Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 35 Perjalanan kerumah Hendriyansyah


__ADS_3

Eza memilih diam dan memejamkan matanya sejenak, namun semua teman temannya pada berisik melihat mereka memasuki kawasan Elite.


''Rumah di sini bagus bagus ya bro, nggak kayak di rumah, kecil kecil rumahnya apalagi rumah gue.'' Tutur Dwi yang tak bisa diam mulutnya, nyerocos mulu kerjaannya.


''Ya, di bangun lagi lah rumahnya, di tingkat lantai dua rumahnya, kan asik tuh.'' Celetuk Teddy menyugar rambutnya dengan jari.


''Sok cool lho Ted.'' Seru Nathan menyenggol lengan Teddy.


''Yeee, ada orang iri? emang aku orang nya sudah cool, cool abis kata cewek-cewek mah.'' Sahut Teddy memuji diri sendiri.


''Berisik banget sich kalian, aku ngantuk mau tidur sebentar!'' Seru Eza menutup telinga nya mendengar ocehan dri sahabat nya.


''Diam semuanya, ada orang yang lagi galau berat nich.'' Sahut Marvel yang langsung di jitak Eza.


''Lho kebangetan sama gue Za? ini bisa dilaporkan dengan alasan kekerasan fisik, bisa bisa kamu masuk UUD.'' Ucap Marvel yang langsung di sambut tertawaan oleh semua penumpang yang ada di mobil itu.


Bukan hanya temannya yang tertawa, sang pelatih juga ikutan tertawa mendengar ocehan ngawur Marvel.


*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*


Mobil yang di tumpangi Eza dan teman temannya mulai memasuki perumahan Elite lagi, sang Sopir melihat kembali kertas yang di taruh depannya.


''Ini nggak salah kan ya.'' Tanyanya pada Marvel saat sudah berada di depan Gerbang rumah mewah.


Marvel melihat alamatnya kembali, ''Ini benar kok Alamatnya, kita nggak salah alamat kok.'' kata Marvel pada sang sopir.


Eza yang mendengar riuh riuh membuka matanya, karena Eza sempat memejamkan sebentar saat teman temannya sudah tidak rame lagi.


Eza melihat keluar jendela guna melihat ke sekeliling nya. Eza sempat menganga tak percaya kalau yang mereka datangi adalah rumah yang sangat besar dan juga bagus, menurut Eza.


''Rumahnya besar banget.'' Gumam Eza.


''Biar Marvel saja yang tanya sama pak satpam nya.'' Seru Marvel pada sang sopir, sang sopir mengangguk dan Marvel pun lagsung turun dari mobil, dan berjalan kearah Pak satpam yang sedang duduk santai di Posnya.


''Permisi Pak? mau tanya?'' ucap Marvel sopan saat sudah berada di depan Pak satpam.


''Mau nanya apa Mas.'' tanya Pak satpam pada Marvel.


Marvel menunjukkan kertas yang bertuliskan alamat rumah yang sedang di carinya.


''Apakah alamat ini benar di sini Pak?!'' Tanya Marvel lagi yang di angguki oleh Pak satpam.

__ADS_1


''Ini benar alamatnya Mas, kalau boleh Bapak tau Mas ini mau bertemu dengan siapa ya.'' Tanya Pak satpam balik pada Marvel.


Sedangkan di dalam Mobil sudah mulai berbisik bisik satu sama lainnya.


kayak cewek saja ya kak?🤭🤭


''Marvel lama banget ya di bawah, apa jangan jangan alamatnya salah lagi.'' Ujar Sofyan pada teman sebelahnya.


''Maksud kamu, Alamat palsu githu Yan.'' Sahut Ali bertanda tanya.


''Saya mau bertemu dengan Nadhira Pak, apa ada di dalam dianya.'' Jawab Marvel pada sang satpam.


''Neng Nadhira ada kok Mas di dalam, Ayo Mas silahkan masuk.'' tutur Pak satpam mempersilahkan Marvel.


''Teman-teman saya banyak Pak, mereka masih di dalam mobil itu Pak.'' tunjuk Marvel pada mobil yang ada di depannya.


''Kalau githu, Bapak harus memberitahu Abah dulu kalau kayak githu Mas.'' Ucap Pak satpam berlalu meninggalkan Marvell sendiri di depan Pos jaga.


