Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 31 Pertandingan Basket


__ADS_3

Setibanya di Surabaya Nadhira mengulurkan tangan dan mencium tangan Abah dan juga sang Umi.


Nadhira bergegas menuju kamarnya karena di suruh istirahat oleh Umi Hendri.


''Ndok? langsung istirahat saja, kamarnya sudah di bersihkan kok.'' ucap Umi Hendri dan langsung di angguki Nadhira.


Karena Nadhira begitu lelah ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk, tak butuh waktu lama Nadhira sudah terlelap dalam tidurnya.


Nadhira masih menempati kamar Nada yakni adik kandung Hendri dan juga Dayat, Nada sama persis dengan Nadhira bagai pinang di belah dua, namun bukan saudara dari Nadhira.


Walaupun kamar itu sudah lama tidak di tempati oleh sang pemilik, karena sang pemilik sudah meninggal dunia.


Keluarga Hendri tidak pernah merubah tatanan kamar Nada Anaknya yang sudah meninggal.


Sampai akhirnya kamar itu sekarang di serahkan pada Nadhira sang pemilik baru.


Ketika Nadhira mendengar suara adzan yang begitu nyaring dan begitu indah, Nadhira kaget dari tidur nya, dia langsung duduk di kasur besarnya dan menatap ke segala arah, karena dia masih belum ingat kalau sekarang dia berada di Surabaya di kamar Nada tepatnya.


''Sungguh beruntung kamu Kak Nada punya keluarga yang begitu sayang sama kakak? walaupun kakak sudah lama meninggalkan dunia ini, namun semua keluargamu tetap sayang sama kak Nada.'' Gumam Nadhira yang masih sibuk memperhatikan lukisan yang di pajang di dinding kamar Nada.


Lukisan tersebut di lukis seseorang waktu Nada masih Sekolah menengah pertama (SMP).


Hendri melarang sang Umi untuk menyimpan lukisan mendiang sang adik.


Karena lukisan tersebut kenangan terakhir Hendri bersama Nada sang adik.


Karena Hendri lah yang mengantar Nada sang adik ke Seniman lukisan untuk melukis wajah sang Adik, sebelum sang Adik tutup usia.


Kala itu Nada begitu bahagia karena sang Abang menepati janji-nya.


Hendri yang melihat sang Adik begitu bahagia, Hendri juga ikut berbahagia.


Namun kebahagia'an nya tidak bertahan lama, sebelum lukisannya selesai sang Adik sudah di panggil sang Khalik, kini dia sudah meninggal kan semua keluarga-nya yang begitu sayang padanya untuk selama-lamanya.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Keesokan harinya tiba saat nya untuk pertandingan Basket di Sekolah Hendri, walau hanya pertandingan persahabatan antar Sekolah sekolah.

__ADS_1


Hendri dan kawan-kawannya begitu antusias menyambut pertandingan basket dengan senang dan bersemangat, untuk bisa memenangkan pertandingan Basket tersebut.


Pagi itu Nadhira sedang merapikan kamar barunya, dan dia di kejutkan oleh Hendri yang masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu dulu.


''Astaghfirullah hal adzim!'' Ucap Nadhira kaget.


''Mas Hendri ini bikin Nadhira kaget saja?'' celetuk Nadhira sambil memanyunkan bibirnya.


''Masak cuma githu saja sudah kaget sich dek.'' sahut Hendri melipat kedua tangannya.


''Kan sudah sering juga Mas masuk tanpa mengetuk pintu.''Ucap Hendri lagi.


Semenjak Nadhira menempati kamar Nada, Hendri tidak pernah mengetuk kamar sang Adik di kala ia mau masuk ke kamar nya, karena sudah terbiasa semenjak kamar di tempati almarhum Adiknya.


Mungkin dari sanalah Hendri tidak pernah mengetuk pintu kamar Adiknya, bahkan Nadhira sendiri bukan Adik kandung Hendri, namun Hendri sudah menganggap Nadhira sebagai Adik kandung nya sendiri.


