
Kawan kawan Hendri sudah pada berkumpul di lapangan yang akan dipakai pertandingan sebentar lagi.
''Ini, sang Kapten baru nongol! kemana saja lho Ten.'' celetuk Ali ketika melihat Hendri dan juga Nadhira memasuki lapangan.
''Eit, biasa saja dong bro, kan gue bawa cewek kesini jadi lama lah sampai nya?!'' sahut Hendri langsung di pelototi oleh Nadhira.
''Kenapa bisa lama gitu Dri, cuma bawa Nadhira doang.'' seru Gilang menepuk bahu Hendri yang baru mendudukkan diri disamping Gilang.
''Baru duduk saja sudah di tabok Gilang, gimana nich bro!'' tanya Hendri pada kawan kawannya.
Semua kawan kawannya pada tertawa, mentertawakan Hendri yang sering ngadu pada temannya semenjak kehadiran Nadhira.
Nadhira hanya terkekeh menanggapi canda'an dari teman sang Abang.
''Adek, duduk disini dulu ya? Mas mau bertemu pelatih dulu.'' Ujar Hendri pada Nadhira sang Adik.
Nadhira mengangguk, Hendri pun bergegas menghampiri sang pelatih yang sudah ada di tengah lapangan, ia mengobrol dengan pelatih dari Eza.
''Assalamualaikum, pagi Pak.'' Sapa Hendri ketika sudah sampai di depan sang pelatih.
Hendri mencium tangan pelatih nya beserta pelatih Eza.
''Waalaikum salam, sudah datang Hen?'' Tanya sang pelatih yang di angguki oleh Hendri.
''Maaf Pak, karena Hendri mengajak Adik Hendri kesini juga.'' ucap jujur Hendri, keduanya sama-sama mengangguk mengerti.
Lantas Pak Kevin bertanya pada Hendri, ''Mana Adikmu Hen kalau boleh Bapak tau.'' Ujar Pak Kevin pelatih Hendri.
''Adik Nadhira sini?!'' panggil Hendri melambaikan tangannya pada Nadhira.
Eza yang mendengar ada yang memanggil nama Nadhira langsung menoleh ke asal suara, ''Jangan jangan Nadhira ku yang di panggil orang itu.'' Lirih Eza masih terus melihat ketengah lapangan.
Nadhira yang di panggil hanya mengerutkan keningnya, ''Kenapa mas Hendri manggil Nadhira.'' Gumam Nadhira namun semua yang ada di sana mendengar gumaman Nadhira.
''Sudah samperin gih sana, siapa tau pelatih mau bertemu dengan Adiknya Hendri.'' Kata Ali menyuruh Nadhira menghampiri Hendri dan juga pelatih nya.
Nadhira beranjak dari tempat duduk nya, dan melangkah menuju ke tengah lapangan.
''Assalamu'alaikum.'' Ucap Nadhira lembut sambil menjabat tangan kedua pelatih tersebut.
''Waalaikum salam.'' jawab kedua pelatih.
__ADS_1
''Kenalin, ini Adik Hendri Pak? namanya Nadhira Almahyra.'' Seru Hendri mengenalkan sang Adik pada pelatihnya.
''Nadhira?!'' Ucap Nadhira sopan sambil menganggukkan kepalanya.
''Rupanya ini yang namanya Nadhira, Hendri selalu menceritakan kamu setiap hari di sekolah, namun baru sekarang Bapak tau dan bertemu langsung dengan orangnya.'' Ujar Pak Kevin panjang lebar.
''Cantik, dan muslimah.'' ucapnya lagi, Nadhira hanya tersenyum malu sambil memandang sangat Abang yakni Hendri, Hendri hanya garuk garuk tengkuknya yang tak gatal memandang wajah Adiknya yang memelototinya.
Sedangkan di pinggir lapangan Eza mengeratkan giginya, ternyata benar yang di panggil barusan adalah Nadhira nya. wajah Eza yang marah melihat wanitanya begitu akrab dengan seorang laki-laki,bahkan dia sempat melihat Hendri dan Nadhira bercanda saat mengobrol dengan sang pelatih.
''Ternyata benar wanitaku.'' batin Eza mengepalkan tangannya dengat erat.
Nathan menghampiri Eza, Nathan mencoba menenangkan Eza yang lagi emosi ketika melihat Nadhira bersama orang lain.
''Sabar bro, siapa tau Nadhira dan cowok itu hanya berteman atau masih saudara dengannya.'' Ucap Nathan mengelus dada Eza yang naik turun.