''Gimana Vel!!'' Panggil sang Sopir saat Satpamnya masuk kedalam.


''Tunggu sebentar Mas, masih mau bilang sama orangnya di dalam, karena yang akan masuk banyak banget.'' pungkas Marvel pada sang Sopir.


Sang Sopir hanya mengangguk mengerti.


''Ayo masuk kak Marvel.'' ajak Nadhira pada Marvel yang di angguki oleh Marvel.


Lantas Nadhira beralih ke Mobil yang berada di depan Gerbang.


''Ayo masuk kak, Mobilnya di bawa kedalam saja.'' Ucap Nadhira yang di angguki sang Sopir.


Sang Sopir menyalakan mesin mobilnya lagi guna memasukkan mobilnya kedalam, sedangkan yang lain masih betah di dalam mobil.


Marvel dan juga Nadhira memilih berjalan bersama, membuat perasaan Eza makin nggak karuan melihat sahabat nya berjalan dengan Do'i.


Sang Sopir memarkirkan mobilnya di depan rumah besar itu, semua orang terpukau dengan rumah di depannya, yang sekarang di tempati oleh Nadhira, teman sekampung nya.


''Nggak heran Nadhira bisa tinggal di sini, dia cantik dan bisa memilih laki laki kaya.'' cerocos Sofyan yang emang punya bibir lebih, alias lambe turah suka menggibah.


''Diam, entar Eza dengar ocehan lho lagi.'' Ali memperingatkan temannya.


''Ya siapa tau githu.'' Ujar Sofyan tak mau berhenti.

__ADS_1


Hendri menyambut teman teman Nadhira


dengan baik.


''Akhirnya kalian sampai juga ke sini, nggak nyasar kan ya.'' Tanya Hendri sambil menjabat tangan mereka satu persatu.


''Ayo masuk, nggak usah malu malu gitu, anggap saja rumah sendiri.'' Ujar Hendri mengajak mereka semua masuk kedalam rumah.


Di ruang tamu sudah ada Abah Rahman, Abah nya Hendri dan juga Dayat.


''Assalamu'alaikum.'' ucap Eza sopan saat bertemu dengan Abahnya Hendri yang duduk di ruang tamu yang lumayan lebar.


''Waalaikum salam.'' Jawab Abah Rahman pada semuanya sambil menerima uluran tangan mereka, satu persatu mencium tangan Abah Rahman.


''Ayo duduk semuanya, jangan sungkan sama Abah.'' Ucap Abah Rahman menyuruh mereka duduk.


Semuanya mengangguk dan mendudukkan diri di sofa empuk yang ada di ruang tamu tersebut.


''Kalian sudah bertemu dengan Nadhira belum.'' tanya Abah Rahman.


''Sudah barusan Abah, kita bertemu dengan Nadhira di luar.'' tutur Teddy sopan dan Abah Rahman mengangguk.


''Nadhira anaknya sangat baik ya.'' Tanya nya agar tidak merasa canggung dalam mengobrol dengan teman Nadhira.


''Nadhira bukan cuma baik Abah, tapi juga cantik.'' celetuk Sofyan jujur, semua memelototi Sofyan yang asal jeplak kalau ngomong.


''Sudah sudah, dia benar kok? Nadhira emang cantik secantik namanya, dia anak angkat Abah, kebetulan sekarang dia lagi liburan di sini karena sekolahnya libur.'' Sahut Abah Rahman tersenyum.


Nadhira membawa nampan yang berisi minuman, di ikuti oleh Ibu Ibu di belakangnya yang membawa ceret berisi minuman dan beberapa kue di nampannya.


''Silahkan di makan kak?'' Ucap Nadhira tersenyum dan duduk di sebelah Abahnya.


''Masmu mana Nak?'' Tanya lembut Abah Rahman.


''Lagi ke kamar mandi Abah, sebentar lagi juga kesini kok Bah.'' Jawab Nadhira tak kalah lembut dari sang Abah.


Nadhira tersenyum pada Abah Rahman, Eza hanya bisa memandang Nadhira secara diam-diam karena sejak saat ini, nyali Eza menciut untuk mendekati Nadhira lagi, melihat Nadhira punya Bapak angkat yang super kaya menurut Eza Ferdiansyah.


👉👉👉👉


Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak, Makasih 🙏🙏🙏😘💕💕💕


__ADS_2