Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Ingatan Yang Kembali


__ADS_3

Liana bercermin di dalam toilet seraya menggosok giginya. Ritual malam sebelum ia pergi tidur membersihkan wajah kemudian giginya.


Setelah itu Liana membawa semua baju kotornya kebawah untuk dia cuci besok pagi. Namun sesuatu terjatuh dari tangga.


Klontang Klontang


"Kalung siapa ini? Kenapa terjatuh dari pakaianku?" Tanya Liana pada dirinya sendiri, seraya memungut kalung yang terjatuh itu.


Ia berdiri kembali sembari melihat kalung indah yang memiktanya dan pelan-pelan ia turunin anak tangga. Saking terpesonanya ia terhadap cantiknya kalung berlian itu Liana terpeleset, ia pun tak sempat memegang pagar tangga.


Syuuuut


Tuan D datang tiba-tiba dan menangkap Liana yang hampir terjatuh. Sorot mata Liana menatap tajam pada pria yang menangkapnya itu.


"Kenapa jantungku berdetak kencang? Apa karena pria ini?" Batin Liana yang kemudian berdiri


"Jangan dilihat saja kalungnya tetapi dipakai juga ya, dan hati-hati jika berjalan," pesan Tuan D seraya tersenyum


Liana ingin melontarkan banyak pertanyaan untuk Tuan D. Namun pria itu pergi begitu saja. Ini masih hari kelahirannya. Dan dia tidak siap jika berdekatan lama dengan Liana, Pria itu takut lepas kendali dan malah akan membahayakan nyawa Liana.


"Kemana dia pergi? Ternyata pria drakula itu penakut juga," Batin Liana.


Setelah menaruh pakaian kotornya di ranjang pakaian kotor tepatnya dekat mesin cuci, Liana kembali ke kamarnya. Sebenarnya kamar untuk tamu namun ia berganti kamar karena Kakeknya memakai kamarnya.


Ia bercermin dan mendengarkan perkataan Tuan D untuk memakai kalung itu, kemudian Liana memakainya dengan berhati-hati karena kalung itu sangat berat.


"Kenapa aku merasa pernah mengalami hal ini, ahh kepalaku pusing,"


Kemudian Liana mendapatkan bayangan dirinya saat bersama Tuan D.


"Untukmu calon istriku," ucap Tuan D berkata dengan mantap seraya menatapnya dari cermin.

__ADS_1


"Ini Red Diamond sangat cantik terlalu cantik, tidak cocok jika ini mengalung di leherku," ucap Liana seraya memegang kalungnya.


Bayangan tentang dirinya dan Tuan D hilang lagi, Liana makin merasa pusing hingga kedua sikunya menopang di meja rias, seraya kedua tangannya memegangi kepalanya. Ingatannya berputar-putar dan terus terbayang akan Tuan D.


"Sayang, kau kenapa?" Tanya Tuan D yang datang karena khawatir akan keadaan Liana.


Liana memalingkan pandangannya kepada Tuan D dan kemudian ia beranjak dari duduknya didepan meja rias itu dan mendekati Tuan D. Wanita itu menarik kerah bajunya.


"Kau! Di mana ibuku! Kau apakan Ibuku, hah!" pekik Liana dengan emosi yang mendalam.


"A-aku tidak berbuat apapun pada ibumu, tetapi aku tahu dia sedang dibawa oleh monster kegelapan ," jawab Tuan D.


"Bohong, Aku lihat dengan mata kepalaku, dan aku mengingatnya jelas. Kau menggigit lehernya dan melukainya kemudian kau membawa ibu kandungku," ucap Liana, luapan emosinya masih menguasai jiwanya.


"Sungguh bukan aku yang melakukannya. Kau telah dipengaruhi oleh kekuatan ingatan yang di rekayasa Boscha," balas Tuan D dengan tenang.


"Kau drakula jahat! Aku membencimu,"


Entah kenapa Liana menurut akan perintah Tuan D untuk menatap matanya. Liana merasakan gejolak cinta dalam dirinya melebur meredakan emosi itu seketika.


"Si-al dia cantik sekali, Aku tidak dapat menahan untuk tidak menyantapnya," batin Tuan D.


