
Hari berganti hari.
Bulan berganti bulan.
Kini Nadhira di sibukkan dengan kegiatan Ponpes nya, di tambah kegiatan sekolah formalnya yang sebentar lagi bakalan ujian kelulusan.
Sedangkan Nadhira Cs masih terus saja berlanjut, walau tidak setiap hari seperti dulu, karena sang Ustadz memberi waktu untuk Santri nya beristirahat, apalagi sekarang kegiatan Santri nya sudah padat di Ponpes.
Maka dari itu Dayat selalu menolak undangan orang yang akan mendatangkan Nadhira Cs, kadang ada juga orang yang rela untuk menunggu sampai 3 hari kemudian.
Ya Santri nya di beri waktu 3 hari untuk istirahat, sebelum itu Dayat sudah menanti wanti sang Santri agar selalu menjaga kesehatan nya.
Disaat semua Santri sudah selesai dengan kegiatan Ponpes nya, tiba-tiba Alvy menghampiri Nadhira Cs yang lagi berkumpul, mereka lagi belajar untuk menghadapi ujiannya minggu depan.
''Kalian belum tidur?'' Tanya Alvy pada semuanya.
''Masih belajar neng?'' Jawab mereka yang hampir bersamaan.
''Jangan malam malam tidurnya ya.'' Ujar Alvy pada Santri nya yang ada di sana.
''Iya neng?'' jawab Yuli menundukkan kepalanya.
''Nadhira, ikut neng yuck?'' Ajak Alvy pada Nadhira yang lagi fokus pada buku pelajaran nya.
Nadhira mengangguk dan beranjak dari duduknya, mengikuti langkah Alvy dari belakangnya.
''Mau kemana neng?'' Tanya Nadhira waktu Alvy berjalan masuk ke rumahnya.
''Aku cuma mau bicara sama kamu, duduklah dulu, aku panggil Abi dulu.'' Ucap Alvy bergegas memanggil suaminya di ruang belajar.
''Iya neng?'' jawab Nadhira lalu duduk di sofa yang hampir setiap hari ia duduki.
__ADS_1
Nadhira mengambil buku ya ada di atas mejanya, dia membolak balikkan buku yang ia ambil barusan, sampai akhirnya Dayat dan juga Alvy menghampiri Nadhira di ruang tengah, dimana Alvy meninggalkan Nadhira tadi.
''Baca apa Ra?'' Tanya Dayat pada Nadhira, saat sudah ada di depannya.
''Ini, baca ginian Ustadz.''Sahut Nadhira memberikan buku yang dia pegang.
''Ini tentang Wali wali Ra, masak kamu nggak tau sich.'' Ucap Dayat menyentil dahi Nadhira.
''Aduh...!!'' Nadhira mengaduh kesakitan karena sentilan dari Dayat.
''Abi nggak boleh githu sama Nadhira.'' tukas Alvy memegang lengan suaminya.
''Ini nich yang ngebela terus, akhirnya kayak gini, cerita Wali saja tidak tau.'' Ujar Dayat pada Alvy, Alvy hanya merengut.
Nadhira senyum senyum dalam diam nya.
''ini lagi satu, di belain malah senyum senyum nggak jelas githu.'' omel Alvy pada Nadhira lembut.
''Sebenarnya Nadhira sangat pintar dan genius dalam segala hal.'' gumam Dayat pelan sehingga tak ada yang mendengar.
Alvy menyenggol lengan suaminya agar berbicara yang akan di bicarakan dengan Nadhira.
''Nadhira, sebenarnya saya mau ngomong masalah Nadhira Cs, karena akhir akhir ini, banyak yang saya tolak undangannya, saya kira kalian butuh istirahat yang cukup, di tambah lagi sekarang kegiatan di Pesantren dan sekolah kamu sangat padat, takutnya kalian tidak bisa menyesuaikan sekolah dan kegiatan di Pesantren, karena terlalu sibuk dengan Nadhira Cs, menurut kamu apa saya salah dalam hal ini.'' tanya Dayat pada Nadhira.
''Kalau menurut Nadhira sich sudah benar ustadz, tapi apa mungkin pamor Nadhira Cs akan merosot drastis karena sering di tolak ustadz.'' tanya Nadhira balik pada Dayat sang ustadz.
''Biarin sajalah Nadhira Cs pamornya turun, asal sekolah kamu tidak terbengkalai, kalau itu sampai terjadi bisa di gorok aku sama Abah hanya karena kamu.'' Jawab Dayat serius, Nadhira memandang ke arah Alvy seakan-akan minta penjelasan padanya.
