
*Sore hari*
Beberapa hari kemudian, Maya dan Arini mengunjungi rumah Nadhira,yang tak lain adalah rumah Hendri juga.
"Assalamualaikum." Ucap Arini mengetuk pintu rumah Hendri.
"Waalaikum salam." Jawab Umi Upik dari dalam dan membuka pintu rumahnya.
"Temannya Nadhira ya." Tanya Umi Upik lembut.
"Iya Umi? Kami ingin menemui Nadhira." Jawab Arini lembut.
Umi Upik menyambut kedatangan mereka berdua dengan tangan terbuka. Senyum yang menghiasi bibir Umi Upik membuatnya kelihatan lebih muda.
Tebakan Maya salah, dia mengira Umi Upik akan memarahinya, karena sudah berani menampar puteri nya. Namun Umi Upik bersikap baik dan ramah pada Maya.
"Masuk saja dulu,Nadhira masih ada di Musholla sama Hendri." Tutur Umi Upik pada keduanya, mereka berdua mengikuti langkah Umi Upik.
Mereka berdua mendudukkan diri di sofa panjang,sedangkan Umi Upik berlalu menghampiri Mbok Nah untuk membuatkan minuman dan menyediakan beberapa cemilan untuk Arini dan juga Maya.
Sebenarnya Umi Upik sudah mengetahui kalau itu adalah Maya yang dengan tega menampar Nadhira hingga pingsan.
Namun karena perkataan Nadhira yang bilang tidak boleh membenci apalagi dendam pada orang yang membenci nya ataupun orang itu sudah menjahati nya. Balaslah mereka semua dengan kebaikan. Karena kelak di akhirat semua perbuatan yang sudah kita lakukan akan di timbang.
Umi Upik menghela nafas panjangnya untuk mengontrol emosinya saat menatap Maya.
Umi Upik keluar dengan nampan yang berisi 2 gelas jus dan beberapa camilan.
Umi Upik menaruh nampan di atas meja dan menata gelas yang berisi jus jeruk dan cemilannya di atas meja.
"Ayo di minum, sebentar lagi Nadhira dan Hendri bakalan kesini." Tutur nya lembut.
Arini dan Maya mengangguk kan kepalanya pelan.
"Maaf Umi? kalau boleh tau Nadhira ngapain di Musholla." Tanya Arini memberanikan diri.
"Jam segini Nadhira dan Hendri lagi ngajarin Anak anak les, buat mengisi waktu luang katanya." Jelas Umi Upik pada keduanya.
"Boleh kami kesana Umi." Ijin Arini, sedangkan Maya tidak berbicara sepatah katapun, Maya masih merasa sangat malu pada keluarga Hendri dan Nadhira.
"Boleh, ayo Umi antar kamu kesana." Ujarnya beranjak dari duduknya dan bergegas menuju ke Musholla di mana Nadhira dan juga Hendri berada.
Dengan langkah lesu dan takut akan kemarahan Hendri karena perbuatannya yang kemarin.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan Musholla yang berada di samping rumah Hendri.
"Assalamualaikum." Ucap Umi Upik,Arini dan juga Maya.
__ADS_1
"Waalaikum salam." Jawab mereka hampir bersamaan.
"Ada apa Umi?" Tanya Hendri.
"Umi hanya mengantar kedua teman kamu kesini." jawab Umi Upik.
"Ya sudah Umi masuk dulu." Ucapnya lagi dan berlalu meninggalkan Arini dan Maya.
Arini mengulas senyum di bibir ranumnya yang ia poles dengan sedikit lipglos berwarna pink.
"Kami ganggu nggak?" tanya Arini sepeninggal Umi Upik.
Nadhira tersenyum seraya berkata, "Nggak kok kak,duduk saja. Sebentar lagi kita selesai kok? Iya kan Adik Adik." Seru Nadhira pada anak kecil yang sedang ia ajari.
''Iya kak??'' jawabnya serempak.
Nadhira terkekeh melihat murid-murid nya yang menjawab hampir berbarengan.
''Sudah selesai belum?'' Tanya Nadhira.
''Sudah kak??'' jawabnya.
''Kalau sudah kita berdo'a dulu Oke.'' seru Nadhira pada semua murid Lesnya.
Semua nya mulai berdo'a dan yang terakhir Anak anak kecil itu beranjak dari duduknya, menghampiri Nadhira, Hendri, Arini dan juga Maya. untuk mencium tangan ke empat nya.
