Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 75


__ADS_3

Hari hari Eza kini di isi dengan senyum kebahagiaan, kebahagiaan yang ia nantikan selama ini akhirnya menghampiri nya, sesekali teman temannya meledek Eza yang sering tersenyum sendiri di kala ia melihat cincin pertunangan nya melingkar di jari tangan nya.


''Kalau saja aku tau orang yang akan di jodohkan dengan ku adalah kamu Dek, aku tak kan menolak nya, aku pasti langsung menjawab iya dengan cepat, secepat cepatnya,'' Gumam nya pelan.


''Kemarin ada yang nangis nangis nggak mau tunangan, sekarang malah ketawa ketiwi githu,'' celetuk Marvel yang emang suka isengin Eza.


''Siapa juga yang nangis, aku nggak nangis kok, cuma nggak mau saja di jodohin kayak githu,'' jawab nya tegas, Eza menyangkal bahwa dirinya sempat menangis kemarin, dia tidak mengakui kekonyolan nya yang tiba-tiba datang begitu saja, tanpa ada permisi sama sekali.


''Lagian ini kan bukan jaman siti Nurbaya lagi yang masih di jodoh jodohin,'' tambahnya lagi.


''Iya, iya nggak usah ceramah kayak githu, karena yang di buat ceramah tak sesuai dengan faktanya, buktinya kemarin menangis malah sok so'an ceramah lagi, iya nggak bro,'' Ucap Nathan kesal mendengar celotehan sang sahabat.


''Bener banget tuh, mewek githu malah nggak mau mengakui nya,'' timpal Teddy yang sedari tadi hnya menjadi pendengar.


Sedangkan Eza hanya bisa tersenyum malu, mengingat kejadian kemarin yang ia alami. ''Iya, iya aku ngaku salah, puas!!'' Kata Eza menekan kata puas.


''Puas banget bro,'' Ucap Marvel terkekeh.


''Nah githu kan gentel, sebagai lelaki mengakui tingkah konyol nya di depan kita kita, iya nggak gaes?'' seru Adhi yang tiba-tiba datang begitu saja.


''Mas Adhi ini kayak Jailangkung saja, datang tak di undang, pulang nya nggak usah di antar,'' Ledek Marvel saat Adhi duduk di samping nya dan menepuk bahu Marvel dengan lumayan kencang.


''Enak saja ngatain gue Jailangkung, lho semua yang Jailangkung,'' Ucap Adhi membela diri dari ucapan teman temannya.


''Mas Adhi kapan nich ngelamar Do'i, Mas Herman sudah, Eza juga sudah ngelamar sang gadis pujaan nya, walau belum tau sang gadis bakalan suka sama Eza sich,'' Seru Nathan pada Adhi sekaligus menggoda Eza juga.


''Kapan kapan saja lah, sekarang masih belum ada fulus untuk ngelamar Do'i, lagian nikmati saja lah masa pacaran kayak sekarang ini, dari pada Eza selesai tunangan malah di tinggal pergi oleh sang gadis,'' Ucap Adhi menunjuk pada Eza yang duduk di depannya.

__ADS_1


''Nggak apa apa lah Mas, dia kan juga masih sekolah,'' jawab Eza cepat.


''Iya juga sich, lagian kenapa juga Nadhira harus sekolah jauh jauh githu coba, dulu kan bilangnya ada di Pondok Pesantren, lha kenapa sekay malah ada di kota lain dan bukan di Pesantren lagi Za,'' tanya Adhi penuh selidik.


''Aku juga nggak tau lah Mas Adhi, yang tau tau betul itu ya Nadhira, kenapa malah nanya sama Eza,'' jawab Eza menegerutkan keningnya.


''Siapa tau kamu tau githu Za, makanya Mas nanya sama kamu,'' tambah nya.


Eza menggeleng, ''Lagian juga kenapa aku harus tau, asal dia bahagia aku juga ikutan bahagia kok,'' Gumam Eza pelan.


''Sudah malam nich Mas Adhi, aku mau tidur duluan, besok harus sekolah juga kan,'' Ucap Eza beranjak dari tempat duduk nya yang ada di halaman rumah nya.


