
*Di Surabaya*
Nadhira tengah di sibukkan dengan kegiatan mengajar anak anak di lingkungan komplek nya.
Hanya hari minggu saja Nadhira ikut Hendri ke studio musik Fajar.
Penampilan Nadhira hari ini membuat orang sedikit pangling padanya, karena hanya memakai celana jeans dan tunik selutut, Nadhira yang setiap harinya selalu memakai Gamis, hanya waktu di sekolah saja Nadhira nggak memakai Gamis.
(Kalau memakai Gamis kena omel dong sama Pak Guru nya) 🤭🤭✌.
''Adek, sudah selesai semua,'' tanya Hendri pada Nadhira saat melihat semua anak didiknya memasukkan buku bukunya ke dalam tas masing-masing.
''Sedikit lagi Mas, emangnya mau pergi kemana kok sudah rapi kayak githu,'' tanya Nadhira menatap Hendri.
''Mas mau mengajak kamu keluar sebentar, mau ya ikut Mas?'' jawab nya sekaligus membujuk Nadhira agar mau ikut dengan nya.
''Boleh, kalau Mas mau menunggu Nadhira,'' tuturnya lalu melanjutkan mengajari anak anak yang mempunyai PR (pekerjaan rumah).
Setelah setengah jam menunggu, Nadhira pun menghampiri Hendri yang sedang memainkan ponsel nya di ruang tamu, sambil menunggu Adik kesayangan nya.
''Ayo Mas,'' Ajak Nadhira saat sudah di dekat Hendri.
Hendri mendongak kan kepalanya seraya berkata, ''Sudah selesai?''
''Alhamdulillah sudah,'' Jawab nya.
''Kita berangkat sekarang,'' Ucap Hendri beranjak dari duduknya.
''Nadhira ambil ponsel dulu di kamar,''
Nadhira bergegas menuju ke kamar nya untuk mengambil ponsel dan juga tas kecilnya. Tak lupa pula Nadhira mengganti bajunya juga.
Setelah di rasa siap Nadhira melangkah menuju Hendri yang sudah menunggu nya di Garasi mobilnya.
''Naik mobil?'' tanya Nadhira saat melihat Hendri menyalakan mobil nya.
''Iya Dek, sekali kali bawa mobil keluarnya, lagian ini sudah malam takutnya kamu malah masuk angin, Mas juga yang kena semprot Umi sama Abah,'' jelas Hendri, karena sekarang lagi musim penghujan.
Nadhira duduk di samping Hendri, Hendri pun memasang Seatbelt nya dan mulai melajukan mobil nya keluar rumah.
Di perjalanan Nadhira mencoba bertanya pada Abang nya, ''Mas emangnya kita mau ke mana sich?'' tanya Nadhira pelan. Sambil terus menatap lurus kedepan.
__ADS_1
''Sebentar lagi kamu bakalan tau kok,'' jawab nya tak mau berterus terang.
''Paling paling mau menghampiri Mas Fajar kan?'' tebak Nadhira yang ternyata benar adanya.
''Ich, Adikku ini pintar banget sich, tebakan nya selalu benar,'' Ucap nya masih dengan fokus menyetir.
Tiba di Studio Fajar, Hendri langsung memarkirkan mobil nya. Dan bergegas mengikuti langkah Nadhira yang keluar lebih dulu.
Di dalam sudah pada berkumpul dan ada juga yang lagi nge-dance, Hendri sengaja mengajak Nadhira ke Studio Fajar karena di sana kekurangan anggota, jadi untuk sementara Nadhira yang akan mengisi kekosongan nya.
''Itu dia yang kita tunggu tunggu sedari tadi baru nongol,'' Ucap Fajar menunjuk ke arah Hendri dan juga Nadhira.
Nadhira yang tak mengerti yang di maksud Fajar hanya mengangkat satu alisnya, dan tak menghiraukan ucapan Fajar.
Nadhira menghampiri Gina yang sedang asik mengobrol dengan temannya di pojokan Studio Fajar.
''Mojok terus nie orang?'' Ucap Nadhira dengan nada sedikit meledek.
''Nadhira, kapan kamu datang?'' Tanya Gina yang tidak mengetahui kedatangan Nadhira tadi.
''Dari kemarin sich, tapi kamu nya saja yang menyadari nya,'' sindir nya.
