Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Kemelut Cinta


__ADS_3

"Kurang ajar!! Mereka mau menikah haha tidak akan ku biarkan!" Seru Monster itu setelah menyelesaikan ritual pelepasan gairahnya.


Monster itu mendapatkan kabar dari anak buahnya yang seorang mata-mata, ia masuk kedalam kawasan kastil baru saja dan mendapatkan informasi berharga. Mereka berbicara lewat telepati.


"Siapa, yang menikah?" Tanya Alexandra, wanita itu kesakitan setelah Monster itu melepaskan tautan yang membuat seluruh tubuhnya membeku.


"Liana, putri kecilmu yang kini tumbuh sangat cantik. Haha terutama darahnya sangat membuatku menginginkannya. Oh tidak aku lebih menyukai jantung nya. Setelah ku nikahi dia dan menjadikannya drakula maka jati diriku akan kembali seperti dulu. Aku akan menikmatinya sebelum ku ambil jantungnya hahaha," ujar Monster itu dengan tawa membahana menggema memenuhi kastil tuanya.


"Tidak!! Ku mohon jangan putri ku! Aku rela berhubungan dengan mu tapi jangan kau sakiti putri ku!" ucap Alexandra seraya menangis dan menggapai kaki Monster itu. Namun ia tak bisa karena tangannya masih terantai.


Monster itu tak menanggapi ucapan Alexandra, ia terus berlalu pergi dan mengurung wanita itu di ruangan gelap, tanpa ranjang yang empuk. Bahkan wanita itu tak diberikan busana. Ia hanya diijinkan memakai busana ketika Monster itu membutuhkan darah Alexandra. Namun Monster itu terus memberinya makanan yang lezat dan darah yang banyak. Tentu saja Alexandra harus makan dan minum, Monster itu masih membutuhkan darahnya.


Alexandra berusaha kabur lagi, ia mengumpulkan kekuatannya untuk mengeluarkan tangannya dari besi yang mengikat di pergelangan tangannya. Rantai panjang itu membuat tangan dan kakinya terluka. Sekeras apapun usahanya ia tetap tak bisa. Alexandra juga tidak bisa mengeluarkan kekuatan mistisnya. Ia bisa memakai kekuatannya di luar ruangan itu.


Ia menangis dan berharap Liana selalu dilindungi. Ia mengharapkan bantuan Ratu Bella. Wanita itu juga mengirimkan pesan kepada Liana dan seketika wanita itu mempunyai firasat buruk akan menimpa.


"Apakah itu pesan dari Ibu ku? Semoga Monster itu tidak datang. Tuhan Lindungi aku dan keluargaku terlebih Lindungilah Tuan D dan orang-orang yang aku sayangi. Amiin," ucap Liana.


Sore menjelang malam, senja mulai terbenam. Keluarga Liana telah datang ke kastil kerajaan drakula. Mereka semua menganga. Kastil ini tidak pernah terjamah oleh manusia. Steve merasakan keanehan yang terjadi, seperti ada aura mistis di sekitarnya.


Liana masih di rias dengan cantik oleh perias yang ternama. Tentu saja perias itu adalah manusia namun ia tidak tahu jika kastil itu adalah kastil drakula. Setelah selesai perias itu diberikan uang yang banyak dan ia dikembalikan ke rumahnya lalu ingatannya dihapuskan.


"Sayang ku Liana, kau menantu ku yang amat cantik," puji Ratu Bella yang juga sudah tampil cantik dan anggun dengan mahkota yang melingkar di kepalanya.


"Terimakasih Ratu Bella, kau juga sangat cantik," balas Liana dengan pujian.


"Panggil aku Ibu sayang, mulai saat ini kau anak ku, dan aku ibu mu," Ratu Bella mendekat dan memeluk Liana. Kemudian wajahnya berubah menjadi serius. Ada hal penting yang ia ingin sampaikan.


