Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 13 Perdebatan Zila dan Marsya


__ADS_3

D rumah sakit Ibu nyai sudah boleh di tengok, makanya Alvy dan Dayat buru-buru balik kerumah sakit setelah Zila sang kakak menelfonnya.


Seharusnya berangkat jam 1 kini masih jam 12 Dayat dan Alvy sudah mulai menuju ke rumah sakit.


Di rumah sakit Zila terus mengusap tangan sang Umi, sambil menanyakan keadaan Uminya.


"Bagaimana keadaan Umi sekarang.'' tanya Zila.


" Alhamdulillah, sudah baikan kok ndok.'' jawabnya lemah.


"Umi kenapa tiba-tiba nggak sadarkan diri githu sich Umi.'' cerocos Zila.


" Sudah-sudah, Umi nya baru bisa di tengok sudah di cecar pertanyaan-pertanyaan kayak githu.'' ucap sang Abah.


Zila hanya nyengir kuda, sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Assalamu'alaikum.'' ucap Alvy sembari membuka pintu ruang rawat sang Umi.


" Waalaikum salam.'' jawab Zila, Arief, Umi dan Abahnya.


Alvy berjalan menghampiri Uminya yang terbaring di ranjang rumah sakit, lalu bertanya.


"Gimana kabar Umi.'' Tanya Alvy.


" Alhamdulillah, sudah baikan ndok?'' sahutnya.


"Syukurlah kalau githu.'' ucap Alvy lagi.


"Lho Nadhira nggak ikut kalian.'' tanya Zila saat tak melihat Nadhira.


"Tadi Nadhira masih tidur kak, jadi nggak aku ajak.'' jawab Alvy.


"Och..? ya sudah kalau githu.'' kata Zila.


"Oia kak, sebaiknya kakak pulang istirahat di rumah.'' ucap Alvy.


" Iya bentar lagi dek, kakak belum puas nemenin Umi di sini.'' tutur Zila.


"Baiklah.'' ucap Alvy sambil mengangguk kan kepalanya.


" Ramdan gimana, sudah pulang sekolah nya.'' tanya Arief pada Dayat.


"Sepertinya belom Mas.'' ucap Dayat.


"Kebiasaan anak ithu, nggak langsung pulang kalau sudah waktunya pulang sekolah.'' kata Arief


"Biasalah Mas anak cowok emang selalu kayak githu, kayak kita-kita nggak pernah muda saja.'' celetuk Dayat sambil tertawa.


"Paling Mas Arief dulu kayak Ramdan juga, karena buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.'' ucap Zila.


Sang Umi dan Abahnya, hanya menjadi pendengar yang baik mendengarkan perdebatan sang anak dan menantunya.


"Mumpung masih muda lah Arief, biarin dulu dia bermain sepuasnya, kalau sudah jauh dari kita dia bisa merasakan arti kerinduan yang sebenarnya, Ramdan tidak sendiri kok, ada Rahmat yang menemani nya.'' ucap sang Abah.


Marsya yang terbangun dari tidur-nya, hanya celingak celinguk mencari seseorang, lalu Marsya bertanya pada sang Abi.


"Abi kak Dhiya mana kok ndak ikut.'' tanyanya.


"Kak Dhira ada di Pesantren, lagi sibuk nyatat pelajaran sekolahnya yang tertinggal kemarin.'' jawab Dayat sang Abi.


"Masha mau kak Dhiya Abi.'' rengek Marsya.

__ADS_1


" Ya sudah habis ini ikut Bunda pulang mau ya.'' Ajak Zela


"Iya Bunda, Masha mau pulang saja, Masha mau ketemu kak Dhiya.'' ucapnya polos.


"Kalau bareng kak Dhira Marsya nggak boleh nakal ye.'' ucap Alvy memperingatkan.


"Iya Uma, sueng dech Masha ndak bakal akal-akal.'' celetuk nya sambil senyum-senyum.


" Marsya nggak mau sama mbah Umi lagi.'' tanya sang nenek.


"Mau mbah Umi, tapi Masha uga mau kak Dhiya dimana dong.'' ucapnya yang membuat semua orang di dalam ruang rawat tertawa.


"Ich kok Masha di tetawa'in cih.'' ucapnya ngambek.


"Habisnya Marsya lucu banget sich.'' ucap Zila yang dapat pelototan dari Marsya.


" Masha jadi cebel sama Bunda.'' memanyunkan bibirnya.


"Kok jadi sebel sama Bunda, gimana cerita-nya nich.'' ledek nya


" Tuu... Bunda edekin Masha.'' dengan tangisan-nya.


" Nggak usah drama dech, Marsya mau pulang nggak nich.'' tanya Zila.


Marsya langsung mengangguk kan kepala-nya.


