
Setelah pulang dari Surabaya beberapa waktu yang lalu, kini Nadhira disibukkan hal yang baru, Javen yang di adakan sang Ustad sekarang banyak peminatnya, banyak yang mengundang Nadhira Cs, itulah sebutan viralnya.
Orang orang begitu antusias untuk mengundang Javen Nadhira Cs, walaupun merasa capek semua teman teman yang berkumpul di Nadhira Cs juga senang, karena mendapatkan pundi-pundi rupiah dari Javen Nadhira Cs.
''Gimana? kita lanjut atau istirahat dulu.'' Tanya Nadhira pada semua temannya.
''Lanjut lah dek, kapan lagi kita dapat uang, sekali menyelam dua pulau terlampaui.'' Ujar Selvy pada Nadhira, yang di angguki lainnya.
''Maksud kak Selvy dua pulau terlampaui itu apa, Nadhira nggak faham.'' Tanya Nadhira, masih terus berfikir.
''Maksudnya? dapat Ilmu dan juga dapat uang githu kata Selvy Dek.'' Ucap Yuli agar Nadhira tidak bingung lagi dengan jawaban Selvy.
''Och, itu ya? sip dech kalau gitu kak.'' Nadhira memberi du jempol pada semuanya.
''Kalau Adek Dhira sendiri gimana, capek nggak?'' tanya Yuli, Nadhira menggeleng kan kepalanya.
''Nadhira kan cuma sholawatan kak, yang Javen kan kakak di sini, jadi Nadhira nggak bakalan capek, cuma ya tenggorokan saja yang serak.'' tukas Nadhira pada semuanya, dan ditertawakan oleh semua yang ikutan Nadhira Cs.
''Sama saja bohong kalau githu Dek?'' celetuk Yusro yang baru datang.
''Adek Dhira di panggil Ustadz, katanya cuma nanya saja kok lama gitu katanya Ustadz.'' Ujar Yusro.
''Astaghfirullah hal adzim, Nadhira sampai lupa kak, kebanyakan ngelawak di sini jadi lupa.'' ucap Nadhira menepuk jidadnya karena lupa sama Ustadz sekaligus kakak sambung Nadhira.
''Sudah dulu ya kak, Nadhira menghadap yang mulia dulu.'' celetuk Nadhira yang di tepuk pelan oleh Yusro.
''Adek ngomongnya githu banget sama Ustadz, aku bilang Ustadz ya Dek?'' Ucap Yusro yang di gelengi kepala oleh Nadhira.
''Ayo ach kak Yus, nanti yang mulia kalang kabut nyari Nadhira di mari.'' kata Nadhira konyol namun menghibur semua teman temannya yang lagi bosan, apalagi ada yang ngeluh uang bulanan belum cair juga.
Bagaimana mau cair, lawong Ibu, Bapaknya tak mentransfer uang bulanan, nasib Anak Pondok 😢😢.
__ADS_1
''Bagaimana Ra, apa kata teman temanmu yang ikutan Javen Nadhira Cs.'' tanya Dayat saat sudah melihat Nadhira masuk.
''Kalau kata teman teman sich lanjut Ustadz, mumpung lagi rame ya di Terima saja Ustadz.'' Ucap Nadhira yang di angguki oleh Alvy yang ada di sampingnya.
''Yang di katakan Nadhira bener Bi, mumpung masih rame, besok besok kalau sudah sepi baru mereka istirahat.'' timpal Alvy tersenyum, sedangkan Dayat mengerutkan keningnya mendengar perkataan sang istri.
''Duduk sini Ra, bisa patah berdiri disana kamu.'' tukas Alvy menyuruh Nadhira duduk di sebelah nya.
Nadhira menghampiri Alvy dan duduk di sampingnya.
''Gimana Bi? lama banget mikirnya.'' tutur Alvy pada Dayat suaminya.
''Jangan keterlaluan lah Uma, mereka semua bukan robot yang harus tampil tiap hari tanpa rasa lelah, mereka manusia yang butuh waktu untuk istirahat, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah walau sejenak.'' Ucap Dayat yang dapat tepukan tangan dari Alvy dan juga Nadhira.
''Abi hebat banget ya, bisa berkata sebijak itu sekarang, walau tak setiap hari juga sich.'' Sahut Alvy yang terus bertepuk tangan.