"Liana, aku memiliki firasat yang buruk. Seperti ada seseorang yang berbisik pada ku untuk selalu melindungi mu," ujar Ratu Bella


"Bu, aku juga mempunyai firasat buruk yang mengatakan dia akan datang," ucap Liana


"Aku akan melindungi mu segenap jiwa raga ku. Namun kau harus tahu. Kau memiliki kekuatan yang Dia incar. Kau terlahir special. Kau berdarah lain dari kami, kau berdarah campuran manusia dan drakula yang memiliki kekuatan supermoon. Namun jika kau memilih menjadi drakula seperti kami, kekuatan mu akan lebih besar," ujar Ratu Bella

__ADS_1


"Tapi aku tidak ingin memaksamu. Aku hanya ingin memberitahuku hal yang terjadi ketika kau berubah seperti kami," timpal Ratu Bella


Tak berapa lama Tuan D datang dengan penampilannya yang tampan dan sangat berkharisma.


"Bu, aku tidak mengijinkan mu mempengaruhi Liana. Aku ingin dia tetap sebagai manusia," ucap Tuan D.


"Maaf nak, ibu tidak menyuruh Liana melakukannya tetapi ibu hanya menyampaikan apa yang terjadi ketika dia berubah menjadi seperti kita," ucap Ratu Bella yang sebenarnya ia takut jika Liana tak berubah ancaman terbesarnya adalah mereka akan kalah.


"Sayang, sudah lah. Jangan membesarkan masalah. Aku tidak akan terpengaruh, aku akan menuruti apapun yang kau inginkan," ucap Liana menengahi pertikaian ibu dan anak itu.


"Liana ada satu hal yang akan ku katakan. Selama ini Monster itu tidak bisa menyentuh ku karena nama asli ku tak pernah disebut. Nenek dan seorang penyihir melindungi ku dengan mantra mereka," ucap Tuan D lalu terhenti karena ia akan mengambil napas.


"Saat kita menikah nanti, kita akan menyebut nama kita masing-masing dan ketika nama ku disebut, pelindung nya akan hilang lalu monster itu bisa datang kapan pun. Kau bisa menghadapinya sayang. Hadapi dia dengan ketulusan cinta yang kau miliki, itulah kekuatanmu. Sentuh jantungnya kemudian kutuk dia saat kau menyentuhnya," ujar Tuan D seraya memegang kedua bahu Liana dan memberinya semangat.


"Tapi aku tidak tahu cara mengeluarkan kekuatan itu," ucap Liana ragu


"Ketika mengeluarkan kekuatan mu untuk pertama kali. Pejamkan mata mu dan rasakan energi yang kau miliki, konsentrasilah sayang. Dengan rasa cinta dia akan kalah. Karena di dalam hidupnya ia dipenuhi dengan kebencian. Sebenarnya dia seorang yang baik namun penghianatan cinta membuatnya membenci wanita dan menjadikannya sakit jiwa," ujar Ratu Bella


"Jika kita tidak bisa mengalahkannya dengan cara itu maka aku rela kau menjadikan ku drakula mu," ucap Liana


"Tidak sayang aku tidak ingin membuatmu terluka. Aku tidak tega melihat mu terluka apalagi saat aku menyedot seluruh darahmu hingga kau berubah seperti ku, aku tidak bisa membayangkannya," ucap Tuan D


"Aku bisa menahan sakitnya, kau... kenapa kau egois. Kau ingin aku menjadi ratu mu tapi kau tidak tidak ingin menjadikan ku drakula mu?" ucap Liana


Pasangan itu kini semakin terbawa kemelut cinta yang mereka ciptakan sendiri. Liana menginginkan dirinya berubah menjadi drakula sedangkan Tuan D menginginkan wanitanya tetap menjadi manusia.


Sembari menunggu persiapan pernikahan yang tinggal beberapa menit lagi, keluarga Liana di suguhkan makanan yang sudah tersaji di meja besar. Arin mencuri pandang pada Lee yang berada di pintu luar, ia pun mendekati Lee dan menyapanya.


