
Liana duduk di rerumputan di taman bunga dekat kastil, tuan D memetik setangkai bunga mawar dan memasangkan bunga itu di rambut dekat telinga kekasihnya.
"Kau sangat cantik Liana," puji Tuan D
"Kalau aku tidak cantik, apa kau akan mau denganku?" Tanya Liana
"Tentu saja, apa kau tahu, rupa bayi yang baru lahir. Kulitnya masih keriput, kecil, tulangnya masih lembek, belum ada giginya, tetapi aku mencintainya," ujar Tuan D mengingatkan Liana ketika dia pertama kali bertemu Liana.
"Cinta itu aneh ya,"
"Sangat aneh," Tuan D memeluk Liana dari belakang.
Pria itu menaruh dagunya di atas bahu Liana, ia memejamkan matanya merasakan aroma darah Liana yang semakin membuat dirinya tergoda. Tuan D terus menahannya, ia mencium pipi Liana dan beralih ke telinganya membuat geli disekujur tubuh Liana. Liana tertawa dan Tuan D semakin membuat gelitikan kecil untuknya.
Tuan D mengusapkan hidungnya di permukaan leher Liana, memberikan sentuhan yang menggelitik dan tawa kecil terdengar kemudian.
"Kau terlihat menyukainya," ucap Tuan D
"Itu sungguh membuatku geli dan membangunkan hasratku, jujur saja," ujar Liana dengan polosnya.
"Hasrat?" Goda Tuan D membuat Liana malu mengakuinya lagi.
"Besok kita akan menikah, aku juga tidak sabar menyentuhmu. Menjadikanmu istriku dan memiliki anak darimu," ucap Tuan D seraya tersenyum pada Liana. Pria itu semakin banyak tersenyum.
Kini Liana yang semakin tergoda akan kharisma luar biasa dari seorang pangeran. Garis rahang yang tegas, jakun milik yang terlihat menonjol dari leher sang pangeran, bibir yang merah dan sedikit tebal pada bagian bawah serta taring kecil disisi kiri dan kanan membuat Liana semakin terpikat.
Liana tiba-tiba berbalik, menyentuh rahang pria itu dan mencumbunya dengan rakus. Sentuhan kulit yang terasa manis dari bibirnya. Napas yang terdengar semakin menderu membuat Liana kembang kempis menahan hasratnya. Wanita itu melepaskan kecupannya dan menatap lekat manik coklat kemerahan milik drakulanya.
"Aku tidak ingin menikah besok, aku ingin menikah sekarang. Firasat ku seperti mengatakan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi," ucap Liana yang tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya lagi.
Tuan D mendekatkan hidung mancungnya dengan hidung Liana menggesekkan dengan lembut kemudian menyatukan dahinya seraya berkata, "Kau ingin menikah sekarang karena hasrat yang kau punya atau karena firasat burukmu hemm?" Pria itu menggoda kekasihnya.
"Firasat ku sayang,"
"Jangan pikirkan yang buruk, berpikirlah yang baik dan indah dan berharap semua akan baik-baik saja," ucap Tuan D
"Liana jangan mengecup ku seperti tadi, aku bukannya tidak mau, tapi kau terlalu menggoda. Kau mengerti maksudku kan?" timpalnya
__ADS_1
"Iya hehe,"
"Soal keinginanmu tadi akan aku usahakan. Ya sudah kita masuk ke dalam hari sudah semakin siang, dan aku sedikit kepanasan," ujar Tuan D, Liana lupa jika kekasihnya tak tahan jika berlama-lama di bawah terik matahari karena tubuhnya akan terbakar. Mereka beranjak berdiri dan masuk ke dalam.
Tidak masalah bagi Tuan D jika ingin melaksanakan pernikahannya hari itu juga. Pria itu lantas menyuruh anak buahnya untuk mengatur pernikahan dan menyampaikan kabar berita pada keluarga Liana yang tinggal di Bukares.
Lee mengatur persiapan pernikahan Liana dan Tuan D dengan membawa semua keluarga Liana ke kastil Tuan D. Lee juga mengajak Trivia saat itu.
"Liana menikah malam ini? Kau serius? Kau tidak bercanda kan?" Tanya Trivia dengan berjuta pertanyaan. Tidak bukan berjuta melainkan hanya tiga pertanyaan.
"Iya, jika kau ingin datang, sore ini kau kerumah Tuan Yuan saja dan berangkat bersama dengannya," ucap Lee.
Kemudian dari dalam Steve menghampiri Trivia yang berdiri di depan pintu ruang tamu dan merangkul wanita itu. Lee melihatnya dan tampak tidak nyaman. Jelas sekali Lee belum move on, perasaannya masih untuk Tri seorang.
"Siapa yang menikah?" Tanya Steve
"Jika Steve benar kakak kandung Liana, apakah dia bisa menerima keberadaan Tuan D yang seorang drakula?" Batin Trivia.
