Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 54 Tamparan


__ADS_3

*Di Rumah*


Sinar matahari menyeruak ke dalam kamar Nadhira, setelah sang Umi membuka tirai nya. Hendri menghalangi sinar matahari dengan telapak tangan besarnya untuk menghalau sinar matahari tersebut.


''Siapa sich yang membuka tirai sepagi ini?'' Gumam Hendri mengerjapkan kedua matanya.


''Ini bukan pagi lagi Hendri, ini tuh sudah siang? kamu nggak mau pergi ke sekolah.'' Tanya Abah Rahman pada puteranya.


Hendri menatap ke arah jam dinding yang ada di kamar Nadhira, yang menunjukkan jam 8 pagi.


''Hendri libur dulu Bah, lagian mau berangkat juga sudah sangat telat, jadi percuma berangkat sekolah?!'' Jawab Hendri.


''Lagian Umi sama Abah biasanya selalu bangunin Hendri, kenapa sekarang malah biarin Hendri telat sekolah nya.'' Tanya beruntun Hendri pada Umi beserta Abah nya.


''Adekmu melarang Umi untuk bangunin kamu tadi pagi, dia bilang jangan di bangunin Mas Hendri kasian.'' Tutur Umi Upik pada Hendri putra nya.


''Kenapa Adek melarang Umi bangunin Hendri?'' Tanya Hendri lagi.


''ya itu tadi, Umi kan sudah bilang kasihan kata Adek kamu!!'' Ucap Umi Upik Kesal.


''Iya, Hendri denger itu kok Umi...? terus maksud kasihan tu kenapa?!'' Tukas Hendri menatap nyalang.


''Och...?''


''Adekmu bilang kamu baru tidur setelah Subuh, apa benar?'' Tanya Umi Upik penasaran, karena Hendri tak mungkin terjaga sepanjang malam.


''Hendri nggak bisa tidur Umi, melihat keadaan Adek yang seperti ini.'' Ucap Hendri sedih, seraya menatap wajah Nadhira Adek nya.


''Sudah lah, Umi sama Abah sudah mengurus masalah ini, kamu jangan terlalu memikirkan masalah ini lagi. Kalau Adekmu sampai tau kamu memikirkan semua masalah ini, dia pasti sangat sedih dan bahkan akan menyalahkan dirinya sendiri.'' Pesan Umi Upik pada Hendri.


Hendri masih menatap Nadhira dengan tatapan bersalah nya. ''Kalau aku kasih tau pada mereka semua nya, kalau Nadhira adalah Adikku, kejadian seperti ini nggak akan terjadi, semua salahku.'' Bisik Hendri dengan tatapan sedih nya.


Setelah menatap Nadhira, Hendri menatap sang Umi seakan-akan mau bertanya kenapa Adiknya belum bangun.


Umi Upik mengerti tatapan puteranya, ''Adekmu tadi sudah bangun, makan dan minum obat? makanya dia tidur lagi sekarang karena efek obat nya bikin dia ngantuk.


''Sudah sanah pergi mandi, sudah hampir siang juga nich?'' Suruh Umi Upik.

__ADS_1


Hendri mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih tetap diam berada di kamar Nadhira.


Abah Rahman memandangi wajah Nadhira yang sedikit memar, rasa sakit di dalam hatinya tiba-tiba menyeruak begitu saja, rasa benci dan tak suka nya pada seseorang yang sudah berbuat kasar pada Putri nya.


''Umi, kita harus menegur anak itu, biar dia jera dan tidak akan mengulangi perbuatan nya pada Putri kita, Abah tak mau kejadian seperti ini terulang kembali?!'' Ucap Abah Rahman geram.


''Abah yang tenang ya, biar masalah ini pihak sekolah yang menangani nya.'' Sahut Istrinya mengelus punggung sang suami. Emosi sang suami sudah mulai tak terkontrol, Umi Upik hanya bisa untuk menenangkan nya kembali.


''Sebenarnya aku juga nggak rela Abah, Putri kita seperti ini, Umi juga sedih melihat Nadhira kesakitan karena ulah seseorang?'' Gumam nya pelan namun raut muka nya menampakkan kesedihan yang mendalam.


