
Maya yang mendengar kalau Hendri dekat dengan Adik kelasnya menjadi geram, karena Hendri adalah laki laki yang ia kejar selama 2 tahun ini, namun sekarang malah dekat dengan anak baru.
''Gue pengen lihat, seperti apakah tu cewek berani banget deketin gebetan gue.'' Gumamnya mengepal tangan nya.
Teman sekelas nya yang kebetulan mendengar bergidik ngeri dengan ucapan Maya barusan.
''Kelas satu A kalau nggak salah, lagian kamu kurang pinter ngerayu Hendri nya Maya?'' Tutur Vina, orang yang memberi tahu Maya kalau Hendri sedang dekat dengan Adik kelasnya.
''Jangan asal nuduh, siapa tau dia Adiknya Hendri, karena yang aku dengar sejak dia masuk sekolah ini, selalu bersama Hendri.'' Tukas Arini yang tak setuju dengan perkataan Vina dan juga Maya. Di kelas itu hanya Arini yang berani menegur Maya, yang lainnya hanya di hertak saja sudah menciut.
Arini adalah sepupu jauh Maya, namun tidak di akui oleh keluarga Maya karena orang tua Arini miskin, Arini bekerja paruh waktu untuk membayar uang sekolah nya.
''Lho nggak usah ikut campur Rin!! gue nggak minta pendapat dari lho.'' Tukas Maya ketus seraya beranjak dari tempat duduk nya.
''Mau kemana lho!!'' Tanya Arini tak kalah ketus.
''Bukan urusan lho!'' sentak Maya pada Arini.
''Kalau lho nggak dengerin gue, lho bakalan menyesal Maya?!'' teriak Arini, namun Maya terus saja melangkah menuju kelas 1 untuk melihat seperti apa gadis yang mengganggu laki-laki incarannya.
Vina mengikuti dari belakang sudah seperti bodyguard nya Maya saja. Maya menghentikan langkah nya ketika sudah berada di depan kelas 1 di mana Nadhira berada.
__ADS_1
Maya mengintip dari jendela kelas 1, melihat gadis yang di maksud Vina tadi.
''Yang mana Vina orang nya.'' Tanya pelan Maya.
Vina mencari wajah gadis yang tadi pagi bersama Hendri, setelah menemukan keberadaan Nadhira Vina dengan semangat nya menunjukan kepada temannya, ''Itu dia orang nya Maya.'' Gumam Vina pelan sambil terus menunjuk ke arah Nadhira.
''Kakak senior ngapain berdiri di sini, kalau lagi ada keperluan sama siswa di dalam masuk saja.'' Tutur seseorang yang baru keluar dari kelas 1 tersebut.
''Tidak, kita berdua hanya melihat lihat saja siswa-siswi baru yang masuk sekolah di sini.'' Ucap Vina berbohong.
''Iya itu benar, kita hanya lihat lihat kok.'' tambah Maya yang tak mau ketahuan sama siswa lainnya, karena tak mungkin bilang dong kalau lagi mengintip gadis incaran nya.
Nadhira hanya mendengus kesal, melihat semua teman temannya pada mendambakan seorang Hendri yang anti cewek, buktinya sampai sekarang nggak ada satu cewek pun yang mendekati Abangnya.
Maya masih diam di tempat, dia melipat kedua tangan nya dan menaruh di dadanya, Maya terlihat jelas pandangan Hendri menuju kemana, Di lihatnya Nadhira menundukkan kepalanya saat di tatap Hendri.
''Duch...? kenapa sich Mas Hendri menatap Nadhira terus, Nadhira kan malu lagian Nadhira juga takut di bully sama fans fans nya Mas Hendri, nggak pengertian banget jadi orang.'' Gerutu Nadhira.
''Apa semua tugasnya sudah selesai.'' Tanya Fajar menghilangkan rasa Canggung nya menghadapi Anak masih bau kencur menurut Fajar.
''Sudah Kak?'' Sahut semuanya yang hampir bersamaan.
__ADS_1
Hendri menoleh ke arah jendela, dan di sana masih ada Maya dan juga Vina. Maya yang di tatap memilih meninggalkan kelas 1 seraya menarik tangan Vina, teman sekaligus sahabat nya.
Hendri mengerutkan alisnya melihat Maya berdiri di dekat jendela, ''Ngapain tu cewek ulat berdiri di jendela kayak githu.'' Bisik Hendri.
Setelah menatap ke arah jendela lalu Hendri berpindah menatap Nadhira sang Adik, murid yang paling polos dan paling cantik di kelas ini.
Hendri bergumam kembali sambil memeras otaknya, ''Siapa yang bakalan jadi incaran Maya dan Vina sekarang.'' Batin Hendri.
''Jangan sampai itu terjadi pada Adik kesayangan ku.'' Gumam nya pelan.
''Nadhira tolong kumpulkan buku buku teman kelas kalian semua?!'' Perintah Hendri pada Nadhira.
Nadhira mendengus dan beranjak dari duduk nya, menghampiri meja semua teman temannya.
''Maaf ya, aku ambil bukunya.'' tutur Nadhira lembut.
semua nya mengangguk. memperbolehkan Nadhira untuk mengambil bukunya dan langsung mengumpulkan pada Fajar.
''ini kak?'' Ucap Nadhira pelan.
''Taruh di atas meja Ra?'' Jawab Hendri.
__ADS_1