
Sesampainya di rumah Pak Ferdi Adi melepaskan tangan Herman, dan berjalan mendekati Nadhira yang sedang mengobrol dengan Alvy sang neng.
"Assalamu'alaikum.'' ucap Herman dan Adi ketika masuk ke rumah Pak Ferdi.
" Waalaikum salam.'' Jawab Alvy dan yang lainnya berbarengan.
Nadhira mendongakkan kepalanya saat mendengar suara yang sangat Familiar.
" Mas Herman dan Mas Adi.'' Ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya, lalu menghampiri Herman sang kakak dan mencium tangannya.
" Mas Herman tau dari mana kalau Nadhira ada di sini.'' tanya Nadhira. sedangkan tangannya bergelayut manja pada lengan Herman kakaknya.
"Nadhira kangen banget sama Mas Herman, sama Ayah, Ibu juga mas?'' ucapnya sedih.
"Duduk Herman.'' ucap Dayat sang Ustadz.
Nadhira hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tertutup oleh hijab.
" Nadhira bukannya di suruh duduk dulu Masnya, malah langsung di cecar dengan pertanyaan pertanyaan.'' ucap Dayat tersenyum.
"Hehehe⦠Dhira lupa Ustadz.'' ucapnya malu sambil menuntun Herman untuk duduk.
" Mas Adi juga duduk sini.'' ucap Nadhira.
"Nggak usah dek, kebetulan Mas Adi lagi Bantu-bantu di sini, Mas permisi dulu ya.'' ucap Adi berpamitan sambil bersalaman dengan Dayat Ustadznya.
"Makasih ya Di?'' ucap Herman.
"Iya sama-sama Her, Assalamu'alaikum.'' ucapnya undur diri.
"Mampir ke rumah Ustad, neng Alvy.'' ucap Herman.
" Iya makasih Herman, lain kali saja kita ke sana.'' kata Alvy lembut.
"Iya nich Her, sekarang saja sudah malam nich, terus rame-rame lagi, Nadhira gimana mau ikut Herman apa ikut kita balik ke Pondok Pesantren.'' tanya Dayat.
"Ikut Herman sajalah Dhira? katanya kangen sama Ibu dan Ayahnya.'' tutur Alvy yang mengijinkan Nadhira untuk pulang ke rumahnya.
"Emang boleh neng? Ustadz Nadhira ikut pulang Mas Herman ke rumah, di ijinin gitu.'' tanya Nadhira senang.
"Iya boleh? tapi jangan lama-lama di rumah, cepat balik ke Pondok Pesantren lagi secepatnya ya.'' jawab Alvy sambil memainkan jarinya Nadhira.
"Makasih neng? Ustadz.'' ucapnya senang.
"Pulang sekarang.'' tanya Herman pada Nadhira sang adik
" Lho-lho-lho, jangan sekarang Herman, Nadhira masih mau tampil lagi.'' jawab Alvy sambil memainkan jarinya.
Heβ¦heβ¦heβ¦
Nadhira cengengesan melihat jari sang neng melenggak lenggok menandakan tidak bolehannya.
"Lagian si Herman buru-buru amat bawa Nadhira pulang.'' ucap Dayat yang melirik Nadhira.
"Ya sudah habis ini puas-puasin bersama Nadhira karena bulan depan, Nadhira bakalan liburan ke Surabaya, jadi bulan depan Nadhira langsung ke Surabaya nggak jadi pulang ke rumahnya.'' ucap Dayat panjang lebar sekalian bercandain Herman kakak Nadhira.
Sedangkan Yuli dan Selvi baru datang dari luar membeli semua titipan sang teman-teman. termasuk titipan Nadhira juga.
"Lama banget kak Sel.'' tanya Nadhira.
" Liat nich titipan nya banyak banget. mana pindah-pindah lagi belinya.'' ucap Selvi memperlihatkan tas kresek yang di tentengnya.
"Punya Nadhira mana kak Sel.'' tanya Nadhira sambil menjulurkan tangannya.
__ADS_1
"Ini punya kamu Dik.'' kata Yuli memberikan cappucino cincaunya.
"Malam-malam beli es kamu thu Dhira.'' ucap Dayat Ustadznya.
Nadhira menanggapinya dengan senyuman.
Tiba-tiba terdengar suara panggilan yang di tujukan kepada Nadhira untuk naik ke panggung.
" Nadhira sendirian ta neng AL?'' tanya Nadhira bingung dan deg-degan.
Alvy menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, lalu berkata.
