memperbarui laporan itu. Bahkan tunangannya sendiri belum pernah kemari," jelas Satpam


Arin berusaha mengontrol emosinya dan meminta dengan ucapan manis agar dipanggilkan Tuan D atau agar dia bisa menemui Tuan D.


"Tolonglah, saya harus bertemu dengan Tuan D karena saya membutuhkan pertolongannya. Katakan padanya saya ingin menemuinya," ucap Arin


"Maaf Nona di informasi itu sangat jelas tertulis. Saya tidak berani bertanya lagi. Bisa-bisa saya dipecat karena dianggap tidak dapat membaca," ucap Satpam.


"Lebih baik anda sendiri yang meneleponnya atau jika tidak tunggulah sampai Tuan D kemari," ujar satpam


"Huh jika begitu aku akan membuat keonaran," gumam Arin.


"Tuan D... I Love You....aku cinta kamu tuan D, datanglah kemari..." pekiknya dengan sikap yang tidak tahu malu.


Arin berdiri di tengah lobby dan berteriak-teriak memanggil Tuan D. Kedua satpam langsung menariknya keluar. Tetap saja Arin berteriak dan membuat semua mata tertuju padanya.


Tuan D datang menghampiri karena bersikap bijaksana. Dia juga tidak ingin semua orang membicarakan hal negatif padanya.


"Mau apa kau?" Tanya Tuan D pada Arin yang sudah ditarik keluar lobby.


"Tuan..." ucapnya dengan manis dan tersenyum.


"Hey lepaskan aku," ucap Arin pada satpam


Satpam melepaskan atas ijin Tuan D, kemudian Tuan D menyuruhnya untuk ikut ke ruangannya. Arin segera menggelendot manja ke lengan Tuan D. Tapi dengan kasar Tuan D mendorongnya tetapi tidak sampai jatuh.


"Jaga jarak, aku tidak suka disentuh wanita selain Liana kekasih ku," ucap Tuan D dengan penuh ketegasan dan tatapan dingin.

__ADS_1


Tuan D melanjutkan langkahnya sedangkan Arin mengikutinya di belakang. Tuan D duduk di sofa tamu, Arin duduk dihadapannya. Tiba-tiba canggung karena Tuan D hanya diam dan menatapnya dingin.


"Ahh bagaimana kalau kita memulai pembicaraan dengan minum kopi terlebih dahulu," ucap Arin.


"Aku akan memesannya ke bagian pantry," ucap Tuan D.


"Hemm bagaimana jika aku yang membuatnya, kopi bikinanku sangat enak," pinta Arin yang menawarkan diri untuk membuatkannya kopi.


"Terserah kau saja, di belakang ruangan ini ada pintu untuk membuat minuman," ucap Tuan D yang menyuruhnya masuk ke dalam pantry kecil di dalam kantornya.


Tuan D tahu betul ada niat jahat yang terselubung, ia sengaja menyuruh Arin masuk kedalam. Wanita itu pun masuk tanpa menaruh curiga.


Sementara Tuan D memanggil Lee untuk menemuinya siang itu di kantor.


Cling.


"Ya Tuanku," ucap Lee


"Kau duduklah disini dan gantikan aku. Aku akan mengubah wujud mu menjadi aku, nikmati saja kencanmu oke," ucap Tuan D yang kemudian beranjak dari duduknya.


Lee mengikuti perintah Tuannya, ia pun duduk di kursi yang tadi Tuan D duduk. Kemudian Tuan D menyihirnya dan mengubah wajah dan pakaiannya persis seperti dirinya.


"Lihatlah di cermin, kau terlihat seperti aku haha... sudah ya, selamat berpacaran ahaha," ucap Tuan D kemudian pergi dari ruangannya.


Ia juga mengunci ruang kantornya agar Arin tak dapat keluar dengan cepat. Lee berkaca pada rak etalase yang berisi piagam dan piala penghargaan.


"Astaga aku benar-benar seperti dirinya sekarang, memangnya siapa yang ada didalam? Jika di novel-novel sudah pasti judulnya pacar pengganti," gumam Lee. Kemudian ia kembali duduk seraya membaca majalah.


Tak berapa lama Arin keluar dari ruangan kecil yang ada didalam ruangan CEO itu dengan membawa dua gelas kopi panas.


Ia meletakkannya di meja dengan posisi membungkuk ke hadapan Tuan D yang tak lain adalah Lee. Memperlihatkan bagian dada yang menonjol semakin tonjok keluar.


Lee yang melihatnya menjadi salah tingkah, Arin tak begitu cantik. Jika dibandingkan Trivia, dia tak ada artinya. Hanya saja Arin memiliki tubuh yang bagus dan seksi yang membuat pria mana pun yang memandangnya menjadi bergairah.


Arin duduk disamping Tuan D yang sebenarnya Lee kemudian menyodorkan kopi yang dibuatnya. Lee meraihnya dan meminumnya hingga separuh gelas. Arin pamit ke toilet dan sengaja menyenggol lengannya saat berjalan. Kopi itu pun tumpah tepat di atas kemeja, dada Tuan D pun merasa panas karena kopi itu masih panas.


