Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 25 Keisengan Adhi


__ADS_3

Eza duduk termenung di kursi yang berada di halaman rumahnya, beratapkan langit malam yang bertaburan Bintang-bintang.


"Sungguh indah maha karyamu ya Allah.'' gumam Eza.


Tiba-tiba Hera sang adik menghampiri Eza kakaknya, Hera menatap lekat wajah Eza sang kakak.


Hera melihat wajah sang kakak yang murung.


" Mas Eza kenapa murung kayak githu.'' tanya Hera pada kakaknya.


"Nggak kok dek? Mas nggak apa-apa.'' jawab Eza.


''Ini kayak bukan Mas Eza dech, dia selalu ceria kalau aku menghampiri nya, tapi sekarang Mas Eza sangat murung?'' gumam Hera pelan.


"Hera ganggu mas Eza ya.'' Tanya Hera penasaran.


"Nggak kok dek? emang kamu nggak ada PR kok nyamperin Mas disini?!'' tanya balik Eza, Hera menghentakkan kakinya kesal.


Tak lama kemudian Adhi menghampiri Eza yang lagi duduk santai bersama Hera.


"Hay Za?'' ucap Adhi lebay dan tersenyum.


"Senyum-senyum githu, kesambet di mana Mas.'' tanya Hera pada Adhi tetangganya.


"Enak saja bilang kesambet! Mas Adhi nggak kesambet tau Ra, mas Adhi lagi see…neng banget?!'' jawab Adhi cengengesan.


"Mas Eza jangan sering main sama Mas Adhi, nanti ketularan stres.'' ucap Hera memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Maksud Hera Mas Adhi gila githu?'' tanya Adhi kesal di katain Hera kayak githu.


"Thu Mas Adhi ngaku, bukan Hera yang ngomong ya.'' ucap Hera menjulurkan lidah nya ke arah Adhi.


memang dari dulu Hera dan Adhi suka sekali bercanda, karena Adhi anak tunggal jadi setiap hari selalu main ke rumah Eza, hanya untuk bermain dengan Hera.


"Dari mana Bang?'' tanya Eza pada Adhi.


"Dari rumah kok, bener kan Ra.'' Tanya Adhi pada Hera adiknya Eza.


"Tauuk!!'' ucap Hera mengangkat ke dua Bahunya.


"Githu banget sich kamu Ra sama Mas Adhi, ndak konco an ezt?'' ujar Adhi karena tak mendapatkan dukungan.


"Bodo amat!'' jawab Hera ketus.


Eza hanya menatap sang adik yang lagi berdiri di depannya.


"Dek cepat masuk ke dalam, kerjakan PR mu.'' ucap Eza memandang sang adik.


" Iya Mas.'' sahut Hera cemberut.

__ADS_1


Hera berjalan menuju ke rumahnya sambil menghentak-hentakkan kakinya karena kesal pada Eza kakaknya.


"Nyebelin banget sich Mas Eza thu!'' gerutu Hera sambil terus berjalan menuju ke kamarnya.


"Kenapa lho Za? kayaknya lagi nggak mood githu.'' tanya Adhi.


"Kenapa Mas Adhi semalam nggak ngomong, kalau ada Nadhira di acara ithu.'' Tanya Eza kesal.


"Kan kamu nggak nanya Za?'' jawab Adhi santai tanpa merasa bersalah.


"Lagian kamu juga pulang duluan semalam.'' Ujar Adhi menepuk bahu Eza.


"Kan Mas Adi semalam ngajak Mas Herman, kenapa nggak ngomong pas itu juga.'' jawab Eza menyingkirkan tangan Adhi dari bahunya.


"Kan aku mau ngasih suprise sama Herman, kalau adiknya ada di acara itu Za?'' tukas Adhi pada Eza,


"Terus dari mana, kok sampek malam pulang nya, bukannya mas Adhi libur kerja ya?'' tanya Eza penasaran.


" Kok kamu tau aku baru pulang, tau dari mana.'' Tanya Adhi menggoda Eza.


"Kan kelihatan dari sini Mas, gimana sich!'' ucap Eza kesal.


Adi garuk-garuk punggungnya yang tak gatal. sesekali Adhi tersenyum dan berniat untuk meledek Eza sang teman.


