
Gadis tomboy di samping Nadhira inisiatif menyapa Nadhira terlebih dulu.
''Perkenalkan Aku Gisela.'' ujarnya mengulurkan tangan pada Nadhira.
Nadhira menyambut tangan Gisela seraya tersenyum ke arah nya. ''Aku Nadhira.'' Jawab nya menepuk punggung tangan Gisela.
''Salam kenal?'' Ucap Nadhira lagi.
Gisela mengangguk dan memeluk Nadhira. ''Maukah kamu menjadi temanku di sekolah ini.'' tukas Gisela takut takut, karena melihat Nadhira tadi mengabaikan nya.
''Iya, sekarang kita teman?'' jawab Nadhira seraya tersenyum ramah pada Gisela.
''Makasih, sudah mau menjadi teman Gisel.'' Gumam nya pelan.
''Sebagai teman tak usah berkata terima kasih, Oke?'' sahut Nadhira mengangkat tangannya membentuk bulatan 👌👌.
Semua siswa-siswi baru mulai memasuki kelas 1. Tak lama kemudian sang guru melangkah masuk ke dalam kelas yang di tempati Nadhira.
''Pagi semua nya?'' Sapa Guru laki-laki yang baru datang dengan 2 orang pengikutnya, yakni Hendri dan Fajar.
masih ingat kan Fajar pemilik studio itu lho.
''Pagi Pak.'' Jawab semua siswa baru secara bersamaan.
''Kenalin ini senior kalian yang akan memberi panduan selama 3 hari di kelas ini.'' tutur Guru laki-laki tersebut.
Nadhira hanya pura-pura sibuk mendengarkan sang Guru, untuk menghindari tatapan dari kakaknya.
Hendri tersenyum smirk, melihat sang Adik yang tak melihat nya di depan.
''Oke, kenalin di samping kanan Bapak ada Hendri dan di kiri Bapak ada Fajar.'' tukas Pak Guru menjelaskan, semua nya mengangguk paham.
Lalu tak lama kemudian sang guru pamit keluar, ''Kalau githu Bapak pamit dulu.'' Ujarnya melangkah pergi.
Setelah kepergian sang Guru, Hendri dan juga Fajar meminta junior nya memperkenalkan diri di depan. Satu persatu mulai memperkenalkan nama mereka masing-masing, sampai tiba giliran Nadhira. Dengan malu malu Nadhira menuju ke depan menghampiri sang kakak dan juga temannya.
''Hallo semua nya. namaku Nadhira Almahyra.'' tutur Nadhira lembut.
Fajar menyunggingkan senyumnya karena melihat Hendri yang tampak lucu dengan gaya dinginnya.
''Sudah githu saja perkenalan nya.'' Tanya Hendri tegas.
__ADS_1
Nadhira mengangguk pelan, Hendri berkata lagi. ''Kalau sudah selesai balik ke tempat nya sekarang.'' perintah Hendri pada Nadhira.
'''Jangan galak galak Dri?'' Gumam Fajar.
Hendri hanya membalas dengan lirikan saja tanpa menjawab.
''Ayo siapa lagi yang belum berkenalan di depan.'' Tanya Hendri pada semua siswa baru kelas 1.
''Sudah semua kak?'' jawab nya serentak.
''Kalau sudah semua nya kalian ikut kita ke lapangan, dan jangan lupa bawa buku dan juga bolpoin kalian jangan sampai lupa, aku tunggu di lapangan.'' Tukas Fajar agak keras dan melangkah pergi menuju ke lapangan sekolahnya.
Nadhira membuka tas ransel nya, mengeluarkan buku tulis serta pasangannya yaitu bolpoin dan juga pensil, Nadhira menaruh pensil nya di dalam saku rok panjang nya.
Gisela melihat Nadhira sejenak dan berkata, ''Ayo kita keluar, jangan membuat kakak senior kita menunggu lama, bisa bahaya kalau itu sampai terjadi.'' Ujar Gisela agak lebay.
''Biarin saja marah, toh aku nggak takut.-- Gumam Nadhira pelan.
Gisela yang mendengar samar samar gumaman Nadhira akhirnya bertanya. ''Kamu ngomong apa barusan?'' Tanya Gisela penasaran.
''Ya sudah ayo jalan cepat, takutnya kena timpukan bata lagi.'' Tukas Nadhira asal.
Gisela yang mendengar ucapan asal Nadhira hanya mengerutkan keningnya seraya berkata. ''Masak sich bakalan di timpuk pakek batu bata.''