''Ngapain sich dek?'' tanya Hendri


di waktu Nadhira akan menjawab pertanyaan sang kakak, dan Hendri sudah berkata lagi.


''Ayo ikut Mas aja yuck, nggak usah di beresin tu kamar, Mas sudah hampir telat nich dek, yuk ach cepetan?'' Ajak Hendri menarik tangan Nadhira sang Adik.


''Mas ada pertadingan hari ini Dek di Sekolah, makanya Mas pakek baju gini, gimana sich dek? kan mas sudah bilang semalam sama Adik Dhira..?'' Rengek Hendri seperti anak kecil yang kehabisan permen 🀭🀭.


Nadhira menepuk jidatnya πŸ€¦β€β™€οΈkarena dia melupakan ucapan Hendri yang semalam.


''Maaf, maaf Mas? Dhira lupa.'' ucap Nadhira dengan senyum manis-nya.


Nadhira mengikuti Hendri dari belakang, Hendri menoleh kebelakang dan mengambil tangan Nadhira, di genggamnya tangan sang Adik keluar dari kamarnya.


Hendri membawa Nadhira ke Garasi mobilnya untuk berangkat ke sekolah nya, Hendri terpaksa membawa mobil karena motor sport nya lagi rusak dan masih ada di bengkel, motor Hendri belum juga di benerin orang bengkel.


''Masuk Dek?!'' ujar Hendri menyuruh Nadhira naik ke mobil.


Nadhira mengangguk dan membuka pintu mobil yang akan di kendarai Hendri.


''Kenapa bawa mobil Mas, kan cuma ke sekolah.'' tanya Nadhira heran.

__ADS_1


''Motor Mas masih ada di bengkel Dek?!'' sahut Hendri menyalakan mesin mobilnya.


Nadhira hanya ber oh ria menanggapi omongan Hendri sang Abang.


Mobil Hendri keluar dari Garasi, menuju ke jalan raya depan rumahnya, tak berapa lama mobil Hendri sudah bergabung dengan mobil lainnya.


Sedangkan di tempat lain, Eza beserta kawan-kawan nya sudah sampai di tempat pertandingan, mereka semua berangkat dari tadi malam, karena pertandingan akan di mulai di agung hari.


Sekolah Eza dengan tempat pertandingan Basket, membutuhkan waktu 2 jam perjalanan.


mau tak mau mereka semua harus berangkat lebih awal dari rencana.


''Sudah jam segini, mereka semua belum nongol juga.'' celetuk Marvel yang kesal menunggu.


''Lagian kamu mondar mandir kayak gitu, kayak setrikaan tau nggak.'' ucap Nathan karena mulai pusing melihat Marvel yang mondar mandir di depan nya.


''Lagian, ini sudah jam berapa coba Than?'' seru Marvel melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan 7:30, yang artinya teman teman Eza sudah menunggu setengah jam lamanya.


''Kan pertandingan nya di mulai jam 8 Vel.'' kata Eza menimpali omongan Marvel.


''Beneran lho! pertandingan nya di mulai jam 8.'' tanya Marvel menghampiri Eza yang duduk tidak jauh darinya.


''Kalau pertandingan nya di mulai jam 8,kenapa harus berangkat jam 7 sich Za?!'' ucap Marvel mengeratkan giginya sampai berbunyi krotok krotok.


begitu ya kira kira kakπŸ™.


Hendri dan juga Nadhira sudah sampai di parkiran, Nadhira keluar dari mobil dan mengikuti Hendri, Hendri tersenyum dan berkata, ''Adik, kamu seneng banget ada di belakang Mas, ayo di samping Mas saja biar nggak kayak bodyguard Mas.'' ucap Hendri menggoda Nadhira.


Nadhira lantas mencubit pinggang Hendri sang Abang, mereka bercanda tawa sampai ke lapangan basket, Nadhira begitu bahagia melihat Hendri mulai tertawa lepas.


Kini Hendri sudah mulai ceria lagi dengan kehadiran Nadhira disamping nya.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


semoga tidak bosan dengan karya ku ya kak.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak, Makasih πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2