Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 27 Pergi ke Taman Kota


__ADS_3

Rembulan mulai menampakkan sinarnya yang begitu indah.


Sinar rembulan menyinari seluruh alam semesta, hamparan langit yang biru nan luas terdapat gemerlap-nya bintang- bintang, yang sangat banyak yang tak bisa di hitung oleh manusia.


Itulah Kuasa sang Ilahi.


semua ciptaan nya sungguh-sungguh luar biasa.


Jam 18:30 di Kediaman Eza


Semua teman- teman nya sudah menunggu di rumah Eza, termasuk Adhi juga sudah menunggu Eza yang kebetulan lagi siap-siap untuk pergi ke rumah Herman.


Marvel masih tidak menghiraukan teman-teman yang lainnya.


dia masih sibuk dengan ponselnya,


Sehingga Nathan mau tak mau harus merebut ponsel Marvel.


Nathan melihat ponsel Marvel yang sedang di pegangnya, dan berkata.


"Orang ngomong nggak di reken (di dengerin) sich Vel, main game terus kamu thu.'' Ucap Nathan.


" Balikin nggak Nat.'' Ucap Marvel, sambil mencoba mengambil ponsel nya dari tangan Nathan.


"Kamu kenapa sich Nat ngerebut ponsel ku, liat nich kalah kan gue jadinya.'' Ucap Marvel ketus saat sudah mendapatkan ponsel nya kembali.


" Lagian lho di ajak ngomong malah nggak nyahut-nyahut githu, malah asik sendiri main game.'' Nathan tak kalah Ketus-nya dari Marvel.


"Ada apa sich kalian kok pada ribut, ributin apa sich Nat, Vel.'' tanya Adhi yang baru keluar dari rumah Eza.


" Nich Nathan, dia yang duluan mencari gara-gara sama aku.'' Ucap Marvel tegas.


Adhi menoleh ke arah Nathan yang sedang benerin jaketnya, dan Nathan pun menjawab ucapan Marvel barusan.


"Lagian dia main game terus Mas, aku ngomong di kacangin nggak di jawab sama sekali sama Marvel.'' Ucap Nathan mengadu sama Adhi.


" Terus kamu apakan Marvel, sampai dia jadi kayak githu.'' Tanya Adhi pada Nathan.


" Ya nggak di apa-apain lah Mas, cuma aku ambil ponselnya doang.'' Jawab Nathan sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Nathan tak menyangka kalau Adhi akan membelanya.


"Bagus banget itu Nat, kalau perlu aplikasi gamenya di hapus juga.'' Kata Adhi sambil mengacungkan kedua Jempolnya pada Nathan, yang ada di depannya.


" Ich Mas Adhi githu banget sama aku, kirain mau di belain tapi malah di ledekin.'' Kesal Marvel melangkah pergi menuju ke motornya.


"Kita berangkat sekarang.'' Tanya Eza yang sudah ada di belakang Adhi.


" Ya sudah kita berangkat sekarang.'' Jawab Adhi sembari menghampiri Marvel yang sudah ada di motornya.


" Emang nggak apa-apa ya, kita rame-rame ke rumah Nadhira Malam-malam kayak gini.'' Tanya Teddy yang merasa nggak sopan kalau datang ke rumah Nadhira secara bergerombol.

__ADS_1


"Kita kan cuma ber 6 saja Teddy.'' Ucap Adhi dan langsung menstater motornya.


Mereka cuma bawa 3 motor saja.


karena ini semua sudah di rencanakan oleh Adi dan Herman untuk mendekatkan Nadhira dan Eza.


karena Adhi ataupun Herman sudah tau kalau Eza sangat sayang sama Nadhira sang Adik.


jadi mereka berdua merencanakan itu semua.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Jam 19:20


Mereka sampai di rumah Herman kakak Nadhira.


Nadhira sedang berada di teras bersama orang tuanya, di saat Adhi, Eza, Rendi, Marvel, Nathan dan juga Teddy sampai di rumahnya, Nadhira yang lagi asik video call bersama Hendri dan juga Abah, Uminya juga tidak terlalu memperhatikan kedatangan mereka.


Tapi setelah itu Nadhira buru-buru masuk ke dalam rumahnya, setelah Adhi dan Teman-temannya mengucapkan Salam.


karena Nadhira waktu itu hanya memakai kaos lengan pendek, serta jilbab kecil di kepalanya dan juga sarung ceweknya.