Gisela berlari mengejar Nadhira yang sudah hampir sampai. Nadhira sendiri sudah tau sebagian seluk beluk Sekolah yang sekarang. karena Nadhira sudah dia kali ikut Hendri ke sekolah itu.
Gisela memegang lengan Nadhira sambil mengatur nafasnya yang ngos ngosan, karena mengejar Nadhira barusan. ''Tega banget sich kamu Ra ninggalin aku sendirian.'' Ujar Gisela dengan nafas yang masih naik turun.
''Ayo, semua nya sudah kumpul di lapangan, tinggal kita saja belum sampai.'' Gumam Nadhira memegang lengan Gisela dan menariknya ke lapangan.
Hendri melirik kedatangan sang Adik. Nadhira yang melihat sang kakak hanya memanyunkan bibirnya.
''Sudah kumpul semuanya.'' tanya Hendri.
Semua siswa-siswi yang sudah berkumpul saling melirik satu sama lainnya. ''Mungkin sudah kumpul semua nya kak?'' Jawab salah satu siswa baru yang bakalan ikutan Mos.
''Kalian semua sudah bawa buku tulis?'' tanya Fajar.
''Sudah kak?!'' Jawab semua nya.
Semua siswa baru sudah di kumpul kan menjadi satu di lapangan sekolah yang sangat luas, mulai dari kelas A, B, C, D, dan juga E.
__ADS_1
Para senior yang tergabung dalam kegiatan ini sudah berkumpul di depan siswa baru. Mereka mulai ber musyawarah kegiatan apa yang akan mereka di berikan pada anggota Mos.
Karena sekolah tidak memperbolehkan bullyan di sekolah nya sekarang. Akhirnya para senior memutuskan untuk mengerjai para junior nya untuk mengumpulkan tanda tangan sebanyak mungkin.
''Ya sudah kita semua sudah memutuskan kegiatan apa yang akan kita kasih pada kalian semua sekarang.'' Tutur ketua kelas yang juga ikut gabung dengan anggota Mos.
''Kalian semua minta lah tanda tangan sebanyak mungkin kepada semua murid di sekolah ini.'' Ucapnya menambahkan.
Salah satu siswa baru ada yang mengacungkan tangannya, guna bertanya, ''Kak, satu orang satu tanda tangan atau bisa lebih dari satu.'' Tanyanya.
''Yang pasti satu orang satu tanda tangan beserta namanya juga.'' Hendri menimpali.
Nadhira hanya menghembuskan nafas dengan kasar, mendengar harus dengan namanya juga.
''Keterlaluan banget sich kamu Mas?'' bisiknya.
''Kalau githu lakukan sekarang.'' perintah ketua Mos.
Semua siswa berhamburan menuju kepada siswa-siswi lainnya, atau senior nya yang ada di depan.
Nadhira mengeluh kesal saat menatap sang kakak. ''Maaf kak mengganggu, boleh minta tanda tangan serta tulis namanya di sini.'' tutur Nadhira lembut.
Gisela yang ikut dengan Nadhira hanya diam dan juga menyodorkan buku tulis serta bolpoin nya.
Fajar mengambil buku tulis Nadhira dan membubuhkan tanda tangan serta namanya juga, kemudian Nadhira menghampiri Hendri.
''Mas? ups.'' Nadhira menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena keceplosan memanggil Hendri dengan sebutan Mas. Fajar dan lainnya tertawa renyah melihat Hendri yang hanya diam, dengan kekonyolan sang Adik.
Semua yang berada di samping Hendri sudah pada tau kalau Nadhira adalah Adik angkat Hendri.
''Maaf kak, Nadhira terbiasa memanggil Mas dari pada kakak.'' Gumam Nadhira.
Hendri mengangguk pelan, sedangkan yang lainnya hanya bisa menahan tawanya karena di tatap oleh Hendri.
''Nadhira mau minta tanda tangan serta nama kakak.'' Ucap Nadhira menatap Hendri kakak nya.
Hendri juga melakukan yang di lakukan Fajar, mengambil bukunya dan membubuhkan tanda tangan nya di buku tulis Nadhira.
''Makasih kak?!'' Ucap Nadhira dan juga Gisela.
👉👉👉👉
__ADS_1
Jangan bosan baca karyaku ya kak, dan makasih sudah mampir di karya receh Al-mahyra 🙏🙏😘😘😘💕💕💕