"Bukan sendiri Nadhira tapi sama Abi Dayat", ucapnya
"Udah gich naik, Abi Dayat sudah mau naik tuh.'' ucap Alvy lagi.
Dengan berat hati Nadhira mengikuti langkah sang Ustadz menaiki panggung, Nadhira begitu gugup karena tidak pernah bersholawat sendirian di atas panggung.
"Nggak usah gugup, anggap saja tidak ada orang di sini.'' ucap Dayat.
Nadhira mengangguk pelan, paham akan ucapan sang Ustadz.
Sang Ustadz memulai memainkan orgen nya.
Sedangkan Nadhira bersiap-siap untuk ber Sholawat.
Di bawah panggung Eza memperhatikan Nadhira.
"Apa mungkin itu Dhira ku.'' Gumam Eza.
Alunan musik mulai menggema di ikuti Nadhira yang bersholawat.
...π€πΉπΌ...
-- FAL FARDHU TADOU WAWA' TANA KHO
-- HASSIN YA ROBBU LANAL KHU LU KHO
-- TOH HIRHU FALA YAH WII NAZHAA KHO
π Adfaita alal husnul abkho
π Fal fardhu tadou wawa' tana kho
π Hassin ya robbu lana khu lu kho
π Toh hirhu fala yah wii nazha kho
-- WAJJ ALHU YUKOLLIDU FII SHOBRI
-- LILHAADI FII HUSNIL KHU LU KHO
-- HASSIN YAA ROBBU LANAL KHU LU KHO
-- FAL ABDHU BI AKH LAKIN SA BA KHO
π Wajj alhu yukollidu fii shobri
π Lilhadi fii husnil khu lu kho
πHassin yaa robbu lanal khu lu kho
π Fal abdhu bi akh lakin Sa ba kho
__ADS_1
-- KAM ASH NALLAHU ALAA KHULUKIN
-- FII AHMADA ASHDAKI MAN SHODAKHO
-- KOD ADDABA ROBBY MUR SALAHU
--HUWA AKROMU MANR ROBBY KHU LU KHO
π Kam ash nallahu alaa khulukin
π Fii ahmada ashdaki man shodakho
π Kod addaba robby mur salahu
π Huwa akromu manr robby khu lu kho
Suara merdu Nadhira menghipnotis semua orang yang berada di sana..
Setelah selesai ber sholawat Nadhira menghela nafas, dan sedikit membungkukkan badannya sebelum turun dari panggung.
"Adikku memang the best.'' ucap Dayat menepuk bahu Nadhira.
Nadhira tersenyum malu, lalu mengikuti langkah Dayat turun dari panggung.
Sedangkan di sebelah panggung, masih ada orang yang memperhatikan Nadhira.
"Apa mungkin dia Nadhira ku.'' gumam Eza lagi.
Karena hari sudah mulai malam Eza. memutuskan untuk pulang duluan.
"Ech semuanya, gue balik duluan ya.'' ucap Eza.
"Nggak mau nunggu Nadhira pulang dulu.'' ucap Adi yang kebetulan sedang bergabung dengan teman-temannya, karena semua tamu sudah mulai sepi jadi Adi memutuskan untuk berkumpul dengan teman-temannya.
"Udah ach, gue pulang dulu, besok gue sekolah bro takut kesiangan.'' kata Eza berlalu, berhubung yang punya hajat dekat dari rumahnya, jadi Eza hanya jalan kaki saja pulangnya.
Setelah Eza jauh dari teman temannya Marvel bertanya pada Adi.
"Beneran itu, Nadhira ada di dalam.'' tanya Marvel penasaran.
" Iya lah, ngapain gue bohong sama kalian.'' Ucap Adi kesal karena nggak ada yang mau percaya.
''Lihat entar aja ezt.'' ucap Adi lagi.
Nadhira dan teman-temannya masih beresin barang bawaan mereka, selesainya mereka langsung berpamitan dengan Pak Ferdi dan Bu Ferdy.
Nadhira keluar dari rumah Pak Ferdi sambil menggandeng tangan Herman sang kakak.
Adi dan kawan-kawan menoleh ke arah Herman dan juga Nadhira, Marvel cengengesan melihat Nadhira berjalan di samping Herman.
"Gimana gue nggak bohong kan?'' ucap Adi pada Marvel.
" Iya-iya gue percaya kok.'' Jawab Marvel.
"Eza pasti nyesel tuh nggak bertemu dengan Nadhira, lagian suruh siapa juga buru-buru pulang", seloroh nya
πππ
jangan lupa dukung al-mayra kakak.
dan jangan lupa juga like, komen dan votenya.
makasichπππ
__ADS_1