''Iya, gue juga mau pulang, besok ada ujian takutnya malah bangun kesiangan lagi,'' celetuk Teddy juga mulai beranjak dari tempat duduk nya menuju ke motor yang berada tak jauh dari mereka mengobrol.


Marvel dan juga Nathan mengikuti Eza dan juga Teddy yang sudah pulang lebih dulu.


''Kamprett thu orang, gue malah di tinggal sendirian di sini,'' sarkas Adhi beranjak dari tempat duduk nya.


*-*-*-*-*-*


Singkat cerita


Di kota lain Nadhira menjalani kehidupan nya seperti biasanya, Nadhira masih mengikuti teman teman nya melakukan pertunjukan tari dari pentas ke pentas yang lain.


Eza tak pernah melarang Nadhira untuk melakukan semua kegiatan bersama semua teman teman nya, selagi dia bersama dengan Abang angkat nya yakni Hendri.


Nadhira tidak merasa terkekang sama sekali mempunyai seorang tunangan, karena tunangan nya sangat mengerti dirinya.

__ADS_1


Namun ada kalanya Nadhira merasa kasian pada Eza sang tunangan, karena Nadhira tak pernah bertemu lagi dengan nya, semenjak Eza berpamitan padanya sebulan yang lalu untuk merantau sekaligus melanjutkan belajar nya ke kota seberang.


Eza nampak sangat bersedih dengan kepergiannya karena sang gadis nampak tak menghiraukan nya, Eza menyembunyikan kesedihan nya dengan senyuman di bibir nya, walau di dlam hati terasa amat menyakitkan, Eza tau kalau gadisnya tak punya rasa padanya namun Eza masih terus tetap bersabar menunggu Nadhira untuk menerima nya sebagai tunangan nya.


''Hey, pagi pagi sudah ngelamun,'' tanya Hendri membuyarkan lamunan Nadhira sang Adik.


''Mas Hendri ngagetin Nadhira saja dech,'' jawab Nadhira kesal dan masih mengelus dadanya karena keterkejutan nya barusan.


''Rupa rupanya ada yang kangen nich sama honey,'' ledek Hendri.


''Apa'an sich Mas,'' meninju lengan Hendri sang Abang angkat nya.


''Ngaku saja lah Dek kalau kangen sama honey, Mas nggak akan marah kok, janji dech?'' Ucap Hendri mengangkat dua jarinya ke atas✌.


''Sebenarnya bukan kangen sich Mas, tapi menuju ke kepikiran saja, karena selama ini Nadhira selalu nyuekin Mas Eza, salah nggak sich Nadhira Mas?'' Tanya Nadhira pada sang Abang.


''Ya sudah, kamu telfon saja si Eza kalau gitu, kasian kan dianya, Eza tuh sudah sangat sabar menghadapi sikap keras kepala kamu itu Dek,''


''Tapi Nadhira nggak punya nomor ponsel nya Mas,'' jawabnya merasa sedih.


''Nich pakek ponsel Mas saja,'' Hendri menyodorkan ponsel nya pada Nadhira. Nadhira langsung mengambil ponsel Hendri dan langsung mencari nama Eza di sana.


Nadhira dengan ragu memencet nomor ponsel Eza sang tunangan. ''Nadhira malu Mas, masak iya Nadhira nelfon dia duluan sich,'' gumam Nadhira pelan.


''Sudah telfon saja sekarang,'' Jawab Hendri menyemangati sang Adik.


Akhirnya Nadhira menekan tombol nomor ponsel Eza sang Tunangan. Eza langsung menerima panggilan telfon yang ternyata dari sang gadis, Eza sangat bahagia mendengar suara sang gadis walaupun sekarang sudah sangat jauh dia berada, namun Eza terus saja menyunggingkan senyuman nya selama bertatap muka dengan Nadhira tunangan nya.

__ADS_1


Selama video call dengan Eza Nadhira berdiam diri di dalam kamar, karena dia merasa malu pada Umi dan juga sang Abah.


Akankah Nadhira bisa bahagia dengan Eza sang tunangan kita tunggu kelanjutan nya Oke, makasih yang sudah dukung karya receh Almahyra.


__ADS_2