
''Lanjut yang lain juga,'' ujar Nadhira yang di respon bagus oleh semua adik adik santri di sana.
فَاللهُ مَوْجُـوْدٌ قَـدِيْمٌ بَاقِـي * مُخَالـِفٌ لِلْـخَـلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ.
Fallahu maujudun qodimun baqî mukholifun lilkholqi bil ithlaqi.
وَقَـائِمٌ غَـنِيْ وَوَاحِـدٌ وَحَيّ * قَـادِرْ مُـرِيْـدٌ عَـالِمٌ بِكُلِّ شَيْ.
Wa qo-imun ghon wia wahidun wa hay qodir muridun 'alimun bikulli sya'i.
سَـمِـيْعٌ اْلبَصِـيْرُ وَالْمُتَكَلِّـمُ * لَهُ صِـفَاتٌ سَـبْعَـةٌ تَـنْـتَظِمُ.
Sami'u al-bashiru wal mutakallimu lahu shifatun sab'atun tantadhimu.
فَقُـدْرَةٌ إِرَادَةٌ سـَمْـعٌ بـَصَرْ * حَـيَـاةٌ الْعِلْـمُ كَلاَمٌ اسْـتَمَرْ.
Faqudrotun irodatun sam'un bashor hayatu al-'ilmu kalamuni-stamar.
وَجَائـِزٌ بِـفَـضْـلِهِ وَ عَدْلِهِ * تَـرْكٌ لـِكُلِّ مُمْـكِـنٍ كَفِعْلِهِ.
Wa ja-izun bifadl-lihi wa 'ad-lihi tarkun likulli mumkinin kafi'lihi.
''Yang belum hafal jangan berkecil hati dulu ya, kalian bisa menghafal di lain hari juga, kakak akan menunggu hafalan kalian meski bukan waktu kakak ngajar, kakak tunggu oke,'' Ujar Nadhira yang memang mengerti adik adik nya, karena selain murid lama ada juga murid baru yang hanya satu minggu masuk ke dalam pondok pesantren. Jadi mau tak mau Nadhira harus terus bersabar dalam mengajar kelas Awwali yah.
__ADS_1
''Baik kak,'' jawab semua adik adik nya.
Semua orang mendapatkan giliran membaca 5 baris, sedangkan Eza masih setia menatap wajah serius Nadhira ketika sedang mengajar.
''Sangat cantik,'' bisik nya, yang tanpa di sadari, semua nya sudah melihat ke arah Eza, termasuk semua adik adik yang sedang belajar di sana.
Muna tiba tiba mengacungkan tangan nya ke atas, otomatis menjadi pusat perhatian oleh semua nya yang sedang belajar di sana. ''Kak Nadhira, tunangan kak Nadhira kok ganteng banget yak?'' celetuk nya yang langsung membuat seisi ruangan tertawa keras.
''Memang ganteng Muna, tapi jangan tikung kak Nadhira ya,'' celetuk santri lain nya yang emang suka iseng kalau ada salah satu teman nya yang kepo.
''Emang nya kamu? yang sering nikung punya temen kamu,'' sahut nya yang tak mau kalah.
''Sudah sudah, kalian semua nya jangan pada berantem seperti itu,'' lerai Nadhira yang merasa tak enak hati dengan kelakuan adik adik yang saat ini sedang di ajar.
''Emang adik adik di sini sudah boleh pacaran ya, kok pada bilang tikung menikung,'' sela Eza yang mulai penasaran dengan adik adik di dalam Pondok pesantren tersebut.
''Lebih baik kalian semua lanjutkan saja hafalan nya, dari pada bahas cowok di dalam kelas ini,'' Ucap Nadhira yang di angguki oleh semua nya, ''Dan Mas Eza lebih baik balik saja ke depan sanah, dari pada ada di sini bikin konsentrasi hilang saja,'' tambah nya dengan mengusir sang tunangan agar pergi dari kelas nya.
''Ceritanya cemburu nich?'' jawab Eza menggoda Nadhira, seraya menarik turunkan alis nya.
''Bukan nya cemburu, tapi adik adik jadi nggak fokus belajar nya,'' bela Nadhira.
''Ya sudah kalian lanjutkan belajar nya, kakak nggak akan ganggu kok,'' kata Eza agar dia tidak lagi di usir oleh tunangan nya. Eza menyibukkan dirinya dengan benda pipih yang sudah ada di tangan nya.
__ADS_1
Eza membuka e-mail yang dikirim oleh salah satu karyawan nya, yang emang harus segera di kerjakan, sebenarnya pekerja'an Eza cukup menyita waktu hanya untuk bertemu dengan calon istri nya yang lebih memilih tinggal di pondok pesantren, ketimbang tinggal dengan orang tuanya di rumah.
Nadhira memang selalu berkata, ingin berbakti dulu kepada keluarga Kyai nya, sebelum dia nanti menikah dan sibuk dengan keluarga nya sendiri, hanya dengan membantu mengajar adik adik dan juga seringkali Nadhira juga membantu keluarga sang Kyai, yang Nadhira mau hanyalah mendapatkan ilmu yang bermanfa'an dan juga keberkahan nanti.
****************
Sedangkan di sisi lain Herman sedang menemani sang istri yang sedang berbelanja untuk kebutuhan sang calon baby di dalam kandungan istri nya, Herman kakak Nadhira yang emang sudah menikah selama 2 tahun, namun baru di beri kepercaya'an oleh sang kuasa setelah setahun bersama.
''Kamu mau yang mana lagi sayang?'' tanya Herman seraya memegang baju baju yang ada di dalam toko tersebut.
''Aku maunya warna hijau hubby, kan kita belum tau dedek nya laki laki apa perempuan,'' jawab nya yang terus melangkah menyusuri toko baju anak anak.
Sang istri nampak bingung mau memilih baju seperti apa untuk calon baby nya, karena Rania istri Herman belum tau pasti calon baby nya tersebut.
''Hubby? aku bingung mau beli apa sekarang,'' gumam nya pelan yang menghentikan langkah kakinya.
''Kita pilih pilih saja dulu yang menurut kamu bagus saja sayang,'' jawab Herman seraya mengelus bahu sang istri yang terlihat murung, Rania tadi begitu antusiasme sekali akan membelikan calon baby nya baju baju yang begitu lucu, tapi setelah sampai di toko baju baby Rania malah tak meneruskan langkah kakinya lagi.
''Kamu kenapa hmm...'' tanya Herman dengan lembut kepada sang istri.
''Aku bingung mau pilih yang mana, lebih baik kita pulang saja ya?'' ajak nya yang langsung mendapatkan celengan dari sang suami.
''Kok nggak mau sich hubby?'' rengek nya dan Rania menggembungkan pipi nya, sehingga membuat sang suami tersenyum geli melihat tingkah sang istri.
__ADS_1
Herman mencium bibir Rania sekilas sebelum melanjutkan langkah kakinya.
''Mau lanjut masuk apa pulang,'' tanyanya dengan merangkul tubuh gemoy sang istri.