"Assalamu'alaikum.'' Ucap mereka kompak.


Eza bingung dengan sikap Nadhira yang tiba-tiba masuk setelah kedatangan Eza dan juga teman-temannya.


"Wa'alaikum salam.'' Jawab Bu Susi dan Pak Arif


"Adik kenapa lari Bu? setelah kedatangan kami.'' Tanya Adhi yang emang sudah dekat dengan keluarga Nadhira dan Herman, karena Adhi sering main ke rumah Herman, sejak Nadhira masih berumur 11 tahun.


" Biasalah nak Adhi, mungkin dia malu karena hanya pakek kaos lengan pendek saja.'' Jawab Bu Susi Ibunya Nadhira.


Adhi menganggukkan kepalanya dan langsung masuk dan duduk di kursi panjangnya.


Tak lama kemudian Herman keluar dari kamar yang hanya untuk sholat.


"Sudah lama datangnya.'' Tanya Herman.


" Baru nyampek kok Herman?!'' Jawab Adhi.


Nadhira keluar dengan membawa nampan yang berisi 6 gelas teh hangat.


Nadhira buru-buru masuk ke dalam hanya mengambil jilbab panjang nya dan langsung ke dapur untuk membuat teh buat teman-teman sang kakak.


Nadhira menaruh gelas gelas yang berisi teh hangat di atas meja dan menyuruh mereka untuk minum.


"Silahkan di minum Mas tehnya.'' Ucap Nadhira lembut dan tersenyum.


" Iya makasih Dek, maaf sudah merepotkan.'' Ucap Adhi pada Nadhira.


Sedangkan Eza terus memandang wajah Nadhira.

__ADS_1


" Cantik…?'' Gumamnya pelan.


"Tumben mas Adhi kesininya rame-rame.'' Tanya Nadhira.


" Iya Dek? mereka juga mau ke taman kota.'' Ucap Adhi singkat.


Eza dan yang lainnya pada kaget mendengar perkataan Adhi barusan, kalau dia mau ke taman Kota.


Sedangkan Nadhira melotot pada Herman sang kakak.


karena baik Nadhira ataupun Eza dan lainnya tidak tau soal mau keluar rumah.


yang Teddy denger cuma mau ke rumah Nadhira saja.


"Oia aku lupa ngasih tau kalian, kalau aku dan Herman ada janji di taman kota, jadi kita sekalian ke sana ya gimana?'' Ucap Adhi tanpa merasa bersalah sedikit pun pada yang lainnya.


" Ayo dek ganti bajunya.'' Ucap Herman pada Nadhira.


"Nggak ach Mas, Nadhira nggak mau ikut.'' Ucap Nadhira lembut.


" Ya sudah nggak usah ganti baju ezt dek, pakek itu saja sudah cantik kok.'' Ucap Adi cengengesan.


"Nggak- nggak masak pakek sarung, entar jatuh lagi sarungnya.'' Ucap Herman tidak setuju dengan ucapan Adhi.


" Bercanda kali Herman?'' Ucap Adhi membela diri.


" Nadhira kan sudah bilang nggak mau ikut Mas?'' Rengek Nadhira.


"Ayolah Dek? besok kamu sudah balik ke Pondok Pesantren, dan habis itu kamu bakalan liburan ke Surabaya, jadi tambah lama kita bertemu lagi.'' Ucap Adi memohon agar Nadhira mau ikut pergi ke taman kota.


Karena di taman kota sudah ada Risa dan juga Rara yang sudah janjian sama Herman dan juga Adhi.


"Ayolah dek? di taman juga ada Risa kok?!'' Ucap Adhi supaya Nadhira ikut pergi dengannya.


" Ya sudah aku ganti baju dulu.'' Ucap Nadhira masuk ke dalam kamarnya.


Tak lama kemudian Nadhira keluar dengan memakai tunik dan celana hitam nya dengan hijab warna senada dengan celananya.


tak lupa Nadhira membawa tas kecil nya juga.


"Makin cantik sich kamu Dhira, beruntung banget orang yang mendapatkan cintamu kelak.'' Batin Eza.


" Ayo berangkat sekarang, kasihan cewek-cewek sudah pada nunggu di taman.'' Ucap Adhi dan tak lupa mereka berpamitan pada orang tua Herman dan Nadhira.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Makasih yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.


Dan jangan lupa like, komen dan votenya kk,


Makasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2