Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Isi Hati Liana


__ADS_3

Kakek Ye terpaksa melontarkan perkataan kasar agar pria itu pergi meninggalkan Liana dan mengakhiri hubungannya.


"Sampai aku mati pun, aku tidak akan merestui kalian! Apa perkataan ku kurang jelas! Apa Kau Tuli?" Pekik Kakek Ye yang membuat satu keluarga itu datang mendekat.


Yuan Ye terpaku dia masih tak percaya, orang yang selama ini di segani adalah drakula. Dia hampir saja menikahkan drakula itu dengan anak tercintanya. Meskipun sampai saat ini Yuan Ye belum tahu jika Liana bukanlah putri kandungnya. Raline, Dona, Doni dan Arin serta asisten rumah tangganya yang biang gosip juga ikut terkejut mendengar pengakuan Tuan D.


Nenek Anie mengusap punggung Kakek Ye dan menyuruhnya untuk berbicara pelan.


"Berbicaralah dengan pelan, ingat kesehatanmu," ucap Nenek Anie dengan berbisik.


"Bangunlah, kau adalah pangeran drakula. Kau tidak pantas berlutut didepan ku dan aku tidak akan mengubah pendirian ku. Kalian tidak bisa bersama, aku tidak menyetujui hubungan kalian. Putuskan Liana dan tinggalkan dia serta keluarga ini. Hubungan ini tidak layak meskipun kalian mengatakan cinta satu sama lain," ujar Kakek Ye dengan suara merendah serta sesekali mengatur napasnya.


Liana semakin menangis mendengar ucapan Kakek Ye. Tuan D tak bisa lagi membendung tangisnya, ia menitikkan air mata seraya mengangguk kecil kemudian beranjak berdiri.


"Baiklah jika itu keputusan Kakek Ye. Saya hormati dan saya tidak akan memaksa. Tetapi untuk memutuskan Liana, saya tidak akan sanggup. Tetapi saya akan pergi sesuai keinginan Kakek Ye, meski hati ini tersakiti," Tuan D berbalik pergi dan menghampiri Liana.


"Sayang aku akan tetap dan akan selalu mencintaimu, aku akan pergi.... maafkan aku ini semua bukan keinginanku, meski berat tapi ingatlah aku akan selalu ada untukmu. Jangan benci mereka meski mereka tak merestui kita," ucap Tuan D seraya mengecup kening Liana didepan semua keluarganya.


Ia menitikkan air mata berwarna merah gelap. Bukan darah, bukan pula maskara yang luntur melainkan air mata seorang drakula. Pria itu masih memberikan pesan pada Liana untuk tidak membenci keluarganya. Kecupan perpisahan akan melekat di kening wanita itu, setelah itu Tuan D pergi menghilang.


Tuan D bukannya tidak berjuang, melainkan ia menghormati keinginan orang tua itu. Hening tak ada satu katapun yang keluar, semua terpaku dan memilih diam dengan kabar berita yang mengejutkan mereka semua.


Kakek Ye duduk dengan perasaan bersalah. Liana menghentikan tangisannya dan berjalan mendekati kakeknya.

__ADS_1


"Terimakasih atas penolakannya. Terimakasih telah menyakiti hati kami... Terimakasih telah memutuskan hubungan ini...hiks...hiks..." Liana kembali menangis


"Liana...kakek hanya..." ucapan Kakek Ye terpotong karena Liana segera menyelanya.


"Kakek hanya tidak ingin mendengarkan perasaan kami. Itu yang terjadi," ucap Liana kemudian melanjutkan kembali perkataannya.


"Kakek tau? Sebenarnya Aku sudah mati, jika Tuan D tidak datang menyelamatkan ku saat bayi, ketika kakek menyembunyikan ku di rawa-rawa saat kejadian itu , Aku sudah mati jika Tuan D tidak masuk ke dimensi mistis yang ku punya dan menolongku dari monster menjijikan itu. Dan....hiks... aku sudah mati jika Tuan D tidak menolongku saat aku di sekap drakula jahat. Aku tidak akan ada disini kek, lebih baik aku memilih untuk mati saat itu dari pada aku mati karena cinta yang tidak direstui," ucap Liana dengan lirih.


Semua hanya diam bahkan Arin yang selalu menjadi orang yang menyebalkan ikut menangisi kisah asmara Liana.