Ia pun khilaf dan mengecup bibir Liana, daripada menghisap darahnya lebih baik ia mencumbu wanita itu. Namun Liana mendorongnya keras berusaha melepaskan kecupan.


Plaaaak.


Sebuah tamparan mendarat di pipi pria itu. Liana kembali teringat akan kejadian seperti ini terulang. Seperti Dejavu tapi bukan ditempat yang sama. Ia pernah mengalaminya. Bayangan akan dirinya kembali lagi, saat Liana berada didalam mobil dan menampar keras pria itu karena alasan yang sama.


Liana memundurkan langkahnya, sedikit demi sedikit ingatan tentang Tuan D muncul. Dalam bayangan itu Tuan D berkata, "Jika aku bisa memilih kapan aku lahir. Aku akan memilih dilahirkan di tahun kelahiran mu dan memilih terlahir sebagai manusia. Merasakan suka duka bersamamu, menua bersamamu hingga maut memisahkan kemudian kita akan bertemu lagi di alam yang berbeda. Aku tahu batasan ku dan aku akan menjaga berlian di hadapanku ini."


Kemudian muncul bayangan lain saat Liana ditampar oleh Boscha kemudian Tuan D datang menendang Boscha seraya berkata "Sayang maafkan aku datang terlambat!"

__ADS_1


Dalam bayangannya itu Liana melihat Tuan D juga mengeluarkan cahaya kekuatan dari tangannya. Kemudian rantai yang melilit di tangan dan kaki Liana menjadi terlepas.


Saat ini Liana masih merasakan pusing yang hebat, seperti sakit kepala dan sangat berat hingga akhirnya wanita itu pingsan.


Tuan D menggendongnya dan membaringkan di ranjang tidurnya. Pria itu menggenggam jemari Liana seraya berucap "Maaf," terus menerus ia lontarkan sembari menangis. Bukan pria yang cengeng, bukan pula pria yang lemah namun pria ini sangat mencintai wanitanya. Ia bahkan menangis dan rela pergi saat itu juga.


Tuan D mengecup kening Liana dan meneteskan air mata, air mata itu jatuh di atas kalung batu berlian yang masih Liana pakai. Tanpa disadari berlian itu memancarkan sihir cinta yang terserap oleh tubuh Liana.


"Sayang aku tidak ingin begini, ku mohon jangan lupakan aku dan cintaku. Mungkin aku terlihat berlebihan, mungkin aku terlihat egois. Tapi inilah yang ku rasakan," Tuan D memejamkan matanya, sembari menempelkan punggung tangan Liana di depan bibirnya. Ia duduk disamping ranjang dengan kursi rias kecil.


Wanita itu mendengar seseorang menangis dan punggung tangannya basah. Perlahan matanya dibuka dan ia menatap sosok pria disampingnya dengan mata terpejam dan dengan segala kesedihannya.


"Pria ini tidak jahat, dan aku mencintainya," batin Liana.


Tuan D mendengar kata batin dari wanita itu. Ia membuka matanya dan melihat Liana yang sedang memandangi dirinya.


Wanita itu beranjak bangun untuk duduk dan berkata, "Aku ingat semua tentang kita, aku juga ingat tentang wanita itu yang tak lain adalah Ibuku, bukan kamu yang mencelakainya, tetapi monster itu," Liana terdiam kemudian


"Apakah aku menyakitimu?" Tanya Liana


Tuan D menggelengkan kepalanya dan langsung menghamburkan dirinya memeluk Liana.


"Aku takut jika Aku tak pernah hadir dalam ingatanmu," ucapnya kemudian melepaskan pelukannya dan kembali duduk. Masih dengan menggenggam tangan wanita itu.


"Dan sekarang aku tahu, Drakula ku ini benar-benar mencintai ku bahkan kau menggodaku juga ketika aku bayi. Kau menjagaku dari serangan musuh tetapi Nenek malah mengusirmu," sahut Liana


"Jadi kau telah mengetahui semua cerita itu?" ucap Tuan D


Liana mengangguk dan kemudian menggeleng," Sebenarnya ada yang tidak ku ketahui, karena pandangan itu tidak jelas," jawab Liana.


"Aku akan menceritakan kali ini tanpa kebohongan," ucap Tuan D.

__ADS_1


__ADS_2