"Ahhh panas, ah..." ucap Lee yang sedang menyamar sebagai Tuan D. Bahkan suaranya pun persis seperti Tuan D


"Maaf Tuan maaf, apakah itu sakit? Hemm sebaiknya anda melepaskan kemeja itu, saya akan mengompresnya agar tidak panas,"


Arin segera ke toilet dalam dan mencari kain lalu membasahinya sedikit. Kemudian ia berlari kecil dan segera membuka kemeja Tuan D mengompresnya dengan kain yang sudah dibasahi tadi.


Terlihat dada yang bidang yang membuat Arin tergoda. Ia menatap lekat Tuan D dan begitupun sebaliknya. Pria di sampingnya ini juga menatapnya.


Arin kemudian menyentuh rahang Lee yang sedang berwujud seperti Tuan D, wanita ular itu mendekat dan mulai mencumbunya. Lee ingin melepaskannya namun itu adalah perintah Tuannya.


Cumbuan itu makin membawa gairah keduanya, terutama Lee yang mencium aroma darah segar di tubuh Arin yang manusia.


Arin tak sadar jika yang di cumbunya itu bukanlah Tuan D melainkan Lee yang baru saja memakan tikus. Arin sedikit merasakan aroma darah ya sedikit hanya sedikit. Tetapi ia tak peduli baginya ia berhasil telah bercumbu dengan Tuan D.


Sementara itu Tuan D yang asli sedang berada dirumah Liana mereka asik berfoto ria di rumah barunya meski hanya rumah sewaan.


"Sayang kau ingin makan apa?" Tanya Tuan D seraya mengambil anak rambut Liana dan menyelipkannya ke telinga

__ADS_1


"Aku sudah masak daging asap, kau ingin mencicipinya?" Tanya Liana,


"Aku mau, kalau begitu ayo kita makan bersama," ucap Tuan D.


Mereka pun makan siang dengan menu seadanya. dan juga sepiring berdua karena Liana belum membeli perlengkapan makan yang banyak. Wanita itu juga memotret dirinya yang sedang makan siang bersama Tuan D dan memasukkannya ke sosial medianya.


Selesai makan Tuan D lalu berkata serius padanya.


"Nanti malam tetaplah dirumah oke sayang, akan ada teror yang menyerang. Kau jangan takut ya, aku akan menyiapkan pasukan terbaik," ujar Tuan D seraya menggenggam jemari Liana


"Kalau begitu aku harus memberi tahu keluarga ku," ucap Liana


"Kalau kau mau, kau bisa melindungi keluargamu. Karena kau sekarang memiliki kekuatan," ucap Tuan D


"Aku juga merasakan hal yang aneh tetapi aku juga tidak dapat menggunakannya karena itu terjadi tiba-tiba," ucap Liana.


"Kekuatan itu muncul dari hati mu, ucapkanlah dengan mantap dan yakin. Jika hanya setengah-setengah kekuatan itu tak akan keluar," ujar Tuan D


"Memangnya kekuatan apa yang aku punya? Aku sendiri tidak tahu," ucap Liana


"Pelan-pelan sayang. Kau pasti bisa tahu, apa saja kekuatan yang kau punya. Oh ya apa kau mau tahu gosip hari ini?" Tanya Tuan D


"Gosip? Rupanya Drakula ku ini juga suka sekali dengan gosip haha," cibir Liana.


"Haha ya sudah kalau begitu aku tidak akan cerita," ucap Tuan D


"Memangnya apa gosipnya, hehe maaf sayang aku hanya bercanda," sahut Liana seraya membuat geli pada bagian samping perut tetapi Tuan D tidak merasakan geli.


"Weeks tidak geli," cibir Tuan D seraya menjulurkan lidahnya.


"Huff yasudah apa ceritanya ayo cerita," pinta Liana


"Saudara mu itu siang tadi berbuat ulah di kantorku. Dia terus berteriak 'Tuan D aku mencintaimu'," ucap Tuan D seraya menirukan suara Arin.


"Astaga wanita itu sungguh membuat malu keluarga ku," ucap Liana


"Padahal aku sudah memblokirnya dan menginformasikan pada satpam disana jika kehadirannya tidak diterima, tapi ya begitulah dia nekat," ucap Tuan D


"Haha lalu?" ucap Liana menginginkan terusan cerita itu.


"Lalu aku membawanya masuk ke ruangan ku, aku mencium aroma kejahatannya aku bisa membaca pikirannya dan itu membuatku ingin menyedot darahnya. Tapi tenang saja aku menyuruh Lee untuk menjadi pengganti ku," jelas Tuan D


"Lee menggantimu?" Tanya Liana


"Ya aku mengubah wujud Lee menjadi diriku, dia mengira merayu dan Mencium ku padahal yang dia cium adalah Lee haha," ucap Tuan D


"Astaga kasihan Lee, kau ini. Dia baru saja putus cinta, kau bisa menyuruh pengikut mu yang lain kan?" ujar Liana


"Justru aku ingin mendekatkan Lee dengan Arin. Aku harap dengan begitu Arin bisa berubah," ucap Tuan D


"Berubah? Berubah bagaimana jelas aku tidak suka dengan sifatnya," ucap Liana


"Percayalah padaku, aku akan membuat mereka berpasangan dan mengubah sifat Arin sekaligus," ucap Tuan D dengan percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2