
Sedangkan di sekolah tempat Eza belajar sedang berdiskusi untuk mengikuti perlombaan antar sekolah dan akan di ikut sertakan lomba basket di sekolah tempat Hendri belajar.
Di tempat lain Nadhira dan Herman sang kakak, sudah sampai di tempat tujuan.
"Pantai…?'' ucap Nadhira pada sang kakak.
"Iyap…, pantai, segoro, tasek apalah ithu nama-nya.'' kata Herman pada Nadhira.
"Yaelah Mas Mas, bahasa madura dan bahasa jawanya di ikut sertakan juga.'' ucap Nadhira memanyunkan bibirnya.
"Biar mereka semua tau kalau kita emang orang Jawa Dek? sekaligus ngomong madura juga githu, he… he… he.'' jawab Herman ketawa nggak jelas.
"Ya sudah kita main di sana saja yuck Dek?'' Ajak Herman sambil menarik tangan Nadhira sang adik.
Nadhira berlari-larian sambil memainkan air, dan mencipratkan air pada sang kakak yang berada tepat di sampingnya.
"Adek…!!! Teriak Herman.
"Sorry Mas, sengaja kok?'' ucap Nadhira sambil berlari menjauh dari Herman.
Ha…Ha…Ha…
Nadhira tertawa terbahak- bahak saat Herman kakaknya sudah menangkapnya dan menggendongnya.
"Mas? ich turunin Nadhira, malu tau sama orang-orang pada lihatin Nadhira.'' Ucap Nadhira malu karena di lihatin orang orang.
"Biarin sajalah Dek, mereka nganggap kita pacaran, padahal kita kan Adik Kakak.'' tukas Herman tertawa dan menarik hidung Nadhira adik kesayangannya.
"Apaan sich myas Herman nich? tapi Nadhira malu tau.'' Ucap Nadhira cemberut.
Tiba-tiba ada orang yang nyamperin Herman dan juga Nadhira, ketika Nadhira lagi asik main air di pinggir pantai.
Nadhira menunggu ombak yang datang menghampirinya. ketika di terpa ombak Nadhira tertawa riang.
"Lho Di, kamu ke sini juga toh?'' tanya Herman.
"Iya Her, sumpek di rumah terus.'' jawab Adi nyengir kuda.
"Kalau tau kamu ke sini juga, bakal gue ajak bareng tadi.'' ucap Adi.
"Ngajak bareng, entar kamu malah ke ganggu lagi sama kita, secara lho kan lagi kencan sama ceweknya.'' Ucap Herman panjang lebar.
Sedangkan Nadhira hanya tersenyum melihat Adi dan juga ceweknya.
"Och ya Risa kenalin ini Nadhira Adikku.'' Ucap Adi bercanda.
"Enak saja bilang Adik kamu Di, Nadhira tu Adik gue kali.'' ucap Herman tak mau kalau sang Adik di akui sebagai Adiknya sama Adhi.
__ADS_1
"Lha kan Adikku juga Her?'' kata Adhi tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Sudah lah Mas Herman, och ya kak kenalin aku Nadhira.'' ucap Nadhira mengulurkan tangannya.
Risa menerima uluran tangan Nadhira. dan berkata, "aku Risa dek?''
"Sudah lama sama Mas Adhi nya kak.'' tanya Nadhira.
"Hampir 1 tahun lah dek.'' ucap Risa pacar Adhi.
"Sudah lama ya Mas?'' tanya Nadhira sama Adhi.
"Ya begitulah dek.'' jawab Adhi cengengesan.
"Kapan nich menuju ke pelaminan, jangan lupa undang Nadhira untuk mengisi acaranya, Oke.'' tukas Nadhira tersenyum.
"Yaa sekalian promosiin teman-teman Nadhira juga githu.'' Ucap Nadhira bercanda.
"Gratis ya dek, kalau aku yang Ngundang.'' kata Adhi menaik turunkan alisnya.
"Kalau maunya gratisan, Nadhira Pikir-pikir dulu dech, dari rumah Mas Adhi ke Pondok Pesantren bensinnya habis 100k pulang pergi.'' Nadhira tersenyum smirk.
"Itupun kalau pakek mobil sendiri, tapi Nadhira dan lainnya kan pakek Bus, ya otomatis Bus-nya harus nyewa, kemarin sewanya 500k, belum lagi cemilan, nasi dan minumannya sekitar 1 jutaan lah, kan temen Nadhira banyak Mas Adhi, jadi?Mas Adhi hanya bayar 1,6 juta sajalah gimana.'' Tawar Nadhira, sedangkan Adhi mengerutkan keningnya.