"Giliran di tanya'in pulang langsung ngangguk githu.'' celetuk Zila dan melihat sang ponakan sudah memanyunkan bibir nya.


"Ya sudah ayo salim dulu sama mbah Umi dan mbah kung.'' ucap Zila yang menggendong Marsya.


"Bilang apa?'' ucap Zila lagi.


"Mbah Umi, Masha pulang dulu ya, mbah Umi cepat cembuh dan cepat puyang uga.'' ucap Marsya tak sesuai keinginan Zila sang Bunda.


"Di ajarin apa bilangnya apa.'' celetuk Zila.


"Sudah-sudah ayo pulang dek.'' ajak Arief pada Zila istrinya.


" Tau tuh kak Zila debat terus sama Marsya.'' ucap Alvy yang sudah ngeh melihat sang kakak yang selalu berdebat dengan Anak-Nya.


"Ya sudah Zila sama Mas Arief pamit pulang dulu ya Umi.'' ucapnya mencium tangan sang Umi dan tangan Abah.


begitu pula dengan Arief.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Sedangkan di Pesantren sudah memulai semua kegiatannya.


Nadhira yang emang kurang fit memutuskan untuk izin tidak mengikuti semua kegiatan di sore hari.


" Kak Yuli, Dhira izin nggak ikut kegiatan ya.'' ucap Dhira.


"Baiklah, kamu istirahat saja biar nanti aku yang ngomong sama ustadzah.'' ucap Yuli yang mau berangkat,


"Makasih ya Kak?'' ucap Dhira.


Yuli mengangguk, dan langsung menuju ke Musholla yang berada di dalam Pesantren.


Yusro yang melihat Yuli sedang menuruni tangga langsung bertanya.


"Yul! Nadhira kemana, kok aku belom liat.'' tanya Yusro.

__ADS_1


" Nadhira di dalam Asrama kak, sepertinya lagi nggak enak badan.'' jawab Yuli.


"Ya sudah biar aku ke atas saja nemui Nadhira.'' ucap Yusro sang pengurus Pondok Pesantren.


" Baiklah kak, Yuli ke Mushola dulu.'' pamitnya.


Yusro mengangguk dan langsung menghampiri Nadhira di Asramanya lantai atas.


Yusro langsung masuk karena pintu Asrama tidak di tutup,


di liatnya Nadhira yang sedang meringkuk di bawah selimutnya. Yusro berjalan pelan-pelan menghampiri Nadhira yang sedang memejamkan matanya.


Nadhira membuka matanya mendengar suara langkah kaki mendekat,


"Kak Yusro.'' ucap Nadhira.


" Iya ini aku dek?'' jawab Yusro.


"Kamu kenapa nggak ikut kegiatan sore ini, kenapa dek?'' tanya-nya lembut.


" Nadhira lagi nggak enak badan kak?kecape'an mungkin.'' sahut Nadhira.


Yusro memegang dahi Nadhira yang tak panas.


mungkin yang di bilang Nadhira benar hanya kecape'an saja.


"Ya sudah kamu istirahat saja.'' ucap Yusro lalu beranjak mau pergi.


" Kak Yusro neng Alvy nggak jadi ke rumah sakitnya ya.'' tanya Nadhira.


"Jadi kok, tadi neng Alvy sempat ke Asrama ini tapi melihat kamu yang sedang tidur neng Alvy nggak jadi membangunkan kamu.'' Jawab Yusro.


"Kok Dhira nggak tau ya, neng Alvy ke sini kak.'' ucap Nadhira bingung.


"Mana mungkin kamu tau dek, lawong kamu saja lagi tidur.'' celoteh Yusro.


"Ya sudah istirahat saja, kakak mau ke bawah dulu, mau ngecek ada yang nggak ikut kegiatan apa nggak.'' kata Yusro melangkah kakinya keluar dari Asrama Nadhira.


Yusro berkeliling membuka setiap pintu Asrama takut-takut ada yang tidak ikut kegiatan di sore hari.


Yusro juga mengecek setiap kamar mandi, sampai akhirnya menemukan kamar mandi yang pintunya tertutup, Yusro lalu bertanya,


"Siapa di dalam?!'' tanyanya


"Santi kak Yus.'' Jawab Santi.


"Ngapain kamu di kamar mandi.'' tanya Yusro lagi.


"Santi lagi mandi kak, Santi nggak ikut kegiatan,Santi lagi PMS.'' ucapnya dari dalam kamar mandi.


"Cepat mandinya sebentar lagi sekolah diniyah mau di mulai.'' kata Yusro mengingatkan.


" Iya kak, makasih?'' ucapnya lalu Santi menyelesaikan mandi nya yang sempat tertunda karena menjawab pertanyaan dari Yusro sang pengurus Pesantren.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


jangan lupa dukung al-mayra kakak.


dan jangan lupa like dan komen-nya oke,


makasihπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2