Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 67 Kemenangan Artis komplek


__ADS_3

Musik sudah di putar dan liukan demi liukan sudah terlihat di setiap tubuh Anggota sang penari.


Begitu gemulai nya tarian Nadhira membuat semua yang menonton bersorak dan bertepuk tangan.


Nadhira yang sudah terbiasa menari menirukan gerakan gerakan yang ada di film Bollywood tak harus berlatih setiap hari, Nadhira cuma 3x ikutan latihan karena Nadhira orang yang super duper sibuk nya.


''Yang tengah sangat mahir Narinya,'' bisik para penonton.


''Bukan cuma mahir Nari, dia juga sangat cantik,'' jawab nya berbisik juga.


''Iya kamu benar,''


Sedangkan para juri saling bertatap satu sama lainnya, mereka seakan akan mengerti tatapan nya, yang lain pun pada mengangguk.


Nadhira sengaja berpasangan dengan Hendri sang Abang, karena Hendri nggak bakalan terima kalau sang Adik di pasangkan dengan yang lainnya.


Saat tarian hampir selesai Nadhira berbisik pada Hendri.


''Mas gimana nich, Nadhira lupa gerakan terakhir nya,'' bisiknya.


''Tetap tenang, agar semua Juri tidak curiga dan ikuti gerakan Mas,'' pesan Hendri pada sang Adik.


Nadhira pun mengangguk dan melepas rangkulan nya pada sang Abang. Nadhira juga mulai mengikuti gerakan yang lainnya sampai akhirnya selesai.


Nadhira menghembuskan nafas lega karena sudah menyelesaikan tarian nya tanpa ada yang salah dalam gerakan nya.


Semua anggota Grub Artis komplek membungkukkan badannya guna memberi hormat pada semua juri di depannya.


Semua nya mulai menuruni tangga secara bergantian. Tepuk tangan sangat bergemuruh di dalam Stadion tempat Lomba tari di adakan sekarang.


''Grub Artis komplek berulah, sekali lagi beri tepuk tangan yang sangat meriah buat semua Anggota Grub Tari Artis komplek,'' Ujar MC yang berada di atas panggung.


Nadhira mulai berbisik pada Gina, menanyakan kenapa harus di beri nama Artis komplek.


''Kenapa harus nama itu sich kak Gina?'' Tanya Nadhira pelan.


''Nggak tau juga Nadhira, mungkin biar gampang di ingat oleh semua Juri dan semua penonton juga,'' cetus Gina mengambil botol air mineral yang sudah di sediakan oleh pihak panitia.


''Itu kan bercandaan kita kemarin, waktu latihan,'' tutur Nadhira mengingat kan Gina.

__ADS_1


''Och iya, kamu benar juga Ra, tapi siapa yang memberi nama itu tadi ya,'' Gumam Gina sambil memutar otak nya, karena tadi sempat mendengar salah satu dari anggota mengusulkan nama itu.


''Sudah ingat,'' Tanya Nadhira tiba tiba.


Gina menggeleng dan meneguk minumannya kembali hingga tandas tak tersisa.


Umi Upik menghampiri Nadhira dan juga Gina yang sedang asik mengobrol.


''Sudah selesai lomba nya, ayo kita pulang,'' Ajak Umi Upik pada sang Puteri.


''Sebentar lagi Umi, masih harus nunggu pengumuman dulu, karena pemenangnya harus menunjukkan bakatnya kembali sebagai penutup acara lomba tersebut,'' Ucap Nadhira menjelaskan pada sang Umi.


''Ya sudah kalau gituu, Umi tunggu di luar ya, kalian jangan lupa terus semangat agar Grub Artis komplek membawa kabar gembira dan membawa trofi,'' Ucap Umi Upik memberi semangat.


Sedangkan di atas pentas sedang riuh, karena maskot dan pengikutnya tidaklah sama gerakan nya.


''Ech tau nggak peserta yang sekarang ada di atas pentas, sang maskot membuat gerakan sendiri yang bikin nggak asik untuk di lihat,'' Gumam temannya Gina yang kebetulan dia dari luar.


