
Satu minggu kemudian, Eza memberi jawaban pada kedua orang tuanya, jawaban Eza sungguh sangat mengagetkan Pak Andi dan juga Bu Yati.
Pak Andi yang sedang duduk santai di ruang tamu dengan segelas teh hangat, dan juga satu piring pisang goreng yang masih ngebul, karena Bu Yati baru menggoreng nya.
Eza mengambil nafas panjang nya dan menghampiri sang ayah.
''Ayah,'' sapa Eza berdiri di samping sang Ayah.
''Iya, ada apa,'' tanya Pak Andi.
''Eza mau ngomong sama Ayah dan juga Ibu,'' Ucap Eza pelan.
Bu Yati yang baru datang pun langsung mendudukkan diri di ruang tamu, mendengarkan apa yang akan puteranya katakan.
''Eza sudah membuat keputusan, dan mungkin inilah keputusan yang paling benar menurut Ayah dan juga Ibu.'' Eza menghentikan ucapan nya sejenak, dan membuang nafas dengan kasar untuk tetap tenang.
''Eza setuju dengan perjodohan ini, mungkin di jaman modern seperti ini sudah tak jaman-nya lagi yang namanya di jodohkan oleh orang tuanya,'' tutur Eza menyelesaikan kalimat kalimat yang akan di sampaikan pada kedua nya.
''Ayah dan Ibu tidak akan memaksa kamu kok lhe, Ayah tidak mau keputusan kamu ini karena terpaksa, karena tidak akan baik untuk ke depannya,'' jelas sang Ayah menatap puteranya.
''Ibu sudah ngomong kok Yah pada Eza, kalau kita tidak akan memaksa, apapun itu keputusan mu,''tambah Bu Yati.
''Eza sudah memikirkan ini berhari-hari Bu, dan Eza akan mengikuti perkataan ayahy,'' Ucap Eza memandang ke arah lain, di mana di sana sang Adik sedang menguping pembicaraan mereka bertiga.
Hera menatap Abangnya penuh keprihatinan, Hera yang tak kuat mendengar obrolan orang tuanya dan juga Abangnya memilih untuk keluar rumah, Hera menghampiri Adhi yang sedang membersihkan motor nya di halaman rumahnya sambil bersenandung ria, karena dia akan menemui gadis pujaannya sebentar lagi.
''Mas Adhi pagi ngapain?'' tanya Hera.
''Main!!'' jawab Adhi ketus.
''Mas Adhi resek banget sich, di tanya pelan pelan malah jawab nya ketus.'' Ujar Hera nge dongkol.
''Lagian lho malah nanya, kan kamu sendiri sudah lihat Mas Adhi sedang ngapain.'' bela Adhi.
''Mas Adhi, Hera lagi sedih nich?'' Ucap Hera pelan.
''Kalau sedih cerita saja sama Eza, biasanya kan kayak githu.'' jawab Adhi masih tak menatap Hera.
''Mas Adhi belum denger ya, kalau Mas Eza akan di jodohin sama Ayah,'' jujur Hera pada Adhi teman Abang nya.
Adhi menghentikan pekerjaannya dan bergegas menghampiri Hera yang ada di depannya.
__ADS_1
''Serius lho, Eza bakalan di jodohin. Gadis mana yang kepincut sama Eza,'' Tanya Adhi.
Hera menggeleng, karena Hera sendiri tidak tau gadis mana yang akan menjadi calon kakak iparnya di masa depan.
''Makanya Hera ke sini untuk meminta tolong pada Mas Adhi,''
''Kenapa harus aku sich Ra,'' tukas Adhi.
''Karena Hera pernah mendengar, kalau gadis yang akan di jodohin dengan Mas Eza pernah foto bareng dengan Mas Adhi,''
Adhi kaget dan melotot kan matanya yang hampir saja ber gelinding keluar.
Adhi memeras otaknya, ber travelling mengingat ngingat gadis yang pernah foto bareng dengannya.
''Mas Adhi kok malah ngelamun sich?'' Hera menarik narik lengan Adhi yang besar.
''Mas Adhi nggak tau dan nggak ingat juga gadis mana,'' Ujarnya membuat Hera semakin sedih.