Eza menghembuskan nafas kasarnya, ''Iya bro, gue cuma kaget saja melihat wanita yang aku incar ada di kota ini, bersama seorang cowok pula.'' sahut Eza menepuk bahu Nathan.
''Gue nggak apa apa kok!'' tambah Eza.
''Beneran nggak apa apa.'' tanya Nathan dan juga Marvel pada Hendri.
Hendri mengangguk dan melihat jam tangannya yang sudah menunjuk jam 8 lebih.
''Maaf, permisi Pak! kapan di mulai pertandingan nya, ini sudah jam 8 lebih lho Pak.'' Ucap Marvel penuh dengan keberanian.
''Kak Marvel?'' panggil Nadhira saat menyadari orang yang menyela obrolan nya.
Marvel tersenyum, ''Iya Dek, kamu kok ada di sini juga, sama siapa?!'' Tanya Marvel pura-pura nggak tau.
''Nadhira kesini bareng Mas Hendri.'' Sahut Nadhira menunjuk ke arah Hendri.
''Kalian sudah saling mengenal Vel.'' tanya pelatih nya.
Marvel mengangguk, Iya Pak, kami sudah saling kenal, bahkan kita sudah beberapa kali bertemu.'' jawab Marvel jujur.
''Adik mengenalnya?'' tanya Hendri yang di angguki Nadhira.
''Kak Marvel temannya Mas Herman, Mas?'' kata Nadhira jujur di selingkuh senyuman.
''Oia kak, kenalin ini Mas Hendri, Abang Nadhira di sini.'' Nadhira memperkenalkan Hendri pada Marvel, Hendri mengulurkan tangannya, Marvel membalas jabatan tangan Hendri.
__ADS_1
''Ya sudah kalau gitu, kita siap siap sekarang.'' ucap sang pelatih.
Marvel undur diri, dia menuju ke tempat kawan kawannya duduk santai menunggu pertandingan akan di mulai.
''Bro, lho nggak usah khawatir, ternyata dia Abang nya Nadhira.'' Ucap Marvel memberi tau Eza sahabat nya.
Eza pun merasa lega mendengar penuturan Marvel.
''Makasih bro.'' seru Eza memeluk Marvel.
''Bro, gue masih suka wanita kali, ngapain lho meluk meluk gue kayak gini coba.'' Ucap Marvel melepas pelukan Sahabat nya. Eza terkekeh dengan sikap Marvel yang berlebihan menurut Eza.
''Ya sudah, ayo kita kelapangan, sebentar lagi pertandingan akan di mulai.'' ucap Marvel memberitahu pada yang lainnya.
Semuanya bergegas masuk ke lapangan, Nadhira masih ada di tengah lapangan, dia masih berbicara banyak hal pada sang pelatih.
Nadhira memandang Eza sekilas sambil tersenyum, Eza membalas senyuman dari Nadhira.
''Ya sudah kalau githu Dik Dhira kembali ke tempat duduk nya dulu, pertandingan akan segera di mulai, kapan kapan kita ngobrol lagi.'' Ucap Pak Kevin menyuruh Nadhira kembali ke tempat yang ia duduki tadi.
Nadhira mengangguk, '' Semangat Mas Hendri, semangat juga buat kalian semua, kak Eza juga semangat ya.'' tutur Nadhira tersenyum membuat Eza seakan melayang-layang di awan karena senyuman Nadhira.
Nadhira keluar dari lapangan, menuju tempat duduk nya.
Pertandingan di mulai ketika Pak Kevin membunyikan pluit nya.
Priiittt..... bunyi pluit begitu nyaring, memekakkan gendang telinga.
Mereka berebut bola, semua orang bersorak di kala bola berpindah tangan.
Kedua Tim sama-sama hebat dalam merebut bola.
Eza merebut bola dari tangan Hendri, Eza membawa lari dan melemparkan ke ring dan gol, lemparan Eza tepat pada sasaran nya, sementara hasil penilaian sama 2-2.
Pluit istirahat di bunyikan, mereka di beri waktu untuk Beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pertandingan nya.
Eza memandang ke arah Nadhira yang memberi air mineral pada Hendri, Eza mendengus kesal melihat pemandangan di depannya.
👉👉👉👉
Makasih buat yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
__ADS_1
Maaf kalau membosankan, masih belajar kak🙏
Jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak, Makasih 🙏🙏🙏😘💕💕