"Sama aja boong kalau githu dek?'' ucap Adhi manyun.
"Aku tak menyangka Adhi begitu sayang sama ni cewek, nama yang selalu di sebut Adhi di kala lagi berdua, ternyata emang cantik dan tutur katanya yang lembut.'' bathin Risa tersenyum memandang Nadhira.
"Oia dek Dhira ya.'' tanya Risa.
Nadhira mengangguk. "Mas Adhi sering banget lho cerita tentang adek? kalau kita lagi jalan berdua, kemarin aku sempat cemburu sama yang namanya Nadhira. kirain cewek yang namanya Nadhira thu gebetan Mas Adhi yang lainnya dek.'' Ucap Risa panjang lebar.
"Thu kan mas Adhi sich cerita-cerita.'' ucap Nadhira memanyunkan bibirnya.
"Ayolah ke saung itu, panas di sini kalau cuma mau ngobrol, kalau mau main air ayo gue yang nyiram nich.'' celetuk Herman menunjuk saung pinggir pantai.
Herman menggendong sang adik menuju ke saung tersebut, sedangkan Nadhira meronta minta di turunin dari gendongan sang kakak.
"Diem lah dek? nanti jatuh gimana.'' ucap Herman pada Nadhira.
" Mas Herman, Nadhira bisa jalan sendiri kok.'' Ucap Nadhira kesal.
"Diam sebentar lagi nyampek, adek nggak pakek sendal pasirnya panas tau.'' ucap Herman menunjuk kaki adiknya.
Adhi dan Risa hanya tersenyum melihat kedekatan Herman dan Nadhira, sebagai kakak, Herman perhatian sekali sama adiknya.
"Jangan kaget melihat kedekatan mereka berdua.'' ucap Adhi pada isa kekasihnya.
__ADS_1
"Iya Mas? Risa ngerti sekarang kalau mas Adhi juga sayang kan sama Nadhira.'' tanya Risa menepuk lengan Adhi.
" Iya sayang? tapi rasa sayang ku hanya sebatas Adik saja sama Nadhira, karena Nadhira adalah adik dari sahabatku. waktu Nadhira masih kecil, aku sering main ke rumahnya, Nadhira sudah aku anggap sebagai adikku sendiri.'' jawab Adhi memegang bahu sang kekasih.
"Kamu percaya kan.'' tanya Adhi pada Risa.
" Iya Mas, Risa percaya sama Mas Adhi, maaf kalau kemarin Risa sempat berburuk sangka pada Mas Adhi.'' kata Risa bersalah.
"Jangan menangis?'' Adi langsung memeluk Risa kekasihnya.
"Woi…!! panas di situ, ke sini cepetan nich sudah aq pesankan esnya.'' teriak Herman.
Adhi dan Risa melangkah menuju ke saung di mana Herman dan Nadhira berada.
"Baik banget lho Her, tau aja kalau gue lagi haus.'' Ucap Adi langsung meminum es kelapa muda yang sudah di pesan Herman.
"Bayar sendiri ya, gue belum gajian soalnya.'' ucap Herman sambil memakan gorengan.
"Yah kirain mau di bayarin.'' ucap Adhi Pura-pura sedih.
"Belum gajian tapi kemarin malah beli ponsel baru kamu tu Her.'' timpal Adhi.
" Ponselnya buat adekku tersayang, yang buat beli ponsel 3 kali gajian bro.'' ucap Herman.
"Ya sudah sekarang lho bayarin es ini ya.'' ucap Adi pada Herman.
"Idih? malu-maluin dech lho Di, ngajak cewek tapi nggak modal banget.'' ledek Herman yang di tertawakan oleh Risa dan juga Nadhira.
"Kan lebih enak yang gratisan ya kan dek.'' tanya Adi pada Nadhira.
Nadhira mengangkat kedua bahunya, lalu tertawa sambil menutup mulutnya.
"Sekali-kali dukung Mas Adhi kenapa sich dek, jahat banget sama Mas Adhi sekarang.'' ucap Adhi cemberut.
"Kok minta dukungan sama Nadhira sich Mas, entar kak Risa cemburu lho?'' ucap Nadhira tersenyum.
Risa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sore pun tiba, tapi Nadhira masih betah berada di pinggir Pantai, bersama Herman sang kakak, Adhi dan juga Risa. mereka ber empat masih bercanda tawa.
Sampai matahari mulai tenggelam dan tergantikan dengan sinar Rembulan, barulah mereka ber empat melangkah kan kakinya menuju parkiran.
👉👉👉👉
maaf kalau membosankan kakak🙏
jangan lupa dukung Al-mahyra, makasih🙏
__ADS_1