
Steve ingin sekali menarik pelatuknya, kemudian ia melemparkan pistol ke arah Sebastian. Sebastian dengan refleks menangkapnya dan mendarat dengan sempurna di genggamannya.
Sebastian bisa saja menembakkan peluru itu ke arah Steve, tetapi Steve memilih percaya padanya. Ia bahkan menyuruh Sebastian untuk menentukan pilihan sulit. Sebastian harus memutuskan apakah ia ingin mengakhiri Istrinya atau pasrah membiarkan wanita itu menyerangnya.
Terlihat wanita itu tengah berdiri dan mulai mendekati, pilihan yang sulit. Namun ia harus menentukan saat itu juga. Tangannya gemetar dan berkeringat. Dahinya mengeluarkan peluh dan nafas yang memburu. Stefani semakin mendekat dan kemudian dor.
Sebastian dengan mata terpejam menarik pelatuknya ke arah Stefani. Sedangkan Steve berbalik membelakangi Sebastian. Waktu terhenti, semua mematung dan peluru yang keluar terlihat melayang. Ratu Bella datang di tengah peliknya keadaan.
Ratu Bella dan Jasmine menarik Stefani dan membuatnya menjadi pengikutnya. Sebastian melihat sosok Ratu Bella yang tidak ia kenal, di depan matanya pria itu melihat Istrinya sekarat dan seketika wujudnya berubah menjadi wanita drakula seutuhnya.
Stefani tersenyum pada suaminya yang mematung karena Ratu Bella menghentikan waktu dan pergerakan disekitar mereka. Perlahan ia berjalan mendekati dan mengecup bibir Suaminya tanda perpisahan dan berbisik.
"Sebut namaku jika kau merindukanku, aku pergi dulu dan terimakasih telah menjagaku," ucapnya berbisik di telinga Sebastian.
Sebastian tak dapat memeluknya, tubuhnya kaku dan ingin rasanya ia memeluk istrinya di akhir pertemuan mereka. Sebenarnya mereka bisa saja bertemu meski hidup di dunia berbeda. Tetapi Sebastian tidak bisa jauh darinya, ia terlalu mencintainya seperti magnet yang selalu menempel pada permukaan besi.
Ratu Bella menyentuh pundak Stefani dan menyuruhnya untuk pergi bersamanya. Stefani melambaikan tangannya dan kemudian mereka menghilang.
__ADS_1
Waktu berputar kembali, peluru yang melayang akhirnya menancap di sebuah pohon. Sebastian masih terpaku dan air matanya seketika menetes tanpa ia sadari. Steve tak mendengar suara apapun setelah suara tembakan. Ia pun berbalik dan hanya melihat Sebastian yang berdiam dan masih memegangi pistol dengan kedua tangannya.
Mata Steve mencari keberadaan Stefani di sekelilingnya, pertanyaan pun muncul di benaknya.
"Kemana wanita itu pergi?" batinnya.
"Kemana dia?" Tanya Steve pada Sebastian.
"Dia pergi bersama dua drakula," jawab Sebastian dengan lirih.
"Kau ditangkap karena kasus penculikan anak dan kasus pembunuhan yang kau lakukan pada asisten mu di kantor laboratorium, yang telah kau sembunyikan selama ini," ucap Steve dan menarik lengan Sebastian untuk ikut bersamanya.
Sebastian terlihat pasrah dan mengikuti arahan Steve. Mereka masuk ke dalam mobil. Tak lupa juga Steve membawa serta anak bayi yang berada di dalam kontainer yang telah dilubangi.
Saat didalam mobil Sebastian memperhatikan Steve dan berkata, "Siapa kau?" Steve lalu menoleh dan tersenyum miring.
"Aku agent penyamar yang ditugaskan mengawasi mu karena tindakanmu yang mencurigakan. Maka dari itu saat Nona Tri membutuhkan beberapa bodyguard. Aku ikut serta mendaftarkan diriku," jelas pria bertubuh kekar itu.
__ADS_1
"Sudah ku duga, kau terlihat mencurigakan, tapi aku tidak menyadari,"
Sebastian mengangguk pelan ia terlihat tak dendam lagi, ia lalu bersandar di bangku mobil dan menatap kearah depan. Mobil berjalan dengan kecepatan standar. Pria itu kini menyesal dan mengakui kesalahannya.
Sebenarnya Sebastian menjadi jahat hanya untuk menjaga istrinya agar tenang dan tidak kelaparan hingga ia berani melakukan kesalahan yaitu membunuh asisten kantornya dan menculik seorang bayi kemudian di serahkan pada istrinya untuk menjadi santapannya. Kini Stefani telah membaik meski ia menjadi drakula setidaknya tidak tersiksa lagi.
"Terimakasih Ratu Bella, tubuhku merasa membaik saat ini," ucap Jasmine wanita drakula yang tengah hamil. Sebentar lagi Jasmine akan melahirkan dan membutuhkan darah yang tidak sedikit. Ratu Bella hanya mengijinkan Jasmine untuk menghisap darah setengah manusia dan menjadikannya pengikutnya.
"Tetapi Ratu, pria yang lebih muda tadi mempunyai aroma darah yang sama dengan Liana. Hanya saja darah Liana lebih ... " ucapan Jasmine terhenti karena Ratu menyelanya.
"Jangan kau sentuh mereka berdua, karena mereka manusia," ucap Ratu.
Jasmine memperhatikan mimik muka sang Ratu, ia terlihat menyimpan sesuatu yang ditutupi. Sepupu Tuan D itu pernah bertemu dengan Liana di sebuah pesta tepatnya di pesta pertunangan Arin. Ia hadir sebagai tamu undangan dari pihak Rey. Tetapi tentu saja Liana tidak mengenalnya.
***
Kira-kira rahasia apakah yang Ratu simpan?
__ADS_1