''Kalau Mas Adhi nggak tau Hera pulang saja, percuma bilang sama Mas Adhi nggak bakalan ngebantu Hera,'' ucapnya sarkas.
Hera melangkah pergi menuju rumahnya yang tampak sepi, Ayah dan Ibu nya sudah tidak ada di ruang tamu, sedangkan Eza mengunci pintu di kamarnya, (kayak cewek saja 🤭🤭)
*-*-*-*-*-*-*-*-*
Nadhira dan Hendri sedang bersiaplah siap untuk menuju ke Studio Fajar. Tak lupa pula Abah Rahman dan Umi Upik ikut serta guna melihat perlombaan yang putera dan puteri nya ikuti sekarang.
Di Studio Fajar sudah banyak orang yang berdatangan, hanya sekedar mengantarkan anak anaknya.
Bus besar sudah terparkir rapi di depan Studio.
Nadhira yang sudah cantik dengan penampilan yang sederhana memasuki Studio Fajar, melihat teman temannya yang sedang di rias oleh perias profesional.
''Nadhira sini,'' Panggil Gina melambaikan tangannya.
Nadhira yang di panggil langsung menghampiri Gina teman Abang nya.
Gina mendudukkan Nadhira di tempat duduk nya seraya berkata.
''Sekarang giliran kamu, Oke,'' Ucap Gina.
''Nadhira nggak usah di make up, Nadhira mau kayak gini saja,'' Gumamnya.
__ADS_1
''Nadhira juga harus make up, kalau nggak di make up bakalan beda dari lainnya.'' tutur perias yang ingin mendandani Nadhira.
Dengan perasaan dongkol, Nadhira mau di make up dengan syarat tidak boleh terlalu tebal.
Sang perias tertawa renyah dan menjawab, ''Oke kalau itu mau kamu,''
Tak butuh waktu yang lama, untuk me make over Nadhira, Karena Nadhira sudah cantik dari sananya.
Hanya sedikit pangyking saja dengan dandanan Nadhira sekarang, Bibir yang setiap harinya di poles lipgloss tipis, namun sekarang dia malh memakai pemerah bibir yang semakin menampakkan kecantikan pada diri Nadhira.
Karena hari sudah semakin siang dan semua anggota sudah terkumpul dan sudah di rias semuanya, maka sangat pelatih menyuruh muridnya masuk kedalam Bus yang akan mengantarkan mereka ke tempat Lomba.
Begitu pula dengan Nadhira yang menghampiri orang tua angkatnya di dalam mobil.
''Mas Hendri ayo berangkat,'' kata Nadhira waktu membuka pintu mobilnya.
''Ini Adik apa bukan,'' tanya Hendri yang baru sekarang melihat sangat Adik make up kayak gini.
''Umi??'' Rengek Nadhira.
''Cantik banget sayang?'' tutur Umi Upik pada Puteri nya.
''Puteri Abah memang cantik,'' puji nya memberikan dia jempol pada Nadhira.
Hendri cemungut karena pertanyaan nya tidak di jawab oleh Nadhira.
Nadhira dan Hendri memilih naik mobilnya sendiri karena orang tuanya memilih ikut serta.
Sesampainya di tempat tujuan Nadhira dan juga Hendri berfoto foto di depan mobilnya. Abah Rahman dan Umi Upik juga tak ketinggalan ikut berfoto juga sebagai kenang kenangan.
Mereka berempat tertawa melihat hasil jepretan dari Fajar yang lumayan bagus, walau ada juga yang miring miring nggak jelas.
Setelah di rasa cukup berfoto foto, Nadhira dan semua nya masuk ke dalam, karena nama nya sudah pada di panggil.
Dengan anggota kan 15 orang, Grub Artis komplek Nadhira terasa sangat rame banget, layaknya sudah kayak di film Bollywood saja.
Hendri dan lainnya mengambil posisi masing-masing, dan ternyata Nadhira lah yang menjadi maskot.
Dengan perasaan gugup Nadhira melangkah kedepan untuk menyapa Juri Juri, dan semua orang yang sedang menonton nya.
Dengan Suara lembutnya Nadhira menyapa dan memperkenalkan dirinya di hadapan sang Juri
__ADS_1
Akankah Grub Nadhira Artis komplek akan memenangkan lombanya, ????
BERSAMBUNG