''Ya maaf, aku kan nggak tahu kalau kamu mau ke sini, biasanya kamu ke sini cuma di hari hari tertentu saja,'' balasnya.
''Maklum lah, Nadhira kan Artis per komplekan,'' jawab Nadhira yang di susul dengan tawaan dari teman teman nya.
''Berapa gaji Jadi Artis komplek Ra,'' Tanya teman Gina.
''Ya nggak tentu sich, seikhlas nya saja,'' jawab Nadhira yang membuat mendengar nya pada tertawa terbahak-bahak.
''Yah, kalau githu nggak usah jadi Artis Ra, bukannya mendapat Honor malah jadi Horor,'' celetuk Gina merangkul Nadhira.
''Ya nggak apa apa juga sich, dari pada nggak jadi Artis kan serem?!'' Timpal Nadhira dengan kekehan.
''Bisa saja lho Ra bikin plesetan,'' tukas Fajar.
''Dari pada prosotan, kan sakit kalau jatuh,'' jawab nya ngasal, namun membuat semua orang pada tertawa mendengar ocehan ocehan Nadhira yang menurut Hendri konyol banget.
''Sudah sudah kita mulai latihnnya Oke, karena minggu depan kita harus menjadi Juara,'' tutur Fajar dengan nyaring.
Nadhira berjalan ke pinggir dan dia ingin mendudukkan bokongnya, namun malah di tarik oleh Gina.
__ADS_1
''Mau kemana lho,'' tanya Gina.
''Ya duduk lah, aku kan bukan formasi grub ini,'' cetus nya mendudukkan diri di bangku.
Tapi Gina malah menariknya kembali, membawa ke tengah tengah formasi.
''Dari tadi kita kita tuh lagi nungguin kamu sebagai formasi baru,''
Nadhira mengerutkan kening nya seraya berkata, '' siapa yang bilang, Nadhira nggak pernah daftar kok,'' seru Nadhira.
Gina menunjuk ke arah Hendri yang sudah siap untuk latihan bareng teman nya.
Dengan sangat terpaksa Nadhira berjalan menuju ke arah sang pelatih dan berdiri tepat di belakang pelatih nya.
''Ingat semuanya, pokok nya kita harus juara satu, kalau sampai gagal Nadhira bakalan zonk cuma capek narinya doang!!'' Ucap Nadhira lantang.
''Semangat semuanya?!'' Seru sang pelatih memberikan semangat pada semuanya.
Akhirnya latihan nge-dance di mulai setelah semua anggota formasi lengkap dan sudah ada di tempat nya masing-masing.
Rasa capek, kesal dan marah tercampur menjadi satu, karena sang Abang tidak memberi tahu Nadhira terlebih dahulu.
Hendri langsung memasukkan Nadhira begitu saja di dalam formasi tariannya, salah satu dari anggota tarinya ada yang keluar, karena mau melangsungkan pernikahan dengan calon suaminya.
Tepat jam 8 malam Hendri membawa Nadhira makan di salah satu Restoran.
Dan Nadhira memilih Restoran di mana Bella bekerja.
Hendri dan Nadhira turun dari mobil, Hendri menggandeng tangan Nadhira memasuki Restoran dan keduanya duduk di pojokan di dekat jendela.
Terlihat di sana ada seorang wanita yang sedang memerintah, Nadhira mengernyit kan kening nya. Karena yang Nadhira tau wanita yang sedang mengomeli pegawai lainnya adalah seorang pelayanan juga di Restoran tersebut.
''Tapi kenapa dia harus marah marah sama temannya,'' bisik Nadhira.
Hendri menghampiri Nadhira, setelah Hendri menghampiri Bella untuk memesan makanan.
''Apa yang di lihat sich Adik?'' Tanya Hendri pelan namun penuh keinginan tahuan.
''Nadhira sedang lihatin wanita itu Mas, bukannya dia juga bekerja di Restoran ini ya, kenapa dia yang sering nyuruh pelayanan yang lainnya,'' bisik Nadhira pada Hendri.
''Biarin sajalah, toh yang punya Restoran nggak ada di sini, jadi walaupun mau bilang bagaimanapun percuma, takutnya dia nggak percaya,'' jelas Hendri.
__ADS_1
BERSAMBUNG