''Ya biarin sajalah, siapa tau itu emang gerakan terbarunya, kita semua kan nggak tau iya kan,'' sahut Nadhira pada teman anggota nya.


''Iya juga sich Ra.'' jawabnya.


''Kalian lihat saja, kalian semua bakalan kalah, karena gerakan tari kita lah yang paling heboh,'' tukas sang Maskot yang baru saja tampil.


''Kenapa harus di lihat lagi, kalian kan sudah selesai menampilkan tarian nya barusan,'' Ujar Nadhira sembari beranjak dari duduknya.


Nadhira yang tegas dan tak mudah untuk di tindas oleh setiap lawannya, Nadhira belajar itu semua dari teman temannya waktu di Pondok Pesantren dulu.


''Ech lho kalau ngomong sama ketua kita yang sopan dong,'' celetuk anak buah sang Maskot sambil menunjuk ke arah Nadhira.


''Siapa anda, aku harus sopan ngomong sama ketua tarimu,'' cetus Nadhira melipat kedua tangan dan menaruhnya di dada.


''Lho kurang ajar rupanya,'' salah satu dari merak mendekati Nadhira dan ingin menampar pipi mukus Nadhira.


Namun sayang, sebelum tangan yang ingin menampar nya tepat mengenai pipi Nadhira, Nadhira sudah mencengkram kuat tangan yang akan berbuat semena mena pada dirinya.


''Aku tidak suka dengan kekerasan, namun kalau kalian menginginkan nya, mari kita selesai kan di luar,'' Ajak Nadhira.


Kemudian ada satu anggota lagi yang datang melerai Nadhira dan anggota tim nya.

__ADS_1


''Sudahlah ayo kita pergi, jangan cari masalah di sini, kalau tidak kita bisa di diskualifikasi,'' Ajak nya sembari menarik tangan yang menjadi Maskot, karena akar dari masalah dari sang maskot itu sendiri.


Gina dan juga temannya memberikan empat jempol sekaligus pada Nadhira.


''Nggak nyangka, cewek cantik dan super kalem bisa juga garang seperti Harima kelaparan,'' Ucap Gina dengan sedikit sindiran.


''Karena Nadhira tak mau tertindas lagi kak, dan juga tak mau ditindas, makanya Mas Hendra mengajariku itu semua,'' jawabnya pada Gina.


Hendra adalah sepupu dari Hendri, sejak Nadhira di perlakukan semena mena di sekolah nya, Hendra bertekad mengajari Nadhira sedikit Ilmu bela diri, agar dia bisa menjaga dirinya sendiri dari perlakuan orang orang tak menyukai nya.


Setelah lama menunggu, akhirnya pemenang lomba akan di umumkan sebentar lagi.


Para juri sudah membuat keputusan yang sangat alot, karena semua peserta yang mengikuti lomba terbaik semua nya.


Suara MC sudah menggelegar di dalam stadion, sehingga membuat para penonton terdiam karena ingin mendengar lebih jelas, siapa yang bakalan jadi pemenang di sore hari ini.


''Juara harapan di menangkan oleh Grub tari Anggrek?'' ucap sang MC.


Grub tari Anggrek pun menaiki podium dan dengan segera hadiah yang mereka dapatkan ia terima.


Sang MC pun melanjutkan pengumuman sang juara.


''Juara ke tiga jatuh pada Grub tari Saranghaeyo.


Dan juara ke dua jatuh pada Grub tari Laila, dan yang terakhir jatuh pada Grub....'' Sang MC menghentikan ucapannya membuat para penonton dan juga para peserta menjadi riuh kembali.


''Kalian siap mendengarnya kan?'' tanya sang MC.


''Lanjutkan,'' teriaknya hampir bersamaan.


Sebelum sang MC melanjutkan dia berdehm terlebih dulu membuat semuanya menghembuskan nafas karena mulai kesal.


''Juara pertama jatuh pada.... Grub Artis komplek....?'' Ucapnya dengan nyaring.


Semua anggota yang tergabung dalam Grub Artis komplek kaget bukan main.


Ternyata yang di ucapkan Nadhira tempo hari menjadi kenyataan, semua tersenyum bahagia atas kemenangan nya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2