Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 29 Balik ke Pondok Pesantren


__ADS_3

Herman dan Rara menghampiri Nadhira yang sedang bersenda gurau dengan Eza dan juga Teddy.


''Kalian senang banget kayak-nya, ada apa'an nich, cerita'in dong.'' Ucap Rara kepo.


''Si kepo nyeletuk aja nich, nggak seru ach kalau ada Bu' kepo.'' Ucap Teddy cemberut.


''Enak aja lho manggil gue Bu' kepo, gue Rara bukan Bu' kepo, gimana sich.'' omel nya.


''Emang kak Rara Bu' kepo kan pengennya serba tau, apa-apa harus tau dia mah.'' Kata Teddy ketus sambil bersedekap.


'' Sudah sanah kamu, gue mau ngasih ini sama adek Dhira.'' Ucapnya menyenggol lengan Teddy biar duduknya bergeser.


''Nie dek, buat kamu.'' menyodorkan tas yang di bawanya.


''Apa ini kak.'' tanya Nadhira.


''Bukan Apa-apa kok dek.''


Nadhira membuka tas pemberian Rara kekasih sang Abang.


''Baju…?, ini banyak banget kak Rara.'' Ucap Nadhira heran dengan pemberian Rara karena terlalu banyak buat dirinya.


''Sudah nggak Apa-apa kok dek, kakak ikhlas kok di pakek yea, ithu mas Herman yang milihin warnanya buat dek Dhira.''


''Mas…?''


Herman mengangkat bahunya.


''Mas dah malam nich pulang Yuck.'' ajak Nadhira pada Herman sang kakak.


''Bentar lagi nunggu Adi nongol ya.'' Jawab Herman.


''Tuch Mas Adhi dah nongol, baru juga di omongin dah nongol saja nich orang.'' ucap Marvel menunjuk pada Adhi.


''Emang nya ada apa, kok kamu Nunjuk-nunjuk githu sich Vel.'' Tanya Adhi heran.


''Ya sudah kalau githu kita pulang sekarang Yuck, dah malam juga nich soalnya besok adek baliknya ke Pondok Pesantren pagi-pagi .'' Ajak Herman begituu melihat Adi dan Risa nongol.


''Kita juga mau pulang kali Herman, Bareng-bareng sajalah ke Parkiran-nya kalau githu.'' Ucap Adhi


''Ayo.'' ucap Nathan


Mereka semua melangkah menuju ke parkiran di mana motornya berada.


Sesampainya di parkiran Herman dan Nadhira ber pamitan pada mereka semua.


''Kita duluan ya kak.'' pamit Nadhira pada semua teman Herman.


''Iya, hati-hati di jalan.'' Jawab Rara dan yang lainnya.

__ADS_1


Nadhira mengangguk dan berkata.


''Assalamu'alaikum.'' Ucap Nadhira, Herman mulai men stater motor nya.


''Waalaikum salam.'' serempak mereka menjawab.


Motor Herman melaju dengan pelan dan hilang di gelapnya Malam.


''Nggak nyangka adek nya mas Herman cantik dan sudah mulai dewasa juga ya Risa.'' Kata Rara.


''Iya Ra, kemarin saja aku sempet cemburu sama dek Dhira thu, gara-gara Mas Adhi nggak bilang.'' Ucapnya cemberut.


''Yeee… Bu kepo baru tau ya kalau Nadhira sudah gede dan cantik banget lagi.'' celetuk Teddy


''Si Teddy nyebelin banget ya, sudah gue bilang jangan panggil aku Bu kepo, namaku Rara.'' Ucap Rara kesal pada si Teddy.


''Ya emang kak Rara kepo orang nya.'' Ucap Nathan.


''Ini lagi Ikut-ikutan, Udah ach aku mau pulang, dah malam banget nich entar Herman ngomel ngomel lagi, kalau aku belom nyampek rumah nya, kamu pulang ma Adi atau bareng aku Ris.''


''Ya ikut lho lah Ra, mas Adi kan bareng sama teman-teman nya.'' Kata Risa cemberut.


''Ya sudah kalau githu ayo cepet naik, malem banget nich soalnya.'' ajak Rara pada Risa.


''Ya sudah kita duluan ya pay pay.'' Ucap Risa.


