Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 56 Karyawan Baru


__ADS_3

''Ya sudah kalau githu, aku pamit dulu ya May. Lho sehat sehat di sini dan inget nggak boleh ngelawan pada Bibi dan juga Paman?'' Ancam Arini pada sepupu nya.


''Lho ngancem gue ya Rin!!'' dengus Maya kesal.


Arini cengengesan dan memeluk erat sang sepupu, yang bagi Arini dia sangat baik, namun dengan mengikuti perkataan Vina, malah Maya sendiri yang mendapatkan masalah.


''Gue pulang. Bye?!'' Arini melambaikan tangannya.


Arini menuruni anak tangga satu persatu, sampai di bawah dia melihat Paman dan Bibinya sedang menatapnya.


''Arini?'' Panggil Papa Maya.


Arini menghampiri Paman nya dan bertanya. ''Uya, ada apa Paman?'' jawab Arini lembut.


''Gimana Maya.'' tanyanya.


''Dia baik, dan dia juga sudah mengakui kesalahan nya?'' jawabnya.


''Baguslah kalau gitu. Kalau kamu ada waktu senggang, ajaklah Maya ke rumah Nadhira untuk meminta maaf padanya.'' Ucap Papa Maya pada ponaan nya.


''Insya Allah Paman, Arini nggak janji?'' Gumam Arini pelan, takutnya sang Paman berpikiran jelek.


''Iya nggak apa apa, kalau libur kerja bawalah dia untuk minta maaf. Paman nggak enak pada Abah Rahman?''


Arini mengangguk seraya menciun tangan Paman dan juga Bibinya.


''Arini pamit dulu Paman, Bibi. Arini harus berangkat kerja dulu.'' melangkah pergi menuju motor butut nya.


Arini menghela nafas panjang nya, lalu dia memakai helm dan bergegas menuju tempat kerjanya.


-Sebenernya aku malu datang ke rumah Hendri, tapi gimana ini, Paman menyuruh aku membawa Maya ke rumah nya?'' Batinnya.


Arini terus memikirkan perkataan Paman nya, ''Sudahlah aku kerja dulu?'' Gumam Arini melajukan motor nya lebih kencang agar cepat sampai ke tempat kerjanya.


Di cafe sudah ada Nadia yang sedang menunggu kedatangan Arini. Nadia tersenyum saat melihat Arini memasuki area cafe.


''Tumben lho lama cuy!'' Tanya Nadia.


''Sebentar, gue taroh dulu nie motor.'' Jawab Arini memasuki parkir untuk pegawai.


Arini mengambil tasnya setelah membuka helm dan menaruhnya di tas motor butut nya.


Dia berlari menghampiri Nadia yang ada di depan cafe, Nadia menyapa semua pengunjung cafe hari ini.


''Selamat datang, Mas, Mbak?'' Sapanya sambil membungkuk kan badan nya.

__ADS_1


Pengunjung hanya membalas sapaan Nadia dengan anggukan. Nadia mengumbar senyumnya pada para pengunjung.


Arini mengatur nafasnya di depan Nadia.


''Kenapa lho cuy?'' tanya Nadia.


Arini tak menjawab, dia hanya menggeleng kan kepalanya. Setelah di rasa nyaman dan tak lagi ngos ngosan Arini menjawab pertanyaan temannya.


''Aku lari dari parkiran, maaf aku telat.'' jawab Arini.


Nadia mengerutkan keningnya. ''Kenapa malah lari larian nggak jelas githu sich Rin?!'' Tukas Nadia dan membawanya masuk.


''Ada yang aku sampaikan hari ini.'' Gumam Nadia pada Arini.


''Pasti tentang gue iya kan?'' tanyanya.


''Iya, itu salah satunya. Pak Direk menerima pegawai baru di dalam, semoga bisa akrab kayak kita kita ini ya!!'' Bisik Nadia, karena takut ada orang lain yang mendengar nya.


''Iya, kita do'akan saja yang terbaik buat dia dan buat kita semua. Amiin.'' Ucap Arini terus melangkah ke ruang ganti, guna mengganti bajunya dengan seragam pegawai di cafe.


Ketika Arini berada di ruang ganti Pak direk mengumpulkan semua pegawai nya untuk berkenalan dengan pegawai barunya. Setelah di kira semua berkumpul Pak Direk berkata. ''Arini kemana? kok nggak ikutan berkumpul di sini.'' Tanya Pak Direk kepada para pegawai nya.