"Mau tau saja, apa mau tau banget! entar bikin kamu sedih lho Za.'' sahut Adhi tersenyum miring.


"Beneran nggak bakalan cemburu nich?'' tukas Adhi yang mulai memanas manasi Eza.


"Buruan napa sich Mas, jangan bikin Eza tambah penasaran.'' ucap eza.


"A…akuu ke Pantai bersama Nadhira tadi.'' ucap Adhi sembari tertawa karena berbohong pada Eza sedikit.


"Ach… bohong banget sich lho Mas Adih.''ucap Eza tak percaya.


" Nggak percaya nich lihat.'' Adi menunjukkan foto-foto bersama Nadhira waktu di pantai tadi siang.


Eza membulat kan matanya melihat foto-foto tersebut.


"Ternyata benar yang di katakan Mas Adhi, kalau mereka pergi ke Pantai.'' bathin Eza.


"Woyy…malah ngelamun sich lho Za?'' ucap Adhi membuyarkan lamunannya.


Eza hanya tersenyum kecut pada Adhi.


"Thu kan? sudah aku bilang nggak boleh tau, malah pengen tau kayak githu ezt cemburu.'' ledek Adhi karena melihat Eza cemburu.


"Nggak lah, ngapain juga aku cemburu, terus cemburu pada siapa Mas Adhi.'' ucap Eza tetap santai.


"Ya siapa tau kamu cemburu sama aku Za karena foto bareng Nadhira.'' ucap Adhi lagi.

__ADS_1


"Ha…ha…ha. Mas Adhi lucu dech, aku sama Nadhira saja baru kenal, jadi ngapain aku harus cemburu hanya melihat foto Mas Adhi dan Nadhira.'' seru Eza tertawa renyah.


"Ya siapa tau githu Za.'' Ucap Adhi masih terus meledek Eza.


"Och ya besok aku sama yang lain mau ke rumah Nadhira, mau ikut nggak?!'' tanya Adhi pada Eza.


" Ya lihat besok saja ezt Mas, Eza harus ikut latihan basket besok, karena mau ada pertandingan persahabatan antar sekolah.'' Ucap Eza memberi tahu Adhi.


"Jadi gimana nich, nggak ikut berarti ya Za, masak latihan sampek jam 7 malam sich, kan nggak mungkin kali Za.'' tanya Adhi.


"Ya paling pulang jam 5 sore Mas, takutnya Mas Adi dan yang lainnya kelamaan nunggu Eza nya gituu.'' jawab Eza memperjelas.


"Ya nggak lah, kan pulangnya jam 5 sore bukan jam 8 malam, aku tunggu dech soalnya habis ini Nadhira mau ke rumah Hendri katanya di Surabaya, katanya kangen sama Nadhira tapi di ajak malah kagak ada seneng-senengnya sama sekali.'' ucap Adi panjang kali lebar.


(Kalau di rumah author kali ithu sungai ya kak. kata maduranya sungai) 🤣🤣🙏


maaf kk bercanda biar ndak bosen.


Kembali ke Eza.


" Ya sudah Eza ikut mas Adhi, tapi beneran ya nggak bakalan di tinggalin.'' Ucap Eza memastikan.


"Iya beneran gue tunggu lho, udah malam nich gue balik pulang dulu, mau mandangin wajahnya Nadhira yang manis ini.'' ucap Adhi sembari meledek Eza lagi.


"Ya sudah pulang sanah, gue juga mau tidur ngantuk!!' ucap Eza beranjak dari tempatnya, Eza berjalan memasuki rumahnya dengan gerutuan- gerutuan yang masih bisa di dengar oleh Adi sang tetangga.


tetangga berasa saudara.


saudara berasa musuh.


Adi hanya menggeleng geleng kan kepala nya sambil melangkahkan kakinya ke rumah-nya.


 


tapi semua itu balik lagi pada tetangga masing-masing ya.


ada juga tetangga yang baik cuma sebatas bibir. sedangkan di hatinya lain,


👉👉👉👉


cus lanjut kk, sorry kalau ghibah, tapi ni bukan ghibah tapi fakta, sama ajja ya🤭🤭🤭


maaf kakak buat yang baca ini🙏🙏


jangan lupa dukung Al-mayra kk.


like, komen dan votenya kk.


makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2