Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 39 Balik ke ponpes (pondok pesantren)


__ADS_3

Setelah seharian berkeliling, Nadhira dan Hendri memutuskan untuk kembali ke rumahnya, rasa capek yang menderanya membuat Nadhira ketiduran di dalam mobil.


Hendri membenarkan kursi mobilnya agar Nadhira lebih nyaman dalam tidurnya.


Hendri menggendong Nadhira ke dalam rumah, Hendri membawa Nadhira kamarnya dan di baringkan di kasur empuk nya.


Setelah menyelimuti Nadhira, Hendri keluar dari kamar Adiknya dan menuju ruang tamu yang tadi dilewati, disana sudah ada Abah Rahman dan Umi nya.


''Pergi kemana saja sampai semalam ini perginya.'' Tanya Abah Rahman pada putranya.


''Cuma keliling keliling sekitaran sini saja kok Bah? lagian besok Adik sudah balik ke Ponpes nya.'' Sahut Hendri menundukkan kepalanya.


''Ya sudah, kamu tidur lah besok masih nganter Adikmu ke Ponpes nya.'' tutur Abah Rahman yang di angguki oleh Hendri dan bergegas menuju kamarnya.


Hendri membaringkan tubuh lelahnya karena seharian ini menemani sang Adik untuk berkeliling kota Surabaya, Hendri menatap langit langit kamarnya dan bergumam.


''Adikku Nada, bahagialah kamu di atas sana, Mas sudah meng ikhlaskan kepergian mu, maafin Mas yang belum bisa bahagiain kamu.'' Gumam Hendri, tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja ketika mengingat mendiang sang Adik.


Hendri memejamkan matanya untuk mngurai rasa sedihnya karena teringat dengan Nada.


Waktu terus berputar sampai akhirnya Hendri bisa tidur dengan pulas ketika angka jam sudah menunjukkan angka 3 pagi.


Adzan subuh berkumandang sangat merdu, membuat orang yang mendengar nya seakan akan tidak rela untuk tak mendengarkan nya.


Hendri mengucek matanya pelan, wajah yang ia lihat adalah wajah Nadhira sang Adik.


''Mas Hendri sudah bangun?'' tanya Nadhira yang duduk di sampingnya.


''Adik kok ada di kamar Mas sich.'' tanya balik Hendri.


''Tadi Umi nyuruh Nadhira bangunin Mas Hendri untuk sholat berjamaah.'' jawab Nadhira pada Hendri.


''Ya sudah Mas mandi dulu, habis itu sholat.'' Ujar Hendri bergegas masuk ke kamar mandi nya.


''Kalau gituu Nadhira tunggu di luar ya Mas?'' Ucap Nadhira beranjak dari duduknya, dan melangkah pergi.

__ADS_1


Dengan cepat Hendri membersihkan tubuh nya dan dengan segera Hendri menghampiri Umi, Abah dan juga NadhiraNadhira, setelah memakai baju koko dan juga peci hitam di kepalanya.


''Sudah siap belum sholat jama'ah nya.'' Tanya Hendri yang di angguki oleh ketiganya.


''Ya sudah kalau gitu kita mulai sholat nya.'' ucap Hendri lagi.


Hendri menjadi imam buat ketiganya.


Setelah sholat dan wiridan, Hendri mencium tangan orang tuanya dan Nadhira mencium tangan ketiganya.


''Gimana? jadi pulang sekarang apa besok.'' Tanya Hendri.


''Iya Mas, pulang sekarang? kan besok Nadhira sudah harus masuk sekolah mas.'' jawab Nadhira tersenyum manis.


''Bisa saja nie bocah, selalu senyum kayak gitu kalau ada maunya.'' tutur Hendri dan mengusap puncak kepala Nadhira.


Umi dan Abah Rahman hanya menjadi penonton yang baik, melihat keduanya begitu mengasihi dan juga saling menyayangi satu sama lain.


''Ya sudah, kalau gitu kalian siap siap sekarang, Umi sama Abah tidak bisa mengantar Nadhira ke Ponpes, karena Abah ada urusan penting dengan pamannmu pagi ini?'' Ujar Abah Rahman pada Nadhira.


Nadhira menghampiri Abah Rahman, dicium tangannya dan berkata, ''Abah hati hati ya di jalan, Maaf karena Nadhira harus balik Ponpes sekarang?'' ucapnya manja.


''Sudah sana siap siap, entar keburu Masnya nunggu lama lho.'' suruh sang Umi.


