Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 33 Kemenangan Eza dan kawan kawan.


__ADS_3

Waktu istirahat sudah selesai, semua Tim kembali ke lapangan untuk menyelesaikan pertandingan Basket, Tim Eza memang lebih unggul dari


Tim Hendri, namun bagi Hendri kalah dan menang sudah menjadi hal yang lumrah.


Bahkan ini hanya pertandingan persahabatan antar sekolah, Hendri bukannya menganggap enteng Tim Eza, namun apa daya, Tim nya sudah kuwalahan menghadapi Tim Eza.


Hendri memberikan dua jempol pada Tim Eza, kini pertandingan sudah usai dan pemenangnya adalah Tim Eza.


semua yang ikut pertandingan bersorak riang atas kemenangan nya melawan Tim yang sangat populer di kota Surabaya.


Tapi tidak dengan Eza, dia merasa sedih dan hatinya juga sakit seperti teriris sembilu, melihat perempuan yang ia sukai, kini malah dekat dengan orang lain.


''Mas kalah Dek?'' kata Hendri menghampiri Nadhira di pinggir lapangan.


''Nggak apa apa kok Mas, kalah menang itu hal yang biasa di setiap pertandingan, nggak mungkin dong pemenangnya ada dua.'' sahut Nadhira merapikan rambut Hendri yang acak acakan.


Eza melihat interaksi Hendri dan juga Nadhira yang menurut nya sangat romantis dan bikin orang iri.


Eza mengepalkan tangannya, ia lantas mengambil sebotol air, lalu dia mengguyur kan ke kepalanya.


''Mau pulang sekarang?'' Tanya Hendri pada sang Adik.


''Sebentar Mas, Nadhira mau ke sana dulu ya, kan nggak enak juga kalau nggak bilang selamat atas kemenangan nya, karena Nadhira kenal mereka semua?'' Rengek Nadhira agar di perbolehkan oleh Abangnya.


''Pergilah Dek? kalau mereka mau, ajaklah mereka semua kerumah biar tidak ada yang salah paham lagi.'' Ucap Hendri, namun Nadhira tidak mengerti maksud sang Abang.


Nadhira melangkah pergi menghampiri Eza, Nathan, Marvel dan yang lainnya.


''Hay kak!!'' panggil Nadhira pada semuanya.


''Lho Dek Dhira juga ada di sini toh rupanya.'' seru Teddy yang nggak tau keberadaan Nadhira di kota Surabaya.

__ADS_1


''Iya kak, sekolah Nadhira lagi libur, jadi Nadhira liburan ke Surabaya dech.'' sahut Nadhira lembut dan tersenyum.


''Bedewei, selamat ya kak atas kemenangan kalian.''tambahnya lagi.


''Iya terimakasih?!'' jawab Eza kaku.


''Kalian semua mau kemana lagi habis ini.'' tanya Nadhira pada semuanya.


''Ya mungkin masih mau jalan jalan Dek? kalau supirnya mau di ajak mampir.'' Jawab Nathan ngasal dan cekikikan karena pelototan Eza.


''Kamu mau pulang tha Dek, kalau mau sekalian bareng kita kita? iya nggak bro.'' celetuk Marvel yang langsung mendapatkan tuwiran dari Teddy.


''Nadhira nggak pulang sekarang kak, mungkin lusa Nadhira balik dari sini, namun bukan pulang kerumah?'' Ujar Nadhira ambigu.


''Terus!!'' tanya Marvel sedikit ketus,


''Ya? Nadhira balik ke Ponpes lah kak, kemana lagi?!'' sahut Nadhira tertawa.


''Adek!!!'' Panggil Hendri.


''Iya sebentar Mas?'' jawab Nadhira.


''Kalau kakak- kakak ada waktu, mampirlah kerumah Mas Hendri, ini alamat nya kak.'' Ujar Nadhira memberi kertas yang berisi alamat rumahnya pada Eza.


''Insya Allah, kalau supirnya mau nganterin, kami akan mampir?'' sahut Eza tersenyum.


''Adek? ayo pulang, Umi sudah menanyakan Adek, dan di suruh cepat pulang juga.'' kata Hendri yang menghampiri Nadhira.


''Mas Hendri? kenapa gitu sich.''rengek Nadhira dan mencebikkan bibirnya.


''Ini buka kemauan Mas Dek? tapi Umi yang nyuruh, katanya ada hal yang penting.'' tambah Hendri lagi karena Hendri sendiri tak mengerti yang di katakan sang Umi barusan.

__ADS_1


Hendri memandang ke arah Eza yang mukanya di tekuk, Hendri faham kalau Eza suka sama Nadhira sang Adik.


''Kalian semua mampirlah kerumah, mumpung masih ada di Surabaya sekalian silaturahim pada keluargaku juga.'' pinta Hendri pada semua teman Eza dan kenalannya sang Adik.


''Kalau sudah bersih bersih kita tanya ke sopirnya dulu.'' ujar Marvel yang di angguki Hendri.


''Ya sudah kalau gitu, kita pamit dulu ya, Adik sudah di tunggu Umi di rumah, Assalamu'alaikum.'' Ucap Hendri beranjak dari tempatnya dan menggandeng Nadhira menuju parkiran sekolahnya.


''Ayo masuk Dek?'' ucap Hendri membukakan pintu mobil nya.


Kini mobil Hendri sudah bergabung dengan mobil mobil lainnya.


Nadhira memberanikan diri untuk bertanya pada Hendri sang Abang.


''Emang di rumah ada acara apa sich Mas? kok Umi nyuruh kita pulang cepat, nggak biasanya seperti ini dech.'' seru Nadhira yang penasaran, karena biasanya sang Umilah yang menyuruh Hendri membawa main keluar, namun kali ini berbeda sekali.


Nadhira masih terhanyut oleh pertanya'an


pertanya'an yang rumit.


Nadhira memijit pelipisnya yang mulai nyut nyutan.


Hendri memandang kearah Nadhira sejenak, namun dia kembali fokus membawa mobilnya.


Tanpa terasa mobil Hendri sudah memasuki pelataran rumahnya, dia memarkir kan mobilnya asal, dan langsung bergegas masuk kedalam rumah, di ikuti oleh Nadhira.


👉👉👉👉


Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


jangan lupa like, komen dan votenya kakak, makasih 🙏🙏😘😘😘💕💕

__ADS_1


__ADS_2