Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 22 Melepas Rindu


__ADS_3

"Assalamu'alaikum kak, apa kabar.'' Nadhira menyapa semua teman-teman Herman dan tersenyum manis.


"Waalaikum salam Dhira, Alhamdulillah baik.'' jawab mereka hampir berbarengan.


"Tak kira bukan kamu yang di atas tadi Dhira, kirain cuma namanya saja yang mirip.'' ucap Marvel, terus memakan kacangnya.


"Kalau mulutnya penuh nggak usah ngomong, entar malah nyembur lagi.'' celetuk Teddy.


"Kenapa lho yang sewot, yang di sapa saja biasa kok.'' ucap Marvel ketus.


Ha…ha…ha…


Semua temannya pada ketawain Marvel, Herman yang lagi merangkul Nadhira pun ikutan bersuara.


"Sudah malam nich, kita pulang dulu Oke.'' ajak Herman pada Nadhira.


"Nggak asik banget sich Mas Herman ini, baru juga ketemu Nadhira, sudah mau di bawa balik aja!'' celetuk Marvel dengan nada kecewa.


"Ech ini sudah malam kali cuyy, emang lho-lho pada nggak kasian sama Adikku ini.'' ucap Herman sambil menunjuk ke arah Nadhira.


"Ya sudah pulanglah, kasian Adik Dhiranya entar sakit lagi kayak kemarin ithu.'' ucap Adi menjadi penengah teman-temannya.


"Tapi besok boleh kan, kita main ke rumah Mas Herman.'' kata Nathan yang mulai ikutan bersuara.


"Boleh, asal sopan?!'' celetuk Herman sambil tertawa.


Nadhira mencubit perut sang kakak karena omongannya barusan.


"Nggak apa-apa kali Dek? kita sudah biasa bercanda kayak gini kok.'' ucap Adi.


"Maaf ya kak? Nadhira pamit pulang dulu.'' ucap Nadhira yang mulai risih dengan semua orang, karena pada ngeliatin Nadhira.


"Ech itu yang nyanyi barusan kan.'' ucap salah satu orang yang lewat pinggir Nadhira.


"Ech Iya, dia yang di panggung barusan.'' ucap yang satunya.


"Bukan nyanyi cuyy? tapi ber sholawat.'' yang lainnya ikut nimbrung.


Sedangkan Nadhira mulai menarik narik baju Herman, Herman yang mengerti sang adik langsung berpamitan sama semua temannya.


"Gue balik dulu.'' pamit Herman sambil menaiki motornya, dan meninggalkan teman-temannya.


"Eza pasti nyesel tuh sudah pulang duluan.'' kata Rendi.


"Biarin saja, besok di Sekolah kita ledekin bareng-bareng gimana.'' Ucap Teddy.


"Oke.'' Ucap Marvel yang masih mengunyah Kacangnya.


"Nggak ikut beli, tapi malah kacangnya di habisin.'' celetuk Nathan, ya emang Nathan lah yang membeli kacang tersebut.


"Sama teman sendiri githu banget lho Nat, perhitungan cuma kacang doang.'' Ucap Marvel dengan mulut penuhnya.


"Gimana nggak perhitungan Vel, lawong sebungkus cuma kamu saja yang makan, lainnya cuma makan satu dua doang.'' Ucap Rendi sambil menunjukkan bungkus kacang dan kulit Kacangnya.


He…he…he.


Marvel hanya nyengir kuda menanggapi perkataan temannya yang suka benar itu.


"Sudah ach, gue pulang dulu ya, takutnya besok malah kesiangan lagi bangunnya.'' ucap Teddy.


"Gue juga mau pulang kali.'' Nathan juga mulai beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ech gue nebeng.'' ucap Marvel tapi nggak di respon sama teman temannya.


"Sudah di bilangin gue mau nebeng juga, ech ini malah di tinggal.'' gerutu Marvel.


"Rumah lho deket, tuh di sono.'' ucap Adi sambil menunjukkan jarinya ke rumah Marvel.


"Tapi aku males mau jalan.'' ucap Marvel lemas.


"Kalau males jalan, ngesot aja juga bisa kok.'' celetuk Adi yang mulai kesal dengan sikap Marvel yang maunya sendiri.


"Gitu banget sich lho Mas Adi.'' ucap Marvel menghentakkan kakinya.


Adi yang bodo amat tidak menghiraukan ucapan Marvel, malah di tinggal masuk ke dalam rumahnya.


"Semuanya sudah tak sayang sama Marvel.'' gumamnya, pura-pura menangis.


"Ech, Ngomong-ngomong kok aku kayak perempuan saja ya, yang minta di Sayang-sayang.'' ucapnya pada diri sendiri.


"Sudah mulai nggak beres nich otak gue, atau jangan-jangan otak gue udah geser, gara-gara kebanyakan kacang.'' gumamnya sendiri.


Tapi gumaman Marvel sekarang di dengar tetangga dekat dengan rumahnya.


"Bukan gara-gara makan kacang Vel? tapi emang otak lho sudah konslet sebelum makan kacang.'' ucap Reyhan.


