
Semua Anggota yang ikut di dalamnya sangat senang mendengar pengumuman hasil lomba tersebut.
''Nadhira, kita menang?'' cetus Gina menggoyangkan tubuh Nadhira yang terdiam membeku, karena dia belum percaya kalau dirinya akan mendapatkan Juara 1 dalam lomba Tari ini.
''Nadhira, kamu kok cuma diam saja sich, ngomong dong,'' Ucap Gina lagi.
''Ach, iya kenapa kak Gina?'' tanya Nadhira dalam sadar nya.
''Kita menang, kamu emang the best Nadhira,'' puji Gina dan juga teman yang lainnya.
Sang MC berkata kembali, ''Yang merasa Grub nya di panggil barusan harap naik ke atas pentas untuk menerima sejumlah hadiah,'' Ucap nya masih menggunakan mikrofon.
Hendri dan juga Fajar menarik tangan Nadhira, mereka berdua membawa Nadhira ke atas pentas untuk perwakilan dari Grub tarinya.
Semua penonton ml bertepuk tangan menyaksikan Grub tari yang memenangkan lomba.
Nadhira terus mengumbar kan senyuman nya ke arah penonton karena mereka menatap Nadhira penuh bangga.
''Mas, kenapa harus Nadhira yang naik ke pentas,'' bisik Nadhira pada sang Abang.
''Kan yang jadi Maskot Adik, Mas cuma menemanimu saja di sini,'' Hendri berbalik berbisik.
Sang Juri memberikan hadiah dan juga piala pada Nadhira, Nadhira pun mencium tangan sang Juri seraya berkata, ''Makasih Pak,'' Ucap Nadhira lembut dan tersenyum pada sang Juri tersebut.
''Selamat kamu sangat hebat, aku tunggu tarian kamu berikut nya,'' Gumam sang juri, yang di anggguki oleh Nadhira.
Ketiga pemenang akhirnya turun dari panggung, Nadhira menghampiri sang Umi dan juga Abah Rahman, lantas Nadhira menyerah kan hadiah yang ia pegang, lalu Nadhira kembali ke atas panggung untuk mempersembahkan sebuah tarian untuk terakhir kalinya pada sang Juri.
Tepukan tangan sangat riuh saat musik sudah di putar oleh sang operator.
Seperti yang di lihat orang orang pertama kalinya, gerakan Nadhira membuat tepuk tangan begitu bergemuruh.
Sekarang Nadhira menari sendiri tanpa sang Abang yang menjadi pasangan nya.
Penonton berteriak memanggil nama Nadhira dan menyebut Nama Grub tarinya juga.
''Nadhira, I love you!!'' teriak salah satu penonton.
Nadhira yang sedang asik menari tidak menghiraukan teriakan dari bawah panggung, dia hanya lebih fokus lagi pada tarian nya dan pada teman temannya yang sedang mengikuti gerakan nya.
__ADS_1
Orang yang tadi sempat meninggikan kalau dia tidak mungkin bisa terkalahkan oleh Grub mana pun, hanya bisa menggeram kesal pada Nadhira dan juga teman teman nya yang lain.
''Kita di kalahkan oleh Grub cecunguk itu, awas saja kalau aku bertemu dengan salah satu dari mereka yang tadi dengan sangat berani menggertak ku,'' Ucap Sasti mengepalkan tangannya.
''Sudahlah, kamu jangan bikin gara gara lagi, cewek yang kamu sebut cecunguk itu nggak bakalan menyerah pada kamu,'' sahut teman Sasti.
''Aku belum bisa di kalahkan oleh mereka semua, lihat saja aku tidak akan tinggal diam pada mereka semua,'' ancam nya.
Selesai menari Nadhira melewati Sasti yang sedang menatap nya dengan penuh kebencian. Nadhira tak menghiraukan tatapan yang Sasti berikan padanya.
''Umi??'' sapa Nadhira pada sang Umi sembari merangkul pundak Umi nya.
Nadhira sengaja berkata demikian karena Sasti masih menatap nya dengan tatapan tak biasanya.
''Sudah selesai kan?'' tanya sang Umi.
Nadhira mengangguk, ''Sudah Umi, Nadhira capek,'' Ucap Nadhira manja.