"Lee kau tidak masuk?" Tanya Arin


"Tidak, kau jangan kemari. Aku sedang bersembunyi dari Steve," ujar Lee


"Maksudmu? Kenapa kau harus bersembunyi? Oh kau masih mencintai Trivia sehingga kau takut berhadapan dengan Steve," terka Arin

__ADS_1


"Tidak, aku tidak takut padanya. Aku hanya tidak ingin pernikahan Liana berantakan gara-gara Steve. Dia seperti kakek mu, yang tidak suka dengan drakula," jelas Lee


"Biarkan saja, toh dia bukan siapa-siapa Liana. Dia tidak akan mencampuri urusan Liana," ucap Arin


"Kau tidak tahu? Steve itu kakak kandung Liana," ucap Lee


"Hah dari mana kau tahu?" Tanya Arin.


"Aroma darahnya sama meskipun Liana memiliki darah campuran tetapi darah mereka berasal dari orang tua yang sama bedanya Liana sedikit memiliki gen drakula yang mengalir di darahnya," jelas Lee membuat Arin menganga


"Jika kau tak percaya maka tes lah darah mereka ambil sampel rambut Steve dan Liana. Aku yakin mereka 100 persen adik dan kakak," timpal Lee


"Baiklah aku akan melakukannya setelah ini. Kalau begitu jika dia tahu nanti, buat saja dia pingsan. Kau bisa melakukannya kan?" ucap Arin


"Ah kenapa tidak terpikirkan olehku, idemu sangat keren Arin," sahut Lee yang tersenyum padanya.


Arin terus menatap Lee yang sedang tersenyum senang, ia bersandar pada pintu dan berkata, "Lee apa kau mau menikah denganku?"


"Aku tahu kau tidak mencintaiku, aku hanya ingin anakku nanti terlahir memiliki seorang Ayah. Setelah dia lahir kau bisa mengakhiri hubungan itu. Dan kita juga tidak akan melakukan hubungan suami istri setelah kita menikah. Aku hanya perlu status untuk anakku. Aku tidak ingin laki-laki yang lain. Karena aku sudah terpikat olehmu. Kau mau kan Lee?" ucap Arin secara perlahan dan sangat lembut.


Perkataan Arin membuat Lee tak tahu harus berkata apa, dia sama sekali tidak ingin berhubungan dengan wanita. Ada rasa trauma dalam dirinya dan itu sulit dihilangkan. Dan Dia tidak ingin itu terjadi lagi dan membuatnya sakit kembali. Menurutnya cinta hanya bisa menyakiti. Namun sebenarnya dari hati yang paling dalam Lee merasa iba pada Arin. Lee juga bisa merasakan jika Arin telah berubah. Dan


"Ya aku mau," ucap Lee, entah kenapa ia pun mengatakan hal yang berbeda dengan apa yang dia pikirkan. Sebenarnya Lee ingin mengatakan tidak namun yang dia lontarkan berbeda.


"Benarkah?" ucap Arin riang kemudian memeluk Lee tanpa sadar. Lee melepaskan pelukan Arin, ia ingin meralat ucapannya namun Arin terlihat bahagia dan Lee tidak tega mengatakan tidak.


"Hemmm baiklah aku akan mencobanya. Hanya menikahinya kan dan dia tidak meminta melakukan hubungan yang lebih," batin Lee


Sementara itu waktu yang dinantikan tiba. Liana dan Tuan D datang mereka akan melangsungkan ritual pernikahan kerajaan. Sekaligus penobatan Liana sebagai Ratu dan Pangeran D sebagai Raja berikutnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halah Lee paling yo nanti kamu bucin ma Arin wkwkkw. Arin kan seksi memangnya bisa situ nahan godaan syaitonirojim😏

__ADS_1


__ADS_2