"Liana, dengarkan kakek," ucap Kakek pelan


"Kakek yang harus mendengarkan ku lebih dahulu," ucap Liana tak mau kalah.


"Tuan D berkata seperti ini padaku,"


"Meskipun mereka hanyalah keluarga angkat mu, namun perjuangannya menyelamatkanmu, perjuangannya membesarkan mu sudah seperti keluarga kandungmu. Mereka menyayangimu meskipun tidak pernah mengatakannya. Kau jangan membenci mereka. Kita akan cari cara terbaik, jika pernikahan itu ditunda aku tak masalah asalkan mereka merestui hubungan kita," ucap Liana dengan suara yang dibesarkan seolah-olah itu adalah suara Tuan D.


"Keluarga angkat? Apa maksudnya?" Tanya Raline yang dari tadi hanya diam


"Siapa yang keluarga angkat bagimu Liana? Kami ini keluarga kandungmu," ujar Yuan Ye


Dengan secara tidak sengaja Liana mengumbar rahasia kakek dan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tuan D masih menghormati kalian, apa yang salah darinya? Tak bisakah kalian tetap merestui hubungan ini? Jangan dengarkan apa kata orang, Aku yang menjalaninya, aku yang akan menanggungnya hiks ....hiks....hiks...aku mencintai pria drakula itu Kek," ucap Liana yang menangis lagi. Ia pun jatuh terduduk karena lututnya berdenyut tak kuat menopang.


Tiba-tiba Arin berlari mendekati Liana dan memeluknya, "Aku keluargamu Liana, maafkan aku... maafkan aku...," ucap Wanita itu.


Kakek Ye bersedih ia menitikkan air mata kemudian. Dan mengungkapkan misteri yang selama ini ia pendam. Yuan Ye, Raline, Dona dan Doni duduk mendengarkan cerita masa silam.


"Jadi ... Liana bukan anak kandungku?" Tanya Raline memastikannya lagi


"Iya aku bukan anakmu dan aku terus saja kalian salahkan. Aku terus mengalah dan akan selamanya menjadi anak yang ditirikan. Tapi apakah aku salah meminta restu kalian yang bukan siapa-siapa ku," ucap Liana yang kemudian mendapat tatapan simpati dari Yuan Ye dan Raline.


"Ini semua salahku, Aku terlalu egois. Liana maafkan aku," ucap Arin yang terus saja menangis di bahu Liana.


"Liana, kau akan terus menjadi anakku, aku juga menyayangimu, meskipun caraku salah tapi aku tidak ingin kau meninggalkan keluarga ini," ucap Raline yang mendekat dan duduk dibawah bersama kedua anaknya.


Yuan Ye terenyuh, selama ini ia memandang Liana seperti Alexandra. Ternyata wanita itu memang anak Alexandra dan Yuan Ye sangat mencintai Liana seperti anak kandungnya.


Keluarga Ye memang mempunyai tradisi menomorsatukan anak pertama, tetapi cara yang dilakukan Yuan Ye salah. Ia tidak pernah mendengarkan Liana jika Liana membela diri. Dan saat ini Liana sedang berjuang mempertahankan hubungannya.


"Liana, Aku akan merestui hubungan mu dengan Tuan D," ucap Yuan Ye pada akhirnya mengalah.


"Tidak! Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu, Liana. Maafkan kakek, ini bukan masalah cinta. Tetapi ini masalah perjanjian mistis. Drakula dan manusia tidak akan pernah bisa bersatu. Keputusan Kakek sudah bulat, kau dengar sendiri kan? Kekasihmu saja menghormati kakek. Seharusnya kau juga bisa menghormati keputusan ku," ucap Kakek Ye kemudian pergi dari hadapan Liana serta keluarganya. Nenek Anie membantunya berjalan. Ketika pria tua itu sudah jauh berjalan. Ia menangis di pelukan istrinya.


"Aku tak kuat memutuskan hubungan ini, aku terlalu menyayangi Liana. Aku memikirkan masa depannya. Apa yang harus ku lakukan sayang? Aku tidak bisa merestuinya karena ini sangat terlarang," ucap Kakek Ye yang sedari tadi menahan tangisnya

__ADS_1


------


__ADS_2