Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 28 Pertemuan Rara dan Nadhira


__ADS_3

Malam semakin larut tapi Herman, Adi dan kawan-kawan nya belum menunjukkan batang hidungnya.


"Lama banget sich mereka Risa, sudah jam berapa nich?" Rara melihat jam tangannya.


"Aku juga Nggak tau Ra, mungkin mereka nggak jadi dateng kali Ra." Ucap Risa mulai tidak nyaman berada di taman Kota.


Tak lama kemudian Herman, Adi dan kawan-kawan nya sudah tiba di taman Kota, mereka memarkirkan motor nya dan melangkah kan kakinya menuju ke tempat Rara dan juga Risa.


"Tuch mereka sudah pada nongol tuh.'' Risa menunjuk ke arah Herman dan kawan-kawan nya.


" Akhirnya nongol juga thu orang.'' Gumam Rara


"Sorry kita telat'' Ucap Adi ketika sudah berada di dekat Risa.


" Sampek jamuran tau nungguin kalian semua?'' Ucap Risa manyun.


"Ya kita kan lagi nungguin adik yang tercantik nich buat dandan dulu.'' celoteh Adi yang dapat pelototan dari Nadhira.


''Adek ikut juga.'' Sapa Risa.


" Iya kak, kak Risa sudah lama nunggunya ya.'' Tanya Nadhira.


''Sudah dari tadi lho dek, mana banyak nyamuk lagi di sini, tuch bentol-bentol semua.'' Risa menunjukkan lengannya yang di gigit nyamuk.


''Kasian banget sich, lagian kamu juga Yank malam-malam pakek baju kayak gini.'' Omel Adi sang pacar.


''Ya maaf lah Mas, lagian Mas Adhi lama banget datengnya.''celoteh Risa sambil memanyunkan bibirnya.


Sedangkan yang lain hanya menyimak obrolan Adhi dan Risa saja.


Nathan dan Marvel mulai tidak nyaman berada di dekat teman temannya, yang hanya jadi obat nyamuk pikir Marvel.


''Ya sudah gue sama Marvel ke sana dulu ya.'' ucap Nathan menunjuk ke warung kopi.


''Ya sudah terserah kamu saja Nat.'' Ucap Adhi


Sedang Eza dan Teddy hanya bengak bengok tidak tau mau ngapain.


''Oiya dek, kenalin ini Rara cewek mas.'' Ucap Herman ragu ragu.


Rara dan Nadhira sama -sama mengulurkan tangan-nya.


''Nadhira.'' Ucapnya


''Rara.'' jawab nya sambil tersenyum pada Nadhira.


Nadhira membalas senyuman Rara, dan berkata.


''Mas Herman kok nggak pernah cerita sama Nadhira kalau dia punya cewek.'' Tanya Nadhira.


Sedangkan yang di tanya hanya cengengesan memperlihatkan gigi putihnya.


''Biar surprise aja.'' Ucapnya yang masih cengengesan.


Nadhira juga tersenyum memperlihatkan lesung pipinya, yang semakin menambah kecantikan nya.

__ADS_1


''Adek kapan Pulangnya, kok mas Herman nggak pernah cerita kalau adek Nadhira ada di rumah.'' tanya Rara kekasih Herman.


"Kemarin malam dek Dhira pulang nya, dan kemarin kita ke pantai lho.''Ucap Risa memberi tahu Rara.


''Iya Mas Herman bilang kok kalau kemarin mau ke pantai, tapi dia nggak bilang kalau perginya bareng adek Dhira.'' Ucap nya


''Ayo dek jalan-jalan.'' Ajak Herman dan Rara


" Mas Herman sama kak Rara saja, Nadhira di sini saja sama kak Eza dan kak Teddy.''


"Beneran nggak mau ikut nich.'' Tanya Rara.


''Iya beneran.'' Jawabnya sembari menganngguk kan kepalanya.


''Ya sudah kita jalan dulu ya, Eza, Teddy titip adekku yang cantik nich ya.'' Celoteh Adi dan langsung mendapat cubitan kecil dari Nadhira.


Adhi meringis kesakitan karena mendapatkan cubitan dari Nadhira.


Risa dan Rara tertawa karena kekonyolan Adhi.


''Orang lagi kesakitan malah di ketawain sich.'' Ucapnya merengut.


''Udah sanah bawa pergi cepetan kak, biar Mas Adhi nggak ngomong terus.'' seru Nadhira yang mulai mengusir secara halus.


Adhi melangkah pergi sambil menghentakkan kakinya.