Rara dan Risa pulang ber boncengan, sedang yang cowok- cowok mengikuti mereka dari belakang, Adi khawatir pada Risa karena Rara membawa motor-nya dengan cepat, tapi itu semua sudah biasa bagi si Risa karena setiap hari berangkat kerja ataupun pulang kerja selalu di bonceng Rara, karena Rara dan Risa rumah nya ber sebelahan.


Burung-burung berkicauan dengan riang menambah semangat Nadhira yang mau balik ke pondok pesantren di pagi hari ini.


Nadhira berkemas baju-baju yang akan di bawanya ke pondok pesantren, sedangkan Herman menyalakan motor nya sambil mengecek keadaan motor nya.


Sedangkan sang ibu merapikan makanan buat bekal Nadhira ke pondok pesantren nya.


Jam 7 pagi Nadhira sudah siap dengan gamis nya, Nadhira berjalan keluar dari kamar nya menuju sang kakak yang berada di teras rumah nya.


''Sudah selesai nich mas, ayo berangkat.'' ajak Nadhira pada Herman ketika berada di depannya.


''Wich… adekku cantik banget pakek baju ini, jadi semalam nggak salah pilih dong si Rara.'' kata Herman narsis.


''Dhira mau pakek baju apa aja ya bakalan tetep cantik lah mas, kan emang dari sono nya dah cantik.'' Ucap Nadhira tak kalah narsis-nya.


''Tuk''


Herman menyentil dahi sang adik karena gemes melihat tingkah sang adik.


''Ya sudah kita foto-foto sebelum berangkat ke pesantren nya.'' Herman mengeluarkan ponsel-nya dari saku jaketnya.


Herman dan Nadhira bergaya ala ala mereka berdua, mereka berdua layaknya sepasang kekasih.

__ADS_1


Nadhira memang sangat manja pada sang kakak, dan Herman juga sangat sayang pada sang adek.


Tiba-tiba sang Ibu keluar dari rumah-nya membawa tas besar yang berisi cemilan dan makanan kesukaan Nadhira.


''Ayo berangkat sekarang, nanti keburu hujan.'' Ucap sang Ibu sambil mengunci pintu rumah-nya.


Herman dan Nadhira 1 motor, sedangkan Ibu bersama sang Ayah.


Di sepanjang perjalanan Nadhira berceloteh, bertanya perihal kekasih sang Abang.


''Mas Herman bertemu di mana dengan kak Rara, kok Dhira baru tau kalau mas Herman sudah punya cewek.'' Tanyanya.


''Kan buat kejutan buat adek, mas Herman baru ketemu 1 bulan yang lalu kok dek sama si Rara itu, emangnya kenapa dek kamu nggak suka ya sama Rara.'' Tanya Herman pada sang adek.


''Bukannya nggak suka githu mas, yea Dhira penasaran saja sama mas Herman, biasanya langsung bilang sama Nadhira.'' Omel nya.


''Kan adek berada di pesantren, masak mas harus bahas cewek kalau mas menemui adek di pesantren, kan nggak etis.'' celetuk Herman.


Nadhira hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


''Tapi mas Herman tidak bohong kan sama Nadhira, kalau mas bohong awas saja.'' Ancam nya.


Herman mengernyit dahinya mendengar ancaman dari sang adik.


Sedangkan Nadhira menutup Mulutnya yang sedang tertawa, karena tak tahan menjahili sang kakak.


''Mas Herman Dhira boleh nanya lagi nggak.'' Tanyanya


''Tanya saja sebelum bertanya di larang oleh pihak tertentu.'' Jawab-nya yang langsung mendapat cubitan dari sang adik.


''Adik seneng banget kayaknya nyubitin mas kayak gini.''


''Biar nggak kangen, kalau kangen kan susah tau.'' Ucapnya cemberut.


''Iya ya adik menang.'' Gumamnya.


''Jangan banyak tanya lagi dah mo sampai ini dek.'' ucap Herman.


''Dhira juga tau kali Mas Herman.''


Motor kedua nya sudah memasuki area pesantren, Alvy dan Dayat sudah menunggu kedatangan Nadhira dan keluarga nya, Herman langsung mematikan sepeda motor nya dan Nadhira langsung menghampiri Alvy sang neng dan Dayat sang sang Ustad.


Nadhira mencium tangan Alvy dan tangan Dayat.


Herman, Ibu dan Ayah-nya juga bersalaman pada Alvy dan Dayat.


👉👉👉👉


makasih buat kk yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.

__ADS_1


Maaf kalau karya nya membosankan, masih belajar.


makasih🙏🙏🙏


__ADS_2