"Ech sialan lho Rey.'' ucap Marvel sambil mengejar Reyhan yang kabur setelah memukul kepala Marvel, dengan botol minuman yang sudah kosong.


Reyhan yang di kejar hanya tertawa melihat kelakuan tetangganya sekaligus temannya.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Sinar Rembulan telah di ganti dengan sinar matahari.


Nadhira mulai mengerjapkan kedua matanya di kala sinar mentari masuk ke dalam kamarnya dan mengenai bulu matanya yang lentik, membuat orang yang melihatnya terpesona.


kembali ke cerita


Herman yang kebetulan lewat di depan kamar Nadhira sang adik, melihat adiknya yang masih malas-malasan di dalam kamarnya.


Akhirnya Herman menghampiri sang adik.


"Pagi-pagi sudah ngelamun saja nich.'' ucapnya mengagetkan Nadhira.


" Mas Herman kebiasaan dech, suka banget ngagetin Nadhira, kalau Nadhira jantungan gimana coba.'' ucapnya kesal.


"Ya nggak bakalan jantungan lah dek?!'' ucap Herman membelai rambut panjang sang adik.


"Ayo cepat bangun, mandi, habis itu ikut Mas.'' ucapnya menarik tangan Nadhira.


"Ikut kemana sich mas? emang Mas Herman nggak kerja apa.'' tanya Nadhira penasaran.


" Mas lagi libur kerjanya, nggak usah banyak tanya entar juga bakalan tau sendiri.'' jawab Herman.


"Ya sudah gich sana cepat mandi, entar malah kesiangan lagi.'' ucap Herman lagi.


Nadhira mulai beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi. sedangkan tangan kanannya, menyambar handuk yang berada di kasurnya.


Sambil bersenandung ria, Nadhira menuju ke kamar mandinya.


Herman menunggu Nadhira di ruang tamu.


Di sisi lain tepatnya di sekolah SMA 1 Marvel dan Eza berjalan beriringan, Marvel yang emang cerewet dan suka blak blakan kalau ngomong.

__ADS_1


"Za? lho pasti nyesel dech.'' ucap Marvel memulai obrolannya, sambil terus berjalan menuju ke kelasnya.


" Nyesel kenapa Vel.'' tanya Eza penasaran.


"Ya nyesel aja lho pulang duluan semalam.'' jawab Marvel.


" Keenapa harus nyesel cuma gara-gara pulang duluan.'' tanya Eza lagi.


"Ya, pokoknya bakalan nyesel dech?!'' ucap Marvel, dan tak terasa mereka berdua sudah nyampek di depan kelasnya.


Di dalam kelas sudah ada Nathan, Teddy dan juga Rendy, yang sudah menunggu kedatangan Eza.


Eza melewati Nathan dan Rendy. sedangkan Teddy satu bangku dengan Eza.


"Pagi bro-bro semuanya.'' ucap Marvel menepuk bahu Teddy.


"Asal jangan turun berrok saja Vel!!'' tukas Rendy.


Ha…ha…ha…


Teddy, Nathan dan Rendy tertawa melihat Marvel yang cemberut.


"So cutee banget sich lho Vel.'' kata Nathan menarik bibirnya Marvel.


"Auch…sakit tau Tan?'' ucap Marvel mengibaskan tangan Nathan.


"Ech-ech bro, kayaknya ada yang galau nich.'' celetuk Rendy yang melihat Eza diam terus tanpa mau ikutan bercanda bersama mereka.


"Kayaknya sich iya, dari rupa-rupanya pun emang lagi galau.'' ujar Teddy.


"Apa sih lho berisik banget, dari tadi ngomong alau-galau terus.'' sahut Eza kesal.


"Emang kamu nggak kangen sama Nadhira.'' tanya Marvel.


"Ya kangen lah, kenapa kamu nanya githu Vel!'' sarkas Eza pada Marvel.


"Kalau kita-kita sudah melepas rindu pada orang yang kita rindukan, iya nggak bro.'' ucap Rendy.


"Iya bener banget thu bro.'' seru Nathan menimpali omongan Rendy.


" Lagian lho pulang duluan semalam, pasti lho juga bakalan melepas kangennya pada seseorang.'' sambung Teddy.


"Ngomong yang jelas napa sich, nggak usah muter-muter githu, bikin tambah pusing ach.'' gerutu Eza.


"Kita semalam bertemu dengan Nadhira kali Za?'' ucap Marvel menepuk bahu Eza.


" bohong banget sich lho Vel, Nadhira kan ada di Pondok Pesantrennya kali.'' ucap Eza tidak percaya omongan Marvel.


"Ich, nggak percayaan banget jadi orang lho Za? tadi malam lho dengar nama Nadhira di sebut kan setelah sang Kyai ceramah.''


Eza menganggukkan kepalanya.


"Iya ithu Nadhira kita.'' ucap Marvel yang langsung mendapatkan pelototan dari Eza.


Marvel mengangkat 2 jarinya ✌.


👉👉👉


mohon dukungannya kakak cantik dan ganteng.


jangan lupa juga mampir di keinginan Anastasya.

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan votenya kakak.


makasich🙏🙏🙏


__ADS_2