''Ya sudah kita pulang sekarang,'' Ajak Umi Upik pada Nadhira.
Nadhira menatap Sasti sekilas, lalu Nadhira mengacungkan jempol nya kemudian membalik nya menghadap ke bawah👍👎.
Sasti mengepal erat melihat kelakuan yang Nadhira tunjukkan padanya. Sasti tak terima perlakuan yang Nadhira berikan padanya.
Nadhira sungguh senang melihat Sasti yang marah padanya, Nadhira terus saja mengumbar senyuman di bibir ranum nya.
Hendri juga sangan senang, karena yang memberikan nama Grub tarinya dengan Artis komplek adalah Hendri.
Hendri tau betul sebutan Nadhira yang orang orang sekitaran komplek perumahan nya.
''Nama yang tidak mungkin du lupakan.'' Gumam Hendri ketika Nadhira sudah berada di sampin nya.
Nadhira yang mendeo mengerutkan kening nya, dan dia pun mulai sadar kalau itu semua di tujukan padanya.
''Jangan bilang Mas Hendri yang memberi nama Grub Artis komplek pada Grub tari tadi,'' ucap nya mencoba menebak nebak.
Hendri hanya tersenyum menanggapi ucapan sang Adik.
''Benar kan, Mas Hendri yang ngasih tau mereka,'' ucap nya lagi mengerucut kan bibir nya.
__ADS_1
Hendri mengangguk pelan, sedangkan Abah Rahman dan Umi Upik hanya tertawa melihat keduanya akrabbegitu akrab.
''Kalian semua senang kan, bisa mendapatkan Juara dalam lomba tari tadi,'' tanya Umi Upik senang.
''Senang lah Umi, walaupun sang Artis komplek hanya ikutan latihan 2x dalm seminggu, namun Artis komplek nya membuktikan kalau dia bisa mendapatkan Juara tersebut,'' ledek Hendri pada Nadhira.
''Thu kan Umi, Mas Hendri kerjanya cuma ngeledekin Nadhira,'' Ucapnya merengek pada sang Umi.
Umur Upik hanya terkekeh renyah mendengar aduhan puteri angkatnya.
''Hendri tak boleh gitu sama Adiknya,'' tukas Abah Rahman pada Hendri.
''Terus saja, bela puteri Abah yang suka merengek ini,'' tutur Hendri menatap lurus kedepan.
Nadhira dan Umi Upik yang giliran tertawain mereka berdua, Abah Rahman dan juga Hendri saling menatap satu sama lain, walau itu cuma lewat kaca spion saja.
*-*-*-*-*-*-*-*-*
Sedangkan di rumah Nadhira kedatangan orang tua Eza dan juga teman Herman, yakni Adhi yang ikut serta ke rumah Nadhira.
Adhi hanya ternganga karena kaget dengan apa yang ia lihat di depan nya.
Pak Andi hanya mengatakan ingin kerumah gadis yang akan di jodoh kan dengan Eza puteranya.
Pak Andi nggak bilang kalau yang akan di jodoh kan dengan Eza adalah Nadhira Adik kesayangan Herman.
''Ayo Dhi masuk,'' Ajak Pak Andi setelah menaruh motor nya di halaman Pak Arifin.
Herman dan Pak Arifin keluar dari rumahnya, guna menyambut kedatangan kawan lamanya.
''Ayo Pak masuk, Adhi,'' Ucap Herman.
Adhi dan Pak Andi juga Bu Yati pun memasuki rumahnya, tak lupa pula Hera ikut serta datang ke rumah Nadhira.
''Eza nggak ikut?'' tanya Herman pada Adhi.
Adhi hanya menggeleng kan kepalanya dengan pelan. Adhi berbisik pada Herman. ''Eza nggak tau kalau cewek yang akan di jodoh kan sama dia thu Nadhira, makanya dia hanya pasrah pada Ayah dan juga Ibunya,'' jelasnya yang di anggguki oleh Herman.
Semua orang pada sibuk membicarakan tentang lamaran putera dan puteri nya, yng akan di adakan tak akan lama lagi.
__ADS_1
Hera begitu senang setelah Adhi menceritakan padanya, tentang Abangnya yang emang cinta pada Nadhira, namun Adhi meminta Hera untuk merahasiakan ini dari kakaknya.
BERSAMBUNG