''Waalaikum salam.'' Jawab Nadhira dan Hendri.
''Kak Nadhira, besok nggak libur kan Lesnya.'' Tanya anak kecil yang biasa di panggil Ipang oleh kawan kawan nya.
''Tidak sayang? emangnya kenapa?'' Tanya lembut Nadhira.
''Aku malas belajar di rumah, maunya belajar sama kak Nadhira saja.'' jawabnya dan mencium tangan Nadhira sekali lagi.
Nadhira tersenyum seraya berkata, ''Pulanglah, takut Mama Ipang khawatir karena yang lain sudah pulang, Ipang sayang kan sama Mama nya?'' Tanya Nadhira lagi.
Ipang hanya mengangguk dan berlari mengejar teman temannya yang sudah lebih dulu pulang.
''Enak ya ada kegiatan kayak gini.'' Gumam Arini.
''Alhamdulillah kak, ada kegiatan sepulang sekolah. Oia sampai lupa kak Maya dan kak Arini kesini ada apa?'' Tanya Nadhira sembari mengulas senyumnya.
Maya sudah berkeringat dingin mendengar pertanyaan Nadhira pada Arini.
''Aku kesini nganterin Maya, katanya ada yang mau di omongin sama kamu Nadhira.'' jawab Arini memegang tangan Maya yang sudah terasa dingin.
Nadhira dan Hendri saling menatap, kemudian Nadhira menatap ke arah Maya yang sedari tadi hanya diam tanpa berkata sepatah katapun.
__ADS_1
Nadhira bertanya-tanya dalam hatinya. ''Ada hal apa kak Maya datang kesini.'' Batinnya.
''Ya sudah kalau githu kita ke ruang tamu saja, ngobrol di sini nggak nyaman.'' Ujar Zein pada Arini dan juga Maya.
''Baiklah, Ayo?'' sahut Arini beranjak dri duduk nya mengikuti langkah Nadhira dan Hendri.
Sepanjang menuju ke ruang tamu baik Hendri atau Nadhira bercanda layaknya anak kecil sedang bermain.
Arini menatap Hendri penuh takjub karena Hendri begitu sayang pada Nadhira Adiknya. Dia merasa iri pada mereka berdua karena Arini tak begitu dekat dengan sang Abang, Arini tak pernah merasakan kasih sayang dari Abangnya sejak ia kecil.
''Kenapa?'' bisik Maya.
''Och, nggak apa apa kok?'' ucapnya mencoba tersenyum menyembunyikan rasa sedih nya.
Sesampainya di ruang tamu Maya tho the poin. Bahwa kedatangan nya ke rumah Nadhira untuk meminta maaf padanya.
''Sebenarnya aku datang kesini untuk meminta maaf pada Nadhira. Semoga kamu mau memaafkan kesalahan ku.'' Gumam Maya menunduk.
''Nadhira sudah memaafkan kak Maya kok, jauh sebelum kak Maya meminta maaf pada Nadhira.'' Ucap nya menghampiri Maya dan menggenggam erat tangan Maya dan menepuk-nepuk nya.
''Makasih Nadhira.'' Sahut Maya memeluk Nadhira.
*-*-*-*-*-*-*-*-*
*Kediaman Nadhira*
Satu bulan kemudian Nadhira memutuskan untuk pulang ke rumahnya pada pagi hari dengan mengendarai Bus. Karena Abah Rahman dan Umi Upik sedang pergi Jiaroh.
Sedangkan Hendri lagi ada kegiatan di sekolahnya yang tak bisa di tinggal.
Hendri hanya bisa mengantarkan sang Adik ke Terminal Bus terdekat sebelum berangkat ke sekolah nya.
''Pak, titip Adik Hendri ya?'' Seru Hendri pada sopir Bus nya yang ia kenal.
''Oke sip.'' Ujar Pak sopir memberi jempol pada Hendri.
Setelah menitipkan Nadhira, Hendri bergegas menuju sekolah nya.
Di lain tempat Herman sedang menunggu kedatangan sang Adik, untuk menghadiri acara lamaran nya dengan sang kekasih.
Para tetangga membantu menyiapkan sajian untuk para tamu dari calon perempuan. Segala hidangan sudah mereka siapkan untuk menyambut tamu yang akan datang.
👉👉👉👉
Jangan bosan baca karya receh ku ya kak, dan Makasih yang sudah mampir 🙏🙏😘💕💕
mencari
__ADS_1