''Biarkan saja Nadhira Cs, mau turun pamor kek, mau viral kek itu terserah ezt, sekolah kamu lebih penting Ra, lagian sebentar lagi kamu bakalan di hoyong ke Surabaya sama Abah, jadi mau nggak mau mulai dari sekarang kita harus belajar, kalau besok besok Nadhira Cs sudah nggak laku lagi, dalam artian nggak laku sudah nggak ada yang ngundang lagi.'' tutur Alvy panjang lebar dan mengelus bahu Nadhira.
Nadhira mengangguk, ''Kalau Nadhira sich bisa menerima semua ini dengan lapang dada, tapi bagaimana dengan yang lainnnya Neng, semua yang bergabung dengan Nadhira Cs sudah senang dan berbangga hati, karena sudah tak terlalu mengharapkan transferan dari orang tuanya lagi Neng?'' sahut Nadhira yang menghawatirkan semua temannya yang bergabung di Nadhira Cs.
__ADS_1
Alvy mengerti perkataan dari Nadhira, namun Alvy juga tak memungkiri rasa khawatir Alvy lebih besar dari Nadhira.
Alvy sudah sering melihat dan mendengar obrolan dari mereka yang bergabung di Nadhira Cs begitu bahagia, karena mereka sudah tidak lagi menunggu transferan tiap bulan nya dari orang tuanya, namun apa daya sekolah Santri nya lebih penting dari pada harus mementingkan Nadhira Cs.
''Mungkin kalau semua kegiatan sekolah dan di pesantren sudah tidak padat lagi, kami akan menerima setiap undangan buat Nadhira Cs.'' Tutur Alvy dengan suara yang mulai serak.
''Tapi kesuksesan kalian kedepan nya lebih penting dari pada Nadhira Cs Ra.'' Dayat menimpali ucapan Alvy istrinya.
''Iya ustadz, Nadhira mengerti kok? biar Nadhira memberi pengertian pada mereka semua ya neng dan juga ustadz, kalian jangan terlalu memikirkan tentang masalah ini, kami bukan orang yang pembangkang kok, kami disini niatnya untuk belajar, tapi berhubung ada Nadhira Cs jadi itu semuanya hanyalah sebagai bonus dan menghilang kan rasa penat kita di dalam penjara suci ini. jadi ustadz dan neng Alvy tenang saja.'' Ujar Nadhira, setelah di kira selesai Nadhira pamit kembali ke Asrama di dalam Ponpes.
Sampai di Asrama ada sebagian yang belum tidur, mereka masih menunggu kedatangan Nadhira yang dari tadi belum muncul muncul.
Nadhira berdehem ketika sudah ada di belakang teman teman Asrama nya.
''Akhirnya lho nongol juga Dek?'' Ujar Yuli yang emang dari tadi sudah menunggunya dengan rasa tidak sabarnya.
''Kok kalian belum tidur sich kak? lagi mikirin apaan sich?'' tanya Nadhira lembut yang di buat buat.
''Kita kita lagi nungguin kamu balik ke Asrama tau Dek? kenapa lama banget sich sampai jam berapa nich, baru nongol idung nya?!'' Sahut Selvy cengengesan.
''Nadhira membahas tentang Nadhira Cs sama Ustadz dan juga neng Alvy?'' gumam Nadhira, semuanya kaget terutama yang sedang tidur juga ikutan bangun, karena mendengar Nadhira cs.
''Emangnya kenpa dengan Nadhira Cs.'' Tanya Santi tiba-tiba, Santi emang sudah tidur sejak tadi, tapi ketika menyangkut Nadhira Cs dia terbangun dari tidurnya, entah kenapa dia tiba-tiba bangun, padahal Nadhira kan ngomongnya cuma pelan pelan.
''Kok lho bangun sich San!'' tanya Selvy agak ketus.
''Yeee..... emang aku nggak boleh bangun dari tidurku githu, aku kan belum mati Selvy?!'' Jawab Santi ketus.
''Besok sajalah Nadhira ceritanya, sekarang sudah malam, lagian kita harus memberi tau pada semua tim Nadhira Cs?!'' tukas Nadhira dan menyuruh semua teman Asrama nya tidur, karena ini sudah larut.
👉👉👉👉
__ADS_1
Jangan bosan bacanya ya kak, Makasih 🙏🙏😘💕💕💕