Nadhira beranjak dari duduknya dan bergegas ke kamarnya, mengambil barang yang akan di bawa balik ke Ponpes.


Nadhira mencium tangan Abah dan juga Umi nya.


''Jangan ngebut bawa mobilnya ya.'' pesan Abah Rahman pada Hendri.


''Tenang saja Abah, paling Hendri melaju dengan cepat saja.'' Sahut Hendri yang langsung dapat pelototan dari Umi nya.


*-*-*-*-*-*-*-*


Nadhira di sambut dengan gembira oleh semua teman temannya yang ada di Ponpes.

__ADS_1


Hendri tidak mengikuti Adiknya sampai ke Asrama putri, Hendri menemui sang Abang di dalam rumahnya, beserta sang ponakan yang comel banget.


''Kayaknya nggak ada yang kangen sama Om nich.'' Ucap Hendri saat sudah ada di dalam, namun tak ada yang mengetahui kedatangan nya , mereka sibuk dengan diri sendiri, sang Abang membaca buku, iparnya juga sibuk dengan ponsel beserta buku buku yang di taroh di pangkuannya, sedangkan Marsya sibuk dengan mainan barunya yang beberapa minggu lalu ia belikan.


''Kapan kamu datang Hendri? mana Nadhira Dek.'' Tanya Dayat pada Adiknya Hendri.


''Ya dari tadi lah Bang? Nadhira sudah ada di Asrama putri kok Bang.'' Sahut Hendri dan tersenyum kecut melihat Abang nya yang galak.


Alvy menuju dapur untuk membuatkan makanan buat Adik iparnya.


''Mbak Yusro, bikinin makanan buat Hendri ya mbak?!'' Ucap Alvy pada pengurus Pesantren nya.


''Iya Neng?'' sahut Yusro dan bergegas membuatkan makanan buat Adik iparnya sang Neng.


Sedangkan Nadhira sudah ikut mengaji kitab brsama teman teman yang lain di Asrama putri.


Nadhira menyimak pelajaran yang di sampaikan oleh Ustadzah nya, sang ustadzah menerangkan dengan sangat lembut, sehingga semua murid muridnya mudah mengerti apa yang di sampaikan ustadzah nya.


Tentang Sujud Sahwi dan Yang Lainnya


HADITS KE-265


عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ بُحَيْنَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ- ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى بِهِمُ الظُّهْرَ فَقَامَ فِي اَلرَّكْعَتَيْنِ اَلْأُولَيَيْنِ وَلَمْ يَجْلِسْ فَقَامَ اَلنَّاسُ مَعَهُ حَتَّى إِذَا قَضَى اَلصَّلَاةَ وَانْتَظَرَ اَلنَّاسُ تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ وَهُوَ جَالِسٌ وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ ثُمَّ سَلَّمَ ) أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَةُ وَهَذَا لَفْظُ اَلْبُخَارِيِّ وَفِي رِوَايَةٍ لمُسْلِمٍ : ( يُكَبِّرُ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ وَسَجَدَ اَلنَّاسُ مَعَهُ مَكَانَ مَا نَسِىَ مِنَ الْجُلُوسِ )


Dari Abdullah Ibnu Buhaimah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sholat Dhuhur bersama mereka beliau berdiri pada dua rakaat pertama dan tidak duduk tasyahhud orang-orang ikut berdiri bersamanya hingga beliau akan mengakhiri sholat dan orang-orang menunggu salamnya beliau takbir dengan duduk kemudian beliau sujud dua kali sebelum salam lalu beliau salam Dikeluarkan oleh Imam Tujuh dan lafadz ini menurut riwayat Bukhari Dalam suatu riwayat Muslim: Beliau takbir pada setiap sujud dengan duduk lalu beliau sujud dan orang-orang sujud bersamanya sebagai pengganti duduk (tasyahhud) yang terlupakan


Sang ustadzah menutup kitab yang di ajarkan barusan, ''Apa kalian sudah mengerti pembahasan barusan.'' Tanya sang ustadzah pada murid-murid nya.


Semua murid-murid nya menjawab serentak.


''Insya Allah ustadzah?'' jawab semuanya.


''Bagus! kalau begitu kita akhiri pertemuan kita dengan baca'an Hamdalah.'' Ucap ustadzah khusna.


''Alhamdulillah Hirobbil Alamin?'' Ucap semua nya, juga ustadzah khusna yang mengajar barusan.

__ADS_1


Makasih yang sudah mampir.


Jangan bosan bacanya ya Kak, 🙏🙏😘💕💕


__ADS_2