Nadhira hanya senyum senyum, karena keberadaan nya hanya sebagai obat nyamuk menurut-ya.
''Kalau sudah nggak ada lagi, Nadhira pamit Ustadz?'' pamit Nadhira namun di cegah oleh Dayat.
''Iya Ustadz, akan Nadhira sampaikan pada semuanya, kalau githu Nadhira sudah boleh kembali kan Ustadz.'' Ucap Nadhira sopan namun tak ada rasa malu sama sang Ustadz.
''Bukan Ustadz Ra, tapi Abang!'' celetuk Alvy mengingat kan Nadhira, karena menurut Alvy Nadhira adalah adek nya Dayat, walau bukan Adik kandung.
''Jangan Abang Neng? malu Nadhira kalau di dengar teman teman Ponpes.'' Seru Nadhira pada Alvy istrinya Dayat.
''Ya nggak apa apa, kan itu semua kenyataan nya, sekarang kamu sudah menjadi adik Mas Dayat.'' tukas Alvy namun Nadhira menggeleng.
''Bukannya Nadhira menolak manggil Ustadz dengan sebutan Abang Neng? tapi Ustadz adalah Guru Nadhira.'' Ucap Nadhira dan menyunggingkan senyum manis di bibir ranumnya.
''Okelah kalau itu maumu, Aku tidak akan memaksa, namun di depan Abah Rahman kamu harus manggil dia dengan sebutan Abang, ingat jangan sampai mengecewakan Abah ya Ra?!'' Pesan Alvy pada Nadhira.
__ADS_1
Nadhira mengangguk dan undur diri kembali Ke Pondok Putri, guna menyelesaikan yang belum di selesaikan.
''Ech, ech...? tukang ngelawak sudah datang tuh, dia membawa kabar apa sekarang.'' Gumam Rani yang di dengar oleh beberapa temannya.
''Rani lho apaan sich, itu Nadhira bukan pelawak.'' Ucap Yuli tak terima Nadhira di juluki seorang pelawak.
''Maaf kak Yul, Rani hanya bercanda kok, kan Nadhira juga suka ngelucu iya kan teman teman.'' Ucap Rani meminta persetujuan dari teman temannya yang lain.
''Tauk?!'' Ujar teman teman yang lain hampir bersamaan.
''Ada apa ini Shay? kok pada ngeliat Nadhira kayak githu sich?'' Ucap Nadhira setelah ada di depan semua teman temannya.
''Nggak apa apa kok Dek?'' sahut Yuli tersenyum.
''Gimana kata Ustadz Dek?'' Tanya Santi yang di angguki oleh lainnya.
''Yang mulia menyuruh kita untuk beristirahat dulu selama beberapa hari, dia bilang kalau kalian semua sakit karena kelelahan Ustadz juga yang repot, harus menghadapi Ibu, Bapak kalian kata Ustadz.'' Ucap Nadhira seperti yang di sampaikan Dayat.
''Yah, gagal dech dapat cuan lagi.'' sahut Selvy sedih.
''Cuan terus nich anak, yang di bilang Ustadz tu ada benarnya juga Selvy? mau kamu sakit hanya karena terus terusan manggung sana sini.'' celetuk Yuli.
''Okelah, kita istirahat dulu, habis itu let's Go cari cuan lagi, semangat Nadhira Cs.'' seru Selvy yang langsung di tonyor Santi.
''Kebiasaan Santi nich! sakit kali San.'' Dengus Selvy.
''Sudah sudah, sekarang waktunya istirahat, emang kalian semua tidak ngantuk apa, ini sudah jam sepuluh malam, besok masih harus sekolah.'' Ujar Nadhira agar semua nya bubar dan kembali ke Asrama masing-masing.
Semua mengangguk dan beranjak dari duduknya, termasuk Nadhira juga kembali ke Asramanya.
''Hari ini sangat melelahkan sekali, semoga ke depannya Nadhira Cs tetap berjaya walau aku sudah tidak tinggal di Pesantren ini lagi.'' Gumam Nadhira pelan sehingga tak ada yang mendengarnya, kecuali dirinya sendiri.
__ADS_1
👉👉👉👉
Jangan bosan baca karya receh ku ya kak, Makasih 🙏🙏😘💕💕💕