''Umi? gimana Abah bilang pada keluarga nya Nadhira, Abah merasa bersalah pada Ibu dan Bapak nya Nadhira Umi.'' Gumam nya menitikkan air mata nya.


''Sudah, Umi kan sudah bilang sama Abah, jangan memikirkan hal ini lagi, nanti yang ada Abah malah sakit, Nadhira bakalan sedih kalau Abah sakit dan tau kalau Abah memikirkan masalah ini.'' Jawabnya, menarik tangan suaminya untuk di bawa ke kamar nya guna beristirahat.


Di dalam kamar nya, Hendri sangat marah sekaligus kesal mengingat kejadian kemarin, di mana sang Adek di tampar hingga tak sadarkan diri.


Baru empat hari Nadhira masuk sekolah, sudah mendapatkan musuh di lingkungan sekolah nya, hanya gara-gara salah faham yang mengira Nadhira adalah cewek dari Hendri sang idola di sekolah nya.


Maya sangat meng elu elukan Hendri, sejak pertama dia masuk sekolah di SMA. Karena itulah Maya di liputi rasa kebencian pada Nadhira.


Maya menjadi brutal ketika melihat Nadhira yang berjalan sendirian di lorong sekolah menuju ke toilet cewek. Waktu itu Maya tanpa 'ba-bi-bu' dan langsung menampar Nadhira tanpa ampun.


Nadhira yang di tampar hanya menatap nyalang ke arah Maya.


''Orang gila dari mana nich? main tampar tampar aku segala.'' Tukas Nadhira bangun dari jatuhnya.


Gisella yang melihat teman nya di tampar, hanya bisa bisa berteriak dan memegangi tangan Maya yang akan kembali menampar Nadhira.


Hendri yang kebetulan lewat mendengar teriakan Gisela, Hendri pun mempercepat langkah kakinya menuju ke asal teriakan tersebut.


Sesampainya di sana Hendri di buat kaget dengan keadaan Adiknya, Hendri menghampiri sang Adik yang sudah berdarah, dia pun menggenggam tangan nya erat dan berkata.


''Perbuatan siapa ini!!'' tanyanya sarkas.


''Semua ini perbuatan kakak senior kak.'' Jawab Gisela tanpa ragu dan takut.


''Ini bukan seutuhnya salah saya, tapi anak baru itu juga bersalah?!'' ucap Maya membela diri.

__ADS_1


''Nggak kak, aku melihat sendiri dia menampar Nadhira?'' sahut Gisela membela temannya.


''Apa salah dia sampai kamu tega menampar nya!!'' tanya Hendri dengan nada tinggi.


Hendri yang geram mengeratkan giginya sampai berbunyi gemelutuk.


''Salah dia adalah, mencoba mendekati dan menggoda kamu Hendri, dia berani mendekati kamu.'' Jawab Maya dengan nada tinggi juga.


''Kau!!!'' Teriak Hendri.


''Nadhira Adekku, jadi dia pantas dekat dengan Abangnya!!'' teriaknya lagi.


''Aku akan membuat perhitungan kalau Adekku sampai kenapa napa!!'' tegas Hendri menggendong Nadhira, untuk membawanya ke UKS sekolah nya.


Maya diam membeku setelah mendengar bahwa Nadhira adalah Adik Hendri. Gisela menghampiri nya.


''Kamu akan tamat kalau sampai terjadi sesuatu sama Teman aku, lihat saja gimana aku membalas dendam kan untuk Nadhira.'' Tukas Gisela menunjuk muka Maya.


''Kau gadis tak punya akal.'' tambah nya dan pergi dari hadapan Maya.


Semua orang mulai berbisik, menjelekkan Maya.


-Bukan hanya tak punya akal, dia juga crazy.'' Ucap salah satu siswa yang dari tadi berada di sana.


-Iya dia sakit.''


-Adik sama Abang di kira pacaran.''


-Parahnya lagi, dia bilang Adiknya menggoda Abang nya.''


-Ya jelas harus bareng lah, kan mereka satu sekolah.''


Begitulah bisik yang di peruntukkan Maya, gadis yang angkuh dan juga sombong di sekolah itu.


👉👉👉


Jangan bosan bacanya ya kak.

__ADS_1


Makasih sudah mampir 🙏🙏


__ADS_2