''Arini masih ada di ruang ganti Pak?'' Jawab Nadia memberanikan diri.


''Ganti baju lama banget sich cuy! Ayo cepetan Pak Direk sudah menunggu.'' jelas Nadia.


Arini memasukkan bajunya ke loker dan menguncinya. Arini mengikuti langkah Nadia menghadap Pak Direk.


''Assalamu'alaikum.'' Ucap Nadia ketika sudah sampai.


''Waalaikum salam?'' Jawab semua nya.


''Kemana saja kamu!'' tanya Pak Direk dingin.


''Maaf Pak Direk, saya salah.'' Jawab Arini singkat.


''Ya sudahlah nggak usah di bahas lagi. sekarang aku ingin memperkenalkan Inka, dia akan bekerja di sini, jadi bantu dia untuk melakukan pekerjaan nya selama Inka bekerja di cafe ini.'' jelas Pak Direk pada semua pegawai nya.


Semua nya hanya mengangguk tanpa berani menjawab. ''Sudah, kalian semua bisa bekerja lagi sekarang.'' Tukas Pak Direk pada semua nya, para pegawai nya sudah mulai beranjak pergi, namun tidak dengan Inka, Inka malah menatap Pak Direk tanpa rasa malu sedikit pun.


Sang Direktur hanya mengangkat satu alisnya melihat Inka masih berdiri di samping nya.


''Ada apa lagi sekarang?'' Tanya Pak Direk pada Inka.


''Ech...''

__ADS_1


''Anu... Pak?'' Jawab Inka gugup.


''Apa!!'' tanya lagi Pak Direk dengan nada dinginnya.


''Inka tidak tau mau bekerja apa Pak?'' Tanya Inka pada Bos nya.


Sang Direktur mengerutkan keningnya seraya berkata dengan aura dingin nya. ''Makanya aku minta tolong sama semua pegawai barusan. kamu hampiri salah satu dari mereka, lihat apa yang bisa di kerjakan!!'' Ucap sarkas Pak Direk.


''Tapi... Pak?''


''Kalau kamu nggak mau bekerja, silahkan keluar, aku juga sibuk dan tak harus melayani obrolan dari kamu.'' Tukas nya berlalu pergi dari samping Inka.


Pegawai yang lainnya sudah mulai berbisik, kalau sebenarnya Inka hanya pura-pura melamar pekerjaan sebagai pelayan cafe, namun nyatanya Inka hanya ingin mendekati Sang Direk saja.


''Dia nggak mau kerja, maunya deketin Pak Direk?'' Ucap salah satu pegawai cafe.


''Hus, tak boleh berburuk sangka.'' sahut Arini menaruh jari telunjuk nya di bibir tipisnya.


''Mungkin yang di katakan mereka ada benarnya Rin, tuh lihat saja masih berdiri di sana layaknya patung yang berpakaian seksi.'' Gumam Nadia.


Arini mendecih mendengar perkataan teman nya. Lantas Arini menghampiri Inka yang masih diam di tempat yang tadi.


''Maaf kak, ayo ikut aku? di sana ada beberapa pekerjaan yang harus kita kerjakan sama-sama.'' Ajak Arini lembut.


Inka malah melengos dan berkata kasar pada Arini yang punya niat baik untuk mengajak nya bekerja.


''Siapa kamu, berani memerintah aku di sini!!'' Ucapnya ketus.


Arini mengelus dadanya mencoba sabar menghadapi Inka yang tak mau di ajak kedapur.


''Sana pergi lho!!'' Ucap Inka lagi mengusir Arini.


''Arini?'' Panggil Nadia.


Arini melangkah pergi menuju Nadia yang memanggil nya.


''Iya Nad.'' tanya Arini.


''Biarin tu cewek di sana, orang gila nggak usah di kasih perhatian.'' jawab Nadia menatap nyalang.


Inka yang di tatap hanya membuang mukanya ke arah lain, dia terus saja berdiam walau para tamu banyak yang datang. Inka tidak punya inisiatif untuk menyapa tamu tamu yang mulai pada duduk di yang sudah mereka pesan.


👉👉👉👉


Makasih kakak yang sudah mampir 🙏🙏😘💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2