Lee membaca batin Trivia dan membelalakkan matanya. Tidak mungkin jika Steve kakaknya, karena Steve juga sangat membenci drakula.
Steve belum melihat jelas siapa yang datang begitu dia tahu jika Lee yang ada disana, Steve dengan bergerak cepat langsung mengarahkan pistolnya ke arah Lee.
Trivia menahan tembakan itu, ia bahkan berdiri di depan pistol yang mengarah pada Lee.
"Sayang jangan marah, dia kemari hanya ingin memberikan kabar undangan pernikahan," jelas Tri secara perlahan.
"Hah? Kau masih percaya padanya setelah apa yang dia lakukan padamu?" Tanya Steve.
"Dia saat itu setengah manusia dan sekarang dia sudah menjadi drakula seutuhnya tetapi dia hanya seorang pengikut, tenang saja dia pengikut yang baik. Dia tidak akan memangsa manusia. Jika dia melakukan itu dia akan musnah," ucap Trivia dengan berbisik dan dengan nada suara yang halus.
Lee memundurkan langkahnya, dia sadar akan jati dirinya. Ia pun menghilang tanpa pamit.
"Lee, terimaka.....," ucapan Trivia terhenti karena Lee sudah tidak ada didepan.
"Huh dia menghilang," gumamnya.
"Yang menikah Liana, tetapi dia tidak menikah di Bukares. Dia menikah di Transylvania," ucap Trivia dengan jujur tetapi ia tidak mengatakan jika Liana akan menikahi seorang drakula.
__ADS_1
Sementara di keluarga Yuan Ye, semua mendapat kabar yang mengejutkan. Mereka dibantu oleh suruhan Tuan D dengan membawakan mereka baju-baju terbaik dan termahal.
Dona sangat menyukai gaun yang diberikan, itu bermerek dan hanya ada satu didunia. Raline pun sama, dia seperti seorang ratu mengenakan busana mahal dan dengan banyak payet yang memukau. Yuan Ye senang dengan pemberian keluarga besannya tetapi ia menangis karena sebentar lagi putrinya akan selamanya meninggalkannya. Dia tidak lagi tinggal dirumahnya, dan tanggung jawab terhadap putrinya juga akan lepas. Meskipun Liana bukan anak kandungnya. Tetapi Yuan Ye sangat menyayanginya.
Kakek Ye juga demikian, meski berat merestui hubungannya dengan drakula namun dia ingin cucunya bahagia. Terlebih lagi perbuatan Tuan D yang sering membantu Liana bukan karena mengharapkan sesuatu melainkan karena cinta yang ia miliki.
Trivia segera bersiap setelah mendapatkan kabar gembira. Ia bersama dengan Steve kerumah Liana saat itu.
Ting Tong
Bel rumah Yuan Ye berbunyi, Arin yang sudah tampil cantik dengan gaunnya saat itu sedang turun ke bawah. Ia lalu berjalan menuju ruang tamu untuk membuka kan pintu. Wanita itu melihat Tri dengan seorang pria yang pernah ia taksir sebelumnya.
"Tri ...," sapa Arin
"Hai, aku di undang Liana untuk ke pernikahannya malam ini. Aku boleh ikut? berangkat bersama dengan kalian," ucap Trivia
"Oh masuklah Tri, kami sedang bersiap sebaiknya kalian menunggu didalam," ujar Arin dengan sikapnya yang sopan.
Trivia mengernyitkan dahinya, wanita ini tak biasanya bersikap ramah. Mereka pun masuk dan menunggu keluarga lainnya yang sedang bersiap. Arin menemani mereka dan meminta asisten rumah tangganya untuk membuatkan minum untuknya.
"Trivia, kau terlihat cantik sekali," puji Arin dengan senyumnya
"Kau juga cantik," balas Trivia dengan canggung.
"Ini Steve, tunangan ku," Trivia mengenalkannya pada Arin. Wanita ini takut jika Arin akan melirik Steve dan berniat merebutnya tapi ia berharap semoga Arin tidak berbuat seperti itu.
"Wow selamat ya, aku pernah bertemu dengannya. Saat teror drakula dekat tol waktu itu. Dia menyelamatkan aku dan keluargaku," ujar Arin mengingatkan tetapi Steve sedikit lupa dan ia berusaha mengingat.
"Hemm yang waktu itu kalian ada didepan klinik?" ucap Steve
"Ya benar,"
"Oh, syukurlah kalian baik-baik saja," ucap Steve.
"Iya, terimakasih atas bantuannya," ucap Arin
Tak berapa lama keluarga lainnya sudah siap untuk berangkat.
__ADS_1
Sore itu mereka akan menaiki pesawat pribadi yang telah disiapkan pangeran drakula.
"Semoga Steve tidak tahu jika Tuan D dan keluarganya adalah drakula, aku takut pernikahan Liana akan terganggu dengan kehadiran Steve," batin Trivia yang berharap semua akan baik-baik saja.