Risa menepuk bahu sang kekasih sambil menutup mulutnya dengan tangan kiri nya.


''Lagian kamu juga sich mas ngomong terus, sudah tau sifat Nadhira kayak githu.'' Ucap Risa


''Kamu harus memaklumi sifat Adekku ya Ra.'' Herman memulai obrolan nya dengan Rara.


''Iya mas, Rara ngerti kok kamu sayang banget sama adek kamu, begitu pula dengan Adhi, dia juga sayang banget sama Nadhira.'' Jawab-nya sambil tersenyum dan mengelus elus lengan Herman sang kekasih.


''Iya nich Mas Adhi juga bikin Risa kesel kemarin tau nggak Ra.'' kata Risa tiba-tiba.


''Maksud kamu apa Risa.'' tanya Rara nggak ngerti


''Kemarin aku di bikin cemburu sama Mas Adhi, gara-gara Mas Adhi selalu nempel sama dek Dhira.'' jawab-nya merajuk.


''Kan kamu tau kalau adek Nadhira adek nya mas Herman.'' Tanya Rara penasaran.


''Kan Risa nggak tau sama orang nya, cuma denger nama-nya saja.'' merajuk.


Rara dan lainnya tertawa menanggapi ocehan Risa, yang mengadu tentang kedekatan Adhi dengan Nadhira adiknya Herman.


''Kita ke toko itu yuck Mas, aku mau beliin sesuatu buat dek Dhira, kan katanya dia mau balik ke Pondok Pesantren besok.'' ajak Rara pada Herman


Herman mengangguk dan mengikuti langkah Rara yang menuju ke sebuah Toko pakaian.


Risa memilih beberapa baju buat Nadhira.


kemudian Rara langsung menuju ke kasir untuk membayar nya.


''Banyak banget sich Ra.'' tanya Herman.

__ADS_1


''Ya nggak Apa-apa lah Mas, sekali kali Rara beliin buat dek Dhira beginian.'' Jawab-nya tersenyum


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Sedangkan di tempat lain Nadhira bercanda tawa dengan Eza dan juga Teddy.


Nadhira tertawa ria mendengarkan celotehan celotehan dari Teddy yang memang konyol kedengeran nya.


''Udah ach kak perut Dhira mulai sakit nich tertawa terus-terusan.'' Ucapnya mengatur nafasnya yang terengah-engah karena tertawa.


Eza memandangi wajah cantik Nadhira, sesekali Eza tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Nadhira.


''Dek Dhira, Seandainya adek di lamar orang sekarang apa tanggapan dek Dhira tentang orang yang melamar adek.'' Tanya Teddy.


''Ya nggak gimana mana sich kak Teddy. biarin saja Ayah sama Ibu yang mengurus itu semua, Lagian Nadhira masih kecil kak, mana mungkin Nadhira nikah di usia Nadhira yang masih belasan tahun saja.'' Nadhira menjeda omongannya.


''Cita-cita Nadhira juga belum tercapai.'' Ucapnya memandang ranting-ranting pohon yang berlambai-lambai karena terpa'an angin malam.


Nadhira sesekali mengusap lengannya karena mulai kedinginan.


Eza yang Melihatnya langsung membuka Jaketnya dan memberikan pada Nadhira.


Awal-awal Nadhira menolak jaket yang di sodorkan Eza pada-nya, tapi Teddy memaksa Nadhira untuk memakainya.


Nadhira mulai mengenakan jaket pemberian Eza dan berkata.


''Terus Kak Eza gimana, dia pasti kedinginan juga.'' ucap Nadhira pada Teddy.


''Dia kuat kok, kan dia cowok.'' ledek nya.


Eza menepuk bahu Teddy dan melototi-nya.


''Kan emang bener Za.''


''Aku nggak Apa-apa kok. pakek saja jaketnya.'' Ucap Eza sembari tersenyum.


''Iya, makasih ya kak eza?'' kata Nadhira membalas senyuman Eza.


''Duch manis banget sich senyuman nya, semoga saja do'a do'aku di kabulkan oleh Allah swt untuk memilikimu dan membahagiakan mu dek Dhira." Gumam Eza.


Teddy yang sedikit mendengar gumaman Eza langsung bertanya.


''Ngomong apa aku nggak terlalu dengar?'' tanya Teddy


Eza menggeleng dan berkata,


''Aku tidak ngomong Apa-apa kok Ted.''Ucapnya


Teddy yang mulai penasaran selalu bertanya pada Eza, tapi selalu di abaikan oleh Eza.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


makasih yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


jangan lupa like, komen dan votenya kakak

__ADS_1


makasihπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2